Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Install

Kenapa Pemimpin Negara di Boruto Ingin Membubarkan Desa Ninja?

3 min read
Kenapa Pemimpin Negara di Boruto Ingin Membubarkan Desa Ninja?
Kawaki Bersama Naruto dan Hinata di Boruto: TBV Bab 38
  • Dalam Boruto: Two Blue Vortex bab 38, Kashin Koji mengungkap sejumlah pemimpin negara ingin membubarkan desa shinobi dan mengalihkan anggarannya ke sektor pembangunan lain.

  • Era damai serta berkurangnya perang antardesa membuat kekuatan militer shinobi dianggap bukan lagi prioritas, meski ancaman besar seperti Kloningan Pohon Dewa masih ada.

  • Para pemimpin ingin menghabisi Boruto untuk menunjukkan ancaman telah lenyap, lalu menjadikan situasi itu alasan membubarkan sistem desa ninja.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Dunia Boruto: Two Blue Vortex sedang menghadapi persoalan yang jauh lebih besar daripada konflik antara Konoha dan para musuhnya. Dalam bab 38, Kashin Koji mengungkapkan bahwa tujuan sebenarnya sejumlah pemimpin negara adalah membubarkan desa-desa shinobi.

Ironisnya, rencana ini muncul ketika dunia masih menghadapi ancaman Kloningan Pohon Dewa, kelompok berbahaya yang berpotensi mengancam kehidupan manusia. Lantas, mengapa para pemimpin negara justru ingin menghapus sistem ninja yang selama ini menjadi bagian penting dari pertahanan dunia?

  1. 1. Anggaran Desa Ninja Ingin Dialihkan ke Bidang Pembangunan Lain

    Koji-dan-Shikamaru.jpg
    Kashin Koji dan Shikamaru di Boruto: Two Blue Vortex bab 38

    Menurut penjelasan Kashin Koji dalam Boruto: Two Blue Vortex bab 38, para pemimpin negara tidak hanya ingin mengurangi anggaran untuk desa shinobi, tetapi juga membubarkan sistem desa ninja secara keseluruhan. Alasannya, dunia telah memasuki era damai sehingga mereka menganggap pengeluaran untuk mempertahankan kekuatan militer shinobi tidak lagi sepenting dahulu. Anggaran tersebut ingin dialihkan untuk mengembangkan bidang-bidang lain yang dianggap lebih dibutuhkan masyarakat.

    Dari sudut pandang para pemimpin negara, kebijakan ini mungkin terlihat masuk akal karena ancaman perang antardesa sudah jauh berkurang. Namun, mereka mengabaikan fakta bahwa desa shinobi bukan sekadar peninggalan zaman perang, melainkan juga sistem pertahanan yang masih dibutuhkan untuk menghadapi ancaman besar.

    Dengan demikian, rencana pengalihan anggaran ini bukan hanya soal efisiensi keuangan, tetapi juga perubahan besar terhadap cara negara-negara di dunia Boruto menjaga keamanan dan mengalokasikan sumber daya mereka.

  2. 2. Era Damai Membuat Anggaran untuk Desa Ninja Dianggap Tidak Lagi Prioritas

    Boruto Bab 27 jura.jpg
    Jura di Konoha Boruto Bab 27

    Menurut penjelasan Kashin Koji, para pemimpin negara mulai melihat desa shinobi sebagai kekuatan yang tidak lagi terlalu dibutuhkan setelah dunia memasuki era damai. Berakhirnya perang besar membuat mereka merasa bahwa anggaran untuk mempertahankan desa ninja dapat dialihkan ke bidang lain yang dianggap lebih berguna bagi masyarakat.

    Pandangan ini berkaitan dengan perubahan kebutuhan negara. Ketika ancaman perang antardesa dianggap semakin kecil, mempertahankan organisasi militer yang besar bisa dipandang sebagai pengeluaran yang tidak lagi mendesak.

    Namun, keputusan tersebut mengabaikan fakta bahwa perdamaian tidak berarti semua ancaman telah lenyap.

  3. 3. Para Pemimpin Negara Ingin Menggunakan Boruto sebagai Alasan untuk Membubarkan Desa Shinobi

    Boruto bab 37.jpg
    Boruto menemukan anting Sarada di Boruto: TBV Bab 37

    Masalahnya bukan sekadar soal anggaran. Menurut Koji, para pemimpin negara menganggap Boruto sebagai salah satu ancaman yang masih tersisa. Dengan menghabisi Boruto, mereka ingin menyampaikan kepada masyarakat luas bahwa ancaman terbesar telah disingkirkan, sehingga pembubaran desa shinobi dapat terlihat sebagai keputusan yang masuk akal.

    Di sinilah persoalannya menjadi rumit. Boruto memang dicap sebagai penjahat setelah identitas dan ingatan banyak orang berubah akibat Omnipotence milik Eida. Namun, kenyataan yang diketahui sebagian pihak berbeda dari anggapan masyarakat umum.

    Boruto justru berusaha menghadapi ancaman Kloningan Pohon Dewa, sementara sebagian pemimpin negara tidak memahami atau tidak mau mengakui situasi yang sebenarnya. Jika Boruto berhasil disingkirkan dan desa-desa ninja kemudian dibubarkan, para pemimpin tersebut bisa mengklaim bahwa dunia sudah tidak membutuhkan sistem shinobi lagi.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More