Review Sing 2, Masih Berjuang ke Panggung yang Lebih Besar

Buster Moon masih ingin tampil di panggung yang lebih besar

Review Sing 2, Masih Berjuang ke Panggung yang Lebih Besar

Masih ingat dengan akhir kisah Sing yang pertama? Pada akhir film tersebut, Buster Moon berhasil mendirikan kembali teaternya berkat investasi yang diberikan oleh Nana. Sejak saat itu mereka selalu menyajikan pertunjukan musik yang berkualitas di kota kecil Calatonia yang mungkin bisa disamakan dengan California.

Pada sekuelnya ini, Buster Moon kembali memiliki sebuah cita-cita besar. Yaitu membawa teaternya ke kota yang lebih besar dan terkenal ketimbang Calatonia. Sang koala biru ini ingin membawa pertunjukan teaternya ke Redshore City yang memiliki desain mirip sekali dengan Las Vegas.

1. Teater kecil untuk kota kecil

Review Sing 2, Masih Berjuang ke Panggung yang Lebih BesarDok. Illumination

Semua dimulai dengan penolakan oleh Suki (Chelsea Peretti) yang merupakan pencari bakat dari Crystal Entertainment. Bagi Suki teater memiliki Buster Moon (Matthew McConaughey) adalah tipikal teater kecil yang memang sukses di kota kecil, bukan di kota besar seperti Redshore City.

Penolakan tersebut membuat Buster sangat down, bahkan dia mengurung diri di laci kantornya. Untunglah Nana Nana (Jennifer Saunders) kembali mengingatkan Buster mengenai semangatnya dalam mengejar cita-cita di dunia hiburan. Lagian Booster dipercaya untuk membesarkan teater bukan untuk down dan menyerah.

Akhirnya semua crew Moon Theater diajak Buster ke Redshore City untuk mengikuti audisi yang disaksikan oleh Mr. Crystal (Bobby Cannavale) secara langsung. Dari hasil audisi tersebut Buster akhirnya memenangkan panggung Crystal Building, tapi kemenangan tersebut memiliki syarat yang mengharuskan Buster membawa kembali Clay Calloway (Bono) ke atas panggung.

Dari situ dimulailah semua perjuangan Buster dan kawan-kawan dalam memproduksi pertunjukan dadakan yang ide awalnya dicetuskan oleh Gunter (Nick Kroll).

Baca Juga: Review Film Don't Look Up: Komedi yang Suram Tentang Akhir Dunia!

2. Banyak yang kembali tapi ada yang hilang

Review Sing 2, Masih Berjuang ke Panggung yang Lebih BesarDok. Illumination

Sing 2 berhasil mengembalikan semua cast utama yang bekerja di Moon Theater, tapi sayang beberapa cast tambahan yang lumayan menghibur di prekuelnya tidak kembali di sini dan hilang begitu saja.

Salah satunya adalah hilangnya keponakan Nana, Eddie Noodleman yang suaranya diisikan oleh John C. Reilly. Yah walaupun sebenarnya perannya tidak terlalu banyak di film pertamanya, tapi tanpa Eddie, Buster Moon tidak akan pernah memiliki kesempatan untuk mengembalikan teaternya.

Selain itu kami juga kehilangan Mike yang suaranya sangat mirip dengan Frank Sinatra. Semoga saja Illumination studio membuatkan lanjutan kisah Mike. Sebab, sampai pada akhir film pertama kami tidak tahu bagaimana nasib tikus putih ini setelah dikejar-kejar oleh kelompok beruang.

Memang pihak Illumination Studio memberikan tiga karakter baru sebagai gantinya. Mereka adalah, Clay Calloway (Bono), Porsha Crystal (Halsey), dan Nooshy (Letitia Wright). Sayangnya ketiganya memiliki screen time yang terbilang minim bila dibandingkan dengan karakter yang mereka gantikan, hasilnya kami masih belum terlalu “kena’ dengan tiga karakter tambahan ini.

3. Pilihan musik yang kurang nendang

Review Sing 2, Masih Berjuang ke Panggung yang Lebih BesarDok. Illumination

Sing 2 sepertinya memiliki masalah yang cukup serius untuk urusan lagu pilihan yang dinyanyikan para karakternya. Berbeda dengan Sing pertama yang membuat kami jatuh cinta pada Tori Kelly atau Taron Egerton, Sing 2 seperti terlalu fokus pada plot cerita sehingga lupa memberikan lagu yang cocok untuk para karakternya.

Kami seperti tidak lagi merasakan betapa kuatnya kemampuan vokal Tori Kelly atau Taron Egerton dalam lagu-lagu yang mereka bawakan. Hal ini diperburuk dengan pemilihan lagu yang dibawakan oleh mereka berdua.

Tori Kelly kebagian membawakan “I Say a Little Prayer” yang aslinya dibawakan oleh Dionne Warwick. Temponya yang diperlambat dan menjadi R&B, membuat lagu ini seperti kehilangan tenaganya. “A Sky Full of Star” yang dinyanyikan oleh Taron Egerton juga kalah jauh dengan “I’m Still Standing” yang di Sing pertama dinyanyikan dengan sungguh-sungguh dan emosional.

Hasilnya kami hanya menyukai lagu “I Still Haven't Found What I'm Looking For”, itu juga karena dibawakan langsung oleh Bono dalam sosok Clay Calloway.

4. Haruskah kita kembali bernyanyi di Sing 2

Review Sing 2, Masih Berjuang ke Panggung yang Lebih BesarDok. Illumination

Ketika Sing pertama rilis di bioskop pada tahun 2016, film ini berhasil menendang jauh-jauh konflik yang disajikan oleh Zootopia. Persetan dengan rantai makanan dan Apex Predator, di film ini kami tidak pusing dengan semua itu. Sebagai gantinya kami diberi hiburan murni berupa olah vokal yang disajikan secara impresif oleh para karakternya.

Apalagi saat itu Tori Kelly berhasil membius penonton berkat vokalnya yang ekspresif dalam menyanyikan lagu Stevie Wonder “Don’t You Worry ‘Bout A Thing”. Sebuah lagu yang seharusnya santai dan mudah, diubah menjadi lagu bernada tinggi yang sulit sekali untuk ditiru.

Sebenarnya Sing 2 memiliki modal yang cukup untuk mengulangi sukses prekuelnya. Tapi entah mengapa film ini seperti kehilangan arah untuk bagian lagu dan karakter. Di luar itu Sing 2 masih bisa kita beri penilaian 3,5/5 untuk cerita yang rapi dan konflik yang lebih besar. Konflik ini dilengkapi juga dengan karakter antagonis yang bisa dibenci, sehingga semuanya terasa sangat pas.

Sing 2 bakal tayang di bioskop Indonesia pada tanggal 5 Januari 2022. Kalau kamu belum ada tujuan ke mana-mana di tahun baru, mungkin kamu bisa menonton Sing 2 di akhir pekan bersama-sama dengan keluarga atau temanmu.

Baca Juga: 5 Trilogi Film yang Judul Terbaiknya Adalah Film Ketiga 

Artikel terkait

ARTIKEL TERBARU