Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
6 Fusion Terbaik di Dragon Ball, Gogeta Blue Masih Nomor Satu?
Gogeta Super Saiyan Blue (dok. Toei AnimatioN/Dragon Ball Super: Broly)
  • Dragon Ball menampilkan 2 metode fusion utama, Fusion Dance dan Potara, yang menggabungkan petarung menjadi sosok jauh lebih kuat, meski dibatasi kesalahan teknik, waktu, atau ketidakstabilan.

  • Gotenks, Kefla, Super Gogeta, Fusion Zamasu, dan Vegito Blue menghadirkan pertarungan ikonik dengan kemampuan berbeda, tetapi beberapa gagal menuntaskan lawan karena batas durasi atau kelemahan fusion.

  • Gogeta Super Saiyan Blue menempati posisi teratas berkat dominasi melawan Broly dalam Dragon Ball Super: Broly, hingga Cheelai memindahkan Broly sebelum Full-Force Kamehameha mengenai sasaran.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Fusion terbaik di Dragon Ball selalu menjadi salah satu momen paling ditunggu para fans, terutama ketika Goku dan kawan-kawan menghadapi musuh yang terlalu kuat untuk dikalahkan sendirian.

Dalam dunia Dragon Ball, terdapat 2 metode fusion yang paling terkenal, yaitu Fusion Dance dan Potara.

Fusion Dance membutuhkan gerakan serta keseimbangan kekuatan yang tepat, sedangkan Potara memanfaatkan sepasang anting khusus milik para Kaioshin.

Namun, fusion tidak selalu menjamin kemenangan.

Ada yang justru gagal mengalahkan musuh karena terlalu percaya diri, kehabisan waktu, atau menghadapi lawan dengan kemampuan yang sulit diatasi.

Meski begitu, penampilan mereka tetap sukses menghadirkan beberapa pertarungan paling ikonik sepanjang sejarah Dragon Ball.

Ada fusion terbaik apa saja yang berjalan sepanjang cerita Dragon Ball? Berikut 6 fusion terbaik yang paling berkesan!

6. Gotenks

Gotenks SSJ 3 (dok. Toei Animation/Dragon Ball Z)

Kedua bocah ini mempelajari teknik fusion melalui bimbingan Goku dan Piccolo ketika ancaman Majin Buu semakin sulit dihentikan.

Setelah berlatih melakukan gerakan fusion dengan tepat, Goten dan Trunks akhirnya berhasil menciptakan petarung baru bernama Gotenks.

Menariknya, kepribadian Gotenks merupakan perpaduan sifat kedua bocah tersebut.

Ia sangat percaya diri, gemar memamerkan kekuatan, dan sering menganggap pertarungan seperti permainan.

Namun, jangan salah! Kemampuan bertarungnya benar-benar luar biasa.

Bahkan, Gotenks mampu mencapai Super Saiyan 3, transformasi yang sebelumnya hanya diperlihatkan oleh Goku. Dengan rambut panjang dan peningkatan kekuatan drastis, ia mampu memberikan perlawanan terhadap Super Buu di Hyperbolic Time Chamber.

Gotenks juga memiliki jurus yang cukup unik, seperti Super Ghost Kamikaze Attack yang menciptakan hantu-hantu peledak serta Galactic Donuts untuk menjebak lawan.

Sayangnya, Gotenks terlalu sering membuang waktu karena sifatnya yang suka bermain-main.

Ketika pertarungannya melawan Super Buu hampir mencapai titik penentuan, durasi fusion justru berakhir sebelum ia berhasil menyelesaikan pertarungan.

5. Kefla

Kefla (dok. Toei Animation/Dragon Ball Super)

Kefla merupakan hasil penggabungan Caulifla dan Kale, petarung Saiyan dari Universe 6 yang menggunakan anting Potara selama Tournament of Power dalam Dragon Ball Super.

Saat itu, keduanya sedang menghadapi Goku yang memiliki pengalaman bertarung jauh lebih banyak.

Meski sempat bekerja sama, Caulifla dan Kale menyadari bahwa mereka membutuhkan peningkatan kekuatan untuk terus bertahan dalam turnamen.

Setelah menggunakan Potara, keduanya berubah menjadi Kefla, petarung Saiyan perempuan dengan kekuatan fisik luar biasa serta kepribadian yang sangat percaya diri.

Bahkan, Kefla mampu menggunakan transformasi Super Saiyan dan Super Saiyan 2 untuk menghadapi Goku.

Kombinasi kekuatannya begitu besar hingga Goku yang menggunakan Super Saiyan Blue dengan Kaio-ken tetap mengalami kesulitan.

Namun, pertarungan tersebut menjadi semakin menarik ketika Goku kembali membangkitkan Ultra Instinct Sign.

Dengan kemampuan refleks yang meningkat drastis, Goku mulai menghindari berbagai serangan Kefla secara otomatis.

Sayangnya, Kefla tidak menyerah begitu saja dan terus meningkatkan intensitas serangannya.

Puncaknya terjadi dalam episode 116 ketika Goku melancarkan Kamehameha dari jarak sangat dekat setelah meluncur melewati serangan energi Kefla.

Adegan tersebut menjadi salah satu momen paling spektakuler sepanjang Tournament of Power karena memadukan animasi cepat, manuver udara, serta serangan penutup yang tidak terduga.

Meski akhirnya tereliminasi, Kefla tetap memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan Ultra Instinct Goku.

Menariknya, versi manga memperlihatkan hasil pertarungan yang berbeda. Kefla justru menghadapi Gohan dan keduanya saling mengeliminasi. Jadi, pembahasan pertarungan melawan Ultra Instinct ini secara khusus merujuk pada adaptasi anime.

4. Super Gogeta pada film Dragon Ball Z: Fusion Reborn

Gogeta Dragon Ball Z (dok. Toei Animation/Dragon Ball Z)

Jauh sebelum Gogeta tampil dalam Dragon Ball Super: Broly, fans sebenarnya sudah diperkenalkan dengan karakter tersebut melalui film Dragon Ball Z: Fusion Reborn yang dirilis pada 1995.

Dalam film tersebut, Goku dan Vegeta harus menghadapi Janemba, monster berbahaya yang memiliki kemampuan memanipulasi ruang dan berpindah tempat dengan cara gak masuk akal.

Bahkan, kekuatan Super Saiyan 3 Goku ternyata gak cukup untuk menghentikan Janemba setelah monster tersebut berubah menjadi bentuk yang lebih kuat.

Goku kemudian mengajak Vegeta menggunakan Fusion Dance.

Namun, percobaan pertama mereka justru berakhir gagal karena Vegeta tidak melakukan gerakan dengan tepat.

Alih-alih menciptakan Gogeta, keduanya malah berubah menjadi Veku, fusion dengan tubuh gemuk dan kemampuan bertarung yang jauh dari harapan.

Untungnya, setelah mendapatkan kesempatan kedua, Goku dan Vegeta akhirnya berhasil melakukan Fusion Dance secara sempurna.

Hasilnya adalah Super Gogeta!

Berbeda dari Veku, Gogeta tampil dengan rambut Super Saiyan berwarna emas, tubuh atletis, dan pakaian khas Metamoran. Penampilannya terlihat begitu tenang, tetapi kekuatan yang dimilikinya sangat mengerikan.

Bahkan, Janemba yang sebelumnya mampu mempermainkan Goku dan Vegeta mendadak tidak berdaya menghadapi serangan Gogeta.

Pertarungan mereka juga tidak berlangsung lama. Setelah memberikan sejumlah serangan cepat, Gogeta melancarkan serangan energi berkilauan yang dikenal sebagai Stardust Breaker atau Soul Punisher.

Serangan tersebut berhasil menghancurkan Janemba dan mengembalikannya menjadi Saike Demon.

Meski durasi kemunculannya cukup singkat, Super Gogeta berhasil menjadi salah satu fusion paling ikonik dalam sejarah Dragon Ball.

Perlu diingat, Fusion Reborn merupakan film dengan cerita tersendiri yang tidak menjadi bagian langsung dari alur utama manga. Namun, popularitas Gogeta dari film ini menjadi salah satu alasan kemunculannya kembali dalam Dragon Ball Super: Broly terasa sangat spesial.

2. Fusion Zamasu

Fused Zamasu di anime. (Toei Animation/Dragon Ball Super)

Tidak semua fusion dalam Dragon Ball digunakan untuk menyelamatkan dunia.

Fusion Zamasu justru menjadi contoh paling mengerikan ketika dua karakter dengan ideologi berbahaya menggabungkan kekuatan demi memusnahkan manusia.

Fusion Zamasu merupakan hasil penggabungan Goku Black dan Future Zamasu melalui Potara dalam Future Trunks Arc.

Meski terlihat sebagai dua individu berbeda, keduanya sebenarnya merupakan Zamasu dari timeline yang berbeda.

Goku Black sendiri adalah Zamasu yang telah mengambil alih tubuh Goku menggunakan Super Dragon Balls.

Dengan fusion tersebut, keduanya menggabungkan kekuatan Super Saiyan Rosé milik Goku Black dan keabadian yang diperoleh Future Zamasu.

Hasilnya benar-benar mengerikan!

Fusion Zamasu memiliki kekuatan energi luar biasa serta kemampuan bertahan yang sangat sulit diatasi.

Ia bahkan dapat menggunakan teknik seperti Blades of Judgment dan Lightning of Absolution untuk menghujani lawan dengan serangan energi brutal.

Namun, ada satu kelemahan besar pada fusion tersebut.

Karena Goku Black menggunakan tubuh manusia yang dapat terluka, sedangkan Future Zamasu memiliki keabadian, penggabungan keduanya menciptakan kondisi yang tidak sepenuhnya stabil.

Dalam versi anime, ketidakstabilan tersebut terlihat ketika sebagian tubuh Fusion Zamasu mulai berubah bentuk setelah menerima serangan dari Vegito Super Saiyan Blue.

Yang membuat Fusion Zamasu semakin berbahaya adalah keinginannya untuk menjalankan Zero Mortals Plan, yaitu memusnahkan seluruh kehidupan fana yang dianggap telah merusak ciptaan para dewa.

Bahkan, setelah tubuhnya dibelah Future Trunks, ancaman Zamasu belum benar-benar berakhir.

Ia justru berevolusi menjadi wujud yang jauh lebih mengerikan, yaitu Infinite Zamasu. Jiwa dan kesadarannya terlepas lalu menyatu dengan alam semesta.

Sehingga... hal itu menyebabkan wajah-wajah Zamasu yang menyeramkan muncul di langit, menyelimuti seluruh atmosfer bumi masa depan, dan menjadi perwujudan dari kehendak alam semesta itu sendiri.

Pada akhirnya, Zeno harus menghapus seluruh timeline Future Trunks untuk menghentikannya.

Karena itulah, Fusion Zamasu pantas disebut sebagai salah satu fusion antagonis terbaik. Ia bukan hanya kuat, tetapi juga membawa ancaman yang berdampak besar terhadap keseluruhan cerita.

2. Vegito Super Saiyan Blue

Vegito (dok. Toei Animation/Dragon Ball Super)

Kalau Gogeta lahir melalui Fusion Dance, Vegito merupakan hasil fusion Goku dan Vegeta menggunakan anting Potara.

Sebenarnya, Vegito sudah pernah muncul dalam Majin Buu Saga ketika menghadapi Super Buu yang telah menyerap Gohan. Namun, kemunculannya kembali dalam Future Trunks Arc terasa jauh lebih spektakuler karena kekuatan Goku dan Vegeta sudah berkembang hingga level dewa.

Saat itu, Fusion Zamasu menjadi ancaman yang sangat sulit dihentikan.

Meski Goku dan Vegeta telah menggunakan Super Saiyan Blue, keduanya belum mampu menyelesaikan pertarungan karena lawan mereka mempunyai kekuatan besar dan keabadian.

Akhirnya, mereka menggunakan anting Potara untuk kembali berubah menjadi Vegito.

Namun, kali ini Vegito langsung mengaktifkan Super Saiyan Blue!

Penampilan tersebut membuat Vegito memiliki rambut dan aura biru khas Super Saiyan God Super Saiyan, dipadukan dengan kekuatan fusion yang jauh melampaui Goku maupun Vegeta secara individu.

Pertarungannya melawan Fusion Zamasu pun menjadi salah satu duel paling intens dalam Dragon Ball Super.

Vegito mampu memberikan tekanan besar melalui kombinasi serangan fisik, kecepatan luar biasa, serta teknik energi seperti Spirit Sword dan Final Kamehameha.

Bahkan, Fusion Zamasu yang sebelumnya terlihat begitu percaya diri mulai kesulitan menghadapi kekuatan Vegito.

Sayangnya, fusion tersebut berakhir sebelum Vegito berhasil memberikan serangan penentu.

Di sinilah kelemahan Potara mulai dijelaskan. Jika digunakan oleh makhluk yang bukan Supreme Kai, fusion tidak berlangsung permanen dan umumnya memiliki batas maksimal satu jam.

Namun, penggunaan kekuatan sangat besar oleh Vegito Blue menguras energi fusion tersebut, sehingga Goku dan Vegeta terpisah lebih cepat.

Momen ini memang terasa mengecewakan karena Vegito tidak berhasil menuntaskan pertarungan. Namun, dari segi animasi, desain, dan kekuatan yang diperlihatkan, Vegito Blue tetap menjadi salah satu fusion terbaik sepanjang sejarah Dragon Ball.

Apalagi, kemunculannya membuktikan bahwa kombinasi kekuatan Goku dan Vegeta mampu memberikan tekanan besar terhadap musuh yang mengancam keseluruhan garis waktu.

1. Gogeta Super Saiyan Blue

Gogeta Super Saiyan Blue (dok. Toei Animation/Dragon Ball Super: Broly)

Di posisi pertama ada Gogeta Super Saiyan Blue, salah satu fusion yang memperoleh penampilan pertarungan paling spektakuler dalam sejarah seri Dragon Ball.

Momen tersebut terjadi dalam film Dragon Ball Super: Broly yang dirilis pada 2018.

Saat itu, Goku dan Vegeta menghadapi Broly, seorang Saiyan yang memiliki potensi kekuatan yang sangat besar.

Meski awalnya belum terbiasa bertarung melawan petarung sekelas Goku dan Vegeta, kemampuan Broly terus berkembang sepanjang pertarungan.

Bahkan, setelah berubah menjadi Super Saiyan, kekuatannya semakin sulit dikendalikan hingga Goku dan Vegeta mulai kewalahan.

Menyadari bahwa pertarungan tidak dapat dimenangkan dengan cara biasa, Goku akhirnya mengajak Vegeta melakukan Fusion Dance.

Namun, semuanya tidak berjalan mulus.

Sama seperti kejadian dalam Fusion Reborn, mereka sempat melakukan kesalahan gerakan dan menghasilkan fusion yang gagal.

Setelah beberapa kali mencoba, keduanya akhirnya berhasil menciptakan Gogeta.

Pada awalnya, Gogeta menggunakan bentuk normal sebelum meningkatkan kekuatannya menjadi Super Saiyan.

Namun, ketika Broly terus memperlihatkan kekuatan yang semakin besar, Gogeta akhirnya mengaktifkan Super Saiyan Blue!

Mulai dari sinilah pertarungan menjadi benar-benar luar biasa.

Gogeta dan Broly saling menyerang dengan kecepatan sangat tinggi, menghasilkan ledakan energi serta benturan yang bahkan divisualisasikan seolah membawa mereka menembus dimensi lain.

Kualitas animasinya juga menjadi daya tarik utama.

Perpaduan gerakan cepat, perubahan sudut kamera, serta efek cahaya membuat setiap pukulan dan serangan energi terasa begitu dahsyat.

Namun, meski Broly terus mengamuk dalam wujud Super Saiyan Full Power, Gogeta Blue mulai memperlihatkan keunggulan yang semakin jelas.

Ia mampu menghindari serangan Broly, memberikan rangkaian pukulan cepat, hingga melancarkan Stardust Breaker.

Puncaknya, Gogeta bersiap menghabisi Broly menggunakan Full-Force Kamehameha.

Namun, tepat sebelum serangan tersebut mengenai lawannya, Cheelai berhasil meminta Shenron memindahkan Broly kembali ke Planet Vampa.

Broly pun selamat dari serangan terakhir Gogeta.

Menariknya, Gogeta Blue menjadi salah satu fusion yang benar-benar memperlihatkan dominasi besar dalam pertarungan, bukan sekadar muncul sebentar sebelum batas waktu fusion berakhir.

Meski Gogeta tidak membunuh Broly, penampilannya berhasil memberikan gambaran tentang seberapa mengerikan kekuatan Goku dan Vegeta ketika bekerja sama secara sempurna.

Dari keenam fusion tersebut, mana menurutmu yang paling bagus? Vegito Blue yang percaya diri dan agresif, atau Gogeta Blue yang bertarung lebih tenang tetapi sangat mendominasi?

Untuk informasi yang lebih lengkap soal anime dan manga, film, game, serta gadget, yuk gabung komunitas Warga Duniaku lewat link berikut:

Discord: https://bit.ly/WargaDuniaku

Tele: https://t.me/WargaDuniaku

WA Channel: https://bit.ly/WAChannelDuniaku

Curated For You

Editorial Team

Related Article