- Monkey D. Garp, yang terang-terangan menolak tunduk sepenuhnya pada atasan dan sistem.
- Sengoku, yang meski berada di puncak Angkatan Laut, bersedia menutup mata terhadap kejahatan struktural demi membuka jalan reformasi dari dalam.
Kenapa Ya Anak Big Mom yang Punya Haoshoku Haki Hanya Katakuri?

- Banyak anak Big Mom patuh pada ibu mereka, menghambat kemunculan Haoshoku Haki
- Katakuri loyal ke keluarganya tapi memiliki hasrat mandiri untuk melindungi saudara-saudarinya
- Perospero memiliki ambisi oportunis yang hanya muncul saat Big Mom tidak ada, berbeda dengan Katakuri
Charlotte Linlin alias Big Mom adalah salah satu Yonko paling mengerikan di dunia One Piece, dan ia juga dikonfirmasi sebagai pengguna Haoshoku Haki.
Dalam banyak kasus, Haki Raja ini seolah punya kecenderungan “menurun”. Kita sudah melihat contohnya pada Gol D. Roger dan Portgas D. Ace, atau Kaido dan Yamato.
Namun kasus Big Mom terasa janggal.
Dengan total 85 anak, seharusnya peluang munculnya lebih dari satu pengguna Haoshoku Haki cukup besar. Faktanya, hingga kini hanya satu anak Big Mom yang secara resmi dikonfirmasi memilikinya: Charlotte Katakuri.
Kenapa bisa begitu?
Mari kita bedah kemungkinan-kemungkinannya… dan berteori kenapa Katakuri doang yang punya Haki Raja di keluarga Charlotte.
1. Banyak anak Big Mom sepenuhnya patuh pada ibu mereka

Salah satu teori paling masuk akal yang beredar di One Piece adalah bahwa kepatuhan total pada figur penguasa justru menghambat kebangkitan Haoshoku Haki.
Haki Raja bukan sekadar kekuatan, ia adalah manifestasi kehendak untuk berdiri di atas orang lain, bukan tunduk pada kehendak tersebut. Karena itu, lingkungan yang menuntut ketaatan mutlak cenderung mematikan potensi Haoshoku sejak dini.
Kita bisa melihat pola ini di Angkatan Laut. Institusi yang menjunjung disiplin dan hierarki ketat ini nyaris tidak melahirkan pengguna Haoshoku. Dua pengecualian yang menonjol justru adalah sosok-sosok yang tidak sepenuhnya patuh:
Sekarang bandingkan dengan keluarga Charlotte.
Banyak anak Charlotte Linlin hidup dalam bayang-bayang Big Mom, patuh karena takut, karena terbiasa, atau karena sejak kecil diajarkan bahwa kehendak ibu adalah hukum mutlak. Dalam kondisi seperti itu, sangat sulit bagi “raja kecil” untuk tumbuh. Yang ada justru prajurit, administrator, atau pion setia.
Ini sangat kontras dengan kasus Yamato, yang sejak kecil secara aktif menentang ayahnya, Kaido. Perlawanan batin inilah yang menjadi pupuk subur bagi kebangkitan Haoshoku Haki.
Namun di sinilah muncul pertanyaan penting: Bukankah Katakuri juga sangat loyal pada Big Mom?
Benar. Tapi ada yang beda.
Untuk memahami kenapa Charlotte Katakuri tetap membangkitkan Haoshoku Haki, kita perlu membedah jenis loyalitas yang ia miliki, dan kenapa loyalitas itu sangat berbeda dari kepatuhan saudara-saudaranya.
Mari kita bahas.
2. Katakuri loyal ke keluarganya tapi ada hasrat tersendiri di baliknya

Bab 902 memberi kita gambaran paling jujur tentang siapa sebenarnya Charlotte Katakuri.
Setelah kalah dari Monkey D. Luffy, Katakuri tergeletak. Akhirnya berbaring setelah biasanya ia tidak mau terlihat berbaring di publik. Di momen itulah Charlotte Brulee menghampirinya dan mengucapkan kalimat yang membuka semuanya: “Kamu memasang peran sebagai pria tak terkalahkan demi kami, bukan?”
Brulee mengakui bahwa ia sudah lama tahu kebohongan Katakuri, bahwa sang kakak sebenarnya bisa berbaring, bisa jatuh, bisa rapuh. Dan itu bukan kebohongan demi ego, melainkan demi keluarga.
Dulu, Katakuri kecil hidup tanpa peduli citra. Ia tidak menutupi mulutnya yang menyerupai belut pelikan, tertawa bebas, berkelahi seenaknya, dan menjalani hidup apa adanya. Namun semua itu berubah ketika Brulee terluka akibat balas dendam seseorang yang pernah dikalahkan Katakuri.
Sejak saat itu, Katakuri membuat keputusan besar.
Ia berhenti menjadi lembut. Ia berhenti menjadi naif. Ia memaksakan diri menjadi sosok sempurna (tak terkalahkan, tak pernah jatuh, tak pernah berbaring) agar tidak ada lagi saudara-saudarinya yang menderita karena kelemahannya.
Lalu, apakah Katakuri loyal pada Big Mom?
Iya.
Tapi loyalitas itu bukan karena takut atau tunduk manut karena Big Mom adalah ibunya.
Katakuri memiliki hasrat mandiri: melindungi saudara dan saudarinya dengan caranya sendiri, bahkan jika itu berarti mengorbankan jati dirinya.
Di sinilah perbedaannya dengan banyak anak Big Mom lainnya.
Sebagian besar saudara Katakuri sekadar mengikuti kehendak ibu mereka, menjadi pion, administrator, atau petarung yang menjalankan perintah.
Katakuri, sebaliknya, memilih perannya sendiri. Ia menjadikan dirinya “raja bayangan” keluarga Charlotte, bukan karena diperintah, tapi karena ia menginginkannya.
Dan di titik itulah, Haoshoku Haki menemukan tempatnya.
3. Bagaimana dengan Charlotte Perospero?

Pertanyaan ini wajar muncul. Soalnya, Perospero adalah putra sulung Big Mom, posisi yang secara tradisional sering diasosiasikan dengan kepemimpinan dan ambisi.
Dan memang, Perospero punya ambisi.
Di bab 934, ketika Big Mom diduga tewas di Wano, Perospero dengan cepat menyatakan bahwa Big Mom Pirates akan berubah menjadi “Perospero Pirates”. Sebuah pernyataan yang jelas menunjukkan hasrat berkuasa.
Namun di sinilah masalahnya.
Ambisi itu hanya muncul saat Big Mom tidak ada.
Jika Big Mom ada di dekatnya, sikap Perospero langsung berubah. Ia kembali tunduk, patuh, dan(yang paling mencolok) takut pada ibunya. Tidak ada perlawanan batin, tidak ada penegasan kehendak. Yang tersisa hanyalah insting bertahan hidup.
Kontras ini makin diperjelas oleh momen lain di bab yang sama, ketika Charlotte Daifuku memprotes: menurutnya, jika Big Mom benar-benar tiada, pemimpin selanjutnya seharusnya Katakuri, bukan Perospero.
Respons Perospero?
Ia tidak membantah dengan visi, kekuatan, atau kehendak. Ia justru berlindung di balik senioritas.
Dan di situlah perbedaannya menjadi sangat jelas.
Ambisi Perospero bukan ambisi seorang raja melainkan ambisi oportunis.
Ia ingin berkuasa jika situasi menguntungkan, dan mundur begitu situasinya tak lagi menguntungkannya. Ambisi semacam ini mirip dengan sosok seperti Spandam atau Kurozumi Orochi: licik, penuh perhitungan, tapi rapuh ketika dihadapkan pada tekanan nyata.
Mereka punya keinginan besar. Tapi tidak punya tekad yang berdiri sendiri.
Padahal Haoshoku Haki terasa menuntut hal yang sangat spesifik: kehendak yang tetap menyala bahkan ketika dunia menentangmu, bukan kehendak yang hanya muncul saat penguasa sejati absen.
4. Tak heran Katakuri menempati posisi langka

Dengan semua konteks yang kita bahas di atas, wajar jika Charlotte Katakuri akhirnya menempati posisi yang sangat langka di dunia One Piece: seorang pemilik Haoshoku Haki yang tetap tunduk pada orang lain, tanpa kehilangan kehendaknya sendiri.
Posisi ini hanya ditempati segelintir karakter, seperti Roronoa Zoro dan Silvers Rayleigh. Mereka bukan raja yang duduk di singgasana, tetapi raja yang memilih untuk berdiri di belakang seseorang, bukan karena lemah, melainkan karena keputusan pribadi.
Dan di sinilah perbedaan Katakuri dengan sosok seperti Charlotte Perospero menjadi sangat jelas.
Katakuri ingin menjadi kuat dengan ambisi yang konkret dan personal: agar tidak ada lagi keluarganya yang terluka, seperti yang pernah dialami Charlotte Brulee di masa lalu. Ambisi ini bukan soal tahta, senioritas, atau kekuasaan, melainkan tanggung jawab yang ia pilih sendiri.
Ambisi semacam inilah yang terasa “layak” membangkitkan Haoshoku Haki. Bukan ambisi oportunis. Bukan hasrat berkuasa karena kekosongan kekuasaan. Melainkan kehendak untuk berdiri paling depan agar orang lain tidak perlu terluka. Kehendak seorang raja yang mulia.
Ironisnya, kehendak mulia inilah yang membuat Katakuri terasa salah tempat di keluarga Charlotte, keluarga yang identik dengan intrik, saling menjatuhkan, dan konflik bahkan antar saudara sendiri. Di tengah lingkungan seperti itu, Katakuri tampil bukan sebagai politisi licik atau pewaris rakus, melainkan sebagai perisai hidup.
Dan mungkin justru karena itulah, di antara 85 anak Big Mom, hanya Katakuri yang terpilih sebagai Raja.


















