Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Penyebab Kegagalan Rocks D. Xebec di One Piece! Garling?

5 Penyebab Kegagalan Rocks D. Xebec di One Piece! Garling?
Rocks D. Xebec. (onepiecewt100-2026.com)
Intinya Sih
  • Rocks D. Xebec gagal mencapai ambisinya karena keputusan emosional untuk melindungi keluarga, membuatnya terjebak di God Valley dan kehilangan peluang mempertahankan kejayaannya.
  • Kegagalannya juga dipicu oleh tidak adanya dukungan Harald serta ketertutupan terhadap kru sendiri, yang menimbulkan perpecahan dan hilangnya kepercayaan dalam kelompok bajak lautnya.
  • Selain faktor waktu yang tidak tepat, kejatuhan Rocks disegel oleh tindakan Figarland Garling yang menjadi penentu akhir hidup sang legenda di God Valley.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Rocks pernah mengincar puncak dunia, dan bahkan tampaknya mengincar Imu, namun akhirnya gugur sebelum rencananya terwujud. Ia bahkan tidak mendapatkan dua Buah Iblis yang dia incar maupun menemukan Galleila.

Apa saja penyebab kegagalan Rocks di One Piece? Mari kita bedah!

1. Cinta pada keluarganya

Rocks D. Xebec. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)
Rocks D. Xebec. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)

Ini kejam tapi nyata.

Sebenarnya Rocks tidak diincar di God Valley. Pulau itu ditarget lebih karena para klan Davy yang bermukim di sana. Kalau saja Rocks tidak ke God Valley ia mungkin bisa lanjut berjaya.

Tapi ia begitu mencintai anak dan istrinya hingga ia memilih pergi ke God Valley, meski ia mengakui ke Harald bahwa dia sudah merasa keberuntungannya habis.

Di satu sisi ini tragis, di sisi lain ini justru menunjukkan Rocks lebih manusiawi dan terhormat dibanding Teach, putranya sendiri, yang terlihat tidak punya orang yang ia cintai.

2. Gagal mendapatkan Harald sebagai sekutu

Rocks dan Harald.jpg
Rocks dan Harald. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)

Sejak awal Rocks butuh kekuatan Niddhoggr dari Elbaph dan di era itu yang bisa memberikannya hanya Harald.

Loki, pemakan kekuatan Niddhoggr kemudian, masih kecil saat itu.

Tapi Harald lebih fokus mencoba membuat negerinya diterima dunia hingga pada akhirnya tidak mau membantu Rocks. Bahkan menjelang God Valley, sesuatu yang Harald sendiri sesali.

Sementara itu Rocks benar-benar merasa Harald adalah sahabat dan tidak mau memaksanya. Kaido dia tendang ketika mengusulkan memaksa Harald.

Ini sayangnya juga berarti bahwa Rocks tidak pernah punya komponen penting dari rencananya yaitu kekuatan Niddhoggr dan potensi mengendalikan Galleila.

3. Tidak terbuka ke anak buahnya sendiri, bahkan ke yang loyal

Rocks D. Xebec punya anak dan istri.jpg
Rocks D. Xebec punya anak dan istri.. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)

Rocks terlihat hanya terbuka ke dua pihak: Eris dan Harald. Satu istrinya, satu raksasa yang ia anggap sahabat.

Ke anak buahnya? Bahkan Edward Newgate yang loyal kepadanya pun tidak ia infokan soal alasan sejatinya ke God Valley.

Di satu sisi ini masuk akal. Banyak anak buah Rocks itu oportunis. Jika ia mencoba jujur bukan tidak mungkin malah akan ada yang mengincar Eris. Ochoku saja sudah diam-diam mengkhianati Rocks.

Di sisi lain, ini membuat kontras ekstrem dengan Bajak Laut Roger. Bajak Laut Roger bergerak sebagai satu kesatuan, sementara Bajak Laut Rocks... anak buahnya bahkan tidak tahu kaptennya mau apa.

Rocks terasa menghimpun kekuatan besar supaya punya harapan mengguncang puncak dunia. Tapi mungkinkah ia malah akan lebih berhasil jika mengandalkan kelompok yang lebih kecil tapi solid seperti Luffy dan Roger?

4. Sayangnya dia sejak awal lahir di waktu yang salah

Bajak Laut Rocks Hachinosu.jpg
Bajak Laut Rocks era Hachinosu. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)

Ini faktor yang sering diremehkan.

Ada indikasi kuat bahwa untuk mencapai tujuan akhir dunia One Piece, dibutuhkan Joy Boy / Nika dan Poseidon.

Di era Rocks? Dua faktor itu belum hadir.

Artinya bahkan jika Rocks selamat dari God Valley dan melanjutkan rencananya, dia mungkin terlalu cepata atau akan kehabisan waktu sebelum “kondisi ideal” tercapai.

Sama seperti Roger kemudian tak punya waktu untuk menunggu Joy Boy dan Poseidon baru.

Ini membuat Rocks dan Gol D. Roger punya nasib mirip: sama-sama kuat banget, tapi lahir di masa dimana komponen untuk mencapai puncak dunia yang sejati belum eksis.

5. Faktor Penentu: Figarland Garling

St. Maffey, Figarland Garling, Shepherd Sommers. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)
St. Maffey, Figarland Garling, Shepherd Sommers. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)

Sangat menarik bahwa kejatuhan Rocks kalau dipikir-pikir bermuara di Garling.

God Valley? Itu karena Garling menemukan klan Davy di sana. Dan dari situ, meski targetnya bukan Rocks, Rocks pun terseret.

Bahkan Rocks sebenarnya masih berpotensi selamat setelah kalah dari Roger dan Garp, namun Garling yang mengeksekusinya saat ia tak lagi mampu melindungi diri.

Rocks mungkin pernah mengalahkan Garling. Tapi kalau kita pikir-pikir lagi, Garling sukses menyebabkan kehancuran mayoritas klan Davy dan bahkan membunuh sang legenda ini.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Fahrul Razi Uni Nurullah
EditorFahrul Razi Uni Nurullah
Follow Us

Related Articles

See More