Review Houseki no Kuni: Permata dengan Sejuta Pelajaran Kehidupan

Mengapa rating Houseki no Kuni mampu meroket begitu tinggi? Simak ulasannya!

Review Houseki no Kuni: Permata dengan Sejuta Pelajaran Kehidupan

Review Houseki no Kuni: Permata dengan Sejuta Pelajaran KehidupanMengapa rating Houseki no Kuni mampu meroket begitu tinggi? Benarkah daya tarik anime ini terletak di konsep ceritanya yang mengandung banyak misteri? Simak ulasannya!

[duniaku_baca_juga]

Sinopsis

[duniaku_adsense]

Jauh di masa depan setelah siklus kehidupan keenam, sebuah bentuk kehidupan abadi yang disebut Lustrous telah menghuni Bumi. Dua puluh delapan Lustrous harus berjuang melawan Thanos Lunarian yang datang menyerang dan mengubah mereka menjadi hiasan. Setiap Lustrous akan mendapat peran mejadi petarung atau petugas medis.

Cerita ini berfokus pada Phosphophyllite yang kerap dipanggil Phos, Lustrous termuda yang berumur 300 tahun yang belum mendapatkan tugas. Dia ingin membantu melawan para Lunarian, namun tubuhny terlalu lemah untuk bertempur.

Suatu hari, Master Kongou yang seorang master dan guru para Lustrous memberinya tugas untuk membuat ensiklopedia sejarah alam. Sejak saat itu, Phos berpetualang untuk menemukan berbagai hal baru yang sekiranya bisa dimasukkan ke dalam karyanya. Namun, apa yang akan terjadi ke depannya kelak akan mengubah garis takdir Phos untuk selamanya.

Mampukah ia menemukan apa yang ia cari selama ini?

Plot Lambat yang Menghanyutkan

[duniaku_adsense]

Jujur, sebenarnya penulis sempat skeptis dengan sinopsis dan key visual yang ditampilkan. Yah, mungkin beberapa di antara kalian sempat mengira anime ini mungkin akan menjadi kisah ala drama-drama shoujo karena bentuk penampakan para karakternya yang terbilang cantik-cantik.

Namun setelah menonton semua episodenya satu-persatu, penulis seolah terhipnotis untuk terus menonton dan menonton lagi. Walaupun bercerita mengenai peperangan para Lustrous dan Lunarian, suasana yang ditampilkan justru berkesan sangat damai dan cerah.

[read_more id="359444"]

Meskipun terlihat slow paced, penonton tak akan dibuat bosan oleh jalan ceritanya. Anime ini tak hanya melulu bercerita mengenai perseteruan Lustrous dengan Lunarian. Ada banyak sisi lain yang membuat penulis tertarik seperti misteri asal-mula kehidupan, konflik batin antar para tokohnya, serta nilai-nilai moral yang terkandung dalam setiap kejadian yang ada.

Layaknya mineral yang menyusun tubuh para Lustrous, semua hint yang ada saling melengkapi satu sama lain dengan perlahan namun pasti. Tak ada detil kecil yang terlewatkan sehingga sampai pada puncak klimaks, kita mungkin akan mengerti kenapa Lunarian menyerang Lustrous yang notabene merupakan kehidupan abadi namun rapuh.


Salah satu daya tarik anime ini adalah karakternya yang cenderung tak bisa di-judge dari sisi moral. Apa maksudnya? Klik halaman selanjutnya!

Pendalaman Karakter yang Menarik

[duniaku_adsense]

Salah satu yang membuatnya menarik adalah anime ini tak memiliki konsep “tokoh baik dan buruk” yang jelas. Apa maksudnya? Karena anime ini sendiri mengusung gagasan sebuah kehidupan primitif yang masih belajar mengenal pengetahuan baru mengenai dunia sekitarnya, terutama misteri asal-usul manusia yang masih simpang-siur.

Bayangkan saja, hanya ada sekitar dua puluh delapan Lustrous yang eksis di bumi tanpa memiliki gender. Yap, jangan kira para Lustrous itu adalah gadis-gadis cantik yang mengelilingi biksu tampan seperti manga shoujo.

Mereka sejatinya hanyalah mineral yang di-moefikasi tanpa membawa gagasan gender di awal sejarah kehidupan pasca punahnya manusia. Jadi, jangan kaget jika Diamond yang terlihat paling feminim sering berkata “Boku” dan dipanggil “Nii-san”oleh Bort.

[read_more id="358716"]

Perkembangan Phos yang masih memakai konsep “zero to hero”  di sini terasa tak terlalu cepat dan ter-cover dengan baik dalam 12 episode. Penonton tak akan kesulitan mengikuti perkembangan tokoh ini dari pribadi yang kekanak-kanakan menjadi lebih dewasa dan penuh pehitungan.

Selain itu, kita bisa menyimak karakter lain yang tak kalah menarik seperti Cinnabar yang bertingkah seperti a lone wolf namun masih bisa tsun-tsun, Diamond yang mulai merasakan konsep cinta, Rutile yang peduli pada sesamanya, atau Master Kongou yang paling maskulin di antara mereka.

Musik Latar Sederhana yang Penuh Daya Pikat

[duniaku_adsense]

Bisa dibilang, soundtrack yang digunakan dalam anime ini terasa sederhana namun penuh makna. Seperti saat kita langsung tahu kedatangan Lunarian jika bunyi-bunyian gamelan (?) bergema. Selain itu, permainan musiknya sendiri penuh dinamika dan seolah sanggup menahan penonton untuk tak meng-skip adegan satu detikpun.

Paduan bunyi gendang yang cepat dengan gesekan biola yang mendayu-dayu sangat memanjakan telinga di kala mata disuguhi aksi ciamik para tokohnya. Untuk lagu pembuka dan penutupnya sendiri juga tak ada kesan berlebihan.

Lagu “Kyoumen no Nami” yang dinyanyikan oleh YURiKA memiliki pesan tentang pencarian sebuah arti kehidupan yang tentunya cocok dengan motivasi utama protagonis. Jujur, penulis sendiri langsung jatuh cinta dengan suara penyanyinya yang imut dengan lengkingannya yang indah.

Grafis yang Smooth, Motion yang Mulus

[duniaku_adsense]

Semua mungkin tahu, animasi model 3D sudah mendapat label “anak tiri” dari para penggemar anime yang sudah lengket dengan model 2D. Tapi apakah kalian yakin anime satu ini akan mengulangi kutukan Berserk  seperti yang sudah-sudah?

Untungnya, studio Orange tampaknya mampu menepis semua anggapan miring mengenai teknologi tersebut. Cara pengerjaannya yang amat kompeten mampu memberi sentuhan yang benar-benar menonjolkan kesan kilauan ala permata yang berharga dari para tokohnya. Selain itu, efek gerak animasinya juga mulus memanjakan mata terutama saat bagian adegan tempur yang menuntut kecepatan frame yang tinggi.


Seperti halnya Inuyashiki dengan makna pahlawan. Di anime ini, kita bisa belajar mengenai arti kehidupan. Bagaimana menentukan nilai sebuah kehidupan? Klik halaman selanjutnya

Nilai Moral yang Seindah Permata

[duniaku_adsense]

Bisa dikatakan, genre misteri yang diusung membuat kita bertanya-tanya tentang makna sebuah kehidupan dalam pandangan para tokoh yang notabene tak mengenal kematian. Jika ditelusuri, para Lustrous lebih suka mendefinisikan kematian adalah saat tubuh mereka pecah dan kehilangan ingatan yang berharga.

Dari interpretasi penulis sendiri, nilai sebuah kehidupan ditentukan dari bagaimana kita mengingat tujuan awal kita hidup. Intinya, mau berapapun kita akan berubah, jangan pernah melupakan asal-usulmu dan tetap mawas diri dalam menghadapi keadaan. Jangan pernah melalaikan apa yang sudah kau pegang dan apa yang harus diwujudkan.

Selain itu, yang patut kita contoh adalah nilai-nilai kekeluargaan yang begitu erat di antara mereka. Bagaimana para Lustrous bertarung untuk melindungi satu sama lain, dan saling bekerja sama demi keselamatan rumah mereka patut dijadikan sebagai tuntunan kita dalam menjalani kehidupan.

Kesimpulan: Thanos Want You Become His Gem!

[read_more id="354870"]

Houseki no Kuni memang layak menjadi Infinity Gem-nya dalam dunia anime. Model cerita misterinya yang mampu memberi nuansa gelap dan cerah dengan kompisisi yang pas. Ditambah kualitas grafis 3D yang begitu halus dengan motion yang dinamis dan lagu pembuka yang sangat syahdu dan bermakna dalam.

Mungkin ada beberapa kekurangan di dalamnya seperti eksekusi episode akhir yang cenderung anti-klimaks. Namun hal itu tertutupi dengan gaya penceritaan yang santai namun pasti sehingga tak ada plot hole yang menganggu kenikmatan penonton.

Selain itu, misteri yang dibawakan mampu memancing rasa ingin tahu kita. Bagaimana awal terjadinya proses terjadinya tiga kehidupan yang konon katanya berasal dari manusia? Mengapa Lunarian terlihat begitu tergila-gila pada Lustrous selain motif perhiasan? Konsep inilah yang tentu saja membuat anime ini terlihat tampil beda dengan yang lain.


Itulah ulasan mengenai Houseki no Kuni. Jika ada tambahan, utarakan di kolom komentar, yah!

Diedit oleh Fachrul Razi

Artikel terkait

Latest