Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
4 Unsur Sedih dari Kekalahan Gecko Moria dari Kaido di One Piece
Bajak Laut Gecko Moria. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda, Toei Animation/One Piece)
  • Gecko Moria datang ke Wano bukan demi ambisi pribadi, melainkan untuk menyelamatkan negeri yang pernah membesarkannya, namun niat mulia itu berakhir dengan kekalahan tragis di tangan Kaido.
  • Seluruh kru Moria tewas dalam pertempuran melawan Kaido, membuatnya trauma dan beralih menggunakan pasukan zombie agar tak kehilangan orang terdekat lagi.
  • Meskipun merasa gagal dan meninggalkan Wano dengan malu, penduduk Ringo tetap menganggap Moria sebagai pahlawan yang gugur demi melindungi tanah mereka.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Ketika pertama kali mendengar bahwa Gecko Moria pernah kalah dari Kaido, banyak pembaca mungkin mengira itu sekadar kisah klasik bajak laut ambisius yang mencoba menantang Yonko… lalu kalah telak.

Saya sendiri dulu sempat berpikir begitu. Moria mungkin mencoba mengincar One Piece atau ingin menaikkan reputasinya dengan menantang Kaido.

Namun semakin banyak informasi terungkap, terutama dari SBS terbaru, kekalahan itu justru terasa semakin tragis.

Berikut empat unsur yang membuat kisah kekalahan Moria terasa jauh lebih menyedihkan.

1. Moria Datang ke Wano dengan Tujuan Mulia

Panel di manga yang memperlihatkan konflik Kaido dengan Moria. (Dok. Shueisha/One Piece)

Berdasarkan penjelasan Eiichiro Oda di SBS volume 114, Moria ternyata pernah terdampar di Wano saat kecil.

Penduduk wilayah Ringo menerimanya dengan hangat dan ia tumbuh besar di sana. Karena kekuatannya, ia bahkan diberi nama “Kozuki” sebagai bentuk penghormatan.

Ketika Kaido ada di Wano, Moria kembali.

Bukan untuk mencari Road Poneglyph. Bukan untuk membangun reputasi.

Ia datang untuk menyelamatkan wilayah yang pernah membesarkannya.

Sayangnya, ia gagal.

Dan fakta bahwa motivasinya sebenarnya begitu mulia membuat kekalahannya terasa jauh lebih pahit.

2. Seluruh Anak Buahnya Tewas

Bajak Laut Gecko Moria. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda, Toei Animation/One Piece)

Ini sebenarnya sudah lama diketahui.

Seluruh kru Moria tewas ketika melawan Kaido. Hanya Moria yang selamat.

Namun setelah mengetahui alasan sebenarnya ia datang ke Wano, tragedi itu terasa lebih berat.

Anak buah Moria bukan mati karena ambisi kosong atau perebutan harta. Mereka mati mengikuti kapten mereka dalam misi menyelamatkan sebuah negeri.

Bayangkan memimpin kru yang percaya padamu sepenuhnya, lalu menyadari bahwa keputusanmu membawa mereka menuju kematian.

Tidak sulit membayangkan kenapa setelah itu Moria berubah drastis.

Ia tidak mau lagi kehilangan kru yang hidup. Karena itulah ia mulai mengandalkan pasukan zombie.

Tapi kamu bisa lihat betapa khawatirnya dia dengan nasib Absalom, dan bagaimana Perona mengaguminya, untuk menyadari... bahkan dalam kondisi seperti itu, Moria masih bisa jadi sosok pemimpin yang baik.

3. Ia Tidak Pernah Membalas Kekalahannya

Moria lawan Kaido. (Dok. Toei Animation/One Piece)

Dengan latar belakang seperti ini, terasa masuk akal jika suatu hari Moria kembali menghadapi Kaido untuk mendapatkan penebusan.

Namun itu tidak pernah terjadi.

Selama arc Wano berlangsung, Moria justru ditahan di Pulau Bajak Laut.

Moria akhirnya memang berhasil kabur dibantu Perona, tapi secara kronologis itu terjadi setelah perang Wano selesai.

Artinya, ia tidak pernah mendapat kesempatan menghadapi Kaido lagi.

Dan jujur saja, saya ragu Moria akan merasa puas mengetahui bahwa musuhnya justru dikalahkan oleh orang lain, yaitu Monkey D. Luffy. Apalagi Luffy juga musuhnya.

4. Penduduk Ringo Tetap Menganggapnya Pahlawan

Yamato dan makam Kozuki Moria. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)

Ini mungkin bagian paling menyakitkan.

Karena merasa gagal, Moria meninggalkan Wano tanpa berpamitan.

Ia begitu malu atas kekalahannya sehingga memilih menghilang.

Namun bagi penduduk Ringo, ceritanya berbeda.

Mereka percaya Moria gugur sebagai pahlawan. Mereka bahkan membangun makam untuknya.

Ironisnya, Moria mungkin menganggap dirinya pecundang.

Sementara bagi Ringo… dia tetap pahlawan yang mati melawan Kaido. Bajak laut heroik keadilan.

Editorial Team