Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
For
You

4 Karakter One Piece yang Lebih Jahat dari Ayah Mereka! Brutal?

Kurohige dan Rocks D. Xebec.jpg
Kurohige dan Rocks D. Xebec. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda, Toei Animation/One Piece)
Intinya sih...
  • Donquixote Doflamingo lebih kejam dari Donquixote Homing
  • Marshall D. Teach lebih brutal dari Rocks D. Xebec
  • Charlotte Linlin lebih kejam dari ayahnya
  • Eksperimen Vinsmoke Judge ke anak-anaknya (selain Reiju dan Sanji) terlalu... berhasil
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Di dunia One Piece, ada karakter-karakter yang memiliki ayah dengan sisi terhormat, entah sebagai pemimpin bijak, sosok penuh kasih, atau setidaknya manusia dengan prinsip. Namun sang anak justru tumbuh menjadi pribadi yang jauh lebih kejam… bahkan seperti monster.

Apakah ini soal salah asuhan? Tekanan warisan? Atau pilihan hidup yang menyimpang?

Yang jelas, kontras antara ayah dan anak ini terasa mencolok.

Siapa saja karakter One Piece yang dinilai lebih jahat dibanding ayah mereka?

Mari kita absen satu per satu.

1. Donquixote Doflamingo lebih kejam dari Donquixote Homing

Donquixote Doflamingo
Donquixote Doflamingo (dok. Toei Animation/One Piece)

Ini salah satu tragedi keluarga paling pahit di One Piece.

Donquixote Homing adalah Tenryuubito yang memilih turun dari Mary Geoise demi hidup sebagai manusia biasa. Ia mungkin naif, tapi jelas bukan monster.

Namun yang terjadi justru sebaliknya.

Saat keluarga Donquixote meninggalkan Mary Geoise, Doflamingo kecil masih menunjukkan sikap angkuh khas Tenryuubito. Kesombongan itu membuat rakyat jelata cepat menyadari identitas mereka. Rumah dibakar. Harta dirampas. Keluarga itu diusir dan diperlakukan dengan kebencian brutal.

Alih-alih melihat penderitaan sebagai konsekuensi sistem yang salah, Doflamingo justru memandangnya sebagai bukti bahwa dunia ini pantas dihancurkan. Kebencian itu tumbuh, membusuk, lalu meledak.

Dan ketika ia bertemu Trebol, kebencian itu mendapat bahan bakar. Trebol tidak memperbaiki Doflamingo, ia memupuk ambisi dan rasa superioritasnya, meyakinkannya bahwa ia memang “ditakdirkan” untuk memerintah dan menghancurkan.

Hasil akhirnya?

Seorang anak dari ayah yang naif tapi berhati baik… berubah menjadi penguasa dunia bawah tanah yang memeras Pemerintah Dunia, memanipulasi kerajaan, dan menertawakan penderitaan orang lain.

Entah dari mana sifat Doflamingo ini berasal karena Homing, Rosinante, bahkan ibunya tidak menunjukkan tendensi kejam seperti dia.

2. Marshall D. Teach lebih brutal dari Rocks D. Xebec

Kurohige dan Rocks D. Xebec.jpg
Kurohige dan Rocks D. Xebec. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda, Toei Animation/One Piece)

Salah satu pengungkapan terbesar dari flashback panjang Elbaph adalah fakta bahwa Rocks D. Xebec adalah ayah dari Kurohige.

Rocks dikenal sebagai sosok ambisius dan berbahaya. Ia menantang dunia, menyerbu Mary Geoise, dan bahkan berhadapan langsung dengan Imu. Namun dari kilasan yang kita lihat, ia bukan monster tanpa sisi manusia.

Ia masih memiliki sosok yang ia anggap sahabat, seperti Harald dari Elbaph, seorang istri, Eris, dan seorang anak yang ia coba lindungi.

Rocks mungkin brutal. Tapi ia masih mampu mencintai.

Bandingkan dengan Teach.

Sejauh yang kita lihat, Kurohige jauh lebih dingin. Ia tidak ragu mengkhianati Thatch demi Yami Yami no Mi, memanfaatkan Ace untuk naik status, bahkan mengkhianati Shirohige sosok yang ia hormati dan menaunginya selama puluhan tahun.

Rocks masih punya orang-orang yang ia cintai. Teach sejauh ini tampak hanya mencintai visinya sendiri. Ia bisa ramah, bisa bersahabat, tapi ia tak ragu membunuh sahabat untuk visinya.

3. Charlotte Linlin lebih kejam dari ayahnya

Big Mom
Big Mom (dok. Toei Animation/ One Piece)

Kita bahkan tidak tahu nama ayah Linlin.

Dari flashback, sang ayah dan istrinya hanyalah manusia biasa, orang tua yang kebingungan menghadapi anak mereka yang sejak kecil sudah menunjukkan kekuatan destruktif di luar nalar. Pada akhirnya, mereka memilih meninggalkan Linlin di Elbaph, mungkin karena takut… mungkin karena merasa tidak mampu lagi mengendalikannya.

Keputusan itu pahit dan memang terasa keji. Namun itu bukan keputusan seorang monster, melainkan orang tua yang kewalahan.

Linlin sendiri awalnya hanyalah anak polos dengan mimpi sederhana: semua ras hidup bersama dalam harmoni. Tapi takdirnya berjalan kelam.

Serangan lapar tak terkendali, hilangnya misterius Mother Carmel dan anak-anak Sheep House, serta pertemuannya dengan Streusen yang oportunis, perlahan membentuknya menjadi sosok berbeda.

Hasilnya adalah Big Mom, salah satu Yonko paling ditakuti di lautan. Penguasa Totto Land yang bisa: mencabut jiwa siapa pun yang takut padanya, menghukum berat siapa pun yang menolak undangannya, dan memaksakan “keluarga” sesuai versinya sendiri.

Jika ayahnya hanyalah manusia biasa yang menyerah pada keadaan, Linlin tumbuh menjadi ratu yang memaksa dunia tunduk pada keinginannya.

4. Eksperimen Vinsmoke Judge ke anak-anaknya (selain Reiju dan Sanji) terlalu... berhasil

Vinsmoke Niji.png
Vinsmoke Niji. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda, Toei Animation/One Piece)

Kalau membahas anak yang “lebih jahat” dari ayah, keluarga Vinsmoke agak unik.

Ichiji, Niji, dan Yonji bukan sosok sadis tanpa arah. Mereka masih bisa bertindak heroik dalam situasi tertentu. Dan mereka adalah petarung garis depan, bukan ilmuwan manipulatif dengan ambisi kelam seperti Judge. Jadi dalam aspek tertentu, Judge mungkin lebih berbahaya.

Namun justru di situlah ironinya.

Judge melakukan eksperimen genetik untuk menghilangkan emosi anak-anaknya. Ia ingin prajurit sempurna, tanpa ragu, tanpa takut, tanpa simpati.

Dan ia mendapatkannya.

Di bab 864, saat keluarga Vinsmoke dijebak oleh Bajak Laut Big Mom, tiga saudara itu hanya… pasrah. Tidak marah. Tidak takut. Tidak berontak. Mereka menerima kemungkinan kematian tanpa ekspresi berarti. Mereka bahkan tidak peduli jika ayah mereka akan mati bersama mereka.

Vinsmoke Reiju setidaknya menunjukkan ketenangan yang elegan. Judge sendiri? Ia menangis menyadari dirinya dikhianati oleh Big Mom.

Ia menciptakan anak-anak tanpa emosi dan pada saat hidup mereka terancam, mereka bahkan tidak menunjukkan keinginan untuk hidup atau hasrat untuk menolongnya.

Itu bukan kekuatan. Itu kekosongan. Ichiji, Niji, Yonji tumbuh sebagai anak-anak tanpa hati nurani, bahkan dibanding Judge, dan itu sepenuhnya salah Judge sendiri.

Dan yang paling pahit?

Yang menyelamatkan mereka justru Sanji, anak yang dianggap gagal. Anak yang masih punya emosi, dan pada akhirnya jadi anak yang masih peduli.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Fahrul Razi Uni Nurullah
EditorFahrul Razi Uni Nurullah
Follow Us

Latest in Anime & Mange

See More

8 Karakter One Piece yang Overpower tapi Sering Kena Sial!

03 Feb 2026, 20:00 WIBAnime & Manga