7 Fakta Menarik Naoya Zenin, Putranya Naobito Jujutsu Kaisen!

- Naoya Zenin adalah penyihir berpengaruh dari klan Zenin dan putra bungsu Naobito; meski paling muda, ia dianggap paling “mewarisi” ayahnya karena menguasai Projection Sorcery dengan sangat baik dan punya posisi kuat di klan.
- Pengaruh Naoya terlihat dari perannya sebagai pemimpin Hei, unit pasukan elit Zenin yang berisi penyihir-penyihir di atas rata-rata, sehingga menegaskan statusnya berada di level lebih tinggi dibanding beberapa anggota klan lain.
- Secara pribadi, Naoya memuja Toji setelah menyadari potensi Toji sejak kecil, tetapi ia sangat membenci Maki; ia kerap menindas dan merundung Maki, serta tidak rela Maki dianggap bisa sejajar dengan Toji dan Gojo.
- Setelah Naobito wafat, Naoya nyaris jadi kepala klan, tetapi wasiat memilih Megumi (karena Gojo tersegel) membuat Naoya tersingkir dan ikut berkonspirasi. Ia kalah dari Maki yang bangkit potensinya, lalu tewas bukan oleh teknik/senjata kutukan sehingga bangkit sebagai kutukan di Culling Game, namun tetap dikalahkan Maki meski sudah memiliki Domain Expansion.
Naoya adalah salah satu anggota klan Zenin yang cukup berpengaruh di sepanjang cerita Jujutsu Kaisen. Ia sendiri diketahui adalah penyihir yang ternyata pernah mengalami hal sama yang pernah dialami Sukuna.
Apa saja fakta menarik Naoya Zenin? Berikut daftarnya!
Table of Content
1. Putra kandung Naobito

Naoya diketahui merupakan putra bungsu dari Naobito.
Meski lebih muda dari sang kakak, Naoya sendiri ternyata jauh lebih mirip ayahnya baik dari segi kekuatan maupun pencapaiannya di klan.
Ia diketahui menguasai teknik Projection Sorcery seperti Naobito dan mampu menggunakannya dengan sangat baik.
2. Pemimpin unit Hei

Nama Naoya di keluarganya terbilang sangat berpengaruh.
Ia diketahui memimpin sebuah unit pasukan spesial klan Zenin yang bernama Hei.
Hei sendiri adalah kelompok elit yang berisikan para penyihir yang level kekuatannya di atas rata-rata petarung klan tersebut.
Hal itu menunjukkan seberapa kuat Naoya dibandingkan dengan penyihir lain dalam klan Zenin seperti Ogi atau Jinichi yang dianggap tak ada apa-apanya.
3. Diketahui sangat memuja Toji

Meski Toji diketahui sangat dibenci klannya sendiri, Naoya justru sangat memujanya.
Hal itu terjadi pertama kali saat Naoya yang kala itu masih bocah berjumpa dengan pria tersebut. Pada saat itulah, anak Naobito itu mulai memahami seberapa besar potensi sejati Toji.
Ia bahkan tak rela Maki bisa sejajar dengan pria tersebut. Bagi Naoya, hanya dirinya saja yang berhak berada di posisi yang sejajar dengan Toji dan Gojo.
4. Kerap menindas Maki saat gadis itu masih tinggal di kediaman klan Zenin

Meskipun memuja Toji, nyatanya Naoya begitu membenci Maki meski keduanya sama-sama memiliki bakat yang sama.
Ia bahkan sering menindas Maki dan menghajarnya hingga terkapar saat mereka masih tinggal di kediaman Zenin.
Tak sampai di situ saja, Naoya juga sering merundungnya secara verbal seperti mengata-ngatai kondisi luka bakar gadis tersebut.
5. Gagal jadi penerus ayahnya karena tersegelnya Gojo

Di bab 138, awalnya Naoya hampir menjadi kepala klan karena ayahnya saat itu telah meninggal dunia setelah mengikuti pertarungan di Shibuya.
Namun, kenyataan justru berkata lain saat Naobito membuat wasiat di mana ia akan menunjuk Megumi sebagai kepala klan yang baru dengan satu kondisi, yaitu Gojo berhalangan karena meninggal atau mengalami masalah dengan mental.
Nah, Megumi otomatis terpilih karena saat itu Gojo telah tersegel dalam Prison Realms.
Alhasil, posisi Naoya pun tergeser hingga ia sampai berkonspirasi dengan anggota klan Zenin lainnya untuk membunuh pemuda itu dan juga kedua putri Ogi.
6. Menjadi kutukan gara-gara dibunuh oleh ibu Maki

Saat Maki mengamuk di kediaman klan Zenin dan membantai habis semua pasukannya, Naoya sempat bertarung dengannya.
Namun karena potensi Maki saat itu telah bangkit usai kematian Mai, Naoya sendiri berakhir dihajar habis-habisan. Ironisnya, ia malah kemudian tewas gara-gara tusukan belati dari ibu Maki yang saat itu juga sekarat.
Gara-gara tewas bukan karena teknik atau senjata kutukan, Naoya pun bangkit menjadi kutukan dan menjadi salah satu peserta Culling Game.
7. Tewas di tangan Maki

Nasib Naoya bisa kita katakan telah terkunci di tangan Maki.
Bukan hanya kalah saat menjadi manusia, Naoya juga berhasil dikalahkan meski telah menjadi arwah kutukan dan menguasai Domain Expansion.
Alasannya ternyata Maki berhasil meningkatkan potensinya ke level yang setara Toji berkat ajaran tak langsung dari Daido dan Miyo.
Itulah daftar fakta menarik dari Naoya, putra kandung Naobito.
Bagaimana pendapat kalian?
Diterbitkan pertama 09 November 2023, diterbitkan kembali 13 Januari 2026
Untuk informasi yang lebih lengkap soal anime-manga, film, game, dan gadget, yuk gabung komunitas Warga Duniaku lewat link berikut:
Discord: https://bit.ly/WargaDuniaku
Tele: https://t.me/WargaDuniaku
FAQ Seputar Naoya Zenin Jujutsu Kaisen
| Siapa Naoya Zenin dan apa posisinya di klan Zenin? | Naoya adalah penyihir berpengaruh dari klan Zenin dan putra bungsu Naobito. Meski paling muda, ia dianggap paling mirip ayahnya dari sisi kekuatan dan pencapaian, serta memiliki pengaruh besar dalam struktur klan. |
| Apa kemampuan utama Naoya, dan kenapa ia dianggap kuat? | Naoya menguasai Projection Sorcery seperti Naobito dan mampu menggunakannya dengan sangat baik. Ia juga memimpin Hei, unit pasukan spesial/elit klan Zenin yang berisi penyihir dengan level kekuatan di atas rata-rata, sehingga menunjukkan posisi Naoya berada di jajaran atas klannya. |
| Kenapa Naoya memuja Toji tetapi membenci Maki? | Naoya mulai memuja Toji sejak kecil setelah menyaksikan langsung potensi Toji. Namun ia sangat membenci Maki meski keduanya punya “bakat” yang sejenis, karena Naoya tidak rela Maki dianggap bisa sejajar dengan Toji dan Gojo. Ia bahkan disebut sering menindas Maki secara fisik dan verbal saat masih di kediaman Zenin. |
| Kenapa Naoya gagal menjadi kepala klan Zenin? | Setelah Naobito tewas pasca insiden Shibuya, Naoya sempat hampir menjadi kepala klan. Namun wasiat Naobito menunjuk Megumi sebagai kepala klan dengan kondisi Gojo berhalangan; saat itu Gojo tersegel, sehingga Megumi otomatis terpilih dan posisi Naoya tergeser. |



















