Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Perbedaan Reaksi Gorosei Soal Niat Imu Pergi ke Elbaph di One Piece!
Gorosei mengkhawatirkan Imu. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)
  • Imu memutuskan turun langsung ke Elbaph, namun para Gorosei menunjukkan reaksi berbeda: sebagian menahan, sebagian patuh tanpa banyak bicara.
  • Warcury dan Mars tampak khawatir atas risiko Imu meninggalkan Mary Geoise, sementara Garling, Nusjuro, dan Ju Peter memilih tunduk pada kehendak Imu.
  • Perbedaan sikap ini menandakan Gorosei tidak sepenuhnya satu suara dan membuka potensi konflik internal jika keputusan Imu berujung kegagalan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Di One Piece 1179, ada satu momen menarik yang mungkin luput dari perhatian sebagian pembaca.

Saat Imu memutuskan turun langsung ke Elbaph, tidak semua Gorosei bereaksi dengan cara yang sama.

Sebagian mencoba menahan.

Sebagian lagi… langsung patuh.

Perbedaan ini kecil, tapi bisa jadi punya implikasi besar.

1. Kubu Khawatir: Warcury dan Mars

Saint Topman Warcury (dok. Toei Animation/One Piece)

Dua nama yang terlihat paling gelisah adalah Topman Warcury dan Marcus Mars.

Reaksi mereka cukup jelas. Warcury bahkan menawarkan agar Gorosei saja yang turun. Keduanya tampak benar-benar khawatir dengan risiko Imu hadir langsung ke Elbaph.

Ini menarik, karena biasanya Gorosei digambarkan sangat tenang dan penuh kendali.

Di sini?

Mereka terlihat seperti bawahan yang sadar situasi sedang berbahaya.

2. Kubu Patuh/Pasrah: Garling, Nusjuro, dan Ju Peter

Figarland Garling (dok. Toei Animation/One Piece)

Di sisi lain, ada tiga Gorosei yang menerima keputusan itu:

Alasan mereka kurang lebih sama, mereka merasa tidak punya hak menahan Imu. Ketiganya seperti menganggap kehendak Imu adalah absolut.

Ju Peter awalnya sempat meminta Imu untuk jangan meninggalkan kastel, tapi ia yang kemudian menyorot kalau Imu sudah berkehendak maka tak satu pun dari Gorosei bisa mencegahnya.

Meski begitu, kamu bisa melihat ada semacam bayangan hitam di mata Ju Peter. Jadi mungkin dia pun khawatir tapi merasa Imu tak akan berubah pikiran.

3. Apa Arti Perbedaan Ini?

Nerona Imu Muncul di Elbaph di Manga One Piece 1179

Momen ini sekilas mungkin terlihat sepele.

Tapi kalau diperhatikan, ini bisa membuka beberapa kemungkinan menarik.

Mari kita coba bedah tiga hal yang menarik perhatian saya dari satu momen itu...

Hal Menarik 1: Ada Perbedaan Cara Pandang dalam Gorosei

Warcury dan Mars terasa lebih, strategis, kalkulatif, dan memikirkan risiko jangka panjang.

Sementara tiga yang lain terasa lebih ideologis dan loyal pada keputusan Imu, fokus pada kehendaknya.

Ini memberi nuansa bahwa Gorosei bukan satu suara mutlak. Mereka bukan sekedar lima orang yang saling menyambung pendapat satu sama lain dalam dialog, seperti yang kadang terasa.

Hal Menarik 2: Gorosei Tahu Imu Bisa Terancam

Hal yang paling mencolok dari Ju Peter menekankan supaya Imu tidak meninggalkan kastel, kemudian reaksi Warcury dan Mars adalah… mereka mewaspadai Imu meninggalkan Mary Geoise.

Ini implikasinya besar. Seperti mengindikasikan Imu tidak sepenuhnya “tak tersentuh”.

Ada risiko jika ia keluar dari zona amannya.

Salah satu teori yang beredar adalah keabadian Imu terhubung dengan Kastel Pangaea dan melihat Imu langsung batuk darah ketika sampai di Elbaph, ini bisa saja benar.

Hal Menarik 3: Potensi Keretakan Internal?

Perbedaan cara pandang Gorosei ini juga menarik.

Bayangkan kalau Imu gagal di Elbaph. Situasi dunia makin kacau, dan bahkan keputusan Imu mulai dipertanyakan.

Maka reaksi seperti Warcury dan Mars bisa berkembang jadi "Kita harusnya tidak membiarkan ini terjadi!"

Akankah mereka berdua malah marah ke tiga rekan mereka yang tidak mencoba mendesak Imu jangan pergi?

4. Detail Kecil, Potensi Besar

Gorosei mengkhawatirkan Imu. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)

Perbedaan reaksi Gorosei ini mungkin belum terasa signifikan sekarang.

Tapi ini memberi dua sinyal penting: Imu bukan sosok tanpa risiko, dan Gorosei tidak sepenuhnya satu suara.

Sekarang...

Mari kita nantikan gimana Oda akan mengembangkan ini.

Editorial Team