4 Persamaan Higuruma dan Nanami Jujutsu Kaisen, Sama-Sama Pria Dewasa!

- Nanami dan Higuruma sama-sama digambarkan sebagai pria dewasa yang tenang, rasional, serta memiliki rasa tanggung jawab tinggi terhadap tugas dan orang di sekitarnya.
- Keduanya pernah menjalani profesi normal sebelum menjadi penyihir; Nanami sebagai pegawai kantoran dan Higuruma sebagai pengacara yang berjuang menegakkan keadilan.
- Baik Nanami maupun Higuruma menunjukkan kekecewaan terhadap sistem sosial yang tidak adil, namun tetap memilih bertindak demi nilai dan keyakinan mereka masing-masing.
Jika berbicara tentang karakter dewasa di Jujutsu Kaisen, nama Nanami dan Higuruma hampir selalu muncul di benak para penggemar. Keduanya memiliki pembawaan yang tenang, rasional, dan terlihat seperti orang yang sudah terlalu lama berhadapan dengan kerasnya realita entah itu dalam pekerjaan maupun kehidupan sosial.
Tak heran jika dua penyihir ini menjadi karakter favorit banyak orang. Nah, apa saja persamaan antara Nanami dan Higuruma? Berikut daftarnya!
1. Punya karakteristik pria yang dewasa, tenang dan penuh tanggung jawab

Melihat sosok Nanami dan Higuruma, kita pasti langsung teringat pada beberapa kata: dewasa, tenang, dan penuh tanggung jawab.
Nanami sendiri diperlihatkan sebagai sosok yang bahkan terasa lebih dewasa dibandingkan Gojo yang notabene adalah seniornya. Ia tahu kapan harus bertindak dan kapan harus mengambil keputusan terbaik, terutama demi para penyihir muda seperti Yuji. Selain itu, Nanami juga kerap mengajarkan Yuji tentang kerasnya realita dunia jujutsu serta tanggung jawab yang harus dipikul oleh para penyihir.
Higuruma pun demikian. Sebagai seseorang yang bergelut di dunia hukum, ia digambarkan sebagai pengacara yang berdedikasi untuk menolong mereka yang membutuhkan keadilan. Ia bahkan bersumpah untuk tidak menutup mata terhadap siapa pun yang membutuhkan bantuannya.
Inilah yang membuat Nanami dan Higuruma terasa begitu mirip: dua pria dewasa yang memahami kerasnya realita, namun tetap memilih untuk menjalankan tanggung jawab mereka hingga akhir.
2. Pernah menjalani profesi normal sebelum terjun ke dunia jujutsu

Sebelum terjun sepenuhnya ke dunia jujutsu, Nanami dan Higuruma rupanya pernah menjalani profesi yang terbilang normal.
Nanami sendiri diketahui merupakan alumni Sekolah Jujutsu Tokyo. Namun setelah lulus, ia sempat meninggalkan dunia tersebut dan memilih bekerja secara normal di sebuah perusahaan. Sayangnya, lingkungan kerjanya justru membuat Nanami merasa semakin muak karena jauh dari idealisme yang ia pegang. Pada akhirnya, ia pun menerima permintaan Gojo untuk kembali aktif sebagai penyihir.
Sementara itu, Higuruma bekerja sebagai seorang pengacara dan bahkan sempat membuka kantor hukumnya sendiri. Ia dikenal sebagai sosok yang berdedikasi dalam membela mereka yang membutuhkan keadilan, sampai akhirnya ia ditandai oleh Kenjaku dan bangkit sebagai penyihir dalam Culling Game.
3. Pesimis pada sistem di masyarakat

Di balik sikap dewasa dan penuh tanggung jawab yang mereka tunjukkan, Nanami dan Higuruma rupanya sama-sama memendam kekecewaan terhadap sistem yang ada di masyarakat.
Nanami merasa muak dengan pekerjaan lamanya yang pada akhirnya hanya membuat orang kaya yang membayarnya menjadi semakin kaya. Tak heran jika dalam perkenalan pertamanya dengan Yuji, ia sampai mengatakan bahwa pekerjaan lamanya terasa jauh lebih menjijikkan dibandingkan menjadi penyihir di dunia jujutsu. Karena itulah, Nanami akhirnya memilih kembali ke dunia jujutsu, terlebih karena masih ada Gojo dan rekan-rekannya di sana.
Sementara itu, Higuruma harus menyaksikan langsung pahitnya realita sistem hukum. Ia melihat bagaimana seseorang yang seharusnya tidak bersalah justru harus menanggung hukuman yang tidak semestinya. Hal inilah yang mendorongnya untuk menciptakan “hukum” versinya sendiri melalui teknik kutukannya, sebuah tempat yang benar-benar menjunjung tinggi keadilan secara mutlak.
Namun pada akhirnya, pandangan tersebut mulai berubah setelah ia bertemu dengan Yuji, seorang pemuda yang harus menanggung dosa yang sebenarnya dilakukan oleh Sukuna.
4. Pernah berduet bersama Yuji melawan musuh yang kuat

Menariknya, Nanami dan Higuruma juga sama-sama pernah bekerja sama dengan Yuji saat menghadapi musuh yang sangat kuat.
Nanami pernah berduet dengan Yuji ketika mereka melawan Mahito di sekolah Junpei. Kerja sama keduanya bahkan sempat memojokkan roh kutukan tersebut hingga Mahito terpaksa melarikan diri dari pertarungan.
Sementara itu, Higuruma juga pernah bertarung bersama Yuji saat menghadapi Sukuna. Mereka bahkan sempat berdiskusi tentang cara melucuti kekuatan Sukuna melalui domain pengadilan milik Higuruma. Bukan hanya itu, ada pula momen epik ketika Higuruma yang sudah sekarat tetap berhasil menyerahkan pedang eksekusinya kepada Yuji agar bisa digunakan untuk menyerang Sukuna.
Itulah daftar persamaan Higuruma dan Nanami di Jujutsu Kaisen.
Bagaimana menurut kalian?
Untuk informasi yang lebih lengkap soal anime-manga, film, game, dan gadget, yuk gabung komunitas Warga Duniaku lewat link berikut:
Discord: https://bit.ly/WargaDuniaku











![[QUIZ] Siapa Karakter One Piece Live Action yang Kamu Kenalkan ke Keluarga Saat Lebaran?](https://image.idntimes.com/post/20260312/upload_4f00a7a3cc4599575c27db890831acd4_cb7285b6-9c3f-4e46-b18e-fbbcf2ca799a.png)






