Tahukah Kamu Tadinya Miss Wednesday Tak Dirancang Oda Sebagai Princess?

- Eiichiro Oda mengungkap dalam 21st Log bahwa Miss Wednesday awalnya bukan dirancang sebagai putri, melainkan agen Baroque Works biasa tanpa peran besar di cerita.
- Momen ketika Oda menggambar Miss Wednesday berambut terurai memicu ide menjadikannya Putri Arabasta, yang kemudian melahirkan karakter ikonik Nefertari Vivi.
- Pengungkapan ini menjelaskan perilaku awal Vivi yang tampak tidak selaras dengan sifat aslinya, karena konsep dirinya sebagai putri baru muncul di tengah proses kreatif Oda.
Bagi fans One Piece, identitas Miss Wednesday sebagai Nefertari Vivi mungkin sekarang terasa seperti sesuatu yang “sudah dari awal direncanakan.”
Namun kenyataannya justru sebaliknya.
Karakter yang sempat tampil sebagai agen Baroque Works yang cukup menyebalkan di Twin Cape hingga Whisky Peak itu… ternyata awalnya tidak dirancang sebagai seorang putri sama sekali oleh Eiichiro Oda.
Lalu bagaimana perubahan besar itu bisa terjadi?
1. Terungkap dalam Komentar Oda di “21st Log”

Fakta menarik ini diungkap langsung oleh Oda dalam publikasi One Piece Complete Collection, format kompilasi manga yang dibagi dalam edisi bernama “Log.”
Khususnya, informasi ini muncul di “21st Log”, yang merangkum cerita dari bab 598 hingga 627.
Dalam edisi tersebut, komentar spesial Oda membahas topik menarik: karakter yang ternyata berperan besar secara tak terduga dalam cerita.
Dan dari sekian banyak karakter, satu nama langsung ia sebut dengan tegas: Vivi.
2. Momen yang Mengubah Segalanya

Oda menjelaskan bahwa awalnya Miss Wednesday hanyalah agen Baroque Works biasa. Tidak ada rencana besar untuknya.
Namun ada satu momen sederhana yang justru mengubah arah cerita. Saat Oda menggambar Miss Wednesday dengan rambut terurai, ia tiba-tiba menyadari bahwa karakter ini “terlihat seperti seorang putri.”
Dari situ, ide pun berkembang.
Kebetulan, Oda memang sudah memiliki rencana untuk arc Kerajaan Arabasta. Lalu muncul pertanyaan kunci: "Bagaimana jika gadis ini adalah putri dari Arabasta?"
Dari satu intuisi visual itu, lahirlah salah satu karakter paling ikonik di One Piece, Nefertari Vivi, sosok yang hingga kini tetap dicintai penggemar.
3. Terasa menjelaskan kenapa momen Vivi di awal itu aneh banget

Kalau dipikir-pikir lagi, pengungkapan ini juga menjelaskan beberapa hal janggal di penampilan awal Vivi.
Contohnya di Reverse Mountian arc, saat Miss Wednesday dan Mr. 9 benar-benar serius mencoba membunuh Laboon, bahkan sampai siap menyerangnya dari dalam tubuhnya.
Situasinya begitu ekstrem sampai Crocus sempat harus melindungi Laboon dengan menerima tembakan dari Mr. 9 dan Miss Wednesday.
Vivi asli... mana tega melakukan hal seperti itu bahkan untuk alasan menyamar?
Jika dibandingkan dengan sifat asli Vivi yang penuh empati dan cinta pada rakyatnya, tindakan itu terasa tidak selaras.
Namun setelah kita tahu bahwa Oda awalnya tidak merancang Vivi sebagai putri, dan konsep Miss Wednesday sebagai princess baru lahir di tengah proses, maka “keanehan” tersebut justru menjadi masuk akal.
4. Keajaiban di balik proses kreatif Oda

Kisah ini menunjukkan satu hal menarik tentang cara Eiichiro Oda menulis One Piece:
Ia tidak selalu mengikuti rencana kaku.
Ia juga bukan semacam "perencana handal" yang semua plotnya sudah ia pikirkan sejak jauh hari. Namun kadang ia bisa memberi penyesuaian yang begitu luar biasa hingga bagi fans mendadak semua terasa sebagai "bagian dari rencana Oda" meski nyatanya sih tidak.
Kadang, ide terbaik justru muncul dari momen spontan, bahkan dari detail sederhana seperti gaya rambut karakter.
Dan dari spontanitas itu, lahirlah arc Arabasta yang emosional… serta sosok Vivi yang hingga kini masih dianggap sebagai salah satu “Straw Hat yang tak resmi.”


















![[QUIZ] Pilih Tokoh One Piece, Kami Tebak Kepribadianmu Alpha, Beta, atau Omega](https://image.idntimes.com/post/20251106/upload_a7f083ac227017cdcd914dcc7148672e_d58d268a-6685-4e92-ba77-cd279529f673.png)