5 Alasan Tragis Eustass Kid Gagal di New World One Piece

- Eustass Kid kalah telak dari Shanks di Elbaph setelah gagal membangun aliansi kuat dan kehilangan salinan Road Poneglyph beserta kapalnya yang dihancurkan Dorry dan Brogy.
- Kid terlalu fokus pada kekuatan magnet Jiki Jiki no Mi tanpa mengasah Haoshoku Haki tingkat lanjut, membuatnya tertinggal dari para Yonko seperti Luffy dan Shanks.
- Kekakuan strategi, minimnya kru kuat selain Killer, serta ketidakmampuan belajar dari kekalahan membuat Kid tak mampu beradaptasi dengan politik dan dinamika keras New World.
Perjalanan Eustass Kid pada dasarnya sudah terhenti… kecuali kalau nanti ada kejutan besar di Elbaph.
Setelah ikut menjatuhkan Big Mom di Wano, Kid justru mengalami salah satu kekalahan paling brutal di seri ini. Saat berhadapan dengan Shanks di perairan Elbaph, dia tumbang hanya oleh satu tebasan Divine Departure.
Yang lebih fatal lagi, salinan Road Poneglyph milik Kid akhirnya diserahkan anak buahnya kepada Bajak Laut Rambut Merah. Setelah itu kapal Victoria Punk dihancurkan serangan gabungan Dorry dan Brogy.
Dari situ muncul pertanyaan besar: kenapa Kid gagal di New World?
Padahal dia termasuk anggota Worst Generation yang paling menjanjikan.
1. Dia Maju Terus Tanpa Membangun Fondasi Aliansi

Sebenarnya Kid sempat mencoba membangun aliansi. Masalahnya, usaha itu berakhir kacau.
Scratchmen Apoo ternyata sudah menjadi bawahan Kaido dan memancing Kaido ke tempat pertemuan mereka. Lalu Basil Hawkins memilih menyerah dan tunduk.
Kid mungkin jadi kehilangan kepercayaan pada konsep kerja sama.
Padahal ironisnya, perang Onigashima justru membuktikan bahwa di New World, aliansi adalah kunci. Luffy bisa menang karena didukung para samurai, Mink, kru Topi Jerami, hingga bantuan Law dan Kid sendiri.
Sementara Kid setelah Wano terasa kembali ke pola lama: maju terus dengan kelompok kecilnya saja.
Akibatnya saat dia menghadapi musuh besar tanpa dukungan Luffy dan Law, kehancurannya terasa total.
Yang paling tragis? Saat Kid karam, nyaris tak ada pihak lain yang terasa akan datang menolongnya.
Bandingkan dengan Monkey D. Luffy. Bahkan kalau Luffy tumbang, masih ada Armada Besar Topi Jerami, kerajaan sahabat, hingga sekutu-sekutu lain yang mungkin bergerak membantunya.
Kid tidak pernah membangun jaringan sebesar itu.
2. Dia Tidak Pernah Mengembangkan Haoshoku Haki-nya

Kid sebenarnya memiliki Haoshoku Haki, kelebihan langka yang hanya dimiliki sosok-sosok “raja.”
Namun dia terasa terlalu fokus mengembangkan kekuatan Jiki Jiki no Mi.
Memang, kemampuan magnetnya sangat destruktif. Teknik seperti Damned Punk bahkan mampu memberi tekanan besar ke Big Mom.
Tapi semakin jauh cerita berjalan, semakin jelas bahwa Haoshoku Haki tingkat tinggi adalah pembeda utama di New World.
Kaido, Shanks, Luffy, bahkan Zoro menunjukkan bahwa lapisan Haoshoku Haki tingkat lanjut bisa menentukan hasil pertarungan monster level Yonko.
Dan Kid? Sampai sekarang dia belum pernah diperlihatkan menggunakan advanced Haoshoku coating seperti Luffy atau Shanks.
Akibatnya, kekuatannya terasa sangat bergantung pada serangan fisik besar dan persenjataan masif.
3. Dia Tidak Belajar dari Kekalahan

Ini mungkin kelemahan paling tragis Kid.
Dia punya mental baja. Masalahnya, mental itu sering berubah menjadi keras kepala.
Kid pernah dihajar Kaido lalu dipenjara di Udon. Sebelumnya ia kehilangan lengan kiri karena Bajak Laut Rambut Merah.
Namun setelah semua itu, pendekatannya nyaris tidak berubah.
Saat melawan Shanks lagi, Kid tetap memilih solusi frontal: bikin Rail Gun raksasa lalu menghancurkan armada lawan.
Masalahnya, tindakan itu justru membuat Shanks bergerak serius.
Kid tampaknya tidak pernah benar-benar mengevaluasi: kenapa dia kalah, apa yang harus diubah, atau bagaimana menghadapi Yonko dengan lebih cerdas.
Dia terus memakai pola: “Kalau serangan besar gagal, pakai serangan yang lebih besar.”
Dan di New World, pola pikir seperti itu sangat berbahaya.
4. Selain Killer, Anak Buahnya Kurang Menonjol

Tidak semua kru harus sebesar Topi Jerami. Tapi masalahnya, Bajak Laut Kid terasa terlalu bergantung pada Kid sendiri.
Selain Killer, nyaris tidak ada anggota yang benar-benar menonjol dari segi kekuatan, strategi, maupun pengaruh.
Padahal di New World, kru Yonko biasanya punya fondasi kuat: komandan elite, spesialis, navigator hebat, petarung kuat, jaringan bawahan.
Sementara kru Kid terasa seperti kelompok kecil yang tidak berkembang signifikan sejak awal perjalanan mereka dari South Blue.
Dan itu terlihat jelas saat Kid dan Killer tumbang di Elbaph.
Alih-alih tetap melawan atau menyusun strategi kabur, anak buah Kid langsung menyerahkan salinan Road Poneglyph demi menyelamatkan kapten mereka.
Momen itu terasa menyedihkan karena memperlihatkan bahwa seluruh kru mereka praktis runtuh begitu dua sosok utamanya kalah.
5. Kid Kurang Fleksibel untuk Menghadapi Konflik Besar

Kid sebenarnya kreatif dalam pertarungan. Penggunaan magnetismenya cukup liar dan unik.
Namun di luar battle, dia terasa minim fleksibilitas.
Dia hampir selalu memilih tabrak langsung, serang frontal, hancurkan lawan secepat mungkin.
Tidak ada permainan politik seperti Law. Tidak ada kemampuan membangun pengaruh seperti Luffy. Tidak ada keseimbangan kekuatan dan diplomasi seperti Shanks.
Padahal New World bukan sekadar tempat “siapa paling kuat menang.” Ini wilayah yang dipenuhi politik, wilayah kekuasaan, jaringan informasi, aliansi, dan perang pengaruh.
Kid tampak tidak pernah benar-benar beradaptasi dengan realitas itu.
Faktanya: Tanpa Bantuan Orang Lain, Perjalanan Kid Sudah Tamat di Wano

Kalau dipikir-pikir, dunia One Piece sebenarnya sudah berkali-kali memberi sinyal kepada Kid.
Kalau Luffy tidak membebaskan Udon, Kid mungkin akan membusuk di penjara Kaido.
Kalau Law tidak membantunya melawan Big Mom, Kid kemungkinan besar kalah.
Kalau aliansi ninja-pirate-mink-samurai gagal terbentuk, Kid tidak akan pernah keluar hidup-hidup dari perang Wano.
Masalahnya, Kid seperti tidak pernah benar-benar menerima pelajaran dari semua itu.
Dunia One Piece terus menunjukkan bahwa di New World kekuatan saja tidak cukup.
Namun Kid terus mengandalkan pola “tabrak saja dulu.” Dan hasil akhirnya tragis.
Sekarang dia tersingkir dari perebutan One Piece… kecuali ada keajaiban besar yang membuatnya bangkit lagi di masa depan.
![[QUIZ] Senjata Saijo O Wazamono One Piece Mana yang Cocok dengan Kamu?](https://image.idntimes.com/post/20251119/opera-snapshot_2025-11-19_051447_static_ba7a9267-68dc-4265-b760-c9efd350d0de.png)







![[QUIZ] Mythical Zoan One Piece Mana yang Cocok dengan Sifatmu?](https://image.idntimes.com/post/20250907/239729_fb4d70f6-aba1-4ac8-8ec6-0657c26c90b3.png)









