Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
For
You

Penilaian Film Hoppers, Revolusi Berang-Berang yang Lucu dan Berani

Penilaian Film Hoppers, Revolusi Berang-Berang yang Lucu dan Berani
Dok. Pixar (Hoppers)
Intinya Sih
  • Film animasi “Hoppers” menyoroti Mabel Tanaka, mahasiswi yang mentransfer kesadarannya ke tubuh robot berang-berang demi menyelamatkan habitat hutan dari proyek jalan tol Walikota Jerry.
  • Visualnya menampilkan eksperimen estetika baru khas Pixar dengan perpaduan tekstur realistis dan gaya kartun ekspresif, sementara humor absurd serta penampilan para pengisi suara membuat film ini terasa segar.
  • Di balik komedinya, “Hoppers” membawa pesan kuat tentang empati lintas spesies dan tanggung jawab manusia terhadap alam di era teknologi yang semakin mendominasi kehidupan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Hoppers memperkenalkan kita pada Mabel Tanaka, seorang mahasiswi 19 tahun yang juga aktivis lingkungan fanatik. Di tengah ancaman pembangunan jalan tol oleh Walikota Jerry (Jon Hamm) yang akan menggusur habitat hutan, Mabel nekat melakukan eksperimen "hopping" sebuah teknologi yang memungkinkannya mentransfer kesadarannya ke dalam tubuh robot berang-berang yang sangat realistis.

Konsep ini terasa seperti perpaduan cerdas antara Avatar dan humor absurd khas sutradara Daniel Chong (We Bare Bears). Begitu Mabel masuk ke dalam tubuh hewan, ia harus belajar menavigasi dunia liar, mulai dari cara berenang yang benar hingga memahami struktur sosial koloni berang-berang yang dipimpin oleh King George (Bobby Moynihan) yang sangat taat aturan.

Penyusupan ini awalnya murni misi sabotase, namun perlahan berubah menjadi perjalanan penemuan jati diri. Mabel mulai melihat dunia dari sudut pandang yang sama sekali berbeda, menciptakan dinamika cerita yang tidak hanya lucu tetapi juga penuh dengan ketegangan spionase ala hewan pengerat.

1. Visual Berani dan Estetika Baru

MV5BOGJiNWE1YTYtMjkwNC00Y2JkLThlYzQtMTIxZWM0ZjkyODE1XkEyXkFqcGc@._V1_.jpg
Dok. Pixar (Hoppers)

Secara visual, Pixar melakukan eksperimen yang cukup berani di film ke-30 mereka ini. Meskipun detail tekstur bulu dan lingkungan hutannya tetap berada di standar tinggi Pixar, ada sentuhan estetika yang lebih kartun dan ekspresif. Gerakan karakter robot Mabel memiliki kekakuan teknis yang sengaja ditampilkan untuk menciptakan kontras komedi fisik saat ia mencoba berbaur dengan hewan asli yang lincah.

Warna-warna yang digunakan di wilayah "Superlodge" dan Dewan Hewan sangat kontras dengan palet warna bumi di hutan biasa. Penggunaan pencahayaan di dalam sarang berang-berang memberikan atmosfer yang hangat namun misterius, menunjukkan bahwa Pixar tetaplah raja dalam menciptakan dunia yang terasa hidup dan memiliki kedalaman ruang yang luar biasa.

Banyak kritikus memuji bagaimana film ini menangkap ekspresi wajah hewan dengan cara yang tidak terlalu antropomorfik namun tetap mampu menyampaikan emosi yang kompleks. Ini adalah keseimbangan yang sulit dicapai, namun Pixar berhasil membuatnya terasa alami tanpa jatuh ke dalam lembah uncanny valley.

2. Humor Absurd dan Penampilan Ikonik

MV5BMmZlNWIzNDgtNWI5ZC00NWVjLTg5YWYtN2NiNTU2ZWExM2EyXkEyXkFqcGc@._V1_.jpg
Dok. Pixar (Hoppers)

Ini mungkin menjadi film Pixar paling lucu dalam satu dekade terakhir berkat naskah dari Jesse Andrews. Kehadiran Meryl Streep sebagai Ratu Serangga yang "haus darah" memberikan warna komedi gelap yang tak terduga namun sangat menghibur. Dialog-dialognya tajam dan seringkali mengejek klise film petualangan hewan tradisional, memberikan kesegaran bagi penonton dewasa.

Dinamika antara Mabel dengan King George menghasilkan momen-momen brilian yang mengocok perut. Bobby Moynihan memberikan performa suara yang penuh energi sebagai pemimpin yang terobsesi dengan birokrasi hewan, sementara Jon Hamm tampil memukau sebagai antagonis yang karismatik sekaligus menyebalkan sebagai Walikota Jerry yang hanya peduli pada profit.

Kekuatan utama humor di sini adalah kemampuannya menertawakan absurditas teknologi manusia saat dihadapkan dengan insting murni alam liar. Ada banyak lelucon visual tentang "glitch" pada tubuh robot Mabel yang terjadi di saat-saat paling tidak tepat, menciptakan ketegangan yang justru memicu tawa penonton.

3. Pesan Lingkungan di Era Digital

MV5BOGMzYWE3ZjktZDJlOS00ZWRkLWJlOTEtN2ZkNDRhYjQ4ZTc3XkEyXkFqcGc@._V1_.jpg
Dok. Pixar (Hoppers)

Di balik lapisan komedinya, Hoppers tetap memiliki "hati" khas Pixar yang kuat. Film ini mengeksplorasi tema empati lintas spesies dan bagaimana teknologi seringkali menjadi pedang bermata dua; ia bisa digunakan untuk memahami alam lebih dalam, namun juga bisa menjadi alat penghancur jika jatuh ke tangan yang salah.

Meski babak ketiganya terasa sedikit terburu-buru dengan plot penculikan hewan yang agak klise, pesan utamanya tentang koneksi antar makhluk hidup tersampaikan dengan sangat emosional. Perjalanan Mabel yang harus memilih antara identitas manusianya atau komitmennya pada keluarga berbarunya memberikan bobot moral yang cukup dalam bagi penonton.

Secara keseluruhan, film ini adalah pengingat bahwa perlindungan lingkungan bukan sekadar angka atau kebijakan, melainkan tentang menghargai nyawa yang ada di dalamnya. Hoppers berhasil membungkus pesan serius ini dalam paket petualangan yang ringan, gila, dan sangat menyenangkan untuk ditonton berkali-kali.

Sinopsis Hoppers (2026)

Mabel Tanaka adalah mahasiswi berusia 19 tahun yang memiliki dedikasi tinggi terhadap kelestarian alam. Ketika habitat koloni berang-berang di dekat kampusnya terancam oleh proyek pembangunan jalan tol ambisius milik Walikota Jerry, Mabel memutuskan untuk mengambil langkah ekstrem. Ia mengajukan diri sebagai subjek uji coba teknologi "hopping" eksperimental yang memungkinkannya mentransfer kesadarannya ke dalam tubuh robot berang-berang yang sangat canggih dan realistis.

Setelah berhasil menyusup ke dalam koloni, Mabel harus beradaptasi dengan kehidupan liar yang jauh dari bayangannya. Di sana, ia bertemu dengan King George, pemimpin berang-berang yang kaku namun baik hati, serta menghadapi ancaman dari Ratu Serangga yang misterius. Misi yang awalnya hanya sekadar sabotase teknis berubah menjadi perjalanan spionase yang rumit, di mana Mabel harus memenangkan kepercayaan para hewan untuk menggalang kekuatan melawan alat-alat berat milik manusia.

Namun, semakin lama Mabel berada di dalam tubuh robotnya, batas antara identitas manusia dan insting hewannya mulai mengabur. Ia terjepit di antara kesetiaannya pada dunia manusia dan ikatan emosional yang kuat dengan keluarga barunya di hutan. Di tengah konflik yang memuncak menjadi revolusi antar-spesies, Mabel harus memutuskan seberapa jauh ia bersedia berkorban untuk menyelamatkan rumah bagi mereka yang tidak memiliki suara.

Hoppers
2026
4/5
Directed by Daniel Chong
Producer

Nicole Paradis Grindle

Writer

Jesse Andrews

Age Rating

SU

Genre

Animasi, Keluarga, Komedi, Cerita Fiksi

Duration

105 Minutes

Release Date

28-02-2026

Theme

consciousness, human becoming an animal, robotic animal, 3d animation, adoring, excited

Production House

Pixar

Where to Watch

Cinema XXI, CGV, Cinepolis

Cast

Piper Curda, Bobby Moynihan, Jon Hamm, Kathy Najimy, Eduardo Franco

Trailer Hoppers (2026)

Galeri Hoppers (2026)

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Fahrul Razi Uni Nurullah
EditorFahrul Razi Uni Nurullah
Follow Us

Latest in Film

See More