- Bagaimana menggunakan serangan berlapis Haoshoku Haki secara optimal untuk benar-benar memperlambat regenerasi Kesatria Dewa.
- Dan lebih jauh lagi, untuk menghadapi Imu: bagaimana menembus “armor” Haoshoku Haki musuh, sehingga serangan Luffy tidak dinetralisir lebih dulu sebelum memberi dampak nyata.
5 Pengguna Haoshoku Haki yang Beraksi di Elbaph Arc One Piece!

- Scopper Gaban adalah mentor tingkat lanjut bagi Bajak Laut Topi Jerami dalam memahami dan memaksimalkan Haoshoku Haki.
- Monkey D. Luffy datang ke Elbaph sebagai pengguna Haoshoku Haki tingkat tinggi, tetapi harus berkembang untuk menghadapi musuh-musuh level akhir cerita.
- Roronoa Zoro memiliki potensi besar setelah menyadari bahwa ia memiliki Haoshoku Haki, membawa dirinya semakin dekat ke level Dracule Mihawk.
Di One Piece, Haoshoku Haki semakin lama terasa bukan lagi sekadar simbol “bakat langka”, tapi kebutuhan nyata untuk bertarung di level Final Saga.
Puncaknya sudah kita rasakan di Wano arc. Saat itu jelas terlihat: hanya petarung yang mampu mengalirkan Haoshoku Haki ke serangan, seperti Monkey D. Luffy dan Roronoa Zoro, yang benar-benar bisa menorehkan luka serius pada tubuh Kaido.
Masuk ke Elbaph Arc, urgensinya naik satu level lagi. Di sini, serangan berlapis Haoshoku Haki adalah cara paling efektif dan paling praktis untuk melukai Kesatria Dewa, musuh dengan regenerasi yang nyaris tak masuk akal.
Tak heran, Oda menghadirkan banyak pemilik Haoshoku Haki sekaligus di arc ini. Bukan cuma protagonis dan sekutu, tapi juga sosok-sosok berbahaya yang berada di sisi berlawanan.
Totalnya? Ada lima pengguna Haoshoku Haki yang dikonfirmasi beraksi di kejadian utama Elbaph Arc.
Siapa saja mereka, dan seberapa penting peran masing-masing dalam konflik Elbaph?
Mari kita bahas satu per satu.
Catatan: saya tidak menghitung yang hanya muncul di flashback dan sudah lama mati seperti Rocks D. Xebec dan Harald.
1. Scopper Gaban

Di Elbaph Arc, Scopper Gaban jelas tidak ditempatkan Oda sekadar sebagai legenda nostalgia. Ia hadir sebagai mentor tingkat lanjut bagi Bajak Laut Topi Jerami, khususnya dalam memahami dan memaksimalkan Haoshoku Haki.
Ini menarik, karena dulu mentor “dasar” Haki untuk Luffy adalah Silvers Rayleigh, sosok yang sekaligus rekan dan rival Gaban di era Roger. Sekarang, tongkat estafet itu terasa naik level: dari pemahaman Haki, ke cara menggunakan Haoshoku Haki secara efektif melawan musuh yang hampir abadi.
Momen kunci datang ketika Gaban menyerang Shepherd Sommers. Untuk pertama kalinya, kita melihat regenerasi Kesatria Dewa melambat hingga Sommers sempat tumbang. Ini bukan sekadar serangan kuat, ini bukti bahwa Kesatria Dewa memang bisa dikalahkan.
Pengetahuan Gaban masuk akal. Semasa bersama Bajak Laut Roger, ia sudah berulang kali memulangkan Kesatria Dewa yang mencoba merebut Shanks kecil. Artinya, Gaban bukan baru belajar menghadapi musuh seperti ini, dia veteran spesialisnya.
Yang lebih penting lagi, Gaban mulai menggeser cara berpikir Topi Jerami. Ia memberi petunjuk pada Monkey D. Luffy agar tidak hanya mengandalkan kekuatan mentah, tapi memikirkan penggunaan Haoshoku Hakinya.
Ia juga menegaskan pada Roronoa Zoro bahwa Zoro memiliki Haoshoku Haki, meski Zoro sendiri belum sepenuhnya menyadarinya, padahal ia sudah memakainya sejak Wano.
Memang, secara fisik Gaban kini terluka parah akibat serangan Gunko dan besar kemungkinan tersingkir dari garis depan pertempuran. Tapi perannya sudah jelas:
ia adalah katalis peningkatan level Topi Jerami di Elbaph.
2. Monkey D. Luffy

Sejak Kaido tumbang di Wano, satu hal terasa jelas: Luffy sudah terlalu kuat untuk petarung “normal” di dunia One Piece.
Egghead Arc menegaskan itu tanpa ragu. Rob Lucci, yang sudah mencapai Awakening Zoan, sama sekali tak mampu mengimbangi kegilaan Gear 5. Bahkan Borsalino (Kizaru), sosok yang dulu terasa nyaris tak tersentuh sebelum time-skip, berhasil Luffy jatuhkan dua kali.
Di titik ini, Oda jelas butuh hal baru untuk tetap menantang Luffy.
Jawabannya: Kesatria Dewa, Gorosei, dan Imu di puncak hierarki, musuh-musuh yang tidak hanya kuat, tapi juga punya regenerasi yang menabrak logika pertarungan biasa.
Luffy datang ke Elbaph sudah sebagai pengguna Haoshoku Haki tingkat tinggi, dan ia mampu mengalirkannya ke serangan. Tapi ia masih harus berkembang!
PR besar Luffy di arc ini jelas:
Dengan kata lain, Elbaph bukan arc untuk membuktikan seberapa kuat Luffy, ini adalah arc untuk membuktikan seberapa pintar Luffy menggunakan kekuatan Haoshoku Haki-nya melawan ancaman level akhir cerita.
3. Roronoa Zoro

Roronoa Zoro sebenarnya sudah menggunakan Haoshoku Haki berlapis ke serangan sejak momen krusialnya di Onigashima, saat ia berhasil melukai Kaido. Sejak itu, Haki Raja kembali muncul dalam gaya bertarung King of Hell, terutama ketika Zoro membiarkan Enma menarik kekuatannya sampai batas ekstrem.
Namun bab 1152 mengungkap fakta yang cukup mengejutkan, dan jujur saja, agak lucu: Zoro sendiri tidak sadar bahwa ia memiliki Haoshoku Haki. Ia baru benar-benar mengetahuinya setelah Scopper Gaban menyatakannya secara gamblang.
Di sinilah potensi Zoro benar-benar terbuka.
Selama ini, penggunaan Haoshoku Haki Zoro terasa tidak disengaja. Ia bukan sedang “mengaktifkan” Haki Raja secara sadar, melainkan membiarkan Enma menarik segalanya, termasuk Haoshoku Haki, untuk menciptakan serangan destruktif maksimal. Efektif tapi mentah.
Dengan kesadaran baru ini, Zoro berpotensi mengembangkan teknik yang secara spesifik memanfaatkan Haoshoku Haki, bukan sekadar efek samping dari Enma, mengontrol aliran Haki Raja dengan presisi, bukan hanya ledakan kekuatan, dan menjadikan Haoshoku Haki sebagai senjata utama, bukan bonus tersembunyi.
Jika itu tercapai, Zoro akan menjadi ancaman nyata bagi Kesatria Dewa, bahkan bagi entitas level Gorosei.
Selain itu, ini adalah langkah krusial yang membawanya semakin dekat ke level Dracule Mihawk, tujuan akhir yang sejak awal menjadi inti perjalanan Zoro.
4. Loki

Loki adalah paket ancaman yang lengkap.
Ia bukan hanya pemilik Haoshoku Haki, tapi juga mampu mengalirkannya langsung ke serangan. Sudah gitu Loki memiliki transformasi misterius berkat Buah Iblis harta pusaka Elbaph yang ia makan 14 tahun lalu, serta Ragnir, palu sakti yang mampu memanggil petir dan bertarung selaras dengan kehendaknya.
Semua itu masih ditambah satu faktor yang tak bisa diremehkan: darah Ancient Giant yang mengalir di tubuhnya, memberi Loki kekuatan fisik dan daya tahan yang sudah absurd bahkan sebelum semua power-up tadi dihitung.
Potensi Loki sebagai andalan utama melawan Kesatria Dewa di Elbaph terasa sangat nyata, terutama karena ia sudah membuktikannya sekali. Loki adalah sosok yang berhasil menjatuhkan Raja Harald, seorang Kesatria Dewa yang bahkan dilindungi Haoshoku Haki dan kendali Imu.
Namun Oda tampaknya sadar betul: Loki yang “full power” berisiko mencuri seluruh panggung.
Karena itu, luka parah yang ditorehkan Gunko dan Figarland Shamrock saat Loki masih terikat di Underworld terasa seperti nerf naratif yang disengaja. Loki tetap monster tapi belum dalam kondisi ideal.
Dengan kondisi ini, Loki masih akan menjadi faktor penentu di Elbaph, tanpa menghilangkan peran Bajak Laut Topi Jerami sebagai pusat cerita.
5. Imu (dalam tubuh Gunko)

Kekacauan di Elbaph akhirnya memaksa Imu turun tangan secara langsung.
Operasi Shepherd Sommers, Rimoshifu Killingham, dan Gunko berjalan terlalu lama... rencana penculikan anak-anak raksasa tak kunjung rampung karena berbagai gangguan, dan Imu sendiri mengungkap fakta mengejutkan: Mary Geoise sedang terbakar. Semua itu menjadi pemicu ia ingin mempercepat konflik supaya semua Kesatria Dewa bisa cepat balik ke Mary Geoise.
Maka Imu memilih langkah ekstrem, membajak tubuh Gunko, tepat di momen ketika Gunko tampak mulai terbebas dari cuci otak dan mengingat masa lalunya. Imu pun mewujud di Elbaph!
Hasilnya instan dan mengerikan.
Dengan teknik Domi Reversi, Imu membalik Dorry dan Brogy, dua legenda Elbaph, dan efeknya segera menyebar, membalik lebih banyak raksasa ke pihaknya. Dalam hitungan saat, medan tempur berubah total.
Menariknya, Gunko sendiri sebelumnya tidak pernah menunjukkan Haoshoku Haki. Namun saat Imu mengambil alih, tubuh itu memancarkan Haoshoku Haki dalam skala yang brutal. Ini jelas bukan milik Gunko, melainkan kehendak Imu yang disalurkan lewat wadahnya.
Kasus Raja Harald sudah memberi pelajaran penting: Kesatria Dewa yang memiliki Haoshoku Haki jauh lebih merepotkan karena mereka bisa melapisi diri dengan “armor” Haki Raja, menetralkan serangan musuh sebelum benar-benar mengenai tubuh mereka.
Untuk melukai mereka, output Haoshoku Haki penyerang harus melampaui pelindung itu.
Dengan Imu kini memancarkan Haoshoku Haki melalui Gunko, situasi ini terasa seperti simulasi awal pertarungan akhir.
Elbaph pun berubah menjadi preview final boss untuk Monkey D. Luffy, sebuah gambaran betapa absurdnya Imu ketika nanti harus dihadapi dalam wujud sejatinya, tanpa perantara.
Jika ini baru “versi pinjaman tubuh”… maka pertarungan terakhir One Piece jelas akan melampaui semua standar konflik yang pernah ada sebelumnya.


















