8 Kematian Paling Menyedihkan di One Piece, Menyayat Hati!

- Artikel menyoroti delapan kematian paling menyedihkan di One Piece, menggambarkan bagaimana Eiichiro Oda membangun emosi lewat hubungan, pengorbanan, dan mimpi tiap karakter.
- Kematian tokoh seperti Ace, Shirohige, dan Going Merry menjadi momen ikonik yang meninggalkan luka mendalam bagi kru Topi Jerami serta para penggemar.
- Dari Corazon hingga Dr. Hiriluk, setiap kisah menunjukkan makna cinta, pengorbanan, dan warisan semangat yang terus hidup dalam perjalanan karakter lain.
Meski dikenal penuh petualangan dan humor, One Piece juga punya banyak momen emosional yang menghancurkan hati fans. Eiichiro Oda sering membuat kematian karakter terasa sangat menyakitkan karena dibangun lewat hubungan, mimpi, dan pengorbanan mereka.
Beberapa kematian bahkan masih terus dikenang sampai sekarang karena dampaknya begitu besar terhadap cerita maupun karakter lain. Berikut 8 kematian paling menyedihkan di One Piece!
1. Portgas D. Ace

Kematian Portgas D. Ace di Marineford mungkin jadi salah satu momen paling ikonik dan menyakitkan di seluruh seri.
Setelah perjuangan panjang untuk menyelamatkannya, Ace akhirnya bebas. Namun tepat ketika semuanya terlihat berhasil, ia mengorbankan dirinya demi melindungi Monkey D. Luffy dari serangan Akainu, yang mana Luffy dan Ace kembali setelah Akainu mengolok-olok Shirohige.
Yang membuatnya lebih menyedihkan adalah reaksi Luffy setelahnya. Untuk pertama kalinya, Luffy benar-benar hancur secara mental dan kehilangan orang terdekatnya di depan mata.
2. Edward Newgate (Shirohige)

Edward Newgate atau Shirohige mati sebagai legenda hidup di serial One Piece.
Di usia tua dan kondisi tubuh yang sudah melemah, ia tetap berdiri melawan Angkatan Laut demi menyelamatkan anak-anaknya. Bahkan setelah menerima luka luar biasa banyak, Shirohige tetap bertarung sampai akhir.
Kematian Shirohige terasa emosional karena ia tidak mati sebagai monster perang, tapi sebagai sosok ayah yang rela melakukan apa saja demi keluarganya. Belum lagi ucapannya sebelum kematiannya, yaitu One Piece itu beneran ada!
3. Going Merry

Meski hanya sebuah kapal, kematian Going Merry sukses membuat banyak fans menangis, hampir pasti termasuk kamu juga, kan?
Merry menemani Topi Jerami sejak awal perjalanan dan bahkan “hidup” berkat ikatan emosional kru terhadapnya dan lewat Klabautermann. Saat akhirnya kapal itu tidak bisa lagi berlayar, kru harus mengucapkan selamat tinggal.
Momen ketika Merry meminta maaf karena tidak bisa membawa mereka lebih jauh jadi salah satu adegan paling menyakitkan di seri ini.
4. Corazon (Donquixote Rosinante)

Donquixote Rosinante mati demi menyelamatkan seorang anak yang bahkan bukan keluarganya sendiri, yaitu Trafalgar D. Water Law. Sebelumnya, Rosinante mencoba segala cara agar bisa menyelamatkan Law dari penyakitnya.
Ia melindungi Trafalgar D. Water Law sampai detik terakhir, bahkan saat ditembak oleh kakaknya sendiri, Doflamingo. Bahkan sebelum itu, Rosinante masih memastikan kalau Law sembuh, dia selamat, dan tetap tertawa.
Yang membuat kematiannya begitu menyedihkan adalah fakta bahwa Corazon akhirnya berhasil memberi Law kesempatan hidup dan alasan untuk terus melangkah.
5. Kozuki Oden

Kozuki Oden meninggal dengan cara yang tragis tapi heroik. Sebelumnya ia dipermalukan sebagai orang bodoh karena ditipu Orochi dan Kaido, yang ternyata tetap saja Wano tak bisa dibebaskan dan Oden harus mati, sesuai dengan namanya.
Ia menahan seluruh pengikutnya di atas minyak mendidih demi menyelamatkan mereka. Bahkan di detik-detik terakhir, Oden masih memikirkan masa depan Wano. Kematian Oden terasa berat karena ia sebenarnya sangat dekat untuk membawa perubahan besar bagi negerinya.
Nantinya semangat Oden berlanjut dan 20 tahun kemudian, Wano akhirnya bebas.
6. Bellemere

Bellemere mungkin bukan karakter sekuat yang lain, tapi kematiannya sangat emosional. Sebelumnya ia seperti penduduk lain dikenakan pajak oleh Arlong, 100 ribu Belly untuk orang dewasa dan 50 ribu untuk anak-anak. Tapi Bellemere merawat Nami dan Nojiko, bukan anak kandungnya, tapi uangnya tak cukup.
Ia memilih mengakui bahwa Nami dan Nojiko adalah anaknya, meski tahu keputusan itu akan membuatnya dibunuh Arlong. Dia "membayar" pajak untuk kedua anaknya, tak cukup untuk dirinya sendiri, dia pun dibunuh Arlong.
Momen ini memperlihatkan cinta seorang ibu yang rela mati demi anak-anaknya, membuat kisah masa lalu Nami jadi sangat menyakitkan.
7. Pedro

Pedro mengorbankan dirinya di Whole Cake Island agar Topi Jerami bisa kabur dengan meledakan dirinya dan kru Big Mom terutama Perospero yang sedang mengejar Luffy dan lainnya.
Ia percaya bahwa Luffy adalah sosok yang akan membawa fajar dunia, dan karena itu ia rela memberikan nyawanya demi masa depan tersebut, karena itu Pedro siap untuk mati, tak ada keraguan dan penyesalan sama sekali.
Kematian Pedro juga sangat memukul Carrot, yang kehilangan mentor sekaligus figur penting dalam hidupnya.
8. Dr. Hiriluk

Dr. Hiriluk mungkin bukan petarung hebat, tapi kematiannya jadi salah satu yang paling menyentuh secara emosional. Ia menerima Tony Tony Chopper saat semua orang menganggap Chopper monster. Hiriluk mengajarkan arti kehidupan, mimpi, dan harapan pada Chopper.
Dia sadar kalau tak akan terselamatkan pun menerima obat jamur dari Chopper yang padahal akan membunuhnya.
Pidatonya di depan Wapol dan pasukannya tentang seseorang benar-benar mati saat dilupakan masih jadi salah satu kutipan paling legendaris di One Piece, membuat kematiannya terus dikenang sampai sekarang.
Nah mana kematian karakter One Piece yang paling menyedihkan menurutmu?


















