Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Install
For
You

4 Masalah Ending Cerita Bleach yang Diharapkan Teratasi di Animenya

4 Masalah Ending Cerita Bleach yang Diharapkan Teratasi di Animenya
Yhwach versus Ichigo. (Dok. Tite Kubo, Shueisha, Pierrot/Bleach: Thousand-Year Blood War)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Penggemar berharap versi anime Bleach memperbaiki pacing akhir cerita yang dinilai terburu-buru, dengan tambahan adegan original agar pertarungan melawan Yhwach terasa lebih emosional dan memuaskan.
  • Versi anime diharapkan menampilkan kemampuan asli Bankai Ichigo yang tidak sempat diperlihatkan di manga, demi menghadirkan klimaks pertarungan pamungkas yang lebih kuat dan berkesan.
  • Adaptasi anime diharapkan mengisi celah setelah kekalahan Yhwach serta memperkuat logika penyelesaian konflik, termasuk penjelasan asal-usul panah perak agar ending terasa lebih alami dan lengkap.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Seperti yang kita tahu, manga Bleach punya beberapa masalah yang membuat akhir ceritanya kurang memuaskan bagi para pembaca. Oleh karena itu, masalah-masalah ini diharapkan bisa teratasi di versi animenya nanti saat rilis pada Juli mendatang.

Apa saja masalah yang dimaksud?

Table of Content

1. Perbaikan pacing cerita yang dianggap terlalu terburu-buru

1. Perbaikan pacing cerita yang dianggap terlalu terburu-buru

Dua karakter anime dari Bleach, satu pria berjanggut besar memegang kuas raksasa dan satu pria berambut pirang mengenakan topi bergaris serta kacamata hitam.
Ichibe dan Urahara (Dok. Pierrot/Bleach)

Bagi yang mengikuti versi manga, bagian akhir cerita terasa berjalan terlalu cepat, terutama menjelang klimaks.

Pertarungan melawan Yhwach sendiri hanya berlangsung dalam beberapa bab, sementara penyelesaiannya dinilai kurang memberikan klimaks yang memuaskan.

Karena itu, banyak penggemar berharap versi anime menghadirkan adegan original yang dapat memperkaya jalannya pertarungan sekaligus memperkuat build-up menuju akhir cerita. Selama tetap berada di bawah pengawasan sang kreator, penambahan tersebut justru berpotensi membuat alur terasa lebih mulus, emosional, dan memberikan penutup yang lebih memuaskan bagi para penonton.

2. Masalah pengungkapan kemampuan asli Bankai Ichigo yang bahkan tak pernah diungkap di manga

Rusaknya Tensa Zangetsu (Dok. Shueisha / Bleach )
Rusaknya Tensa Zangetsu (Dok. Shueisha / Bleach )

Salah satu momen yang paling dinantikan penggemar adalah saat Ichigo akhirnya melepaskan wujud sejati Bankai Tensa Zangetsu.

Sayangnya, harapan tersebut tidak terwujud di versi manga. Tite Kubo membuat Yhwach langsung menghancurkan Bankai itu sesaat setelah dilepaskan, sehingga Ichigo tidak sempat memperlihatkan kemampuan aslinya.

Akibatnya, pertarungan pamungkas berakhir dengan Ichigo kembali menggunakan pedang dalam bentuk klasiknya untuk mengalahkan Yhwach. Keputusan ini menuai banyak kritik karena dianggap mengurangi dampak emosional sekaligus menghilangkan kesempatan untuk menampilkan potensi penuh Bankai terbaru Ichigo.

3. Pengembangan scene yang harusnya disorot demi menggantikan jeda time-skip 10 tahun yang dianggap tak perlu

Ichika berambut merah mengenakan pakaian shinigami hitam berdiri dengan ekspresi terkejut di kota Karakura pada malam hari.
Ichika saat di kota Karakura (Dok. Shueisha/Bleach)

Salah satu hal yang paling disayangkan di versi manga adalah transisi yang terasa terlalu mendadak. Setelah Ichigo menebas Yhwach, cerita langsung melompat ke time skip sepuluh tahun kemudian tanpa memperlihatkan dampak langsung dari pertempuran terakhir.

Padahal masih banyak momen yang layak mendapat sorotan, seperti reaksi Ichigo setelah meraih kemenangan, kondisi para rekannya usai perang, proses kepulangan mereka ke Soul Society, hingga sambutan yang diterima setelah konflik besar berakhir.

Karena itu, versi anime diharapkan menambahkan adegan-adegan original yang mengisi celah tersebut. Dengan begitu, penutup konflik akan terasa lebih organik dan emosional sebelum cerita berlanjut ke time skip sepuluh tahun kemudian.

4. Penggunaan formula Deux Ex Machina dalam penyelesaian konflik

Pertarungan intens antara dua karakter dengan aura gelap dan energi merah muda di ruangan bercahaya merah.
Yhwach versus Ichigo. (Dok. Tite Kubo, Shueisha, Pierrot/Bleach: Thousand-Year Blood War)

Seperti yang kita tahu, menciptakan antagonis dengan kekuatan yang nyaris tak tertandingi memiliki risiko tersendiri. Semakin kuat sang musuh, semakin sulit pula menghadirkan penyelesaian yang terasa logis dan memuaskan.

Hal itu terlihat pada Yhwach. Setelah memperoleh kekuatan Soul King, ia nyaris mustahil dikalahkan dengan cara biasa. Pada akhirnya, Tite Kubo memperkenalkan panah perak sebagai kelemahan yang menjadi kunci kemenangan Ichigo dan kawan-kawan. Sayangnya, minimnya build-up membuat solusi tersebut terasa mendadak dan dianggap kurang memuaskan oleh sebagian pembaca.

Karena itu, versi anime diharapkan memberikan pengembangan yang lebih matang, baik melalui penjelasan mengenai asal-usul panah perak maupun peran para karakter yang terlibat dalam rencana tersebut. Dengan build-up yang lebih kuat, penyelesaian pertarungan melawan Yhwach akan terasa lebih alami dan mudah diterima penonton.

Itulah daftar problem ending cerita Bleach yang diharapkan teratasi di animenya saat rilis nanti.

Bagaimana menurut kalian?

Untuk informasi yang lebih lengkap soal anime-manga, film, game, dan gadget, yuk gabung komunitas Warga Duniaku lewat link berikut:

Discord: https://bit.ly/WargaDuniaku

Tele: https://t.me/WargaDuniaku

WA Channel: https://bit.ly/WAChannelDuniaku

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Fahrul Razi Uni Nurullah
EditorFahrul Razi Uni Nurullah

Related Articles

See More