- Rocks D. Xebec, sosok kelahiran God Valley, menjadi korban Domi Reversi tepat di God Valley.
- Dorry dan Brogy, dua raksasa kelahiran Elbaph, terkena Domi Reversi di tanah Elbaph sendiri.
5 Kemungkinan Kelemahan Loki Melawan Kesatria Dewa dan Imu One Piece

- Luka di tubuh LokiTak diragukan lagi, Loki adalah sosok yang luar biasa kuat. Namun, ia belum pulih sepenuhnya dari luka serius sebelumnya, yang bisa menjadi kelemahan saat menghadapi Kesatria Dewa dan Imu.
- Potensi kena Domi ReversiAncaman terbesar bagi Loki bukan hanya kekuatan fisik, melainkan kemungkinan menjadi target ideal bagi Domi Reversi Imu jika terlalu larut dalam amarah dan balas dendam.
- Reputasi Loki yang sangat burukReputasi buruk Loki sebagai simbol kehancuran dan monster dapat mempengaruhi reaksi rakyat Elbaph dan bahkan memperkuat musuhnya sendiri, namun juga memberikan kesempatan bagi pemulihan reputasinya.
Setelah kilas balik yang menegaskan betapa mengerikannya Loki, terutama diperkuat palu Ragnir dan Buah Iblis Elbaph, sulit untuk tidak sampai pada satu kesimpulan awal: jika Loki benar-benar dibebaskan, ia akan menjadi ancaman langsung bagi Kesatria Dewa, bahkan bagi Imu yang kini membajak tubuh Gunko.
Faktanya cukup mengerikan. Raja Harald, sosok yang bahkan dilindungi Haoshoku Haki tingkat tinggi, mampu dihancurkan oleh Loki. Jika standar itu kita turunkan ke para Kesatria Dewa seperti Shepherd Sommers dan Rimoshifu Killingham, maka masuk akal jika mereka pun akan kewalahan bila harus menerima satu ayunan penuh Ragnir. Bahkan Gunko, dalam kondisi dikendalikan Imu, tampaknya tidak kebal dari ancaman kekuatan mentah Loki.
Namun One Piece jarang sesederhana itu.
Kekuatan absolut hampir selalu diimbangi dengan keterbatasan, dan kehadiran Loki kemungkinan besar bukan jaminan kemenangan otomatis. Ada indikasi bahwa Loki masih memiliki sejumlah celah yang bisa dimanfaatkan oleh Kesatria Dewa dan Imu.
Lalu, apa saja kemungkinan kelemahan Loki yang membuat pertarungan ini tidak semudah “Loki datang dan menang”?
Mari kita bedah satu per satu.
1. Luka di tubuh Loki

Tak diragukan lagi, Loki adalah sosok yang luar biasa kuat. Buah Iblisnya bahkan kuat diduga bertipe Mythical Zoan, melihat wujud monster dan pola transformasinya. Jika asumsi ini benar, maka Loki adalah kombinasi yang nyaris tak masuk akal: raksasa dengan darah Ancient Giant, diperkuat lagi oleh kemampuan Mythical Zoan. Dari sisi ketangguhan fisik, ia seharusnya berada di level yang hampir tak terbayangkan.
Namun tetap ada satu catatan penting: Loki belum lama ini mengalami luka serius.
Sebelum dibebaskan, ia sempat dihajar habis-habisan oleh Gunko dan Figarland Shamrock. MeskiLoki terlihat pulih dengan cepat, pemulihan cepat bukan berarti pemulihan sempurna.
Ada kemungkinan besar Loki belum kembali ke kondisi 100% saat harus menghadapi ancaman tertinggi: Kesatria Dewa dan bahkan Imu secara langsung. Dalam pertarungan melawan entitas dengan regenerasi ekstrem dan teknik di luar nalar, selisih kondisi sekecil apa pun bisa menjadi faktor penentu.
Dari sudut pandang naratif, celah ini juga terasa masuk akal. Loki tetap digambarkan sebagai ancaman kolosal, namun tidak langsung “menyapu bersih” semua lawan sendirian. Ini membuka ruang agar karakter lainm seperti Monkey D. Luffy, Roronoa Zoro, Sanji, dan Hajrudin, tetap memiliki panggung dan peran krusial dalam konflik besar Elbaph.
2. Potensi kena Domi Reversi

Salah satu ancaman paling mengerikan dari Imu bukanlah kekuatan fisik, melainkan Domi Reversi, teknik terkutuk yang mampu mengubah korbannya menjadi iblis yang sepenuhnya patuh, sekaligus membalik sifat dan kehendak asli mereka.
Ini bukan ancaman hipotetis. Bahkan legenda terbesar pun pernah tumbang karenanya.
Beberapa korban Domi Reversi yang sudah kita ketahui membentuk pola yang mengkhawatirkan:
Ada kemungkinan Domi Reversi lebih mudah mengenai orang kelahiran tanah yang diserang Imu. Dan... ya... sekarang kita lagi ada di Elbaph!
Dan kini kita sampai pada Loki, raksasa Elbaph dengan kekuatan luar biasa, emosi yang meledak-ledak, dan dendam personal yang sangat kuat terhadap Imu.
Jika Loki terlalu bernafsu menyerang, terlalu larut dalam amarah dan balas dendam, maka ia justru bisa menjadi target ideal bagi Domi Reversi. Kekuatan sebesar itu, jika dibalik kehendaknya, akan jadi bencana berjalan.
Bayangkan Loki dengan kekuatan penuh, darah Ancient Giant, Mythical Zoan, dan palu Ragnir… namun kehendaknya dikendalikan Imu.
Jika itu terjadi, Loki bisa berubah menjadi ancaman yang jauh lebih mengerikan daripada Raja Harald 14 tahun lalu.
Dalam skenario seburuk itu, satu-satunya harapan yang tersisa tampaknya hanya satu: kekuatan Nika milik Monkey D. Luffy, kekuatan yang selama ini dikaitkan dengan pembebasan, tawa, dan pemutusan belenggu kehendak, bisa membebaskan Loki tanpa membunuhnya.
Karena jika Nika gagal, maka Loki bukan lagi sekutu. Ia akan menjadi senjata terakhir Imu untuk mengulur waktu.
3. Reputasi Loki yang sangat buruk

Ada satu kelemahan Loki yang tidak berkaitan langsung dengan kekuatan, namun sangat berbahaya secara situasional: reputasinya sendiri.
Jika Loki benar-benar dibebaskan, besar kemungkinan Hajrudin dan New Giant Warrior Pirates akhirnya memahami bahwa Loki adalah sosok tragis, bukan penjahat murni seperti yang selama ini dipercaya. Mereka berada cukup dekat dengan inti konflik untuk melihat kebenaran di balik legenda kelam Loki.
Namun masalahnya: mayoritas penduduk Elbaph tidak tahu itu.
Bagi rakyat Elbaph, Loki adalah simbol kehancuran, pembunuh Raja Harald, raksasa terkutuk, monster yang harus dibelenggu. Jika Loki turun ke medan perang dalam wujud monsternya, tanpa konteks dan tanpa penjelasan, reaksi paling masuk akal dari rakyat justru ketakutan massal.
Dan ketakutan ini bukan sekadar masalah citra.
Salah satu Kesatria Dewa, Rimoshifu Killingham, memiliki kemampuan mengerikan: menarik proyeksi mimpi buruk dan ketakutan untuk diwujudkan sebagai pasukan nyata. Artinya, semakin besar ketakutan rakyat Elbaph terhadap Loki, semakin besar pula potensi Killingham mengubah rasa takut itu menjadi senjata.
Dalam skenario terburuk, Loki bisa: bertarung melawan Kesatria Dewa, sambil secara tidak langsung memperkuat musuhnya sendiri, hanya karena ia dipandang sebagai monster oleh orang-orang yang ingin ia lindungi.
Namun di sinilah sisi lain dari kelemahan ini muncul, sebagai peluang besar.
Krisis ini justru bisa menjadi momen penentuan bagi Loki. Momen di mana ia membuktikan bahwa dirinya bukan monster seperti yang dipercayai Elbaph, melainkan korban dari sejarah dan manipulasi. Dalam proses itu, dukungan figur-figur kunci akan sangat menentukan.
Hajrudin bisa menjadi suara dari dalam Elbaph sendiri. Scopper Gaban membawa otoritas sejarah dan pengalaman melawan kehendak “dewa”. Dan Monkey D. Luffy, dengan kekuatan Nika, secara tematik adalah simbol pembebasan dari cap “iblis” dan “monster”.
Jika ketiganya berdiri di sisi Loki, maka reputasi buruk ini bisa berbalik arah: dari kelemahan yang hampir fatal, menjadi fondasi pulihnya reputasi Loki.
4. Sifat Loki sendiri

Kelemahan lain Loki justru datang dari dirinya sendiri.
Loki adalah sosok dengan emosi yang ekstrem, mudah terpancing, penuh amarah, dan cenderung bereaksi sebelum berpikir panjang. Contoh paling jelas terlihat ketika ia mengetahui bahwa Desa Brewers, kampung halaman Estrid (ibu kandungnya) terlibat dalam peracunan Ida, ibu Hajrudin yang selama ini Loki anggap sebagai ibu sejatinya. Reaksi Loki tidak setengah-setengah: ia menghancurkan desa itu hingga rata dengan tanah.
Respons ini memperlihatkan satu pola berbahaya. Saat emosi Loki tersentuh, rasionalitasnya runtuh sepenuhnya.
Dan di sinilah Imu menjadi ancaman terbesar, bukan lewat kekuatan fisik, melainkan lewat provokasi psikologis.
Bayangkan skenario terburuk: Imu dengan sengaja mengungkap kebenaran paling menyakitkan bagi Loki. Bahwa dialah sosok yang di masa lalu membajak tubuh Rocks D. Xebec dan Raja Harald.
Dua figur sentral dalam hidup Loki: satu adalah idolanya, simbol kekuatan dan kebebasan, yang satu lagi adalah ayahnya sendiri.
Jika kenyataan ini disampaikan di tengah pertempuran, Loki berpotensi kehilangan kendali sepenuhnya. Dan dalam pertarungan melawan entitas secerdik Imu, kehilangan kendali berarti membuka celah fatal, entah untuk mendaratkan serangan telak ke Loki atau yang lebih buruk, dijerumuskan ke dalam Domi Reversi saat kehendaknya goyah.
5. Target kolosal

Ukuran tubuh Loki jelas merupakan salah satu sumber kekuatannya. Setiap ayunan palu bisa menjadi bencana, setiap langkahnya mengguncang medan perang. Namun dalam konteks melawan musuh tertentu, tubuh kolosal ini justru berpotensi menjadi kelemahan serius.
Kesatria Dewa dan Imu bukanlah tipe lawan yang bertarung dengan adu kekuatan mentah. Sosok seperti Shepherd Sommers dan Rimoshifu Killingham bisa dibayangkan memanfaatkan regenerasi, kelincahan, dan Buah Iblis mereka untuk menyuitkan Loki.
Jika Loki bertarung dengan terlalu semberono, ukuran tubuhnya yang masif justru akan: mempermudah musuh membaca arah serangan, menyulitkan Loki melakukan manuver cepat, dan membuka peluang bagi serangan presisi yang diarahkan ke titik vital.
Masalah ini semakin diperparah oleh satu faktor lain: kondisi fisik Loki yang kemungkinan belum pulih sepenuhnya. Dalam situasi seperti ini, kecepatan dan kelincahan menjadi pembeda krusial. Dan di sinilah Imu, terutama yang sedang membajak tubuh Gunko, memiliki keunggulan jelas.
Dengan tubuh yang lebih ramping, teknik yang sulit diprediksi, dan regenerasi ekstrem, lawan yang lincah bisa “menari” di sekitar Loki, menggerogoti perlahan tanpa harus menghadapi kekuatan penuhnya secara langsung.

















