Jika Thunderbolts Marvel Dapat Sekuel, Ini 7 Karakter yang Cocok Gabung!

Marvel Studios belum mengumumkan sekuel Thunderbolts, tetapi rumor roster baru membuka peluang eksplorasi program bagi individu bermasalah.
Konsep kesempatan kedua dapat menjadi arah berbeda, dengan karakter yang diuji untuk membuktikan kemampuan mereka sebagai pahlawan.
Abomination, Daredevil, Bullseye, Punisher, Songbird, Baron Zemo, dan Paladin dinilai cocok dengan gagasan tersebut.
Marvel Studios memang belum mengumumkan sekuel Thunderbolts secara resmi. Namun, rumor mengenai kelanjutan filmnya sudah beredar, termasuk kemungkinan bahwa film berikutnya akan menghadirkan roster baru, bukan sekadar melanjutkan petualangan Yelena Belova dan kawan-kawan.
Gagasan ini sebenarnya masuk akal. Pada akhir film pertamanya, para anggota Thunderbolts diperkenalkan kepada publik sebagai New Avengers. Artinya, jika program Thunderbolts kembali dijalankan, Valentina Allegra de Fontaine (atau pihak lain yang membuatnya) mungkin tergoda kembali mengumpulkan orang bermasalah lainnya untuk menjalankan misi-misi yang tidak bisa ditangani oleh superhero biasa, atau mungkin untuk membuktikan mereka pantas jadi hero.
Nah, kalau Thunderbolts benar-benar mendapatkan sekuel dengan roster baru, siapa saja karakter Marvel yang cocok bergabung?
Table of Content
Pendahulu: Konsep Menarik yang Bisa Dieksplorasi

jajaran anggota tim Thunderbolts di versi komik (dok. Marvel) Salah satu aspek menarik dari film Thunderbolts pertama adalah bagaimana hampir semua anggotanya memiliki keterkaitan dengan Valentina Allegra de Fontaine.
Yelena Belova, John Walker, dan Ghost merupakan orang-orang yang pernah bekerja untuk Valentina sebagai operator lapangannya. Ketika mereka mulai menjadi beban atau mengetahui terlalu banyak, Val justru berusaha menyingkirkan mereka.
Bob Reynolds alias Sentry memiliki hubungan yang berbeda. Ia merupakan bagian dari eksperimen gelap yang melibatkan OXE Group, perusahaan yang berada di bawah kendali Valentina.
Sementara itu, Bucky Barnes awalnya terlibat karena ingin menyelidiki dan menghentikan Valentina dari dalam pemerintahan.
Hanya Red Guardian yang punya alasan berbeda untuk berada di sana, terutama karena hubungannya dengan Yelena.
Pada akhirnya, orang-orang bermasalah yang semula berkumpul karena Valentina justru berhasil bekerja sama menghadapi ancaman Void. Mereka membuktikan bahwa sekumpulan individu bermasalah pun masih bisa melakukan sesuatu yang benar.
Lantas, bagaimana jika sekuelnya mengambil arah berbeda? Alih-alih mengulang kisah penyamaran para penjahat sebagai superhero, film berikutnya bisa mengeksplorasi program yang mengumpulkan orang-orang bermasalah, memberi mereka kesempatan kedua, dan menguji apakah mereka benar-benar mampu menjadi pahlawan.
Berikut tujuh karakter yang menurut saya menarik untuk dipertimbangkan!
1. Abomination

Tim Roth sebagai Emil Blonsky alias Abomination (dok. Disney+/She-Hulk: Attorney at Law) Abomination sebenarnya merupakan salah satu karakter yang terasa cocok untuk bergabung dengan Thunderbolts sejak awal.
Emil Blonsky memiliki kekuatan fisik yang luar biasa, daya tahan tinggi, dan penampilan monster yang bisa menjadi pembeda dari roster pertama Thunderbolts. Jika tim ini membutuhkan anggota dengan kemampuan tempur yang lebih brutal, Abomination jelas bisa menjadi aset berharga.
Namun, daya tarik Blonsky bukan hanya soal kekuatan.
Setelah menjadi ancaman besar dalam The Incredible Hulk, ia menjalani perjalanan yang cukup berbeda dalam She-Hulk: Attorney at Law. Blonsky berusaha memperbaiki hidupnya, mengikuti program rehabilitasi, dan membangun komunitas bagi orang-orang yang ingin berubah.
Tentu saja, perjalanan tersebut tidak membuatnya otomatis menjadi orang yang bisa dipercaya sepenuhnya. Justru di situlah potensi ceritanya.
Bagaimana jika seseorang yang pernah menjadi monster dan nyaris membunuh banyak orang diberi kesempatan untuk membuktikan bahwa dirinya sudah berubah?
Thunderbolts bisa menjadi tempat yang menarik bagi Blonsky untuk menunjukkan bahwa penebusan dosa tidak selalu harus dilakukan dengan menjadi superhero konvensional.
2. Daredevil

Daredevil di serial Daredevil: Born Again (dok. Marvel Television) Memasukkan Daredevil ke dalam daftar ini mungkin terdengar agak aneh. Bukankah Matt Murdock justru berjuang agar sistem hukum berjalan sebagaimana mestinya?
Namun, perkembangan ceritanya dalam Daredevil: Born Again membuat gagasan ini menarik untuk dibahas. Karena Matt berujung dipenjara di Season 2.
Ini skenario yang membuka jalan bagi dirinya untuk masuk ke program Thunderbolts. Status Matt sebagai tahanan atau sosok yang bermasalah di mata pemerintah bisa menjadi alasan untuk menawarkan kerja sama kepadanya.
Apalagi, Matt bukanlah orang yang melawan hukum tanpa alasan. Ia berulang kali menghadapi situasi ketika sistem hukum gagal menghentikan penjahat yang berbahaya, termasuk Fisk.
Jika pihak berwenang melihat bahwa kemampuan dan pengalamannya masih berguna, menawarkan kesempatan untuk menjalankan misi khusus bisa menjadi salah satu cara memanfaatkan Daredevil tanpa harus mengabaikan konflik moral yang melekat pada dirinya.
Tentu saja, Matt bukan tipe orang yang akan menerima perintah begitu saja, apalagi jika perintah tersebut bertentangan dengan prinsipnya.
3. Bullseye (Benjamin Poindexter)

Bullseye di Daredevil: Born Again Season 2 Teaser Trailer Kalau Daredevil saja sudah terdengar seperti pilihan yang tidak biasa, bagaimana jika Bullseye juga ikut bergabung?
Benjamin Poindexter, alias Bullseye, punya sejarah sebagai pembunuh berbahaya yang mampu menjadikan hampir apa saja sebagai senjata mematikan. Dalam hal kemampuan bertarung jarak jauh, ia bisa memberikan sesuatu yang berbeda bagi Thunderbolts.
Ia bahkan pernah menjadi anggota Thunderbolts dalam komik Marvel. Jadi, dari sisi materi sumber, karakter ini bukan pilihan yang sepenuhnya asing.
Namun, yang membuat Bullseye menarik bukan sekadar kemampuan membunuhnya.
Perjalanan Dex dalam Daredevil: Born Again memperlihatkan seseorang dengan moralitas yang menyimpang, tetapi mampu membenarkan tindakannya sendiri. Ia bisa memandang dirinya sebagai orang baik, bahkan ketika melakukan kekerasan yang ekstrem.
Namun, seperti Daredevil, kelanjutan kisah Bullseye di Daredevil: Born Again perlu diperhatikan sebelum kita bisa menilai seberapa masuk akal ia bergabung dengan Thunderbolts.
4. Frank Castle alias Punisher

Jon Bernthal sebagai Frank Castle (dok. Netflix/Marvel's The Punisher) Frank Castle merupakan kandidat lain yang menarik, meskipun saya tidak yakin ia akan bersedia bergabung dengan program pemerintah seperti Thunderbolts secara sukarela.
Dalam komik, Punisher pernah menjadi anggota Thunderbolts, termasuk dalam tim yang berkaitan dengan Red Hulk.
Sementara itu, perjalanan Frank di MCU membuka kemungkinan bagi dirinya untuk memiliki arah baru.
Setelah sekian lama memburu orang-orang yang bertanggung jawab atas kematian keluarganya, Frank sempat menghadapi kekosongan ketika target-target tersebut sudah tidak lagi menjadi alasan baginya untuk terus bertarung. Tapi di The Punisher: One Last Kill ia memutuskan lanjut berperang untuk melindungi orang-orang yang tidak berdaya.
Berdasar motivasi begitu, Thunderbolts bisa menawarkan kesempatan untuk mengarahkan kemampuan tempurnya kepada ancaman yang lebih besar.
Masalahnya, siapapun yang mencoba merekrut Frank mungkin akan segera menyesali keputusannya merekrut seseorang yang tidak mudah dikendalikan. Punisher bukan tipe operator yang bisa diatur hanya dengan ancaman pencabutan kontrak.
5. Songbird

Melissa Gold alias Songbird (dok. Marvel) Melissa Gold, yang dikenal sebagai Screaming Mimi sebelum kemudian menggunakan identitas Songbird, merupakan salah satu karakter paling relevan untuk dipertimbangkan dalam sekuel Thunderbolts.
Dalam komik Marvel, Songbird memiliki masa lalu sebagai penjahat super sebelum berkembang menjadi pahlawan yang berdedikasi. Ia bahkan menjadi salah satu anggota penting dalam sejarah Thunderbolts.
Dengan latar belakang tersebut, Songbird cocok dengan tema yang bisa dikembangkan dari film pertama: seseorang yang pernah mengambil jalan yang salah, tetapi masih memiliki kesempatan untuk berubah.
Kemampuan sonik Songbird juga bisa memberikan variasi dalam komposisi tim. Ia mampu memanipulasi gelombang suara untuk menyerang, bertahan, dan menciptakan berbagai bentuk konstruksi sonik.
Dari sisi karakter, perjalanannya juga berpotensi menjadi cermin bagi anggota Thunderbolts lain yang masih bergulat dengan masa lalu mereka.
Menariknya, Songbird sebenarnya belum diperkenalkan secara langsung di MCU. Artinya, sekuel Thunderbolts bisa menjadi tempat yang tepat untuk memperkenalkannya sekaligus mengeksplorasi sejarah Thunderbolts versi komik.
Bukan hanya sebagai tambahan roster, Songbird berpotensi menjadi salah satu karakter yang mewakili gagasan bahwa kesempatan kedua memang bisa menghasilkan sesuatu yang positif.
6. Baron Zemo

Baron Zemo dengan topeng ikonisnya. (dok. Marvel Studios/The Falcon and The Winter Soldier) Jika membicarakan sejarah Thunderbolts dalam komik, sulit untuk mengabaikan Baron Helmut Zemo.
Dalam kisah awalnya, Zemo merupakan otak di balik pembentukan Thunderbolts. Ia dan para penjahat yang bekerja bersamanya menyamar sebagai superhero untuk mendapatkan kepercayaan publik, sebelum mengungkapkan tujuan mereka yang sebenarnya.
Versi MCU tentu berbeda.
Helmut Zemo diperkenalkan sebagai sosok yang sangat membenci para Avengers dan meyakini bahwa orang-orang berkekuatan super dapat membawa kehancuran. Ia bukan penjahat yang sekadar ingin menghancurkan dunia, melainkan seseorang yang memiliki keyakinan kuat dan bersedia melakukan tindakan ekstrem demi mencapai tujuannya.
Hal tersebut membuat Zemo menjadi kandidat yang menarik untuk sekuel Thunderbolts.
Bayangkan jika Valentina atau pihak lain membentuk tim baru, tetapi kali ini ia harus menghadapi seseorang yang memahami cara kerja kelompok semacam itu lebih baik daripada siapa pun.
Zemo bisa menjadi dalang di balik pembentukan Thunderbolts baru, entah sebagai pemimpin, manipulator, atau sosok yang memiliki agenda tersembunyi.
Ia juga bisa menjadi penghubung antara konsep Thunderbolts klasik dalam komik dan versi MCU yang sudah diperkenalkan melalui Yelena dan kawan-kawan.
Tentu saja, Zemo bukan tipe karakter yang mudah dipercaya. Bahkan ketika tujuannya terlihat sejalan dengan kepentingan orang lain, selalu ada kemungkinan bahwa ia sedang memainkan permainan yang lebih besar.
Tapi justru itu yang membuatnya menarik.
7. Paladin

Paladin di serial VisionQuest (dok. Marvel Television) Paladin mungkin menjadi kandidat yang paling tidak terduga dalam daftar ini.
Karakter yang diperankan Todd Stashwick ini melakukan debut live-action MCU melalui serial VisionQuest. Ia dikenal sebagai bounty hunter yang tangguh dan terbiasa menghadapi lawan berbahaya.
Ada pula sejumlah detail menarik mengenai pengalamannya menghadapi karakter lain di MCU, termasuk referensi mengenai bentrokan dengan Daredevil dan Werewolf by Night.
Namun, yang membuat Paladin cocok untuk Thunderbolts bukan hanya kemampuan bertarungnya.
Paladin lebih tepat digambarkan sebagai profesional yang bekerja berdasarkan kepentingannya sendiri, tetapi masih memiliki batasan tertentu. Ia bukan sosok yang otomatis menikmati kekerasan atau ingin menghancurkan siapa pun yang menghalangi jalannya.
Jika dikembangkan lebih jauh, karakter seperti ini bisa memberikan perspektif berbeda di tengah anggota tim yang punya masalah moral lebih kompleks.
Paladin tidak harus menjadi pahlawan idealis seperti Daredevil, tetapi ia juga tidak harus sebrutal Punisher atau semanipulatif Zemo. Ia bisa menjadi anggota yang menjalankan tugasnya dengan pendekatan praktis, selama kontrak dan batasan pribadinya tidak dilanggar.





















