Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Gimana Sih Oda Memilih Aktor untuk Memerankan Karakter One Piece?
Bajak Laut Topi Jerami One Piece Netflix. (Dok. Netflix/One Piece)
  • Eiichiro Oda tetap berperan besar dalam proses casting One Piece live action, menilai aktor berdasarkan foto dan rekaman audisi tanpa bertemu langsung.
  • Oda memilih aktor dengan mengandalkan intuisi dan kekuatan batin yang terpancar dari mereka, bukan lewat kriteria logis atau daftar penilaian tertentu.
  • Pemeran utama dan pendukung One Piece live action banyak dipuji karena dianggap sangat cocok dengan karakter aslinya, termasuk aktor baru di musim kedua.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Dalam banyak adaptasi film atau serial, kreator asli biasanya tidak punya peran besar. Mereka mungkin bisa memberi masukan… tapi belum tentu didengar.

Namun Eiichiro Oda berbeda.

Untuk One Piece live action, ia masih punya pengaruh kuat, termasuk dalam urusan casting aktor.

Lalu pertanyaannya: dalam proses audisi, gimana sih Oda bersama anggota tim lainnya memilih orang untuk memerankan karakter? Apa saja hal terpenting bagi Oda saat memilih aktor

Pertanyaan ini sempat diajukan langsung oleh Inaki Godoy (Luffy) di podcast One Piece: Into the Grand Line.

Dan jawabannya… cukup unik.

1. Jawaban Oda dimulai dengan, "Apa kriterianya? Entahlah.”

Podcast One Piece Inaki Godoy dan Eiichiro Oda

Lucunya Oda menjawab dengan, "Apa kriterianya? Entahlah."

Tapi ia lalu menjelaskan, dia meninjau foto dan rekaman audisi, tapi tak menemui para aktor secara langsung. Namun jika kekuatan batin sang aktor terpancar melalui foto mereka, dan sesuai dengan perannya, maka Oda akan memilihnya.

Oda juga menekankan bahwa visual juga penting. Jika sang aktor sempurna untuk memerankan karakternya, intuisi Oda akan mengetahuinya.

Tapi Oda mengakui, "Tak ada alasan logis. Kurasa tak bisa dijelaskan dengan kata-kata."

2. Sebelumnya, Oda memuji para aktor utama

Kru Topi Jerami (Dok. Netflix/One Piece)

Sebelum sampai bagian itu, Inaki sempat menanyai Oda apa dia pernah main drama di sekolah atau semacamnya.

Oda mengakui dia pernah ikut drama sekolah namun merasa tidak cocok.

Namun dia lalu lanjut menyorot, "Namun, anehnya, para pemeran kru Topi Jerami saat ini sungguh sesuai dengan karakter-karakternya." Dan dia bahkan memuji Inaki, "Kau sangat cocok memerankan Luffy."

Iya lalu menambahkan, "Pemeran utama lainnya kini lima orang. Rasanya agak aneh bagiku, tapi mereka semua sesuai dengan karakternya. Aku suka mereka."

3. Casting One Piece live-action banyak dipuji

Brook di One Piece Season 2 (dok. Netflix)

Casting One Piece live-action memang banyak dipuji. Ya, di Season 1 ada beberapa yang terasa kurang pas. Tapi lima Topi Jerami dapat sorotan. Bahkan villain seperti Buggy (Jeff Ward), Kuro (Alexander Maniatis), Mihawk (Steven Ward) juga disukai fans karena betapa sempurnanya mereka membawakan karakter masing-masing.

Dan di Season 2? Para aktor yang baru gabung pun terasa pas. Termasuk Charithra Chandran (Vivi), Lera Abova (Nico Robin), David Dastmalchian (Mr. 3), Mark Harelik (Hiriluk) dan satu pilihan yang mengejutkan: Martial T. Batchamen sebagai Brook yang bahkan sempurna menyajikan tawa "Yo-ho-ho-ho,"-nya.

Kalau dilihat, metode Oda dalam memilih aktor memang terdengar tidak konvensional. Setidaknya, dari yang dia akui di podcast.

Tidak ada checklist kaku. Tidak ada rumus pasti.

Hanya: insting, kecocokan rasa, dan keyakinan bahwa “orang ini adalah karakternya”

Dan sejauh ini? Pendekatan itu terbukti berhasil.

Kadang, untuk menerjemahkan dunia seunik One Piece, logika saja memang tidak cukup.

Editorial Team