Film Operasi Pesta Copet Serukan Keinginan Hidup yang Lebih Layak!

- Operasi Pesta Copet, debut penyutradaraan Edy Khemod, mengisahkan persahabatan dan operasi pencopetan di pinggiran Jakarta yang dipicu himpitan ekonomi.
- Iqbaal Ramadhan menilai Ijal merepresentasikan anak muda marginal yang punya mimpi, tetapi tertekan ketidakadilan serta minim pilihan hidup.
- Film produksi Imajinari ini memadukan komedi dan drama relevan, tayang 27 Agustus 2026, didahului roadshow pemeran di 11 kota pada 22–31 Agustus.
Film Operasi Pesta Copet serukan pesan keinginan hidup yang lebih layak! Penasaran dengan kabar terbaru film yang akan hadir 27 Agustus ini? Temukan di sini!
Table of Content
1. Kata sutradaranya!

Press Screening Operasi Pesta Copet (dok. IMAJINARI) Menjadi debut penyutradaraan Edy Khemod, film ini menampilkan kisah yang memiliki cerita kuat tentang orang-orang yang tak punya pilihan dalam hidup mereka. Dibintangi oleh Iqbaal Ramadhan, Kristo Immanuel, Zulfa Maharani, Kawai Labiba, dan debut vokalis grup band Sisitipsi Fauzan Lubis, Operasi Pesta Copet tak hanya mengikuti kisah operasi pencopetan ternekat, namun juga menggugah perasaan dari cerita persahabatan di pinggiran kota Jakarta yang sama-sama terdesak oleh himpitan ekonomi.
“Sebagai orang yang pernah berada di posisi seperti karakter Ijal, saya merasa empati menjadi hal yang didahulukan sebagai pondasi dalam menggarap film Operasi Pesta Copet. Sebab itu, kami juga tak ingin sekadar menghakimi apa yang dilakukan oleh Ijal dan Geng Copetnya, tetapi kami ingin mengajak penonton untuk bisa menaruh empati, merasakan apa yang mereka alami,” ungkap sutradara Edy Khemod.
2. Kata protagonisnya!

Press Screening Operasi Pesta Copet (dok. IMAJINARI) Iqbaal Ramadhan, yang memerankan Ijal, mengungkapkan karakternya mencerminkan ketidakadilan yang masih terjadi di Indonesia. Di momen Kemerdekaan, Iqbaal merefleksikan bahwa Ijal juga menjadi representasi banyak kelompok anak muda yang tertekan oleh kehidupan dan tak memiliki banyak pilihan. “Setelah aku mengenal Ijal, dia tidak jauh berbeda dengan kita. Dia juga anak muda yang punya mimpi. Yang membedakan Ijal dan kita, dia tidak dilahirkan di keluarga yang bisa menopang dia dengan segala privilesenya untuk berada di titik kayak kita sekarang,” ujar Iqbaal Ramadhan.
“Ijal sebenarnya anak yang pintar, banyak rasa penasarannya, makanya aku senang ngobrol dan "berkenalan" dengan Ijal di dalam proses film ini. Tapi Ijal termasuk orang-orang yang lahir dari kelompok marginal, yang memang terpinggirkan oleh sistem dan struktur. Menurutku, itu adalah cermin ketidakadilan yang masih terus ada di Indonesia dan Ijal adalah salah satu korbannya,” tambah Iqbaal.
3. Siapkan tur!

Press Screening Operasi Pesta Copet (dok. IMAJINARI) Sebagai rumah produksi yang memiliki DNA komedi, lewat film ini Imajinari tetap menyuguhkan komedi, namun dengan skala yang berbeda. Di film ini, Awwe menjadi konsultan komedi. “Tidak mudah untuk bisa mendapatkan cerita yang fresh, dan menurut Imajinari, Operasi Pesta Copet punya ide dan cerita yang sangat unik dan otentik. Sesuatu yang menggelitik dari awal adalah adanya copet di konser, apakah itu memang beneran copet yang belajar tentang skena musik, atau memang anak musik yang belajar nyopet? Dengan komedi yang sangat dekat dan membumi, drama yang relevan, kami berharap film ini bisa menghibur di tengah situasi yang serba sulit seperti sekarang, lewat komedi yang berbeda,” ujar Ernest Prakasa.
Tayang serentak di seluruh bioskop mulai 27 Agustus 2026, film Operasi Pesta Copet juga akan memulai Pesta Copet lebih awal dengan roadshow bersama jajaran pemeran dan Siaran Pers Untuk Disiarkan Segera sineas di 11 kota mulai 22–31 Agustus 2026. Kota-kota yang akan menjadi operasi copet adalah Malang, Surabaya, Sidoarjo, Solo, Yogyakarta, Semarang, Purwokerto, Cirebon, Bandung, Bekasi, dan Bogor.
Siapkah kamu dengan Operasi Pesta Copet? Sampaikan di kolom komentar!
















