Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
For
You

8 Aturan Culling Game Jujutsu Kaisen, Ini Penjelasannya

Yuji membayangkan visual koloni Culling Game  ( Dok. Shueisha / Jujutsu Kaisen )
Yuji membayangkan visual koloni Culling Game ( Dok. Shueisha / Jujutsu Kaisen )
Intinya sih...
  • Peserta wajib ikut atau mati: Kenjaku “menandai” calon peserta (yang kemudian bangkit sebagai pengguna teknik atau wadah penyihir kuno) dan mereka harus menyatakan ikut Culling Game dalam 19 hari. Jika menolak, mereka terkena penghapusan teknik kutukan yang merusak otak dan bisa berujung fatal (tidak berlaku untuk orang tanpa teknik seperti Maki).
  • Masuk koloni = otomatis jadi peserta: Warga sipil yang nekat memasuki koloni akan langsung dianggap peserta. Pengecualiannya, warga yang sudah berada di dalam koloni sebelum game dimulai diberi satu kesempatan keluar bila memilih tidak ikut (contoh: Sasaki).
  • Poin didapat dari membunuh, dengan nilai berbeda: Culling Game mendorong peserta membunuh peserta lain untuk mengumpulkan poin (cara bebas, bisa duel atau jebakan). Nilainya berbeda: 5 poin untuk membunuh penyihir, dan 1 poin untuk membunuh warga biasa. Moral beberapa peserta berubah setelah ada aturan transfer poin dari Higuruma, sehingga pembunuhan tidak selalu jadi satu-satunya jalan.
  • Poin dipakai untuk tambah aturan, tapi ada batas + ada tenggat 19 hari: Peserta yang mengumpulkan 100 poin (di luar poin dirinya) bisa mengajukan aturan baru lewat Kogane, tetapi Kogane bisa menolak jika dianggap merusak kelangsungan game (Megumi sempat gagal beberapa kali sebelum menemukan format yang “masuk akal”). Selain itu, bila poin peserta tidak berubah sama sekali selama 19 hari (naik/turun), ia akan terkena penghapusan teknik—itulah alasan Higuruma memberi 1 poin ke Yuji agar status poinnya berubah dan tenggatnya “reset.”
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Seperti yang kita tahu, Culling Game adalah kompetisi bertahan hidup antar para penyihir dan non-penyihir dalam beberapa koloni yang tersebar di seluruh Jepang. Ada beberapa aturan yang membuat para calon pesertanya tak bisa menolak untuk ikut.

Apa saja aturan pokok Culling Game? Berikut pembahasannya!

Table of Content

1. Setelah membangkitkan teknik kutukannya, pemain harus mendeklarasikan keikutsertaannya dalam waktu 19 hari

Yuji menunjukkan hasil poin yang didapat Hakari dan Yuta (Dok. Mangaplus / Jujutsu Kaisen )
Yuji menunjukkan hasil poin yang didapat Hakari dan Yuta (Dok. Mangaplus / Jujutsu Kaisen )

Di episode animenya, Kenjaku menjelaskan kalau ia sudah menandai orang-orang yang akan dijadikan sebagai pesertanya. Jika sudah bangun, mereka akan memiliki teknik atau menjadi wadah penyihir kuno meski sebelumnya tak pernah terkait dengan dunia jujutsu.

Nah, pada saat kekuatan mereka bangkit, orang-orang tersebut harus mendeklarasikan keikutsertaannya dalam waktu 19 hari.

Batas waktu ini sendiri sempat menjadi target batas waktu bagi Megumi untuk mencegah Tsumiki ikut dalam permainan tersebut.

2. Pemain yang melanggar aturan sebelumnya akan mengalami penghapusan teknik kutukan

Sukuna menjelaskan bagaimana kutukan pembalik mereset efek burnout teknik kutukan ( Dok. Mangaplus / Jujutsu Kaisen )
Sukuna menjelaskan bagaimana kutukan pembalik mereset efek burnout teknik kutukan ( Dok. Mangaplus / Jujutsu Kaisen )

Nah, jika mereka yang dipilih Kenjaku menolak, maka hal inilah yang akan terjadi.

Peserta yang menolak ikut dalam Culling Game akan mengalami penghapusan teknik kutukan.

Masalahnya, teknik kutukan sendiri sudah terukir di bagian otak. Jika penghapusan teknik itu terjadi, maka otak penyihir itu akan mengalami kerusakan serius yang membahayakan nyawanya.

Untungnya, hal itu tak berlaku pada orang seperti Maki yang sejak awal tak punya teknik kutukan.

3. Orang biasa yang memasuki koloni akan langsung dianggap telah mendeklarasikan dirinya sebagai peserta

Rin Amai, teman sekolah Yuji dulu ( Dok. Shueisha / Jujutsu Kaisen )
Rin Amai, teman sekolah Yuji dulu ( Dok. Shueisha / Jujutsu Kaisen )

Selain orang yang dipilih Kenjaku, warga sipil berpotensi bisa menjadi peserta jika nekat memasuki koloni Culling Game.

Ia akan langsung dianggap sebagai bagian dari permainan jika memasuki koloni tersebut.

Namun ada pengecualian bagi warga sipil yang berada di dalam lokasi koloni sebelum Culling Game diadakan. Mereka akan diberi satu kali kesempatan keluar jika memang tak mau berpartisipasi.

Contohnya adalah Sasaki, senior Yuji di sekolah lamanya yang berhasil keluar dari koloni karena ia memilih tak mau mengikuti Culling Game.

4. Pemain mendapatkan poin dengan mengakhiri hidup pemain lain

Sukuna dan Hajime dalam wujud terkuat ( Dok. Shueisha / Jujutsu Kaisen )
Sukuna dan Hajime dalam wujud terkuat ( Dok. Shueisha / Jujutsu Kaisen )

Sebagai kompetisi bertahan hidup, Culling Game mengharuskan pesertanya membunuh peserta lain untuk mendapatkan poin.

Metode pembunuhannya sendiri tak terbatas. Peserta boleh saja melakukan segala macam cara baik dengan adu kekuatan langsung atau menyiapkan perangkap untuk menjebak peserta lain.

Namun cara ini mulai ditinggalkan para peserta yang memiliki moral yang baik berkat Higuruma yang menambahkan aturan transfer poin.

5. Poin ditentukan oleh pihak game master, skor 5 untuk penyihir dan 1 untuk non-penyihir

Yuji berbincang dengan Amai  ( Dok. Shueisha / Jujutsu Kaisen )
Yuji berbincang dengan Amai ( Dok. Shueisha / Jujutsu Kaisen )

Ada sedikit perbedaan pada angka poin yang didapat tergantung target yang berhasil dihabisi.

Jika yang dihabisi adalah penyihir, maka skor 5 poin akan didapatkan.

Namun jika yang dibunuh ternyata cuma warga biasa yang tak berkekuatan, maka skornya cuma 1 poin.

6. Tanpa menghitung poin pemain itu sendiri, pemain yang berhasil mengumpulkan 100 poin diperbolehkan bernegosiasi dengan game master untuk menambah aturan baru

Kogane mengumumkan Hajime mendapat poin (Dok. Shueisha / Jujutsu Kaisen)
Kogane mengumumkan Hajime mendapat poin (Dok. Shueisha / Jujutsu Kaisen)

Jika poin yang dikumpulkan peserta berhasil mencapai angka 100 tanpa menghitung angka peserta itu sendiri, maka ia diperbolehkan menambah aturan baru.

Ia tinggal menghubungi Kogane miliknya dan mengutarakan aturan yang dikehendaki. Namun sebagai bayarannya, poin miliknya tentu akan berkurang sesuai angka yang diumumkan pihak penyelenggara game.

Contohnya adalah Hajime yang berhasil mengumpulkan 200 poin, masih memiliki 100 poin setelah menambah aturan pelacakan lokasi peserta lain.

7. Sesuai dengan aturan nomor 6, game master harus menerima aturan baru apa pun yang diusulkan selama aturan tersebut tidak berdampak jangka panjang pada game

Yorozu memperkenalkan nama aslinya (Dok. Shueisha / Jujutsu Kaisen)
Yorozu memperkenalkan nama aslinya (Dok. Shueisha / Jujutsu Kaisen)

Meski bisa menambah aturan baru, peserta tak bisa melakukan sesuka hatinya.

Jika usulan aturan baru dinilai mengganggu kelangsungan permainan, Kogane akan langsung menolaknya dan meminta peserta tersebut membuat usulan lain.

Contohnya ada pada Megumi yang sempat beberapa kali gagal membuat aturan yang memungkinkan peserta keluar dan baru berhasil setelah ia menambahkan detail tentang syaratnya harus menghabiskan 100 poin dan harus mengundang peserta baru.

8. Jika skor pemain tetap sama selama 19 hari, mereka akan terkena penghapusan teknik kutukan

Tsumiki terbangun dari koma (Dok. Shueisha / Jujutsu Kaisen)
Tsumiki terbangun dari koma (Dok. Shueisha / Jujutsu Kaisen)

Pada awalnya, peserta punya waktu 19 hari untuk merubah poinnya.

Jika tak mengalami perubahan entah itu peningkatan atau penurunan setelah batas waktu itu terlewati, ia akan langsung terkena penghapusan teknik kutukan seperti yang dijelaskan pada poin kedua.

Hal ini juga menjelaskan kenapa Higuruma juga mendonasikan satu poin tersisa untuk Yuji agar poin milik pemuda tersebut mengalami satu kali perubahan demi memperpanjang batas waktu 19 hari tersebut.

Itulah penjelasan tentang 8 aturan pokok Culling Game. Secara garis besar, Culling Game memaksa orang-orang terpilih Kenjaku untuk ikut dalam batas 19 hari, karena menolak atau membiarkan poin “mandek” terlalu lama bisa berujung pada penghapusan teknik kutukan yang membahayakan nyawa. Di dalam koloni, peserta dituntut bertahan hidup dengan sistem poin, membunuh penyihir bernilai lebih besar daripada warga biasa,dan ketika sudah mengumpulkan 100 poin, mereka bisa mengajukan aturan baru lewat Kogane, meski tetap akan ditolak jika mengancam kelangsungan permainan. Kombinasi tenggat waktu, ancaman hukuman, dan mekanisme poin inilah yang membuat Culling Game bukan sekadar pertarungan, melainkan sistem yang mengurung para peserta agar terus bergerak, bertarung, dan mengikuti skenario Kenjaku.

Bagaimana pendapat kalian tentang Culling Game di Jujutsu Kaisen?

Diterbitkan pertama 30 Desember 2023, diterbitkan kembali 29 Januari 2026

Untuk informasi yang lebih lengkap soal anime-manga, film, game, dan gadget, yuk gabung komunitas Warga Duniaku lewat link berikut:

Discord: https://bit.ly/WargaDuniaku

Tele: https://t.me/WargaDuniaku

FAQ Seputar Aturan Culling Game Jujutsu Kaisen

Apa aturan utama Culling Game di Jujutsu Kaisen?

Aturan utamanya: orang yang ditandai Kenjaku wajib mendeklarasikan ikut dalam 19 hari, peserta mendapat poin dengan membunuh peserta lain, poin bisa dipakai untuk menambah aturan baru, dan jika poin tidak berubah selama 19 hari maka peserta terkena penghapusan teknik kutukan.

Apa yang terjadi kalau menolak ikut Culling Game?

Peserta yang menolak akan terkena “penghapusan teknik kutukan.” Karena teknik terukir di otak, penghapusan ini bisa menyebabkan kerusakan serius dan berujung kematian (kecuali orang yang sejak awal tidak punya teknik kutukan).

Berapa poin yang didapat saat membunuh di Culling Game?

Membunuh penyihir memberi 5 poin, sedangkan membunuh warga biasa/non-penyihir memberi 1 poin. Poin inilah yang dipakai untuk menambah aturan atau kebutuhan strategi lainnya.

Bagaimana cara menambah aturan baru di Culling Game?

Kumpulkan 100 poin (di luar poin diri sendiri), lalu ajukan aturan ke Kogane. Namun, Kogane bisa menolak jika aturan itu mengganggu kelangsungan permainan, jadi usulan harus tetap “masuk akal” dan tidak membubarkan game secara langsung.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Fahrul Razi Uni Nurullah
Agung Anggayuh Utomo Anggayuh Utomo
3+
Fahrul Razi Uni Nurullah
EditorFahrul Razi Uni Nurullah
Follow Us

Latest in Anime & Mange

See More

[QUIZ] Tipe Murid Seperti Apa Kamu Sesuai Karakter One Piece?

29 Jan 2026, 19:00 WIBAnime & Manga