- Edward Newgate masih mampu mendesak Marshall D. Teach meski tubuhnya sudah penuh luka dan lubang.
- Kaido pernah menjatuhkan Luffy dengan satu serangan, serta sebelumnya mengalahkan petarung seperti Killer dan Eustass Kid.
- Shanks mengakhiri Kid hanya dengan satu tebasan.
- Big Mom tampil nyaris tak terhentikan di Whole Cake Island.
5 Hal Menarik dari Kekalahan Rob Lucci oleh Luffy di Egghead One Piece

- Terasa seperti cara Oda menegaskan: ya, Luffy itu Yonko
- Musuh lama untuk tolak ukur Luffy sudah sejauh apa berkembang
- Bahkan dialog sebelum pertarungan pun menegaskan perbedaan situasinya
Egghead Arc jelas bukan arc yang bagus bagi Rob Lucci.
Ia kembali dengan status yang jauh lebih tinggi dibanding era Enies Lobby: kini menjadi anggota CP0, lebih matang, lebih dingin, dan, yang paling penting, telah mencapai Awakening Zoan sempurna. Secara teori, ini adalah versi terkuat Rob Lucci yang pernah kita lihat.
Namun realitas di Egghead berkata lain.
Lucci dikalahkan oleh Monkey D. Luffy dalam wujud Gear 5, lalu kembali tumbang saat berhadapan dengan Roronoa Zoro. Fakta pahitnya: Lucci bahkan tak mampu mengalahkan “nomor dua” Topi Jerami, apalagi mendekati level kaptennya.
Sekilas, ini terlihat seperti penurunan status, mantan musuh besar yang kini tertinggal oleh protagonis. Tapi justru di situlah menariknya.
Kekalahan Lucci di Egghead bukan sekadar soal kalah kuat. Momen itu menyimpan banyak makna: tentang pergeseran level dunia, tentang bagaimana One Piece memasuki fase baru, dan tentang posisi Lucci yang kini berada di persimpangan antara masa lalu dan masa depan cerita.
Lalu, apa saja hal menarik yang bisa kita tarik dari kekalahan Rob Lucci oleh Luffy di Egghead?
Mari kita bahas satu per satu.
1. Terasa seperti cara Oda menegaskan: ya, Luffy itu Yonko

Sifat Monkey D. Luffy yang konyol, ceria, dan absurd (terutama dalam wujud Gear 5) kadang justru membuat pembaca lupa satu fakta penting: Luffy sekarang sudah berada di level Yonko.
Dan pertarungannya melawan Rob Lucci di Egghead terasa seperti momen yang sengaja diletakkan oleh Oda sendiri untuk menegaskan hal itu.
Dalam tradisi One Piece, setiap Yonko hampir selalu punya satu ciri khas naratif: mereka memiliki momen di mana karakter yang “seharusnya sangat kuat” tetap gak cukup untuk menjatuhkan mereka.
Kita sudah melihat pola itu berulang kali:
Dan ini adalah momen Yonko-nya Luffy.
Kita semua tahu Lucci bukan petarung sembarangan. Oda bahkan menegaskan peningkatan levelnya di Egghead: Lucci mampu mengatasi Atlas serta menumbangkan Sentomaru, dua sosok yang kuat.
Namun di hadapan Luffy sebagai Yonko, seluruh peningkatan itu tetap tidak berarti.
Lucci tidak kalah karena ceroboh. Ia tidak kalah karena diremehkan.
Ia kalah karena jarak levelnya dengan Luffy kini sudah terlalu jauh.
2. Musuh lama untuk tolak ukur Luffy sudah sejauh apa berkembang

Kalau saja yang dikalahkan oleh Luffy adalah agen CP0 kuat tapi random, misalnya Guernica, ya kita mungkin akan merasa, "Luffy keren ya bisa ngalahin CP0." Tapi impact emosinya kurang.
Lucci ini kita ada faktor historis. Dia dulu adalah musuh fisik utama di Enies Lobby, karena dalang insiden yaitu Spandam terlalu lemah untuk bertarung langsung.
Luffy harus mati-matian untuk mengalahkannya. Bahkan momen endingnya pun epik: Lucci mengira sudah menang, tapi Luffy masih bisa bangkit sekali lagi untuk menghajarnya.
Sekarang, dua tahun telah berlalu dalam cerita.
Lucci kembalisebagai versi yang jauh lebih kuat: anggota CP0, petarung veteran, dan pengguna Awakening Zoan sempurna. Secara teori, ia seharusnya berada di puncak evolusinya.
Namun justru di situlah pesannya menjadi sangat jelas.
Pertarungan di Egghead ini menegaskan bahwa perkembangan kekuatan Luffy melaju jauh lebih cepat dibanding Lucci. Kalau dulu mereka setara, kini ada jurang besar sekali antara Luffy dan Lucci.
Rematch ini bukan soal siapa yang kalah.
Ini tentang seberapa besar dunia telah berubah sejak Enies Lobby, dan betapa Luffy kini berdiri di level yang sama sekali berbeda dari masa lalunya.
Lucci berkembang. Tapi Luffy… melampauinya.
3. Bahkan dialog sebelum pertarungan pun menegaskan perbedaan situasinya

Bahkan sebelum pertarungan dimulai, kamu bisa merasakan betapa bedanya situasi Topi Jerami Enies Lobby versus Egghead.
Di Water 7 hingga Enies Lobby, Topi Jerami hanyalah “gangguan”. Bagi Pemerintah Dunia saat itu, fokus utamanya adalah menangkap Nico Robin. Luffy dan krunya diperlakukan sebagai masalah yang bisa dibereskan di jalan, bukan ancaman strategis yang perlu diperhitungkan secara serius.
Sekarang, kondisinya berubah jauh.
Di Egghead, bahkan sebelum konflik meletus, Kaku sudah mengingatkan Rob Lucci bahwa karena Monkey D. Luffy kini berstatus Yonko, mereka tidak bisa sembarangan melawannya tanpa izin langsung dari atasan.
CP0 sudah mengakui Luffy sebagai ancaman nyata! Topi Jerami kini bukan lagi kelompok yang bisa dipukul lalu dilupakan. Mereka adalah entitas yang jika diserang tanpa perhitungan bisa memicu eskalasi berskala perang, persis seperti karakter Yonko lainnya.
Dialog singkat ini menjadi petunjuk halus tapi kuat bahwa level Topi Jerami sudah melonjak jauh setelah perjalanan panjang mereka. Tanpa perlu pamer kekuatan, dunia sudah memperlakukan mereka secara berbeda.
Namun di titik inilah tragedi kecil Rob Lucci muncul.
Secara struktural, dunia sudah mengakui perubahan itu. Tapi secara personal, ego Lucci tampaknya belum siap menerimanya.
4. Ego Lucci yang agak ngeselin

Bab 1071 terjadi setelah Rob Lucci kalah telak dari Monkey D. Luffy. Secara logika dan hierarki, semuanya seharusnya sudah jelas. Luffy sudah jadi terlalu kuat dibanding dirinya. Namun justru di situlah masalahnya.
Ketika Stussy bertanya, “Kamu tidak mau mendengarkan perintah Angkatan Laut, Lucci?”
jawaban Lucci sangat mencolok: “Aku tidak melihat Topi Jerami sebagai Kaisar.”
Kalimat ini bukan sekadar pembangkangan, ini adalah penolakan realitas.
Berbeda dengan Kaku, yang mampu membaca situasi secara dingin dan memahami bahwa status Luffy sebagai Yonko membawa konsekuensi besar, Lucci justru terjebak pada ego personalnya.
Dan itu masuk akal jika kita melihat latar belakangnya.
Lucci tumbuh sebagai jenius tempur, senjata hidup Pemerintah Dunia. Di Enies Lobby, pertarungannya dengan Luffy berakhir sangat tipis, nyaris seimbang, ditentukan oleh ketahanan Luffy pada detik-detik terakhir. Dari sudut pandang Lucci, sangat mungkin ia merasa bahwa jarak antara dirinya dan Luffy seharusnya tidak sejauh ini.
Masalahnya, dunia tidak berhenti bergerak.
Luffy berkembang secara eksponensial, menjadi Yonko, mengalahkan Kaido, dan berdiri di puncak kekuatan dunia. Lucci juga berkembang, bahkan mencapai Awakening Zoan, tapi kecepatan pertumbuhannya kalah jauh.
Lalu tragedi Lucci di Egghead benar-benar lengkap.
Di bab 1110, Roronoa Zoro akhirnya menebasnya. Bukan Luffy tapi Zoro yang hanya "nomor dua" Topi Jerami. Zoro yang di Enies Lobby dulu lawannya Kaku, bukan Lucci.
Bagi Lucci, ini bukan sekadar kekalahan tambahan. Ini saya yakin adalah pukulan telak bagi egonya.
Ia bukan hanya gagal mengalahkan Kaisar yang tak ia akui, ia bahkan tak mampu melukai orang kedua di bawah Kaisar tersebut.
5. Rematch antara Luffy dengan musuh lama sendiri jarang terjadi, terutama yang sudah ia kalahkan

Jika diperhatikan, Monkey D. Luffy nyaris tidak pernah mendapat rematch langsung dengan musuh lama.
Oda hampir selalu memilih pendekatan lain.
Dalam banyak kasus, musuh lama justru berubah posisi: menjadi sekutu sementara, seperti Buggy, Mr. 3, dan Crocodile selama Impel Down hingga Marineford; atau tetap antagonis, tetapi bukan Luffy yang menjatuhkannya, seperti Big Mom di Onigashima yang akhirnya dilawan oleh Eustass Kid dan Trafalgar Law.
Karena itu, Luffy vs Rob Lucci di Egghead terasa sangat tidak biasa.
Ini adalah momen langka di mana Oda mempertemukan Luffy dengan musuh lama yang pernah menjadi tantangan besar di masa lalu, sudah dikalahkan secara tuntas, dan masih menolak untuk berhenti menantangnya.
Dan justru karena kelangkaan inilah, rematch tersebut terasa bermakna.
Oda jelas tidak menaruh pertarungan ini secara acak. Seperti yang sudah dibahas di poin-poin sebelumnya, duel ini berfungsi sebagai:
-penegasan status Yonko Luffy,
-tolok ukur pertumbuhan Luffy pasca–Enies Lobby,
-kontras sikap dunia terhadap Topi Jerami dulu dengan sekarang,
-dan potret ego Lucci yang tak mau menerima perubahan zaman.
Bahkan jika dilihat lebih luas, Egghead Arc sendiri terasa seperti panggung peralihan.
Di sini, Luffy berhadapan dengan musuh lama yang kini tak lagi mampu mengimbanginya (Lucci dan Borsalino), dan musuh baru yang membuatnya kerepotan dan memberi tantangan baru: Gorosei, puncak kekuasaan Pemerintah Dunia yang berada tepat di bawah Imu.
Pesannya terasa sangat jelas.
Rematch Luffy vs Lucci bukan nostalgia. Ini adalah penanda bahwa dunia One Piece telah resmi berganti babak.


















