Pembahasan Jujutsu Kaisen Modulo Bab 20, Kengerian Yuji di Era Baru!

- Yuji menghajar Osuki dengan Black Flash, menunjukkan kemampuan mematikan yang dimilikinya.
- Mino diracuni Yuji dengan darahnya, menunjukkan kekuatan berbahaya dari darah Yuji.
- Dabura mencoba menerapkan energi kutukan pembalik ke serangan ofensif, menunjukkan strategi baru dalam pertarungan.
Selain menghajar kubu penyihir dan suku Rumel dengan Piercing Blood, Yuji kembali unjuk gigi dengan sejumlah kemampuan miliknya yang kini jauh lebih mematikan daripada saat ia masih sekolah dulu. Di sisi lain, Dabura dan Tsurugi akhirnya mulai memegang peluang kemenangan mereka dalam pertarungan.
Bagaimana situasi Yuji dan para penyihir dalam perebutan wilayah kota Tokyo? Berikut pembahasannya!
1. Yuji menghajar Osuki dengan Black Flash

Pada bab sebelumnya, Yuji sempat membuat semua orang terkapar dengan Piercing Bloog bercabangnya. Namun ternyata, ada satu Simurian yang masih bertahan, Osuki.
Dia sempat melompat dari ketinggian dan menyerang Yuji dengan kapak. Namun ternyata senjata tersebut bisa ditahan pria abadi itu dengan tangan kosong. Hebatnya, Osuki bahkan merasa kalau ada selubung tak terlihat yang membuat tangan Yuji aslinya tak menyentuh senjata itu secara langsung.
Ditambah lagi, Osuki merasa aura Yuji seperti Kaliyan. Dengan kata lain, ia memang sekarang sudah menjadi entitas setengah kutukan seperti Choso.
Yuji sendiri menumbangkan Osuki dengan pukulan Black Flash yang sekarang bisa ia ia keluarkan seperti serangan dasar.
2. Mino diracuni Yuji dengan darahnya

'Pembantaian' yang dilakukan Yuji rupanya tak berhenti sampai di Simurian itu saja.
Mino yang masih berdiri tiba-tiba mendapati pipinya tergores oleh darah Yuji yang menyembur dari genggaman tangannya.
Meski tak terlihat fatal, namun darah itu memiliki kemampuan untuk melumpuhkan target. Seperti yang kita tahu, Yuji sudah memakan banyak Cursed Womb sehingga secara alami ia bisa membuat darahnya beracun jika mau.
Untungnya, Yuji sendiri masih menahan diri. Ia menjelaskan bahwa siapa pun yang terkena darahnya hanya akan merasakan gejala seperti meriang. Namun jika beristirahat dengan cukup, para korban akan pulih dengan sendirinya. Yuji juga meminta agar kabar itu segera disampaikan kepada para alien.
Di situ terlihat jelas, hampir semua penyihir dan alien kecuali Miyaguni sudah tak sadarkan diri.
3. Yuji berkata kalau ia akan membereskan kekacauan yang ada jika Yuka kalah

Mino, yang masih berusaha berdiri, sempat meneriaki Yuji. Ia mempertanyakan kenapa Yuji baru muncul sekarang, setelah Yuka terpaksa bertarung hingga mati-matian. Namun Yuji hanya menjawab dengan dingin bahwa sebenarnya ia tidak begitu peduli. Baginya, sosok Yuji Itadori memang seharusnya sudah turun panggung sejak awal.
Meski begitu, ia berjanji akan membereskan kekacauan ini jika cucu-cucu seniornya benar-benar kalah dalam pertarungan.
Mendengar jawaban itu, Mino sampai menyumpahi Yuji, bersumpah tak akan pernah melupakan ataupun memaafkannya. Anehnya, hal itu justru disambut Yuji dengan gembira karena ia merasa tak akan kesepian lagi.
4. Dabura mencoba menerapkan energi kutukan pembalik ke serangan ofensif

Setelah berhasil memahami prinsip energi kutukan pembalik dan menggunakannya untuk menumbuhkan kembali kakinya yang rusak akibat akselerasi berlebihan, Dabura kini mulai terasa seperti Gojo.
Ia akhirnya mencoba trik yang dulu pernah dilakukan Gojo saat masih SMA: menerapkan energi kutukan pembalik pada tekniknya sendiri.
Dalam narasi disebutkan bahwa berkat kemampuan ini, Dabura kembali mendapatkan peluang untuk mengalahkan Mahoraga.
Namun ia juga sadar, Mahoraga adalah makhluk yang mampu beradaptasi terhadap apa pun. Karena itu, Dabura harus memikirkan metode baru yang jauh lebih mematikan jika ingin benar-benar menumbangkan shikigami tersebut.
5. Yuji dan Tsurugi melepaskan tebasan dengan daya destruktif berskala besar

Dampak pertarungan Dabura melawan Mahoraga membuat para kutukan panik dan kalang kabut, hingga mulai berusaha mendobrak keluar dari Tokyo.
Salah satu gerombolan bahkan bergerak menuju lokasi pertarungan Tsurugi dan Maru. Sementara itu, kelompok lain mencoba mengarah ke posisi terbaru Yuji.
Di tengah situasi itu, Tsurugi memperoleh Soul Split Katana, pedang peninggalan Maki yang diambil dari ruang bayangan milik Rika. Sedangkan Yuji langsung mengaktifkan teknik Dismantle.
Begitu keduanya melepaskan tebasan mereka, para kutukan seketika tersapu habis tanpa sisa. Dampaknya begitu brutal hingga mata ketiga Maru sampai mengeluarkan air mata, bereaksi terhadap kematian massal para kutukan yang dibantai dalam sekejap.
Di sini terlihat jelas betapa mengerikannya Dismantle versi Yuji, teknik yang telah terasah selama puluhan tahun.
6. Tsurugi melepaskan topeng Rika dan mendaratkan serangan penghabisan

Efek kematian massal para kutukan sempat membuat Maru goyah. Kesempatan itu langsung dimanfaatkan Tsurugi untuk mendaratkan serangan.
Namun sayangnya, tebasan tersebut terlalu dangkal. Maru masih sempat menarik kembali pedangnya, lalu menantang pemuda itu untuk mencoba sekali lagi.
Tsurugi akhirnya mengucapkan terima kasih pada kekasih kakeknya, kemudian memutuskan untuk melepas topengnya. Pada saat itu, Maru merasakan energi kutukan Tsurugi turun drastis, nyaris tak bersisa.
Jika boleh diduga, Tsurugi akhirnya berhasil mendaki puncak potensi Heavenly Restriction. Hal ini tersirat dari ucapan Maru, yang menyadari lawannya melakukan sumpah pengikat: mengorbankan kekuatan energi kutukan demi menambah kecepatan.
Dengan lonjakan kemampuan tersebut, Tsurugi pun akhirnya berhasil mendaratkan serangan fatal ke Maru.
Namun bagaimana hasil akhirnya, tampaknya baru akan kita lihat pada bab terbaru minggu depan.
Itulah pembahasan Jujutsu Kaisen Modulo bab 20.
Bagaimana pendapat kalian?
Untuk informasi yang lebih lengkap soal anime-manga, film, game, dan gadget, yuk gabung komunitas Warga Duniaku lewat link berikut:
Discord: https://bit.ly/WargaDuniaku


















