Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Install

3 Organisasi Kriminal Gotham di DCU yang Sudah Hancur!

4 min read
3 Organisasi Kriminal Gotham di DCU yang Sudah Hancur!
Clayface (dok. Warner Bros. Pictures/Clayface)
  • Tiga organisasi kriminal Gotham dalam DCU telah hancur melalui tindakan korban mereka sendiri atau penangkapan yang dilakukan Batman.

  • Geng Markos Szabo dan Rupert Thorne menciptakan ancaman yang kemudian menghancurkan kekuasaan mereka.

  • Geng Doctor Phosphorus bubar setelah pemimpinnya ditangkap Batman dalam konfrontasi di Ice Lounge.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Batman memang belum mendapatkan film solonya di DC Universe (DCU) garapan James Gunn dan Peter Safran. Apalagi, Batman versi Robert Pattinson sejauh ini berada di semesta berbeda dari DCU.

Namun, meski sang Ksatria Kegelapan belum mendapatkan film solonya, sudah ada tiga organisasi kriminal Gotham yang mengalami kehancuran dalam DCU!

Ada yang hancur akibat ulah korbannya sendiri, ada pula yang akhirnya ditumpas langsung oleh Batman.

Apa saja organisasi tersebut?

  1. 1. Geng Markos Szabo

    Clayface 5.jpeg
    Clayface (dok. Warner Bros. Pictures/Clayface)

    Markos Szabo adalah bos kriminal yang terlibat dalam kehancuran hidup aktor Matt Hagen.

    Masalah bermula ketika Hagen terpikat pada Mia Torrez, kekasih Szabo. Setelah mengetahui keduanya terlibat hubungan intim, Szabo dan anak buahnya menyerang Hagen hingga wajah sang aktor rusak parah.

    Namun, tindakan tersebut justru memicu rentetan kejadian yang berujung pada lahirnya Clayface.

    Hagen kemudian menjalani eksperimen bersama Dr. Caitlyn Corr dan memperoleh kemampuan untuk mengubah tubuhnya. Sayangnya bagi Szabo, kekuatan baru Hagen menjadi ancaman yang jauh lebih besar daripada yang pernah ia bayangkan.

    Clayface akhirnya membantai sejumlah anggota penting geng Szabo. Mia dan Szabo sendiri juga menjadi korban dalam rangkaian kejadian tersebut.

    Dengan demikian, kelompok kriminal yang sebelumnya begitu berkuasa di Gotham justru mengalami kehancuran akibat tindakan mereka sendiri terhadap Hagen.

  2. 2. Geng Rupert Thorne

    Rupert Thorne Creature Commandos. (Dok. Warner Bros/Creature Commandos)
    Rupert Thorne Creature Commandos. (Dok. Warner Bros/Creature Commandos)

    Organisasi kriminal berikutnya adalah milik Rupert Thorne, salah satu bos mafia Gotham yang muncul dalam serial animasi Creature Commandos.

    Thorne melakukan tindakan kejam terhadap ilmuwan Alex Sartorius. Ia membunuh keluarga Sartorius dan melemparkan sang ilmuwan ke dalam ruang radiasi, sebuah tindakan yang mengubahnya menjadi sosok metahuman radioaktif bernama Doctor Phosphorus.

    Setelah memperoleh kekuatan baru, Sartorius terdorong oleh keinginan untuk membalas dendam.

    Ia membunuh Thorne, anggota keluarganya, serta para letnan utama sang bos mafia. Setelah itu, Doctor Phosphorus mengambil alih kendali atas kerajaan kriminal yang sebelumnya dimiliki Thorne.

    Ironisnya, Thorne sendiri yang menciptakan ancaman yang akhirnya menghancurkan organisasinya.

    Ia mungkin terbiasa menggunakan kekuasaan dan kekerasan untuk mengendalikan orang lain. Namun, ketika korbannya memperoleh kekuatan yang jauh melampaui manusia biasa, seluruh kekuasaan tersebut tidak lagi cukup untuk melindunginya.

  3. 3. Geng Doctor Phosphorus

    Doctor Phosphorus.jpg
    Doctor Phosphorus. (Dok. Warner Bros., DC Comics/Creature Commandos)

    Organisasi ketiga ini merupakan kelanjutan dari kehancuran geng Rupert Thorne.

    Setelah mengambil alih kekaisaran kriminal Thorne, Doctor Phosphorus memaksa anggota geng yang masih hidup untuk bergabung dengannya.

    Para pengikutnya kemudian mengenakan riasan berpendar agar penampilan mereka menyerupai pemimpin baru tersebut. Mereka bertindak sebagai pengawal sekaligus algojo bagi Phosphorus, termasuk ketika kelompok itu berkumpul di Ice Lounge, Gotham.

    Namun, kekuasaan baru tersebut tidak bertahan lama.

    Dalam sebuah konfrontasi di Ice Lounge, Batman akhirnya turun tangan. Ia menyergap kelompok kriminal tersebut dan berhasil menangkap Doctor Phosphorus.

    Penangkapan pemimpin mereka membuat organisasi ini kehilangan sosok yang menyatukan kelompok tersebut. Setelah Phosphorus ditahan, gengnya pun tampaknya bubar.

  4. Benang Merah yang Menarik

    adegan dalam film Clayface
    adegan dalam film Clayface (dok. Warner Bros. Pictures/Clayface)

    Ada satu ironi yang menghubungkan geng Markos Szabo dan Rupert Thorne: keduanya menciptakan masalah yang akhirnya menghancurkan mereka sendiri.

    Szabo dan anak buahnya merusak wajah Matt Hagen, tetapi tindakan itu menjadi bagian dari rangkaian kejadian yang melahirkan Clayface.

    Sementara itu, Thorne membunuh keluarga Alex Sartorius dan melemparkannya ke ruang radiasi, hingga sang ilmuwan berubah menjadi Doctor Phosphorus.

    Keduanya sama-sama berhadapan dengan korban yang memperoleh kekuatan luar biasa, lalu harus menanggung konsekuensi dari tindakan mereka sendiri.

    Tentu saja, nasib kedua korban tersebut berbeda. Hagen akhirnya menjadi pelaku kekerasan yang juga membunuh orang di luar lingkaran musuhnya, sedangkan Phosphorus membangun kekuasaan kriminalnya sendiri sebelum akhirnya dihentikan Batman.

    Namun, benang merahnya tetap menarik: dunia kriminal Gotham bukan hanya menghasilkan korban, tetapi juga bisa menciptakan ancaman yang jauh lebih mengerikan daripada para gangster itu sendiri.

    Dan jika melihat keberadaan Clayface serta Doctor Phosphorus, bukan tidak mungkin Gotham dalam DCU akan terasa jauh lebih fantastis daripada versi yang pernah kita lihat dalam film-film Batman garapan Christopher Nolan maupun Matt Reeves.

    Kota ini bukan hanya dipenuhi mafia, polisi korup, dan kejahatan jalanan. Di balik dunia kriminalnya, ada pula monster dengan tubuh yang bisa berubah bentuk dan manusia radioaktif yang mampu menghancurkan sebuah organisasi mafia.

    Jadi, ketika Batman akhirnya mendapatkan film solonya di DCU, menarik untuk melihat seberapa jauh dunia kriminal Gotham telah berkembang.

    Sebab, jika tiga organisasi kriminal saja sudah tumbang sebelum film solo Batman hadir, tampaknya sang Ksatria Kegelapan akan mewarisi kota dengan masalah yang jauh lebih rumit daripada sekadar gangster bersenjata.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More