Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
For
You

Ini Hal Menarik dari Masa Depan Baik dan Buruk Yamato One Piece!

Ini Hal Menarik dari Masa Depan Baik dan Buruk Yamato One Piece!
Yamato (dok. Toei Animation/One Piece)
Intinya Sih
  • Eiichiro Oda menampilkan dua versi masa depan Yamato di SBS Volume 114: versi baik dan versi buruk, yang menggambarkan arah hidup berbeda bagi karakter tersebut.
  • Pada masa depan baik, Yamato tetap berjiwa petualang namun memilih hidup tenang tanpa ambisi menjadi tokoh besar, menunjukkan kedewasaan dan kebebasan dari bayang-bayang ayahnya maupun Oden.
  • Sementara itu, masa depan buruk memperlihatkan Yamato yang terjebak dalam obsesinya meniru Oden hingga menghancurkan dirinya sendiri, menjadi simbol bahaya kehilangan jati diri karena idolanya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kadang di kolom SBS, Eiichiro Oda menggambar versi masa depan baik dan masa depan buruk dari karakter-karakter di One Piece.

Di SBS Volume 114, karakter yang mendapat sorotan adalah Yamato.

Seperti biasa, perbedaan antara masa depan baik dan buruk ini bukan hanya soal penampilan, tapi juga mencerminkan arah hidup yang berbeda bagi karakter tersebut.

Apa saja yang menarik dari masa depan Yamato?

1. Masa depan baik

Yamato (dok. Toei Animation/One Piece)
Yamato (dok. Toei Animation/One Piece)

Di usia 40 tahun, Yamato masih terlihat sangat mirip dengan dirinya sekarang.

Ia uniknya berkata:

“Negeri Wano! Ayo kita berkunjung, Luffy!”

Ucapan ini menarik karena memberi kesan bahwa di masa depan Yamato akan meninggalkan Wano dan bertualang, lalu suatu saat kembali berkunjung.

Ini terasa seperti petunjuk halus bahwa Yamato memang masih memiliki takdir untuk berlayar bersama Monkey D. Luffy.

Lalu di usia 60 tahun, Yamato akhirnya terlihat menua dan berkata:

“Aku tidak ingin menjadi orang besar.”

Ini menarik karena Yamato adalah anak dari Kaido dan sosok yang sangat mengidolakan Kozuki Oden. Dua "orang besar" yang masih dikenal sampai sekarang.

Namun pada akhirnya, versi masa depan baik Yamato justru tidak ingin menjadi tokoh besar atau terkenal.

Saya menafsirkan ini sebagai Yamato yang akhirnya menemukan jalannya sendiri, hidup yang lebih tenang dan bebas, berbeda dari jalan penuh legenda yang ditempuh Kaido maupun Oden.

2. Masa depan buruk

Yamato mewarisi semangat Oden (Eiichirou ODA, Toei Animation Co., Ltd.)
Yamato mewarisi semangat Oden (Eiichirou ODA, Toei Animation Co., Ltd.)

Sebaliknya, masa depan buruk Yamato terasa jauh lebih tragis.

Di usia 40 tahun, Yamato terlihat semakin meniru Oden. Ekspresi wajah, gaya rambutnya dimiripkan dengan Oden.

Ia menegaskan:

“Aku adalah Oden.”

Obsesi ini semakin ekstrem di usia 60 tahun.

Di versi ini, Yamato berkata:

“Aku akan menjadi Oden.”

Namun ia terlihat terbakar hingga hanya tersisa tulang, seolah-olah ia merasa harus meniru nasib Oden sepenuhnya, termasuk mati terbakar seperti idolanya.

Ini menggambarkan bagaimana obsesinya terhadap Oden pada akhirnya menghancurkan dirinya sendiri.

3. Yamato justru lebih baik ketika melepas obsesinya pada Oden

Yamato membaca jurnal Oden. (dok. Toei Animation/One Piece)
Yamato membaca jurnal Oden. (dok. Toei Animation/One Piece)

Interpretasi saya soal situasi ini?

Yang membuat masa depan Yamato terasa menarik adalah pesan yang tersirat.

Selama ini Yamato dikenal sangat terobsesi menjadi Oden. Namun versi masa depan buruk menunjukkan bahwa meniru Oden secara ekstrem justru berakhir tragis.

Sebaliknya, di masa depan baik Yamato tampak lebih damai.

Ia tidak lagi memaksakan diri menjadi Oden. Ia bahkan tidak ingin menjadi sosok besar.

Justru ketika Yamato melepaskan obsesinya untuk menjadi orang lain, ia akhirnya menemukan dirinya sendiri.

Dan mungkin itulah jalan hidup terbaik bagi Yamato.

Gambaran ini memang jadi terasa lebih "dalem" dari masa depan buruk biasa di SBS ya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Fahrul Razi Uni Nurullah
EditorFahrul Razi Uni Nurullah
Follow Us

Latest in Anime & Mange

See More