Bagaimana Yuji Melampaui Sukuna, Sang King of Curses?

- Yuji mulai mengimbangi Sukuna, bukan hanya sebagai wadah, tapi sebagai figur kunci pertarungan.
- Black Flash beruntun menjadi titik awakening, memaksimalkan kekuatan dan presisi serangan Yuji.
- Teknik Shrine & Blood Manipulation membuat gaya bertarung Yuji lebih strategis, efektif, dan mematikan.
- Yuji kini mampu menyerang batas jiwa Sukuna, menembus pertahanan internal King of Curses.
- Transformasi ini menunjukkan Yuji bertarung dengan kekuatan, kontrol, dan strategi, bukan sekadar fisik.
Sejak awal, Sukuna dikenal sebagai King of Curses, sosok yang menempati puncak kekuatan di dunia Jujutsu Kaisen. Dominasi dan terornya membuat banyak pihak menganggapnya mustahil untuk dilampaui.
Namun, arah cerita berubah ketika Yuji Itadori mulai menunjukkan perkembangan signifikan di tengah konflik besar. Dari yang awalnya hanya berperan sebagai wadah, Yuji perlahan tampil sebagai figur kunci dalam pertarungan.
Lalu, bagaimana Yuji bisa melampaui Sukuna? Begini Penjelasannya.
1. Rentetan Black Flash Jadi Titik Awakening Yuji Itadori

Sepanjang perjalanan Yuji sebagai sorcerer, ia berhasil membangkitkan Black Flash. Dimana ia belajar bagaimana menghantarkan energi kutukan dengan tepat dan mengalirkan kekuatan internalnya. Di momen paling menentukan, ia mengunci Black Flash paling dahsyat yang pernah dilihat oleh pembaca.
Yang bikin menarik, Yuji bisa memicu rentetan Black Flash beruntun. Ini bukan kebetulan. Rentetan itu jadi titik awakening, di mana tubuh dan pikirannya selaras, mampu memaksimalkan energi kutukan tanpa kehilangan kendali. Bukan hanya kuat, tapi juga presisi dalam mengolah kekuatan.
Kalau diibaratkan, seperti seseorang yang lama belajar teori, lalu tiba-tiba bisa langsung praktik dengan sempurna. Hal yang tidak semua penyihir bisa lakukan, tapi Yuji berhasil di momen Black Flash beruntun ini.
2. Yuji Mulai Menguasai Teknik Shrine Milik Sukuna

Setelah berhasil memicu Black Flash berkali-kali ke Sukuna, Yuji Itadori akhirnya bisa mengakses teknik Shrine milik Sukuna.
Teknik Shrine sendiri biasanya cuma bisa dikuasai Sukuna karena butuh kontrol energi kutukan super presisi dan pengalaman bertarung tingkat tinggi. Tapi Yuji membuktikan kalau ia bisa mengadaptasi teknik itu sesuai gaya dan kekuatannya sendiri, buka sekadar meniru. Serangannya kini jadi lebih presisi, efektif, dan selaras dengan ritme tubuhnya,
3. Blood Manipulation Bikin Gaya Bertarung Yuji Berubah Total

Kemampuan Blood Manipulation bikin gaya bertarung Yuji berubah drastis. Sebelumnya, gaya bertarung Yuji lebih mengandalkan kekuatan fisik dan pukulan keras, seperti Divergent Fist atau serangan berbasis Black Flash.
Tapi setelah menguasai teknik ini, ia bisa mengontrol energi kutukan yang mengalir dalam tubuhnya dan memadukannya dengan tenaga fisik. Hasilnya? Setiap serangan jadi lebih terukur, efektif, dan mematikan, menunjukkan bahwa Yuji kini bertarung bukan hanya dengan kekuatan, tapi juga strategi dan kontrol penuh.
Itulah penjelasan bagaimana Yuji mulai mengimbangi Sukuna. Menurut kalian, apakah Yuji sekarang cukup kuat untuk menghadapi Sukuna sepenuhnya?
4. Yuji Kini Mampu Menyerang Batas Jiwa Sukuna

Yuji Itadori membuktikan kalau kemampuannya tidak lagi terbatas pada kekuatan fisik atau keberanian semata. Kini, ia mampu menyerang bukan hanya tubuh, tapi batas jiwa Sukuna.
Maksud “menyerang batas jiwa” di sini adalah Yuji bisa mengganggu ritme energi dan kesadaran Sukuna. Biasanya, Sukuna terlalu kuat untuk diserang secara langsung di mana energi kutukan dan kesadaran mentalnya hampir tak tersentuh oleh sorcerer biasa.
Tapi Yuji menemukan cara untuk menembus pertahanan internal Sukuna.
Itulah penjelasan bagaimana Yuji mulai bisa melampaui Sukuna. Menurut kalian, apakah Yuji sekarang cukup kuat untuk menghadapi Sukuna sepenuhnya?
Untuk informasi yang lebih lengkap soal anime-manga, film, game, dan gadget, yuk gabung komunitas Warga Duniaku lewat link berikut:
Discord: https://bit.ly/WargaDuniaku
Tele: https://t.me/WargaDuniaku
FAQ Seputar Bagaimana Yuji Melampaui Sukuna
| Kenapa Sukuna disebut King of Curses? | Sukuna disebut King of Curses karena kekuatannya yang luar biasa dan reputasinya yang menakutkan, bahkan sorcerer terkuat pun sulit menandingi dia. |
| Apa keistimewaan teknik Shrine milik Sukuna? | Teknik ini biasanya hanya bisa Sukuna gunakan, tapi Yuji berhasil menyesuaikannya dengan gaya bertarungnya sendiri, efektif dan presisi. |
| Apa yang membuat momen Black Flash beruntun begitu spesial? | Momen ini menunjukkan kombinasi kontrol, presisi, dan kekuatan maksimal yang belum pernah dicapai Yuji sebelumnya. Bukan hanya menunjukkan kekuatan, tapi juga kecerdikan dalam bertarung. |
| Mengapa perkembangan Yuji penting bagi cerita? | Perkembangan Yuji menunjukkan pertumbuhan karakter utama dari “wadah” menjadi figur kunci dalam pertarungan, sekaligus mempersiapkan klimaks cerita melawan Sukuna. |


















