Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Install

6 Karakter Tunanetra Terbaik di Anime yang Punya Kemampuan Luar Biasa

8 min read
6 Karakter Tunanetra Terbaik di Anime yang Punya Kemampuan Luar Biasa
Gyomei Himejima (dok. Ufotable/Demon Slayer)
  • Fujitora, Gyomei Himejima, dan Kaname Tosen menunjukkan kemampuan tempur tinggi meski tunanetra, melalui Haki, persepsi suara, Reiatsu, serta senjata dan teknik khusus.

  • Komugi mengubah pandangan Meruem lewat keahlian Gungi dan ketulusannya, sementara Hyakkimaru melawan iblis memakai persepsi spiritual untuk mendapatkan kembali bagian tubuhnya.

  • Ryo Shimazaki memadukan deteksi psikis dengan teleportasi, tetapi fokusnya pada energi esper membuatnya lengah terhadap Reigen Arataka yang bukan pengguna kekuatan psikis.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Karakter tunanetra di anime membuktikan bahwa keterbatasan penglihatan tidak selalu menghalangi seseorang untuk menjadi sosok hebat.

Bahkan, beberapa di antaranya justru dikenal sebagai petarung mengerikan yang mampu menghadapi musuh tanpa perlu melihat gerakan mereka secara langsung.

Namun, tidak semua karakter dalam daftar ini terkenal karena kekuatannya. Ada pula sosok yang justru berhasil mengubah pandangan seorang raja kejam melalui permainan sederhana.

Lantas, siapa saja karakter tunanetra paling berkesan dalam dunia anime? Berikut 6 karakter yang menarik untuk dibahas, mulai dari pendekar pedang, hingga sosok yang punya pengaruh besar terhadap jalan cerita!

  1. 1. Fujitora (One Piece)

    Fujitora (dok. Toei Animation/One Piece)
    Fujitora (dok. Toei Animation/One Piece)

    Di posisi pertama ada Issho alias Fujitora dari One Piece, salah satu Admiral Angkatan Laut yang memiliki kekuatan luar biasa sekaligus prinsip keadilan yang berbeda dari kebanyakan petinggi Pemerintah Dunia.

    Menariknya, Fujitora bukan kehilangan penglihatan akibat pertarungan atau penyakit.

    Dia justru membutakan dirinya sendiri karena tidak ingin lagi menyaksikan berbagai kejahatan dan keburukan dunia.

    Namun, keputusan tersebut sama sekali tidak membuat kemampuannya sebagai pendekar pedang menurun secara drastis.

    Fujitora memiliki penguasaan Kenbunshoku Haki yang sangat baik, sehingga mampu mendeteksi keberadaan, pergerakan, serta kondisi emosional orang-orang di sekitarnya.

    Belum lagi, dia merupakan pengguna Zushi Zushi no Mi, Buah Iblis tipe Paramecia yang memberinya kemampuan mengendalikan gravitasi.

    Bayangkan, tanpa menggunakan penglihatan, Fujitora mampu menekan musuh menggunakan kekuatan gravitasi hingga menjatuhkan meteor dari langit!

    Kekuatan tersebut terlihat jelas dalam Dressrosa Arc, ketika Fujitora menghadapi berbagai karakter kuat seperti Sabo, Trafalgar Law, dan Luffy.

    Namun, hal paling menarik dari Fujitora justru bukan kekuatan bertarungnya.

    Berbeda dari sejumlah Admiral yang lebih mementingkan kewenangan Pemerintah Dunia, Fujitora berani mengakui kesalahan sistem yang seharusnya dia lindungi.

    Setelah terungkap bahwa Doflamingo telah menghancurkan kehidupan rakyat Dressrosa dengan memanfaatkan status Shichibukai, Fujitora secara terbuka meminta maaf kepada Raja Riku.

    Bahkan, dia turut memperjuangkan penghapusan sistem Shichibukai yang selama ini memberi perlindungan hukum kepada bajak laut tertentu.

    Salah satu momen paling berkesan terjadi ketika Fujitora mendengar bagaimana rakyat Dressrosa berpura-pura mengejar Luffy agar sang bajak laut dapat pergi dengan selamat.

    Melalui Kenbunshoku Haki dan perasaannya terhadap situasi tersebut, Fujitora menyadari betapa tulusnya Luffy dan orang-orang yang mendukungnya.

    Dia bahkan mengungkapkan penyesalan karena tidak dapat melihat wajah Luffy secara langsung.

    Di sinilah Fujitora terasa istimewa. Dia memang tidak dapat melihat dunia dengan matanya, tetapi masih mampu memahami kebaikan yang sering diabaikan oleh orang-orang yang memiliki penglihatan normal.

    Dengan kekuatan luar biasa, prinsip keadilan, serta keberaniannya menentang sistem yang bermasalah, Fujitora sangat layak menempati posisi pertama sebagai salah satu karakter buta terbaik dalam anime.

  2. 2. Gyomei Himejima

    Gyomei menyerang Muzan (dok. Ufotable/ Kimetsu no Yaiba Season 4 Hashira Training Arc)
    Gyomei menyerang Muzan (dok. Ufotable/ Kimetsu no Yaiba Season 4 Hashira Training Arc)

    Meskipun tidak dapat melihat, Gyomei Himejima justru diakui sebagai Hashira terkuat dalam Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba.

    Sebagai Hashira Batu, Gyomei memiliki kekuatan fisik, daya tahan, dan kemampuan bertarung yang jauh melampaui kebanyakan anggota Demon Slayer Corps.

    Berbeda dari para Hashira yang menggunakan katana Nichirin, Gyomei bertarung menggunakan senjata khusus berupa kapak dan bola besi berduri besar yang dihubungkan dengan rantai.

    Kombinasi senjata tersebut sebenarnya sangat sulit dikendalikan.

    Namun, Gyomei mampu menggunakannya dengan presisi luar biasa berkat pendengaran, pengalaman bertarung, serta kemampuan memahami pergerakan senjatanya melalui suara rantai.

    Kehebatan Gyomei semakin terlihat ketika menghadapi Kokushibo, Upper Moon 1 yang memiliki kemampuan Pernapasan Bulan dan pengalaman berpedang selama ratusan tahun.

    Dalam pertarungan tersebut, Gyomei mampu memberikan perlawanan sengit dan bekerja sama dengan Sanemi, Muichiro, dan Genya untuk menekan Kokushibo.

    Bahkan, dia berhasil membangkitkan Demon Slayer Mark dan kemudian mengakses Transparent World, kemampuan persepsi tingkat tinggi yang membantu penggunanya memahami kondisi tubuh serta pergerakan lawan.

    Namun, bukan hanya kekuatannya yang membuat Gyomei menjadi salah satu karakter terbaik.

    Di balik tubuh besar dan penampilannya yang mengintimidasi, Gyomei merupakan sosok penyayang yang pernah merawat anak-anak yatim piatu di sebuah kuil.

    Pengalaman tragis akibat serangan iblis terhadap anak-anak tersebut membentuk perjalanan hidupnya hingga akhirnya bergabung dengan Demon Slayer Corps.

    Jadi, kehebatan Gyomei tidak sekadar terletak pada kemampuan mengalahkan musuh. Dia juga memperlihatkan bahwa kekuatan terbesar seorang Hashira berasal dari keinginan untuk melindungi orang lain.

  3. 3. Komugi (Hunter x Hunter)

    Komugi Hunter x Hunter.jpg
    Komugi (dok. MADHOUSE/Hunter x Hunter)

    Komugi merupakan gadis tunanetra yang memiliki kemampuan luar biasa dalam permainan Gungi, sebuah permainan strategi yang populer di Republik Gorteau Timur.

    Meski penampilannya sederhana dan sering dianggap lemah, Komugi sebenarnya merupakan juara Gungi yang nyaris tidak tertandingi.

    Kehebatannya bahkan membuat Meruem, Raja Chimera Ant dengan kecerdasan luar biasa, terus mengalami kekalahan ketika mencoba menantangnya.

    Awalnya, Meruem merasa kesal karena tidak mampu mengalahkan manusia yang dianggap jauh lebih lemah. Dia terus bermain dengan harapan akhirnya bisa menemukan cara menundukkan Komugi.

    Namun, sesuatu yang tidak terduga justru terjadi.

    Melalui permainan Gungi, Meruem perlahan belajar menghargai kemampuan, ketulusan, dan kehidupan manusia.

    Bahkan, hubungan mereka berkembang menjadi salah satu bagian paling emosional dalam Chimera Ant Arc.

    Komugi tidak pernah memperlakukan Meruem berdasarkan reputasinya sebagai raja yang mengerikan.

    Baginya, Meruem merupakan seseorang yang bersedia bermain Gungi dan menghargai kemampuannya.

    Puncaknya, ketika Meruem sekarat akibat racun Miniature Rose, Komugi memilih tetap berada di sisinya meski mengetahui bahwa tindakannya juga akan membahayakan nyawanya sendiri.

    Keduanya kemudian menghabiskan saat-saat terakhir bersama melalui permainan Gungi.

    Adegan tersebut membuktikan bahwa Komugi memiliki peran besar dalam perkembangan karakter Meruem.

    Dia tidak membutuhkan kemampuan Nen untuk bertarung melawan Raja Chimera Ant. Keahlian Gungi dan ketulusannya justru berhasil mengubah pandangan makhluk yang sebelumnya menganggap manusia tidak lebih dari mangsa.

  4. 4. Hyakkimaru (Dororo)

    Hyakkimaru dari anime Dororo (2019) (dok. Sentai Filmworks/Dororo)
    Hyakkimaru dari anime Dororo (2019) (dok. Sentai Filmworks/Dororo)

    Bagaimana jadinya jika seseorang terlahir tanpa indra penglihatan, pendengaran, dan berbagai anggota tubuh lainnya, tetapi tetap mampu menjadi pendekar pedang yang sangat kuat?

    Itulah kehidupan Hyakkimaru dalam anime Dororo.

    Sejak lahir, Hyakkimaru kehilangan sejumlah bagian tubuh akibat perjanjian ayahnya, Daigo Kagemitsu, dengan para iblis.

    Demi memperoleh kemakmuran bagi wilayah kekuasaannya, Daigo menjadikan tubuh anaknya sendiri sebagai pengorbanan.

    Beruntung, Hyakkimaru berhasil diselamatkan oleh seorang tabib bernama Jukai yang kemudian membuatkan anggota tubuh prostetik untuknya.

    Meski tidak memiliki penglihatan normal, Hyakkimaru ternyata mempunyai kemampuan untuk merasakan keberadaan jiwa dan energi spiritual.

    Melalui kemampuan tersebut, dia dapat mengenali manusia maupun iblis berdasarkan aura yang mereka pancarkan.

    Bahkan, dia mampu menggunakan persepsi spiritualnya untuk bergerak dan bertarung dengan senjata tersembunyi di dalam lengan prostetiknya.

    Perjalanan Hyakkimaru semakin menarik karena setiap kali berhasil membunuh iblis yang berkaitan dengan perjanjian ayahnya, sebagian tubuh aslinya akan kembali.

    Namun, memperoleh kembali anggota tubuh bukan berarti kehidupannya langsung menjadi lebih mudah.

    Saat mendapatkan pendengaran, misalnya, Hyakkimaru harus mulai memahami berbagai suara yang sebelumnya tidak pernah dia alami.

    Hal serupa berlaku ketika dia merasakan pengalaman fisik dan emosional lainnya.

    Pada akhir anime Dororo versi 2019, Hyakkimaru akhirnya mendapatkan kembali matanya dan memperoleh penglihatan normal.

    Karena itulah, Hyakkimaru menjadi salah satu karakter paling unik dalam daftar ini.

    Dia tidak hanya belajar menghadapi dunia tanpa penglihatan, tetapi juga harus mempelajari kembali arti menjadi manusia ketika indranya satu per satu kembali.

  5. 5. Kaname Tosen (Bleach)

    Kaname Tosen (dok. Pierrot/Bleach)
    Kaname Tosen (dok. Pierrot/Bleach)

    Kalau berbicara tentang karakter tunanetra dengan kemampuan bertarung yang mengerikan, Kaname Tosen dari Bleach tentu tidak boleh dilewatkan.

    Tosen merupakan mantan Kapten Divisi 9 Gotei 13 yang lahir tanpa indra penglihatan.

    Meski begitu, dia berhasil menjadi Shinigami kuat berkat penguasaan ilmu pedang, kemampuan mendeteksi Reiatsu, serta Zanpakuto bernama Suzumushi.

    Salah satu teknik paling berbahaya miliknya adalah Bankai: Suzumushi Tsuishiki – Enma Korogi.

    Ketika mengaktifkannya, Tosen menciptakan ruang kegelapan yang menghilangkan kemampuan target untuk melihat, mendengar, mencium bau, dan mendeteksi Reiatsu. Lawannya hanya dapat mengandalkan sentuhan untuk memahami keadaan sekitar.

    Bayangkan harus menghadapi seorang pendekar pedang tanpa bisa melihat maupun mendengar gerakan serangannya!

    Namun, di balik kemampuan luar biasa tersebut, Tosen sebenarnya memiliki kisah hidup yang tragis.

    Dia sangat menjunjung tinggi keadilan setelah kehilangan seseorang yang berharga baginya.

    Sayangnya, keinginan membalas ketidakadilan perlahan membuatnya memilih bekerja sama dengan Sosuke Aizen dan mengkhianati Soul Society.

    Ironisnya, Tosen akhirnya memperoleh kemampuan melihat setelah menggunakan Resurrección: Grillar Grillo.

    Namun, pengalaman melihat untuk pertama kalinya justru memperlihatkan seberapa jauh perubahan kepribadiannya.

    Ketika melihat wajah Sajin Komamura, sahabat yang selama ini mendukungnya, Tosen malah menghina penampilannya.

    Adegan tersebut menjadi ironi besar dalam perjalanan karakternya.

    Tosen yang dahulu tidak membutuhkan penglihatan untuk memahami orang lain justru kehilangan kejernihan hati ketika akhirnya dapat melihat dunia secara langsung.

  6. 6. Ryo Shimazaki (Mob Psycho 100)

    Ryo Shimazaki (dok. Bones/Mob Psycho 100).jpg
    Ryo Shimazaki (dok. Bones/Mob Psycho 100)

    Kalau Fujitora mempunyai Haki untuk mendeteksi keberadaan musuh, Ryo Shimazaki dari Mob Psycho 100 memiliki cara yang gak kalah mengerikan.

    Shimazaki merupakan salah satu anggota Ultimate 5, kelompok esper terkuat dalam organisasi Claw.

    Meskipun tidak dapat melihat secara normal, dia mampu mendeteksi keberadaan orang lain melalui kemampuan psikisnya.

    Salah satu teknik andalannya adalah teleportasi, yang membuatnya dapat berpindah tempat dalam sekejap untuk menghindari serangan atau menyerang lawan dari arah yang tidak terduga.

    Kombinasi tersebut membuat Shimazaki sangat sulit dihadapi, bahkan ketika beberapa esper kuat berusaha mengeroyoknya.

    Dalam pertarungan melawan Teruki Hanazawa, Ritsu Kageyama, dan para mantan anggota Claw, Shimazaki memperlihatkan bagaimana kemampuan mendeteksi energi psikis membuatnya dapat memprediksi gerakan lawan.

    Dia bahkan memiliki teknik Super Sensory Zone: Mind's Eye yang mempertajam persepsi psikisnya untuk membaca keberadaan serta pergerakan pengguna kekuatan supernatural.

    Namun, kemampuan tersebut ternyata mempunyai kelemahan yang cukup menarik.

    Ketika terlalu berfokus mendeteksi energi psikis, Shimazaki justru dapat mengabaikan keberadaan orang biasa yang tidak memiliki kekuatan khusus.

    Akibatnya, Reigen Arataka yang bukan esper mampu mengejutkannya dalam pertarungan!

    Momen tersebut menjadi salah satu adegan paling menghibur karena karakter dengan kemampuan persepsi luar biasa justru tidak mengantisipasi serangan dari seseorang yang dianggap tidak berbahaya.

    Nah, menurutmu siapa karakter tunanetra paling mengesankan di anime? Apakah Fujitora yang mampu menurunkan meteor, Gyomei yang diakui sebagai Hashira terkuat, atau Komugi yang berhasil menyentuh hati Meruem?

    Untuk informasi yang lebih lengkap soal anime dan manga, film, game, serta gadget, yuk gabung komunitas Warga Duniaku lewat link berikut:

    Discord: https://bit.ly/WargaDuniaku

    Tele: https://t.me/WargaDuniaku

    WA Channel: https://bit.ly/WAChannelDuniaku

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More