Shunsuke Takai dari Dentsu Inc. Japan bicara online di BEAST 2026. Fotografer: Fahrul Nurullah
BEAST 2026 menghadirkan sejumlah pembicara dari industri animasi dan kreatif yang berbagi perspektif mengenai berbagai topik, mulai dari pengembangan IP hingga peluang industri animasi di pasar global.
Beberapa nama yang hadir antara lain Bernardus Sabar Wahyudi, CEO Leomotions Studio; Gilang Bhagaskara, IP Producer dari Infinite Studios; serta Novia Puspa Sari, Producer dari Visinema Animation.
Selain itu, ada pula Shunsuke Takai dari Dentsu Inc. Japan yang menyampaikan materinya secara daring kepada para peserta.
Mengikuti panel-panel ini menjadi pengalaman menarik karena masing-masing pembicara membawa perspektif yang berbeda.
Misalnya, Sabar dari Leomotions tidak hanya berbagi pengalaman mengenai keterlibatan studionya dalam pengerjaan film Jumbo, tetapi juga menjawab berbagai pertanyaan dari peserta.
Salah satunya adalah pertanyaan saya mengenai faktor utama yang dicari Leomotions ketika mengevaluasi sebuah IP untuk potensi kolaborasi. Menariknya, ia menekankan bahwa kekuatan cerita merupakan hal yang sangat penting, bahkan menyampaikan bahwa fanbase bisa dibangun, tetapi cerita tidak bisa begitu saja diciptakan.
Sementara itu, Shunsuke Takai membahas bagaimana IP Jepang dapat menjangkau pasar internasional, berbagai pelajaran dari pengembangan IP, hingga potensi budaya Indonesia sebagai sumber inspirasi untuk karya kreatif yang bisa dikenal dunia.