Kenapa Gojo Tak Langsung Bunuh Para Tetua Jujutsu Kaisen dari Awal?

- Gojo menilai membunuh para tetua jujutsu sejak awal hanya akan sia-sia karena sistem lama tetap berjalan dan digantikan oleh orang dengan pola pikir serupa.
- Ia memilih fokus membina generasi muda seperti Yuji, Megumi, dan Yuta agar mampu menciptakan perubahan dari dalam dunia jujutsu secara permanen.
- Gojo menahan diri karena masih percaya ada tetua yang bisa berubah, seperti Gakuganji yang akhirnya menunjukkan sisi berbeda dan layak dihormati.
Seperti yang kita tahu, Gojo bisa saja menghabisi para tetua jujutsu yang selama ini merintangi ideologinya dan menghalangi perkembangan para penyihir muda demi kepentingan mereka sendiri. Namun, ia malah memilih menahan diri dan baru melakukannya setelah bebas dari Prison Realms.
Kenapa Gojo tak mau membunuh para tetua jujutsu dari awal? Begini penjelasannya!
1. Awalnya Gojo menganggap pembunuhan itu percuma dilakukan karena para tetua yang tewas akan langsung diganti oleh orang baru yang sudah ditentukan

Gojo tak diragukan lagi adalah penyihir manusia terkuat yang pernah ada. Menghabisi seluruh tetua jujutsu sebenarnya bisa ia lakukan semudah menjentikkan jari.
Namun, Gojo pernah mengatakan bahwa membunuh para petinggi secara tergesa-gesa hanya akan menjadi tindakan sia-sia. Bukannya meruntuhkan sistem lama, aksi tersebut justru cuma memicu pergantian posisi oleh orang-orang baru yang tetap mewarisi pola pikir generasi tetua sebelumnya.
Gojo sadar akar masalah dunia jujutsu bukan hanya terletak pada sosok para petinggi, melainkan pada sistem yang sudah membusuk sejak lama. Karena itulah, ia tak ingin buru-buru melakukan pembantaian sebelum menemukan cara untuk benar-benar menghancurkan fondasi sistem lama tersebut.
2. Gojo sendiri berniat lebih fokus membangun generasi baru sesuai ideologinya

Ketimbang membiarkan organisasi jujutsu diambil oleh orang-orang berpaham sistem lama, Gojo memilih jalan lain yang dia rasa lebih logis.
Ia lebih suka memilih membina generasi muda agar mampu membawa perubahan dari dalam. Itulah alasan mengapa ia begitu serius mendidik murid-murid seperti Yuji, Megumi, dan Yuta beserta murid-murid lainnya.
Menurut Gojo, generasi baru inilah yang nantinya bisa menghancurkan fondasi usang dunia jujutsu secara permanen. Dengan begitu, perubahan yang tercipta tak hanya bersifat sementara, melainkan benar-benar melahirkan era baru yang lebih baik
3. Gojo tak mau buru-buru membunuh secara membabi buta karena selalu ada kemungkinan satu atau dua orang akan berubah.

Meski membenci para tetua jujutsu secara umum, Satoru Gojo paham bahwa masih ada segelintir orang yang memiliki potensi untuk berubah.
Dan benar saja, ada satu penyihir tua yang perlahan mulai berubah setelah melewati berbagai kejadian besar. Sosok tersebut adalah Yoshinobu Gakuganji, orang yang dulu menghabisi Masamichi Yaga atas perintah para tetua jujutsu.
Meski begitu, Gakuganji ternyata tetap menyimpan rahasia tentang Panda, sesuatu yang sebenarnya bisa saja ia bocorkan sejak awal kepada pihak petinggi. Fakta itulah yang membuat Gojo mulai menghormati Gakuganji meski mereka sempat berseberangan dan memutuskan kalau pria tua itulah yang jadi pucuk kepemimpinan dunia jujutsu pasca-kepergian Gojo.
Itulah penjelasan kenapa Gojo dulu tak segera membunuh tetua jujutsu meski dia bisa melakukannya.
Bagaimana menurut kalian?
Untuk informasi yang lebih lengkap soal anime-manga, film, game, dan gadget, yuk gabung komunitas Warga Duniaku lewat link berikut:
Discord: https://bit.ly/WargaDuniaku
Tele: https://t.me/WargaDuniaku
WA Channel: https://bit.ly/WAChannelDuniaku










![[QUIZ] Pilih Karakter One Piece, Kami Tahu Gaya Kepemimpinanmu di Kantor](https://image.idntimes.com/post/20260508/upload_3260fc95354ec6d7a97d278fb13daa5e_2a8569ca-51eb-43ad-98ba-6bfaef360477.jpg)








