Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Install
For
You

Begini Pandangan Menarik Bajak Laut Roger One Piece Soal Buah Iblis!

Begini Pandangan Menarik Bajak Laut Roger One Piece Soal Buah Iblis!
Bajak Laut Roger tiba di God Valley. (dok. Toei Animation/One Piece)
Intinya Sih
  • Kru Bajak Laut Roger dikenal tidak tertarik memakan Buah Iblis, bahkan saat menemukan Bara Bara no Mi dan harta di God Valley yang berisi buah tersebut.
  • Beberapa anggota kru sempat mengira Buah Iblis hanyalah rumor karena belum pernah melihat efeknya secara langsung meski sudah berlayar ke banyak tempat.
  • Roger dan krunya tetap menghormati pengguna Buah Iblis seperti Buggy dan Toki, menunjukkan filosofi non-diskriminatif yang kemudian diwariskan kepada Shanks.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Mayoritas anggota Bajak Laut Roger di One Piece secara mengejutkan bukan pemakan Buah Iblis.

Padahal di era yang sama, banyak rival mereka mengandalkan kekuatan Buah Iblis luar biasa. Ada Edward Newgate dengan Gura Gura no Mi, Charlotte Linlin dengan Soru Soru no Mi, Kaido dengan kekuatan naganya, hingga Shiki sang Singa Emas.

Namun Roger, Rayleigh, dan Scopper Gaban justru mencapai puncak dunia tanpa mengandalkan Buah Iblis.

Yang menarik, sejumlah flashback memperlihatkan bahwa kelompok ini punya pandangan yang cukup unik soal Buah Iblis.

Apa saja?

Table of Content

1. Mereka menemukan Bara Bara no Mi... dan tidak ada yang tertarik memakannya

1. Mereka menemukan Bara Bara no Mi... dan tidak ada yang tertarik memakannya

Buggy menyembunyikan Bara Bara no Mi dari Shanks. (dok. Toei Animation/One Piece)
Buggy menyembunyikan Bara Bara no Mi dari Shanks. (dok. Toei Animation/One Piece)

Salah satu petunjuk paling awal sebenarnya muncul sejak bab 19.

Di sana diperlihatkan kilas balik Buggy saat masih menjadi anak buah Bajak Laut Roger bersama Shanks.

Dalam sebuah pertempuran, kelompok Roger berhasil memperoleh Bara Bara no Mi.

Yang menarik? Roger sudah membiarkan anak buahnya untuk makan buah itu kalau ada yang mau.

Dan hasilnya?

Tidak ada yang berminat.

Situasi ini cukup mengejutkan jika dilihat dari perspektif dunia One Piece modern, dimana banyak orang rela membunuh demi memperoleh satu Buah Iblis.

Bahkan Buggy sendiri tidak berniat memakannya. Rencananya adalah menjual buah itu dan hidup kaya.

Alasannya masuk akal. Buggy dikenal sebagai perenang ulung dan sudah merencanakan berburu harta bawah laut. Menjadi pengguna Buah Iblis justru akan merusak rencana hidupnya.

2. Harta di God Valley ada Buah Iblis, dan bahkan saat itu pun tidak ada yang memakannya

Silvers Rayleigh dan Shakuyaku. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)
Silvers Rayleigh dan Shakuyaku. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda/One Piece)

Petunjuk lain muncul jauh kemudian di bab 1162.

Dalam flashback Insiden God Valley, Bajak Laut Roger berhasil menemukan berbagai harta berharga. Ada yang mengenali bahwa ada Buah Iblis di tumpukan harta itu.

Namun lagi-lagi tidak ada indikasi bahwa Roger, Rayleigh, atau Gaban memakannya.

Kalau memang salah satu dari mereka memakan buah tersebut, seharusnya efeknya sudah terlihat di masa kini.

Apakah semata karena mereka saat itu diserang Bajak Laut Rocks sebelum sempat mengambil buahnya? Jadi setelah kerusuhan dan God Valley terancam hancur, Buah Iblis tidak termasuk harta yang mereka amankan?

Atau yah... ini menegaskan bahwa kalaupun mereka melihat Buah Iblis, mereka tidak ada yang minat untuk memakannya?

3. Bahkan ada kru yang mengira Buah Iblis cuma gosip

Buggy dengan Bara Bara no Mi dan peta harta karun. (Dok. Shueisha/One Piece)
Buggy dengan Bara Bara no Mi dan peta harta karun. (Dok. Shueisha/One Piece)

Ada detail lucu di bab 19.

Ketika Buggy pura-pura memakan Buah Iblis palsu yang sudah ia siapkan, beberapa kru bingung karena tidak ada perubahan apa pun. Sampai-sampai ada yang berkomentar bahwa mungkin cerita soal Buah Iblis hanya rumor belaka.

Kalau dipikir-pikir sekarang, dialog ini memang terasa aneh. Bagaimanapun juga, Bajak Laut Roger sudah berlayar ke berbagai lautan dan bahkan berhadapan dengan kelompok monster seperti Bajak Laut Rocks. (Yang... anggotanya banyak pemakan Buah Iblis).

Kemungkinan besar ini hanyalah bagian dari worldbuilding awal One Piece ketika Oda belum sepenuhnya menetapkan seberapa umum pengetahuan soal Buah Iblis di dunia.

Atau bisa juga kru yang berkomentar itu memang anggota baru yang belum pernah melihat pengguna Buah Iblis secara langsung.

4. Tapi mereka tidak pernah mendiskriminasi pengguna Buah Iblis

Kozuki Toki (dok. Toei Animation/One Piece)
Kozuki Toki (dok. Toei Animation/One Piece)

Meski mayoritas kru Roger bukan pemakan Buah Iblis, mereka tidak punya pandangan negatif terhadap orang yang memilikinya.

Buggy tetap diterima setelah tanpa sengaja memakan Bara Bara no Mi. Tidak ada perlakuan berbeda terhadap dirinya.

Hal yang sama berlaku untuk Kozuki Toki.

Toki adalah pengguna Toki Toki no Mi yang ikut berlayar bersama Oden ketika Oden bergabung dengan Bajak Laut Roger.

Tidak pernah ada tanda-tanda bahwa Roger atau krunya mempermasalahkan kekuatan tersebut.

Yang mereka pedulikan tampaknya adalah orangnya, bukan apakah ia pengguna Buah Iblis atau bukan.

5. Filosofi ini terasa diwariskan kepada Shanks

Bajak Laut Rambut Merah. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda, Toei Animation/One Piece)
Bajak Laut Rambut Merah. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda, Toei Animation/One Piece)

Yang menarik, pola yang sama bisa dilihat pada Bajak Laut Rambut Merah.

Shanks sendiri bukan pengguna Buah Iblis. Mayoritas petarung utama krunya juga diketahui bertarung tanpa kekuatan Buah Iblis.

Mereka lebih mengandalkan Haki, kemampuan tempur, dan kerja sama kru.

Satu-satunya pengguna Buah Iblis yang diketahui pernah menjadi bagian kelompok Shanks adalah Uta.

Dan seperti Roger kepada Buggy atau Toki, Shanks tidak pernah memperlakukan Uta secara berbeda karena kekuatannya.

Karena itu, semakin terasa bahwa salah satu warisan Roger kepada Shanks bukanlah teknik bertarung, melainkan cara pandang.

Ada kesan bahwa baik Roger maupun Shanks tidak akan diskriminasi pada pengguna Buah Iblis, namun jika diberi pilihan... mereka tidak akan memakannya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Fahrul Razi Uni Nurullah
EditorFahrul Razi Uni Nurullah

Related Articles

See More