Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Install

10 Karakter X-Men yang Paling Legendaris, Kini Mulai Masuk MCU!

10 min read
10 Karakter X-Men yang Paling Legendaris, Kini Mulai Masuk MCU!
Para mutant di X-Men (dok. 20th Century Fox/X-Men: Days of the Future Past)
  • Wolverine ditempatkan sebagai ikon utama X-Men berkat perjalanan Hugh Jackman sejak era Fox hingga Deadpool & Wolverine, dengan kekuatan regenerasi, cakar adamantium, dan perkembangan emosionalnya.

  • Professor X, Magneto, Jean Grey, Storm, dan Cyclops menonjol lewat peran kepemimpinan, konflik ideologis, serta kekuatan besar yang membentuk dinamika utama dunia mutan.

  • Sejumlah mutan Fox mulai terhubung ke MCU melalui Beast di The Marvels, Gambit dan Wolverine di Deadpool & Wolverine, serta kemunculan dan rencana keterlibatan karakter lain.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Anggota X-Men paling legendaris tentu punya tempat tersendiri di hati fans Marvel, apalagi buat kamu yang sudah mengikuti film-film mutan garapan 20th Century Fox.

Sebelum Avengers mendominasi layar lebar, karakter seperti Wolverine, Professor X, dan Magneto sudah lebih dahulu memperkenalkan dunia superhero dengan konflik yang cukup kompleks, mulai dari diskriminasi manusia terhadap mutan hingga pertarungan antarsesama X-Men.

Menariknya, setelah Marvel Studios mengakuisisi hak karakter X-Men melalui pembelian aset Fox oleh Disney, sejumlah mutan ikonik mulai bermunculan dalam Marvel Cinematic Universe (MCU).

Sebut saja Wolverine dalam Deadpool & Wolverine (2024), Gambit yang akhirnya diperankan oleh Channing Tatum, hingga Jean Grey versi baru yang diperkenalkan melalui Spider-Man: Brand New Day (2026).

Namun, dari sekian banyak mutan yang pernah tampil di layar lebar, siapa saja yang paling berkesan? Berikut sepuluh karakter X-Men paling legendaris dari berbagai generasi film, termasuk beberapa yang kini mulai meramaikan MCU.

  1. 10. Rogue, mutan yang kekuatannya justru menjadi kutukan

    Rogue.jpg
    Rogue (dok. 20th Century Fox/X-Men)

    Rogue yang diperankan Anna Paquin merupakan salah satu karakter penting dalam film X-Men (2000).

    Berbeda dengan anggota X-Men lain yang leluasa menggunakan kemampuan mereka, Rogue justru kesulitan menjalani kehidupan normal karena kekuatan mutannya.

    Ia memiliki kemampuan menyerap energi kehidupan, ingatan, hingga kekuatan mutan lain melalui sentuhan kulit.

    Sayangnya, kemampuan tersebut membuat Rogue tidak bisa sembarangan menyentuh orang lain, bahkan seseorang yang disayanginya.

    Salah satu momen paling ikonik terjadi ketika Wolverine membiarkan Rogue menyerap kekuatan regenerasinya untuk menyelamatkan nyawanya.

    Menariknya, film X-Men: The Last Stand juga memperlihatkan konflik batin Rogue saat muncul obat yang diklaim bisa menghilangkan kemampuan mutan.

    Kisahnya membuktikan bahwa menjadi mutan bukan selalu soal memiliki kekuatan super, tetapi juga perjuangan menerima identitas diri

  2. 9. Beast, ilmuwan jenius yang kini sudah muncul di MCU

    Beast.jpg
    Beast (dok. Marvel Studios/The Marvels)

    Beast atau Hank McCoy menjadi salah satu contoh mutan yang mengandalkan kecerdasan sekaligus kekuatan fisik.

    Karakter ini diperankan Kelsey Grammer dalam X-Men: The Last Stand, kemudian Nicholas Hoult mengambil peran sebagai versi mudanya sejak X-Men: First Class.

    Berbeda dengan anggota lain, Beast memiliki kemampuan fisik menyerupai binatang buas.

    Tubuhnya dipenuhi bulu biru, dengan kekuatan, kelincahan, dan refleks yang jauh melampaui manusia biasa.

    Namun, yang membuat Beast menarik adalah kecerdasannya sebagai ilmuwan.

    Ia terlibat dalam berbagai penelitian mutasi dan teknologi yang membantu perjuangan X-Men.

    Kemunculannya kembali dalam adegan mid-credit The Marvels (2023) juga menjadi kejutan besar.

    Beast versi Kelsey Grammer terlihat merawat Monica Rambeau yang terjebak di realitas alternatif, sekaligus menyebut nama Charles Xavier.

    Adegan singkat tersebut menjadi salah satu penghubung penting antara dunia X-Men dengan konsep multiverse MCU.

  3. 8. Gambit, Mutan dengan kartu peledak yang akhirnya bersinar di MCU

    Gambit Fox dan MCU.jpg
    Gambit versi Fox dan MCU (dok. Disney)

    Buat kamu yang mengikuti film X-Men sejak era Fox, Gambit sebenarnya sudah pernah diperankan Taylor Kitsch dalam X-Men Origins: Wolverine (2009).

    Sayangnya, penampilannya cukup terbatas sehingga kemampuan Gambit belum mendapat banyak kesempatan untuk bersinar.

    Hal tersebut berubah ketika Channing Tatum akhirnya memerankan Gambit dalam film Deadpool & Wolverine (2024).

    Gambit memiliki kemampuan mengisi benda dengan energi kinetik hingga membuatnya meledak.

    Ia biasa menggunakan kartu remi sebagai proyektil, tetapi juga piawai bertarung menggunakan tongkat panjang.

    Dalam Deadpool & Wolverine, Gambit ikut bertempur bersama Deadpool, Wolverine, Blade, Elektra, dan X-23 melawan pasukan Cassandra Nova di Void.

    Menariknya, penampilan tersebut terasa seperti penebusan bagi Channing Tatum yang sebelumnya sempat direncanakan membintangi film solo Gambit, tetapi proyeknya dibatalkan.

    Meski durasi kemunculannya tidak sepanjang karakter utama, Gambit langsung mencuri perhatian melalui gaya bertarung, aksen Cajun yang kental, dan serangan kartu peledaknya.

    Apalagi, Tatum juga telah dikonfirmasi masuk jajaran pemeran Avengers: Doomsday.

  4. 7. Nightcrawler, mutan teleportasi yang sulit ditangkap

    Nightcrawler (dok. 20th Century Fox/X2)
    Nightcrawler (dok. 20th Century Fox/X2)

    Nightcrawler atau Kurt Wagner pertama kali tampil dalam film X2: X-Men United (2003), diperankan Alan Cumming.

    Penampilannya cukup ikonik karena tubuhnya berwarna biru, memiliki ekor panjang, dan bentuk fisik yang menyerupai iblis.

    Namun, di balik penampilannya yang menyeramkan, Nightcrawler justru dikenal sebagai sosok yang religius dan memiliki kepribadian lembut.

    Kemampuan utamanya adalah teleportasi, yang membuatnya dapat berpindah tempat secara instan.

    Salah satu adegan paling terkenal terjadi ketika Nightcrawler menyerang Gedung Putih dan berhasil menghindari tembakan pasukan keamanan dengan teleportasi beruntun.

    Versi mudanya kemudian diperankan Kodi Smit-McPhee dalam X-Men: Apocalypse dan Dark Phoenix.

    Menariknya, Nightcrawler bukan karakter yang mengandalkan kekuatan penghancur.

    Dalam pertarungan, kemampuannya justru sangat berbahaya karena dapat mengecoh musuh, menyelamatkan rekan, dan menyerang dari arah yang sulit diprediksi.

    Kembalinya Alan Cumming dalam jajaran pemeran Avengers: Doomsday juga membuat Nightcrawler semakin relevan untuk penggemar film Marvel.

  5. 6. Cyclops, pemimpin X-Men yang sering tertutup popularitas Wolverine

    Cyclops.jpg
    James Marsden alias Cyclops, ketika mengaktifkan optic blast (dok. 20th Centrury Fox/X-Men)

    Cyclops atau Scott Summers merupakan salah satu anggota terpenting X-Men.

    Dalam trilogi original, karakter ini diperankan oleh James Marsden, sementara versi mudanya dimainkan oleh Tye Sheridan dalam X-Men: Apocalypse dan Dark Phoenix.

    Cyclops memiliki kemampuan menembakkan energi optik dari matanya.

    Namun, kekuatan tersebut sulit dikendalikan tanpa kacamata khusus atau visor yang terbuat dari material ruby quartz.

    Dari segi kekuatan, serangannya mampu menghancurkan objek dan melontarkan musuh dengan tekanan besar.

    Sayangnya, kemampuan Cyclops terkadang kurang mendapatkan kesempatan untuk tampil maksimal dalam film-film Fox.

    Contohnya, dalam X-Men: The Last Stand, Cyclops justru kehilangan nyawa pada awal cerita akibat kekuatan Phoenix yang tidak terkendali.

    Padahal, Cyclops merupakan salah satu pemimpin lapangan X-Men yang mampu menyusun strategi dan mengambil keputusan ketika Profesor X tidak ikut bertempur.

    Karena itu, Cyclops bisa dinilai sebagai salah satu karakter yang potensinya kurang dimaksimalkan dalam adaptasi film.

    Kembalinya James Marsden di Avengers: Doomsday menjadi kesempatan menarik untuk memberikan porsi aksi yang lebih besar kepada pemimpin X-Men ini.

  6. 5. Storm, pengendali cuaca yang bisa mengubah medan pertempuran

    Storm.jpg
    Storm (dok. 20th Century Fox/X-Men: Apocalypse)

    Storm atau Ororo Munroe merupakan salah satu mutan paling ikonik berkat kemampuannya mengendalikan cuaca.

    Dalam film X-Men original, karakter ini diperankan Halle Berry, sementara Alexandra Shipp tampil sebagai Storm muda sejak X-Men: Apocalypse.

    Kekuatan Storm tidak hanya terbatas pada menciptakan petir.

    Ia juga mampu memanggil badai, mengendalikan angin, dan menciptakan perubahan atmosfer dalam skala besar.

    Bayangkan saja, ketika kebanyakan anggota X-Men harus mendekati musuh untuk menyerang, Storm dapat mengendalikan kondisi pertempuran dari udara.

    Dalam X-Men: The Last Stand, Storm juga mulai mengambil peran kepemimpinan yang lebih besar setelah kematian Professor X.

    Sementara itu, versi mudanya dalam X-Men: Apocalypse awalnya bergabung dengan Apocalypse sebagai salah satu Four Horsemen sebelum akhirnya membelot dan membantu X-Men.

    Storm layak masuk jajaran teratas karena kekuatannya sangat fleksibel, baik untuk menyerang banyak musuh sekaligus maupun melindungi anggota tim.

  7. 4. Magneto, musuh sekaligus sekutu yang paling sulit ditebak

    Magneto dalam X-Men (dok. 20th Century Fox/X-Men)
    Magneto dalam X-Men (dok. 20th Century Fox/X-Men)

    Meskipun lebih sering menjadi antagonis daripada anggota tetap X-Men, sulit membahas sejarah film mutan Marvel tanpa menyebut Magneto.

    Karakter bernama Erik Lehnsherr ini diperankan oleh Ian McKellen dalam trilogi original dan Michael Fassbender dalam seri prekuel.

    Magneto memiliki kemampuan mengendalikan medan magnet, sehingga dapat memanipulasi berbagai objek logam dengan sangat mudah.

    Salah satu momen paling mengerikan terjadi dalam X-Men: Days of Future Past, ketika Magneto muda mengangkat sebuah stadion untuk menggunakannya dalam rencana menghadapi pemerintah.

    Namun, daya tarik Magneto bukan sekadar kekuatannya.

    Ia memiliki pandangan yang bertolak belakang dengan Professor X dalam memperjuangkan hak para mutan.

    Jika Charles Xavier percaya manusia dan mutan bisa hidup berdampingan, Magneto menganggap mutan harus menunjukkan kekuatan agar tidak terus ditindas.

    Menariknya, Magneto juga beberapa kali bekerja sama dengan X-Men ketika menghadapi ancaman yang lebih besar. Hubungan kompleksnya dengan Professor X membuat Magneto bukan sekadar villain biasa.

    Ian McKellen pun telah diumumkan kembali sebagai salah satu pemeran Avengers: Doomsday, menandai berlanjutnya warisan Magneto dalam film Marvel.

  8. 3. Jean Grey, mutan yang kekuatannya bisa menjadi ancaman dunia

    Jean Grey Fox dan MCU.jpg
    Jean Grey versi Fox dan MCU (dok. Disney)

    Jean Grey menjadi salah satu karakter paling berbahaya dalam sejarah film X-Men.

    Dalam trilogi original, ia diperankan Famke Janssen, kemudian Sophie Turner mengambil peran Jean muda dalam X-Men: Apocalypse dan Dark Phoenix.

    Jean memiliki kemampuan telepati dan telekinesis yang luar biasa. Namun, kekuatannya meningkat drastis ketika sisi Phoenix mulai mengambil alih dirinya.

    Dalam X-Men: The Last Stand, Jean bahkan mampu menghancurkan tubuh manusia hingga menjadi partikel kecil.

    Kekuatan tersebut membuat Professor X dan Magneto kesulitan mengendalikannya, sementara Wolverine harus mengambil keputusan menyakitkan untuk menghentikan Jean.

    Versi Sophie Turner juga memperlihatkan potensi besar Phoenix.

    Dalam Dark Phoenix (2019), Jean menyerap energi kosmik ketika menjalankan misi penyelamatan di luar angkasa. Setelahnya, kekuatannya meningkat hingga mampu menghadapi berbagai mutan sekaligus.

    Menariknya, Jean Grey kini sudah memiliki versi baru di MCU, diperankan oleh Sadie Sink dalam Spider-Man: Brand New Day (2026).

    Berbeda dari versi Fox, Jean muda ini diperlihatkan menggunakan kemampuan psikis untuk memindahkan kesadarannya dan mengendalikan tubuh orang lain.

    Kemampuan tersebut membuatnya menjadi ancaman yang sulit dihadapi oleh Spider-Man.

    Meski kekuatan Phoenix belum menjadi fokus dalam penampilan MCU-nya, Jean berpotensi berkembang menjadi salah satu mutan paling berbahaya pada masa mendatang

  9. 2. Professor X, pendiri X-Men yang bahkan diperhitungkan di MCU

    patrick stewart professor x.jpg
    Patrick Stewart sebagai Professor X. (Dok. 20th Century Fox/X-Men)

    Siapa yang tidak mengenal Professor Charles Xavier?

    Sosok pendiri X-Men ini menjadi salah satu karakter terpenting dalam seluruh film mutan Marvel.

    Patrick Stewart memerankannya dalam trilogi original, sementara James McAvoy tampil sebagai Charles muda sejak X-Men: First Class.

    Berbeda dengan anggota X-Men yang mengandalkan kemampuan fisik, Professor X merupakan seorang telepat dengan kemampuan membaca pikiran, berkomunikasi secara mental, hingga mengendalikan kesadaran orang lain.

    Melalui perangkat Cerebro, Charles bahkan mampu mendeteksi keberadaan mutan di berbagai penjuru dunia.

    Uniknya, pengaruh Professor X jauh melampaui kekuatannya.

    Ia mendirikan sekolah untuk membantu para mutan memahami kemampuan mereka, sekaligus mengajarkan bahwa manusia dan mutan dapat hidup berdampingan.

    Hubungannya dengan Magneto juga menjadi salah satu konflik paling berkesan.

    Keduanya mempunyai tujuan memperjuangkan keselamatan mutan, tetapi memilih pendekatan yang sangat berbeda.

    Professor X bahkan sudah muncul dalam MCU melalui Doctor Strange in the Multiverse of Madness (2022).

    Patrick Stewart memerankan varian Charles Xavier dari Earth-838, yang menjadi anggota Illuminati sebelum akhirnya dibunuh Scarlet Witch.

    Kemunculan tersebut membuktikan betapa pentingnya Professor X sebagai penghubung antara warisan film Fox dan dunia MCU.

    Apalagi, Patrick Stewart juga telah dikonfirmasi kembali dalam Avengers: Doomsday.

    Sayangnya, dunia perfilman kini harus kehilangan sosok legendaris di balik Professor X.

    Patrick Stewart dikabarkan meninggal dunia pada Rabu, 28 Oktober 2026, di kediamannya di Los Angeles, Amerika Serikat, pada usia 86 tahun.

    Menurut Variety, aktor yang juga dikenal sebagai Captain Jean-Luc Picard dalam Star Trek tersebut berpulang setelah berjuang melawan penyakit Alzheimer dan demensia Lewy Body.

    Keluarga serta timnya turut mengenang suara khas dan kemampuan akting Stewart yang meninggalkan kesan mendalam selama puluhan tahun.

    Kepergian Stewart tentu menjadi kehilangan besar bagi penggemar X-Men, terutama generasi yang tumbuh bersama film original sejak tahun 2000.

    Marvel Studios bahkan telah mengonfirmasi bahwa Avengers: Doomsday akan menjadi penampilan terakhirnya sebagai Charles Xavier di layar lebar.

    Dengan demikian, film tersebut berpotensi menjadi momen perpisahan emosional bagi salah satu pemeran superhero paling ikonik dalam sejarah Marvel.

  10. 1. Wolverine, ikon X-Men yang bertahan dari era Fox hingga MCU

    Wolverine.jpg
    Wolverine (dok. Marvel Studios/Deadpool & Wolverine)

    Sulit membicarakan anggota X-Men paling legendaris tanpa menempatkan Wolverine di posisi pertama.

    Karakter bernama Logan ini sudah identik dengan Hugh Jackman sejak film X-Men (2000), bahkan menjadi salah satu mutan yang paling banyak mendapatkan cerita sendiri.

    Wolverine memiliki kemampuan regenerasi yang luar biasa, indra sangat tajam, serta cakar yang dapat muncul dari tangannya.

    Setelah menjalani eksperimen Weapon X, kerangkanya dilapisi logam adamantium yang membuatnya semakin sulit dikalahkan.

    Namun, kekuatan bukan satu-satunya alasan Wolverine begitu populer.

    Karakternya justru menarik karena memiliki kepribadian kasar, sulit mempercayai orang lain, tetapi diam-diam sangat peduli terhadap orang-orang terdekatnya.

    Perkembangan tersebut mencapai puncaknya dalam Logan (2017), ketika Wolverine yang sudah menua harus melindungi Laura atau X-23.

    Film tersebut memberikan akhir emosional bagi perjalanan panjang Logan versi Fox.

    Meski begitu, Hugh Jackman kembali mengenakan cakar adamantiumnya dalam Deadpool & Wolverine (2024), kali ini dengan kostum kuning dan biru yang sangat dinantikan penggemar.

    Menariknya, Wolverine dalam film MCU tersebut merupakan varian dari universe berbeda, bukan Logan yang bangkit setelah kematiannya pada 2017.

    Ia memiliki masa lalu kelam karena gagal menyelamatkan para X-Men di dunianya sendiri.

    Bersama Deadpool, varian Wolverine ini kemudian berusaha menebus kegagalannya dengan menghadapi Cassandra Nova dan menyelamatkan realitas mereka dari kehancuran.

    Kehadirannya membuktikan bahwa Wolverine bukan sekadar petarung kuat, tetapi juga karakter dengan perkembangan emosional yang mampu menghubungkan berbagai generasi penonton Marvel.

    Tak berlebihan jika ia dinilai sebagai wajah paling ikonik dari franchise film X-Men.

    Menurutmu, siapa anggota X-Men paling legendaris yang layak menjadi pusat cerita dalam film Marvel berikutnya?

    Untuk informasi yang lebih lengkap soal anime dan manga, film, game, serta gadget, yuk gabung komunitas Warga Duniaku lewat link berikut:

    Discord: https://bit.ly/WargaDuniaku

    Tele: https://t.me/WargaDuniaku

    WA Channel: https://bit.ly/WAChannelDuniaku

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More