Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Fakta Dewa Hujan Zaza One Piece, Ditakuti oleh Tenryuubito

5 Fakta Dewa Hujan Zaza One Piece, Ditakuti oleh Tenryuubito
Dewa Hujan Zaza. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)
Intinya Sih

  • Dewa Hujan Zaza pertama kali muncul di bab 1182 One Piece, menarik perhatian karena menambah daftar dewa setelah Nika dan disebut berasal dari ketakutan Tenryuubito terhadap hujan.
  • Wujud Zaza digambarkan sebagai sosok feminin bercadar dengan kekuatan air, namun diyakini hanya proyeksi mimpi buruk yang diciptakan Rimoshifu Killingham, bukan bentuk asli sang dewa.
  • Nama Zaza berasal dari onomatopoeia Jepang 'zaazaa' yang berarti suara hujan deras, memperkuat konsepnya sebagai Dewa Hujan dan menambah dimensi mitologi kuno dalam Final Saga One Piece.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

One Piece kembali menghadirkan konsep dewa baru di bab 1182.

Kali ini yang jadi sorotan adalah Dewa Hujan Zaza, sosok mengerikan yang langsung menarik perhatian fans setelah kemunculannya di Elbaph arc.

Bukan cuma karena ini menambah daftar “dewa” di One Piece setelah Sun God Nika, tetapi juga karena konsep “Dewa Hujan” sebenarnya sudah pernah disebut sejak lama.

Apa saja fakta menarik soal Zaza?

Table of Content

1. “Dewa Hujan” sebenarnya sudah disebut sejak Skypiea arc

1. “Dewa Hujan” sebenarnya sudah disebut sejak Skypiea arc

peta pulau Skypiea
Skypiea (dok. Shueisha/One Piece)

Di flashback Montblanc Noland dan Kalgara pada Skypiea arc, para Shandia pernah menyebut empat dewa ketika hendak mengorbankan Mousse demi menghentikan wabah penyakit.

Empat nama itu adalah:

  • Dewa Matahari
  • Dewa Hujan
  • Dewa Bumi
  • Dewa Hutan

Saat itu, semuanya terasa seperti bagian kecil dari lore Skypiea saja. Bahkan tampaknya masyarakat Shandia menganggap Kashigami sang ular raksasa sebagai sosok yang mewakili empat aspek tersebut.

Namun situasinya berubah di Final Saga.

Kini:

  • Dewa Matahari ternyata memang eksis lewat Nika,
  • Dewa Bumi dan Dewa Hutan disebut kembali dalam mural The Harley,
  • dan sekarang muncul pula Dewa Hujan.

Karena itu, makin terasa bahwa para dewa ini mungkin memang benar-benar ada dalam mitologi kuno dunia One Piece.

Hanya saja, seiring berjalannya waktu, masyarakat Shandia salah mengatribusikan konsep mereka kepada Kashigami.

2. Zaza dijelaskan pertama kali di One Piece 1182

Dewa Hujan Zaza. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)
Dewa Hujan Zaza. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)

Zaza pertama kali dijelaskan secara langsung di bab 1182.

Menurut Rimoshifu Killingham, para Tenryuubito hidup jauh di atas awan hujan di Mary Geoise.

Akibatnya, konsep hujan sendiri terasa asing dan menyeramkan bagi mereka.

Dari ketakutan itulah lahir sosok Dewa Hujan Zaza.

Dengan kata lain, bagi para Tenryuubito, hujan bukan sekadar fenomena alam… melainkan sesuatu yang terasa seperti ancaman dari dunia bawah.

Menariknya, Killingham sendiri mengaku bahwa ia tidak sengaja mengeluarkan Zaza.

Meski begitu, untuk sementara ia tampaknya masih mampu mengendalikan sosok tersebut.

3. Wujud Zaza di bab 1182 hanyalah proyeksi mimpi buruk

Rimoshifu Killingham dan Zaza. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)
Rimoshifu Killingham dan Zaza. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)

Di bab 1182, Zaza muncul sebagai sosok feminin bercadar dengan tangan berbentuk air dan kemampuan menciptakan hujan deras hingga banjir besar.

Namun ada detail penting yang perlu diperhatikan:
wujud ini kemungkinan bukan bentuk asli Zaza.

Yang muncul hanyalah proyeksi mimpi buruk yang dikeluarkan Killingham dari rasa takutnya sendiri.

Sebelumnya, Killingham juga pernah memunculkan versi “Nika gelap” dari mimpi buruk anak-anak Elbaph. Dan sosok itu jelas tidak sepenuhnya akurat dengan Nika asli.

Karena itu, besar kemungkinan Zaza yang muncul sekarang hanyalah interpretasi menyeramkan versi Killingham terhadap konsep Dewa Hujan.

Kalau Zaza asli memang benar-benar ada, bentuknya bisa saja sangat berbeda.

4. Nama “Zaza” ternyata cocok untuk Dewa Hujan

Nama “Zaza” kemungkinan berasal dari ザーザー (zaazaa), onomatopoeia Jepang untuk suara hujan deras yang turun terus-menerus.

Jadi secara harfiah, namanya memang sangat cocok untuk sosok Dewa Hujan.

Oda memang cukup sering menggunakan permainan bunyi atau onomatopoeia Jepang untuk nama karakter dan konsep unik di One Piece.

Bahkan Nika pun onomatopoeia Jepang untuk senyum.

5. Zaza jadi satu lagi “dewa” yang eksis di One Piece

Luffy Gear 5
Luffy Gear 5 (dok. Toei Animation/One Piece)

Kemunculan Zaza membuat daftar “dewa” di One Piece terasa semakin nyata.

Saat ini, sosok yang jelas diketahui benar-benar eksis adalah Nika.

Selain itu ada juga sosok "Dewa Perang Elbaph." Meski belum jelas apakah itu beneran dewa atau hanya raksasa masa lampau yang sangat kuat.

Dan karena Nika memiliki Buah Iblis bertipe Mythical Zoan…

Muncul pertanyaan besar: kalau Dewa Matahari punya Hito Hito no Mi, Model: Nika, mungkinkah Hito Hito no Mi, Model: Zaza juga benar-benar ada?

Kalau iya, maka Final Saga tampaknya akan semakin banyak membahas kekuatan-kekuatan mitologis kuno yang selama ini hanya dianggap legenda di dunia One Piece!

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Fahrul Razi Uni Nurullah
EditorFahrul Razi Uni Nurullah
Follow Us

Related Articles

See More