Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Install
For
You

Seperti Apa Sih Cerita Jimoto Saiko? Versi Manganya Tergolong Kelam!

Seperti Apa Sih Cerita Jimoto Saiko? Versi Manganya Tergolong Kelam!
Jimoto Saiko. (Dok. usagi, MAPPA/Jimoto Saiko!)
Intinya Sih
  • Jimoto Saiko! mencuri perhatian di acara MAPPA 15th Anniversary karena menampilkan kontras ekstrem antara visual imut dan cerita penuh kriminalitas serta kekerasan.
  • Manga-nya menggambarkan kehidupan Chanel dan teman-temannya di kota brutal dengan komedi gelap yang menyoroti kerasnya realitas sosial, kemiskinan, dan kekerasan sejak kecil.
  • Anime adaptasi Jimoto Saiko digarap studio MAPPA dengan Tokio Igarashi sebagai sutradara dan Ryō Takata sebagai penulis naskah, menjanjikan perpaduan unik antara gaya cerah dan tema kelam.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Dalam acara "MAPPA 15th Anniversary Lineup Reveal", ada satu anime yang langsung mencuri perhatian karena premisnya yang terasa absurd: Jimoto Saiko!

Poster dan trailernya sekilas menghadirkan kesan anime "gadis-gadis imut melakukan hal-hal imut" (cute girls doing cute things). Warna-warnanya cerah, desain karakternya menggemaskan, dan atmosfernya terlihat ringan.

Namun kesan itu langsung runtuh begitu para karakternya mulai muncul di layar. Alih-alih melakukan aktivitas santai atau lucu, mereka justru terlibat dalam berbagai tindakan kriminal dan kekerasan. Ada yang menodong senjata, terlibat perkelahian, hingga berurusan dengan narkoba.

Jadi sebenarnya seperti apa cerita Jimoto Saiko?

Table of Content

1. Gambaran dari sinopsisnya

1. Gambaran dari sinopsisnya

Sinopsis manga Jimoto Saiko berbunyi:

"Manga ini berpusat pada Chanel dan teman-temannya, yang tinggal di sebuah kota dengan berbagai masalah sosial dan kriminalitas seperti kekerasan, narkoba, kemiskinan, dan diskriminasi. Para senior di sekolah Chanel dipenuhi tato, mudah melakukan kekerasan, dan gemar minum alkohol. Mampukah Chanel dan sahabatnya, Chihiro, bertahan di tengah lingkungan gelap kota asal mereka?"

Gambaran tersebut sudah terlihat jelas dalam trailer animenya.

Yang membuat Jimoto Saiko terasa unik adalah kontras yang sangat mencolok antara isi cerita dan penyajiannya. Dunia yang dipenuhi kriminalitas dan kekerasan itu justru divisualisasikan dengan warna-warna cerah serta desain karakter yang imut.

Alih-alih tampil realistis atau suram, anime ini memilih pendekatan visual yang justru terasa menggemaskan. Kontras inilah yang membuat banyak orang langsung penasaran saat trailer pertamanya dirilis.

2. Tingkat kelam manganya bisa bikin kaget

Dua karakter anime berjalan di gang sempit dengan suasana kota yang kumuh dan beberapa orang tergeletak di jalan.
Jimoto Saiko. (Dok. usagi, MAPPA/Jimoto Saiko!)

Kalau kamu penasaran lalu mencoba membaca versi manganya, ada kemungkinan kamu akan cukup terkejut.

Meski dikemas sebagai komedi, humor Jimoto Saiko termasuk kategori komedi gelap yang benar-benar gelap.

Masalah terbesar dalam cerita ini adalah Chanel dan teman-temannya sudah hidup di lingkungan brutal sejak kecil. Karena terbiasa dengan kondisi tersebut, mereka menganggap kota tempat tinggal mereka adalah kota yang normal, bahkan yang terbaik.

Dari sudut pandang pembaca atau orang luar, situasinya justru terasa mengerikan. Kota itu tampak seperti tempat yang nyaris tidak memberikan harapan bagi para penghuninya.

Chanel memang menjalani hidup dengan optimisme yang mengagumkan. Namun manga ini tetap menunjukkan betapa keras dan suramnya lingkungan tempat ia tumbuh.

Karena itu, tidak sedikit pembaca yang mungkin akan lebih sering merasa kasihan, prihatin, atau bahkan syok dibanding tertawa pada banyak skenario babnya.

Menarik untuk melihat bagaimana versi anime akan mengadaptasi nuansa tersebut. Apakah anime ini akan mempertahankan sisi gelap manganya secara utuh, atau justru mengurangi intensitasnya demi menyesuaikan dengan presentasi visual yang lebih cerah?

3. Siapa saja yang terlibat dalam Jimoto Saiko?

Karakter anime berambut pirang dengan mata besar mengenakan pakaian ungu memegang pistol di tepi danau dengan latar bunga sakura.
Jimoto Saiko. (Dok. usagi, MAPPA/Jimoto Saiko!)

Jimoto Saiko awalnya merupakan manga karya usagi yang pertama kali dipublikasikan melalui platform X. Popularitasnya kemudian berujung pada penerbitan versi cetak oleh Saizusha.

Untuk adaptasi animenya, berikut staf yang terlibat:

  • Director: Tokio Igarashi
  • Script: Ryō Takata
  • Character Design: Rio
  • Art Director: Naoki Takada
  • Color Design: Yukiko Kakita
  • 3DCG Director: Yōsei Sawai
  • Director of Photography: Kaori Yoneda
  • Editing: Tomoki Nagasaka
  • Animation Producer: Takahiro Ogawa
  • Production: MAPPA

Animenya sendiri nantinya akan tayang di Netflix.

Itulah gambaran awal mengenai Jimoto Saiko. Dari trailer dan materi promosi yang sudah diperlihatkan, anime ini tampaknya akan menawarkan perpaduan yang tidak biasa: visual ala anime imut dengan cerita yang dipenuhi kriminalitas, kekerasan, dan komedi gelap. Kombinasi itulah yang membuatnya menjadi salah satu judul paling unik dalam jajaran proyek ulang tahun ke-15 MAPPA.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Fahrul Razi Uni Nurullah
EditorFahrul Razi Uni Nurullah

Related Articles

See More