Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
For
You

4 Perbedaan Gaya Bertarung Rayleigh dengan Gaban di One Piece!

Silvers Rayleigh dan Scopper Gaban (Dok. Toei Animation/One Piece)
Silvers Rayleigh dan Scopper Gaban (Dok. Toei Animation/One Piece)
Intinya sih...
  • Gaban punya tendensi menyerang duluan
  • Silvers Rayleigh terasa bertarung lebih presisi
  • Pilihan senjata
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kalau Monkey D. Luffy punya Roronoa Zoro dan Sanji, maka di era Raja Bajak Laut, Gol D. Roger punya tangan kiri dan tangan kanan yang sama-sama mengerikan:
Silvers Rayleigh dan Scopper Gaban.

Keduanya adalah pilar utama Bajak Laut Roger, dua sosok terkuat di kru, di luar Kozuki Oden yang baru bergabung belakangan. Nama mereka bahkan terasa sengaja diposisikan sejajar: bukan sekadar bawahan, tapi partner tempur sejati.

Namun yang menarik, meski sama-sama monster, gaya bertarung Rayleigh dan Gaban terasa sangat kontras.

Lalu sebenarnya, apa saja perbedaan gaya bertarung Rayleigh dan Gaban di One Piece yang sudah bisa kita simpulkan sejauh ini?

Mari kita bedah satu per satu dari petunjuk yang sudah ada.

1. Gaban punya tendensi menyerang duluan

IMG_20251222_095627.jpg
Shanks dan Gaban vs Harald di One Piece

Kita tahu Silvers Rayleigh adalah petarung yang sangat fleksibel. Ia bisa bertindak cepat dan langsung menyerang kalau situasinya mendesak, contohnya ketika ia langsung menahan serangan Borsalino (Kizaru) di Sabaody tanpa ragu.

Namun Rayleigh juga dikenal sebagai sosok yang memberi kesempatan bagi musuhnya untuk paham risiko melawannya.

-Saat membantu Luffy di Sabaody (dalam Return to Sabaody), ia hanya menggoreskan garis di tanah, memberi peringatan jelas kepada Angkatan Laut: jangan melewatinya.

-Saat datang ke Amazon Lily untuk menolong Boa Hancock dari Kurohige, Rayleigh memilih mediasi, meski terang-terangan menyatakan ia tidak menyukai Kurohige. Ia menghentikan konflik tanpa harus menumpahkan darah.

Rayleigh cenderung membaca situasi terlebih dulu, lalu memilih apakah pedangnya perlu benar-benar berbicara.

Berbeda dengan rivalnya, Scopper Gaban sejauh ini justru diperlihatkan dengan pendekatan yang jauh lebih agresif.

-Di bab 1148, Gaban langsung menebas tangan Shepherd Sommers, seorang Kesatria Dewa, bahkan sebelum Sommers menyadari kehadirannya.

-Di bab 1169, Gaban bersama Shanks tanpa banyak basa-basi menebas Raja Harald dari Elbaph, yang saat itu telah dikendalikan Imu.

Dalam dua momen penting ini, pola yang muncul jelas: Gaban tidak menunggu ancaman berkembang. Ia memotongnya duluan.

Dari petunjuk ini, ada indikasi kuat bahwa gaya bertarung Gaban memang berangkat dari prinsip “serang duluan”, menjatuhkan lawan sebelum mereka sempat menguasai situasi atau menunjukkan potensi penuh.

2. Silvers Rayleigh terasa bertarung lebih presisi

Silvers Rayleigh Higanbana. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)
Silvers Rayleigh Higanbana. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)

Gaya bertarung Rayleigh itu cepat, begitu cepat hingga mampu membuat Borsalino tidak bisa melewatinya begitu saja. Padahal Borsalino itu manusia cahaya!

Dan dia juga biasanya presisi. Ketika 38 tahun lalu dia menolong Shakuyaku dari Shepherd Sommers di God Valley, ia melesat dan menghantam Sommers hingga terlempar menembus dinding sebelum sang Kesatria Dewa sempat membunuh Shakky.

Sementara itu Scopper Gaban dikenal sebagai "Pemakan Gunung." Kisahnya, dia pernah melindungi Roger yang sedang berobat. Tapi yang dia babat bukan hanya para bajak laut yang hendak memanfaatkan kesempatan untuk menyerang Roger, tapi juga pepohonan di sekelilingnya, membuat area dia bertarung gundul.

Dari sini, kontrasnya terasa jelas:

-Rayleigh adalah petarung yang mengandalkan akurasi, speed, dan efisiensi,

-sementara Gaban cenderung bertarung dengan daya hancur gila-gilaan, kekuatan yang “menyapu” area sekaligus.

Dan justru karena perbedaan inilah, keduanya terasa seperti pasangan sempurna di kru Roger: satu bertempur dengan presisi dokter bedah, yang lain akan menyebabkan kehancuran di sekelilingnya.

3. Pilihan senjata

Karakter Silvers Rayleigh dari anime One Piece (1999) (dok. Toei Animation)
Karakter Silvers Rayleigh dari anime One Piece (1999) (dok. Toei Animation)

Ini mungkin perbedaan paling mendasar antara Silvers Rayleigh dan Scopper Gaban.

Dalam situasi serius, Silvers Rayleigh selalu mengandalkan pedang. Dan bukan sembarang pendekar pedang, Rayleigh menggunakannya dengan kecepatan tinggi, kontrol jarak yang presisi, serta timing nyaris sempurna.

Kita sudah melihat sendiri bagaimana pedang Rayleigh mampu menghalangi pergerakan Borsalino, memaksa manusia cahaya itu bertarung secara langsung, dan membuat admiral sekelas Kizaru tidak bisa bergerak bebas sesuka hati.

Sebaliknya, Scopper Gaban identik dengan dua kapak besar yang ia ayunkan secara bersamaan. Pilihan senjata ini saja sudah memberi gambaran: Gaban bukan tipe petarung yang bermain aman atau sempit.

Julukan “Pemakan Gunung” terasa sangat masuk akal ketika kita melihatnya beraksi.

Di bab 1140, saat Gaban menguji kekuatan Luffy, ia mengerahkan teknik Yasotakeru, rentetan tebasan jarak jauh yang dilepaskan secara brutal. Roronoa Zoro memang berhasil melindungi Luffy dari serangan langsung tersebut, tetapi efek sampingnya jelas: menara Kastel Aurust runtuh, hancur oleh daya hancur serangan dua kapak Gaban.

Dari sini, perbedaannya makin tegas:

-Pedang Rayleigh : presisi, kontrol, duel satu lawan satu.

-Dua kapak Gaban: kekuatan masif, area luas, kehancuran menyeluruh.

Dan sekali lagi, kontras ini membuat keduanya terasa saling melengkapi. Tangan kanan dan kiri Roger dengan pendekatan berbeda, tapi sama-sama mematikan.

4. Sejauh ini Gaban lebih konsisten melapisi serangannya dengan Haki Raja level tinggi

Luffy dan Gaban One Piece volume 113. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)
Luffy dan Gaban One Piece volume 113. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)

Ini adalah perbedaan yang terasa lebih dipengaruhi konteks lawan, tapi tetap menarik untuk disorot.

Silvers Rayleigh jarang diperlihatkan secara eksplisit melapisi serangannya dengan Haoshoku Haki level tinggi. Sebagian alasannya jelas bersifat meta: Rayleigh bertarung serius di era cerita ketika konsep Haoshoku berlapis belum sepenuhnya diperkenalkan oleh Oda. Terutama aksinya di Sabaody arc.

Namun yang menarik, bahkan di kilas balik God Valley, ketika Rayleigh menyerang Shepherd Sommers, serangannya tidak ditampilkan jelas sebagai serangan berlapis Haki Raja. Setidaknya di versi manga.

Mungkin karena ,saat itu Rayleigh belum mengetahui bahwa kelemahan Kesatria Dewa adalah serangan yang dilapisi Haoshoku Haki. Ia bertindak untuk menyelamatkan Shakuyaku secepat mungkin, bukan untuk “menghabisi” Sommers secara permanen.

Berbeda dengan itu, Scopper Gaban bertarung di konteks yang sangat spesifik.

Sejak 14 tahun lalu hingga era sekarang, musuh utama Gaban adalah Kesatria Dewa: Raja Harald dari Elbaph yang telah dikendalikan Imu, Shepherd Sommers, dan Gunko.

Dan Gaban jelas tahu persis dengan apa yang ia hadapi.

Karena itu, dalam situasi serius, Gaban nyaris selalu melapisi serangannya dengan Haoshoku Haki level tinggi. Ini bukan gaya pamer, melainkan keharusan taktis. Tanpa Haoshoku berlapis, serangan apa pun hanya aka diregenerasi, atau diabaikan oleh Kesatria Dewa.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Fahrul Razi Uni Nurullah
EditorFahrul Razi Uni Nurullah
Follow Us

Latest in Anime & Mange

See More

4 Perbedaan Menarik Duo Zoro-Sanji dengan Rayleigh-Gaban One Piece

12 Jan 2026, 08:00 WIBAnime & Manga