Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
For
You

Bagaimana Sebenarnya Shanks Mengalahkan Loki di One Piece?

Shanks dan Loki.jpg
Shanks dan Loki. (Dok. Toei Animation, Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)
Intinya sih...
  • Kelemahan Loki yang mungkin bisa dimanfaatkan Shanks
    • Situasi fisik murni terlihat sederhana
    • Shanks bukan tipe petarung yang membiarkan dirinya terkena serangan langsung
    • Pendekatan Shanks hampir pasti bukan adu kekuatan mentah
    • Masalah tekad?
      • Tekad menentukan hasil pertarungan dalam One Piece
      • Situasi Loki mungkin menjadi rumit karena balas dendam yang tidak kunjung terwujud
      • Shanks bertarung dengan niat yang jauh lebih jelas: menghentikan siklus balas dendam yang sia-sia
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Sekarang kita sudah tahu satu hal pasti: Loki itu monster.

Bukan sekadar kuat. Levelnya sudah berada di ranah yang bisa disejajarkan dengan Yonko.

Empat belas tahun lalu, dialah yang menjatuhkan Raja Harald, ayahnya sendiri, yang saat itu sudah diperkuat dan dikendalikan oleh Imu. Bahkan gabungan dua sosok yang pernah berada di Bajak Laut Roger, Shanks dan Scopper Gaban, sebelumnya tak mampu mengatasi Harald dalam kondisi tersebut.

Itu menempatkan Loki di level yang mengerikan.

Karena itulah satu fakta lain terasa makin mencolok: enam tahun lalu, Shanks disebut berhasil mengalahkan Loki yang mengamuk di lautan, dan bahkan menyeretnya kembali ke Elbaph.

Pertanyaannya sederhana tapi besar: bagaimana caranya?

Bagaimana Shanks, yang tidak punya Buah Iblis, tidak bertubuh raksasa, dan “hanya” manusia, bisa menjatuhkan Ancient Giant selevel itu?

Apakah karena perbedaan Haki? Apakah ada kelemahan spesifik Loki? Atau ada faktor lain yang belum kita ketahui?

Sambil menunggu jawaban resmi dari Oda, mari kita coba mengurai kemungkinan-kemungkinan yang masuk akal.

1. Kelemahan Loki yang mungkin bisa dimanfaatkan Shanks

Shanks
Shanks (dok. Toei Animation/ One Piece)

Secara fisik murni, situasinya terlihat sederhana: sekali saja Shanks terkena hantaman penuh Ragnir milik Loki, pertarungan bisa berakhir saat itu juga.

Masalahnya, Shanks bukan tipe petarung yang membiarkan dirinya terkena serangan langsung.

Kita sudah melihat kecepatannya, ia mampu menutup jarak ke kapal Kid dalam sekejap, melompat jauh dan menyelesaikan duel dalam satu tebasan. Ditambah lagi, ia adalah pengguna Haoshoku Haki tingkat tertinggi, mampu melapisi serangan maupun memperkuat pertahanannya.

Artinya, pendekatan Shanks hampir pasti bukan adu kekuatan mentah. Ia akan bermain di ritme berbeda: menghindar, membaca pola, menunggu satu momen krusial.

Dan di situlah celah Loki mungkin muncul.

Beberapa kemungkinan yang bisa dimanfaatkan Shanks:

1. Kelelahan dan kondisi mental.
Saat insiden itu terjadi, sudah delapan tahun berlalu sejak Loki pergi ke laut untuk membalas dendam atas tragedi Harald. Jika ia terus hidup dalam obsesi dan konflik, sangat mungkin tubuh dan pikirannya tidak berada di kondisi ideal.

2. Emosi yang meledak-ledak.
Loki cenderung bertarung dengan kemarahan, terutama dalam misi balas dendam. Emosi memang bisa meningkatkan intensitas serangan, tapi juga membuka celah. Shanks dikenal berkepala dingin... dan dalam duel level tinggi, satu kesalahan kecil bisa menentukan hasil.

3. Ukuran tubuh sebagai pedang bermata dua.
Tubuh Ancient Giant memberi Loki daya hancur besar, tapi juga menjadikannya target raksasa. Serangan Haoshoku Haki Shanks yang presisi. terutama jika diarahkan ke titik vital, bisa menjadi sangat berbahaya. Dalam duel jarak dekat, satu tebasan bersih mungkin cukup.

Pada akhirnya, Shanks mungkin tidak menang karena lebih kuat secara mentah.

Ia bisa saja menang karena lebih efisien.

2. Masalah tekad?

Loki meminta Jarul, Gaban, dan Shanks untuk tidak menceritakan kejadian yang sebenarnya.
Loki meminta Jarul, Gaban, dan Shanks untuk tidak menceritakan kejadian yang sebenarnya. (dok. Shueisha/One Piece)

Di dunia One Piece, kekuatan bukan hanya soal otot atau Buah Iblis.

Sering kali, yang menentukan hasil pertarungan adalah tekad.

Bukan tanpa alasan Haoshoku Haki disebut sebagai manifestasi kehendak. Dalam banyak duel besar, yang bertahan bukan hanya yang paling kuat, melainkan yang paling yakin pada tujuannya.

Dan di sinilah situasi Loki mungkin menjadi rumit.

Delapan tahun ia pergi ke laut, mencoba membalas dendam atas tragedi ayahnya. Namun selama itu pula:

-Imu masih tak tersentuh,

-Gorosei tetap berkuasa,

-Figarland Garling masih berdiri sebagai komandan Kesatria Dewa.

Dan tiga sosok ini antara terlibat langsung dengan nasib Harald, atau komandan dari kesatuannya Harald. Mereka tidak tersentuh menandakan target Loki selama delapan tahun itu bisa jadi tidak jelas.

Balas dendam yang tidak kunjung terwujud bisa menggerogoti arah hidup seseorang.

Bisa jadi, saat berhadapan dengan Shanks, Loki bukan dalam kondisi tekad yang bulat, melainkan dalam fase ragu, lelah, atau bahkan kehilangan tujuan.

Sebaliknya, Shanks mungkin bertarung dengan niat yang jauh lebih jelas: menghentikan siklus balas dendam yang sia-sia.

Jika duel itu memang terjadi dalam kondisi seperti ini, maka bukan tidak mungkin Haoshoku Haki Shanks terasa “lebih berat”. Bukan karena ia lebih kuat secara fisik, melainkan karena kehendaknya saat itu lebih stabil, lebih tajam, dan lebih terarah.

Dan di dunia di mana kehendak bisa menjadi senjata… sedikit keraguan saja bisa menjadi perbedaan antara menang dan kalah.

3. Apakah tudingan Loki bahwa Shanks pengecut adalah petunjuk?

Luffy mengajak Loki bergabung dengan Topi Jerami. (dok. Shueisha/One Piece)
Luffy mengajak Loki bergabung dengan Topi Jerami. (dok. Shueisha/One Piece)

"Apakah Shanks ke sini?" tanya Luffy ke Loki di bab 1131.

"Kalau yang kamu maksud bajak laut pengecut itu, dia memang ke sini."

Jawaban Loki itu adalah satu-satunya momen dimana Luffy, yang di luar itu cocok dengan Loki, naik pitam dan mencoba menghajarnya.

Apakah ini petunjuk bahwa Shanks menang dengan cara tidak terhormat? Mungkin saja misalnya menyerang saat Loki lemah? Namun itu kurang cocok dengan karakter Shanks, yang selama ini digambarkan tegas tapi tidak licik.

Kemungkinan yang lebih masuk akal: Shanks menolak ajakan Loki untuk menyerbu Pemerintah Dunia. Bagi Loki yang dipenuhi amarah dan balas dendam, penolakan itu terasa seperti pengecut. Padahal bisa jadi Shanks hanya menilai waktunya belum tepat.

Shanks memang terlihat seperti sosok yang menunggu momentum. Dan mungkin kebangkitan Nika pada Luffy adalah momen yang ia tunggu sejak lama, momen ketika melawan Pemerintah Dunia bukan lagi tindakan nekat, melainkan langkah yang benar-benar punya peluang berhasil.

Kalau begitu, “pengecut” bukan berarti Shanks takut. Ia mungkin hanya… memilih waktu yang berbeda dari Loki.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Fahrul Razi Uni Nurullah
EditorFahrul Razi Uni Nurullah
Follow Us

Latest in Anime & Mange

See More

Bagaimana Sebenarnya Shanks Mengalahkan Loki di One Piece?

03 Feb 2026, 12:00 WIBAnime & Manga