"A former member of D's Nomad clan. Omi is another survivor who remembers who D was before grief and revenge consumed him."
Siapa Omi Cyberpunk Edgerunners 2 yang Viral?

Omi merupakan mantan anggota klan Nomad D dan salah satu penyintas yang mengingat sosok D sebelum dikuasai kesedihan serta dendam.
Berbeda dari D, Omi memilih menetap di Night City, menjalani pekerjaan serabutan, dan melanjutkan hidup setelah tragedi klan mereka.
Desain visual, hubungan dengan D, Gorilla Arms, serta pengisi suara Analesa Fisher membuat Omi mencuri perhatian penonton.
Sebelum Cyberpunk: Edgerunners 2 rilis, promosi anime ini berfokus pada empat sosok: Weak Kingsley, D, Talia Yang, dan Roman Carax.
Setelah serialnya tayang, keempat karakter tersebut memang menarik perhatian penonton. Kingsley, misalnya, mengejutkan banyak penggemar lewat konsep karakternya: bagaimana jadinya jika seorang edgerunner legendaris tidak mati di puncak kejayaannya, tetapi harus menjalani hidup setelah kehilangan kekuatannya?
Namun, ada sosok tak terduga yang justru ikut meledak di media sosial, khususnya X: Omi!
Siapa sebenarnya Omi di Cyberpunk: Edgerunners 2, dan apa yang membuatnya begitu populer?
Table of Content
1. Gambaran soal Omi

Omi dari Cyberpunk: Edgerunners 2. (Dok. Netflix, Studio Trigger/Cyberpunk: Edgerunners 2) Dalam profil resmi yang diunggah akun Cyberpunk: Edgerunners, Omi diperkenalkan sebagai berikut:
Omi adalah mantan anggota klan Nomad D. Ia juga merupakan salah satu penyintas yang masih mengingat sosok D sebelum kesedihan dan ambisi balas dendam menguasai hidupnya.
Nah, ini salah satu perbedaan menarik antara D dan Sasuke Uchiha dari Naruto, karakter yang sempat mengingatkan penggemar pada D karena latar belakangnya yang dipenuhi kehilangan dan dendam.
D ternyata bukan satu-satunya penyintas dari pembantaian klannya. Omi juga selamat, tetapi pengalaman tersebut tidak membawanya ke jalan yang sama dengan D.
Dan perbedaan pilihan hidup itulah yang membuat hubungan mereka menarik.
2. Kontras dengan D

Omi dari Cyberpunk: Edgerunners 2. (Dok. Netflix, Studio Trigger/Cyberpunk: Edgerunners 2) Setelah tragedi yang menghancurkan klan mereka, D memilih mengejar orang yang bertanggung jawab atas pembantaian tersebut.
Omi mengambil jalan berbeda. Alih-alih mengabdikan hidupnya untuk membalas dendam, ia menetap di Night City dan menjalani berbagai pekerjaan serabutan.
Tentu saja, itu bukan berarti Omi melupakan masa lalunya. Namun, ia tampaknya memilih untuk tetap menjalani hidup daripada membiarkan tragedi tersebut menentukan seluruh masa depannya.
Menariknya, jalan hidup mereka akhirnya kembali bersinggungan, meski keduanya justru berada di pihak yang berseberangan.
Eksistensi Omi terasa seperti kontras yang sengaja disiapkan untuk D. Keduanya sama-sama kehilangan orang-orang dari klan mereka, tetapi memilih cara berbeda untuk menghadapi kehilangan tersebut.
D mengejar jawaban dan balas dendam. Omi berusaha melanjutkan hidup.
3. Pengguna Gorilla Arms

Omi dari Cyberpunk: Edgerunners 2. (Dok. Netflix, Studio Trigger/Cyberpunk: Edgerunners 2) Bagi pemain Cyberpunk 2077, Gorilla Arms tentu bukan cyberware yang asing.
Augmentasi lengan ini memungkinkan penggunanya mengerahkan kekuatan fisik yang jauh melampaui manusia biasa. Gorilla Arms juga menjadi pilihan menarik untuk karakter yang berfokus pada pertarungan tangan kosong.
Kalau D mulai membuatnya kesal, lengan sibernetik tersebut juga bisa menjadi sarana Omi untuk melayangkan pukulan.
4. Kenapa Omi populer?

Omi dari Cyberpunk: Edgerunners 2. (Dok. Netflix, Studio Trigger/Cyberpunk: Edgerunners 2) Omi punya desain yang cukup mudah diingat, meskipun ia bukan salah satu karakter utama yang paling banyak disorot dalam materi promosi.
Gaya rambut wolf cut berwarna hijau tua, penampilan tomboy, dan Gorilla Arms membuatnya punya siluet serta kepribadian visual yang menonjol.
Namun, daya tariknya bukan cuma soal desain.
Dari sudut pandang penggemar anime, Omi juga memiliki kombinasi karakter yang familier dan menarik: sosok teman masa kecil yang tomboy, ditambah kesan oneesan yang protektif terhadap orang yang dikenalnya sejak lama.
Kedekatannya dengan D pun memberikan lapisan emosional tambahan. Omi mengenal D sebelum dendam menguasai dirinya, sehingga ia bukan sekadar penyintas lain dari tragedi yang sama. Ia juga merupakan pengingat akan sosok D yang mungkin sudah sulit dikenali sekarang.
Faktor lain yang ikut mendukung daya tariknya adalah pengisi suaranya, Analesa Fisher, yang memberikan karakter ini identitas tersendiri.
Semua itu membuat Omi berhasil mencuri perhatian penonton meskipun dibandingkan dengan banyak karakter lain di Cyberpunk: Edgerunners 2, ia terasa relatif membumi.
Ia tidak harus menjadi legenda Night City, memiliki ambisi sebesar D, atau tampil sebagai petarung paling mengerikan untuk meninggalkan kesan.
Terkadang, karakter yang paling menarik justru adalah seseorang yang sudah mengalami tragedi besar, tetapi masih berusaha menjalani hidupnya sendiri.
Dan di Night City, pilihan sederhana seperti itu pun bisa terasa luar biasa.






















