Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
For
You

Penilaian Film GOAT, Distopia Sporty yang Penuh Gaya dan Jiwa!

MV5BMjg5MGY5YzktZmU2Ny00MjZlLWJjYzYtMzhkYjA3ODE2MTU1XkEyXkFqcGc@._V1_.jpg
Dok. Sony Pictures Animation (GOAT)
Intinya sih...
  • Distopia Vineland yang hidup dan penuh warna
  • Roarball, olahraga brutal dan pertarungan di Vineland
  • Karakter eksentrik dan kisah kemenangan emosional dalam film ini
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Di tengah dominasi gaya animasi “aman” ala Pixar yang selama dua dekade terakhir terasa seragam, GOAT hadir seperti slam dunk dari luar garis tiga poin. Film ini bukan sekadar dongeng olahraga tentang mengejar mimpi, ia adalah fabel urban dengan jiwa hip-hop, visual nyaris impresionistik, dan semangat yang brengas tapi hangat.

Disutradarai oleh Tyree Dillihay bersama Adam Rosette, film ini terasa seperti perlawanan terhadap kebosanan estetika animasi arus utama.

1. Distopia yang Terasa Hidup

MV5BYWVkOWNmYWYtNjU1NC00M2EyLWJiMTYtOGIwYzA1MGRkNTA2XkEyXkFqcGc@._V1_.jpg
Dok. Sony Pictures Animation (GOAT)

Kota Vineland adalah jantung visual film ini. Ia digambarkan sebagai kerajaan hewan yang nyaris runtuh, dipenuhi tanaman merambat liar, bangunan lapuk, dan infrastruktur yang seperti tak pernah benar-benar diperbaiki. Namun justru di situlah daya tariknya. Dunia ini terasa kotor, organik, dan hidup.

Berbeda dari kilap steril khas animasi studio besar yang terinspirasi oleh Toy Story, GOAT memilih pendekatan yang lebih painterly. Beberapa latarnya bahkan mengingatkan pada sapuan kuas impresionis, warna-warna yang tidak sepenuhnya realistis tapi emosional.

Bandingkan dengan Zootopia 2 yang secara teknis rapi tapi terasa familiar. GOAT berani tampil kasar, bertekstur, dan punya identitas visual sendiri. Ini bukan dunia yang dibuat untuk imut, tapi untuk terasa.

Dan justru karena itu, Vineland seperti rumah. Distopia yang relatable.

2. Roarball: Basketball yang Lebih Liar

MV5BYTExOTk5N2YtOTc1Zi00MzQwLWFjNjAtZDRlOWVlNWJjN2U2XkEyXkFqcGc@._V1_.jpg
Dok. Sony Pictures Animation (GOAT)

Lupakan basket biasa. Di Vineland, olahraga utamanya adalah roarball, versi brutal, cepat, dan hampir gladiatorial dari bola basket. Lapangannya bisa berada di atas magma mendidih atau es licin. Ini bukan sekadar pertandingan, ini pertarungan.

Will Harris, seekor kambing Boer muda yang disuarakan oleh Caleb McLaughlin, tumbuh sebagai penggemar berat tim Thorns. Idolanya adalah Jett Fillmore, panther superstar yang disuarakan dengan penuh karisma oleh Gabrielle Union. Jett adalah kombinasi arogan, flamboyan, dan rapuh, seperti atlet yang sadar masa kejayaannya mulai redup.

Sepuluh tahun setelah prolog, Will hanyalah pengantar makanan yang hampir terusir dari apartemennya. Ia punya tembakan jarak jauh mematikan, tapi sistem kasta Vineland menyebutnya small. Di dunia yang dipenuhi hewan-hewan raksasa atletis, kambing dianggap tak cukup besar untuk bermimpi.

Di sinilah film mulai berbicara tentang kelas sosial, stereotip fisik, dan keberanian melawan label.

3. Karakter yang Eksentrik tapi Manusiawi

MV5BMzM2OTM3ZDYtNWY0YS00NjE4LWE0YmMtOThmZDY2MjNiODQ5XkEyXkFqcGc@._V1_.jpg
Dok. Sony Pictures Animation (GOAT)

Secara struktur cerita, GOAT memang mengikuti pola klasik underdog sports movie. Namun yang membuatnya segar adalah detail karakter yang eksentrik.

Flo, pemilik tim Thorns yang oportunis sekaligus visioner, disuarakan dengan licin dan jenaka oleh Jenifer Lewis. Ia melihat potensi marketing dalam viral video manipulatif yang membuat Will tampak mengalahkan Mane Attraction, kuda gangster yang diperankan oleh Aaron Pierre.

Tim Thorns sendiri adalah kumpulan keanehan yang menyenangkan. Olivia si burung unta yang benar-benar mengubur kepala saat stres disuarakan oleh Nicola Coughlan. Modo, komodo anarkis dengan energi liar, diisi suara Nick Kroll.

Setiap karakter diberi detail kecil yang membuat mereka tidak terasa generik. Bahkan ketika Will akhirnya turun dari bangku cadangan, ia tidak berubah menjadi atlet super tak terkalahkan.

Dan itu keputusan naratif yang cerdas.

4. Bukan Tentang Jadi The GOAT, Tapi Mengembalikan Jiwa

MV5BMGVkNTZkMTMtMTc5NC00ODVkLWI1MjQtM2I0YmU5ZDViOGY1XkEyXkFqcGc@._V1_.jpg
Dok. Sony Pictures Animation (GOAT)

Judulnya memang permainan kata, GOAT sebagai Greatest of All Time dan kambing sebagai spesies. Namun film ini tidak pernah benar-benar menjadikan Will yang terhebat sepanjang masa.

Yang ia lakukan adalah mengembalikan jiwa timnya. Ia menjadi energi, bukan ego. Dalam lanskap animasi yang sering terlalu fokus pada klimaks kemenangan besar, GOAT memilih kemenangan emosional.

Secara performa suara, Caleb McLaughlin menghadirkan vibrasi yang mengingatkan pada energi Shameik Moore dalam Spider-Man: Into the Spider-Verse. Film ini memang tidak se-inovatif Spider-Verse dalam eksplorasi medium, tapi jelas membawa DNA keberanian visual dan musikal yang serupa.

Skor musiknya berjiwa urban, dengan sentuhan hip-hop dan soul yang membuat setiap momen latihan dan pertandingan terasa punya groove. Bahkan momen cover Don’t Dream It’s Over oleh karakter Lenny si jerapah menjadi jeda emosional yang tak terduga.

5. Kesimpulan: Animasi yang Punya Sikap

MV5BMGQ4M2FlNTEtNDc1Yy00NGIyLTk1MTItZGU0ZmIyODkyZGNjXkEyXkFqcGc@._V1_.jpg
Dok. Sony Pictures Animation (GOAT)

GOAT adalah fabel olahraga dengan sikap. Ia punya gaya visual berbeda, dunia yang terasa dibangun dengan cinta, dan karakter yang cukup eksentrik untuk diingat. Film ini mungkin tidak merombak total bahasa animasi seperti Spider-Verse, tapi ia jelas menolak tunduk pada standar industri.

Di era ketika banyak animasi terasa seperti produk pabrik yang terlalu halus, GOAT memilih menjadi kasar, berwarna, dan penuh attitude.

Dan itu membuatnya menang, bahkan tanpa harus menjadi The GOAT.

Sinopsis GOAT (2026)

Di kota distopia bernama Vineland, dunia hewan terbagi dalam kasta yang tak tertulis. Mereka yang bertubuh besar dan kuat mendominasi arena olahraga paling brutal di kota itu: roarball, versi liar dan gladiatorial dari bola basket. Sementara mereka yang kecil hanya bisa bermimpi dari bangku penonton.

Will Harris, seekor kambing Boer muda yang disuarakan oleh Caleb McLaughlin, tumbuh sebagai penggemar berat tim roarball kebanggaan kota, Thorns. Sejak kecil ia mengidolakan Jett Fillmore, panther superstar karismatik yang disuarakan oleh Gabrielle Union. Namun bertahun-tahun kemudian, hidup Will jauh dari gemerlap arena. Ia bekerja sebagai pengantar makanan dan terancam kehilangan apartemennya, sementara mimpinya menjadi pemain roarball dianggap mustahil hanya karena ia seekor kambing yang dikategorikan sebagai “small”.

Kesempatan datang secara tak terduga ketika sebuah video viral membuat Will tampak mengalahkan pemain rival dalam duel satu lawan satu. Video itu menarik perhatian Flo, pemilik tim Thorns yang licik namun visioner, yang disuarakan oleh Jenifer Lewis. Di tengah tim yang mulai kehilangan semangat dan bintang mereka yang kian menua, Flo melihat Will sebagai percikan energi baru.

Masuk ke dalam tim raksasa yang dipenuhi hewan-hewan besar dan penuh ego, Will harus membuktikan bahwa ukuran bukan segalanya. Di arena roarball yang ekstrem dan penuh risiko, ia belajar bahwa menjadi “GOAT” bukan berarti menjadi yang terhebat sepanjang masa, melainkan menemukan keberanian untuk menghidupkan kembali jiwa sebuah tim dan memperjuangkan mimpi, sekecil apa pun dirinya dianggap.

GOAT
2026
4/5
Directed by Tyree Dillihay
Producer

Erick Peyton, Michelle Raimo Kouyate, Adam Rosenberg, Stephen Curry, Rodney Rothman

Writer

Aaron Buchsbaum, Teddy Riley

Age Rating

SU

Genre

Animasi, Komedi, Keluarga

Duration

100 Minutes

Release Date

13-02-2026

Theme

underdog, friendship, sports, allies, ambition, bullying, challenge, basketball, rivalry, coming of age, anthropomorphism, animals, intimidation, stereotype, basketball team, basketball player, big dreams, imaginary world, sneakers, enemies, vulture, playful, talking animal, anthropomorphic animal, athlete, inspirational, courage, feel good, heartwarming, exciting, fantasy sports, admiring, amused, joyful, sports comedy

Production House

Sony Pictures Animation, Unanimous Media, Modern Magic, Columbia Pictures

Where to Watch

Cinema XXI, CGV, Cinepolis

Cast

Caleb McLaughlin, Gabrielle Union, Jenifer Lewis, David Harbour, Nick Kroll

Trailer GOAT (2026)

Galeri GOAT (2026)

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Fahrul Razi Uni Nurullah
EditorFahrul Razi Uni Nurullah
Follow Us

Latest in Film

See More

Penilaian Film GOAT, Distopia Sporty yang Penuh Gaya dan Jiwa!

12 Feb 2026, 13:00 WIBFilm