3 Alasan Rayleigh Mungkin Bisa Menang dari Douglas Bullet One Piece

- Kecepatan Rayleigh yang luar biasa membuatnya mampu mengalahkan lawan dengan speed blitz yang mematikan.
- Rayleigh menguasai Busoshoku dan Haoshoku Haki level tinggi, sementara Douglas Bullet tidak memiliki indikasi kuat akan kemampuan tersebut.
- Douglas Bullet tidak memiliki pertahanan yang cukup solid untuk melawan serangan Rayleigh, terutama karena konsep kekuatan Bullet lahir terlalu cepat.
Kamu mungkin masih ingat bagaimana Douglas Bullet digembar-gemborkan saat One Piece Stampede rilis. Dia itu katanya mantan anggota Bajak Laut Roger, petarung brutal, dan digambarkan sebagai sosok yang “sekuat Rayleigh, bahkan mungkin sekarang lebih kuat karena terus berlatih.”
Di momen itu, klaim tersebut terasa masuk akal. Namun jika dilihat dari perspektif sekarang, posisi Douglas Bullet terasa jauh lebih problematis.
Perlu diingat konteks rilisnya: Stampede tayang Agustus 2019. Di manga, cerita baru memasuki babak awal Wano, bahkan belum sampai kilas balik Oden. Konsep seperti Haoshoku Haki level tinggi, lapisan Haki Raja, hingga skala kekuatan sejati Bajak Laut Roger belum dibuka sama sekali.
Artinya, karakter Douglas Bullet dirancang sebelum kita benar-benar tahu seberapa absurdnya level Rayleigh, Roger, dan kru inti mereka, dan tentu saja sebelum standar kekuatan akhir One Piece dinaikkan drastis.
Akibatnya, setelah melihat aksi Rayleigh terutama di flashback God Valley, Douglas Bullet kini terasa kurang istimewa dibanding klaim awalnya.
Pertanyaannya pun berubah.
Bukan lagi: “Seberapa kuat Douglas Bullet?”
melainkan: “Dengan semua yang kita tahu sekarang, apakah Rayleigh benar-benar bisa kalah dari Bullet?”
Dan dari analisis pola, kemampuan, serta konteks kekuatan terbaru di One Piece, ada beberapa alasan kuat kenapa Silvers Rayleigh justru sangat mungkin menang jika mereka benar-benar bertarung serius.
Mari kita bedah teorinya satu per satu.
1. Speed Blitz Rayleigh

Kalau ada satu hal yang sekarang terasa sangat jelas, itu adalah: Silvers Rayleigh itu luar biasa cepat.
Kecepatannya sudah ditunjukkan sejak 38 tahun lalu di Insiden God Valley. Saat itu, Shepherd Sommers, seorang Kesatria Dewa, sudah hampir melancarkan serangkaian hantaman brutal untuk menyiksa dan membunuh Shakuyaku. Namun sebelum satu pukulan pun mendarat, Rayleigh melesat masuk dan menghantam Sommers dengan jurus Spider Lily Steel, menerbangkannya sampai menembus tembok.
Ini bukan sekadar cepat, ini harusnya terjadi dalam sepersekian detik.
Di masa kini, tentu Rayleigh sudah menua. Kecepatannya mungkin tidak lagi di puncak absolut. Namun yang mengesankan, penurunan usia itu sama sekali tidak menghilangkan bahayanya.
Di Sabaody, Rayleigh masih mampu mendadak menahan serangan Borsalino, memaksa admiral itu fokus bertarung langsung, dan mencegahnya menggunakan kecepatan cahaya untuk sekadar melewati Rayleigh dan membantai Topi Jerami.
Ini poin penting.
Borsalino adalah manusia cahaya. Bahkan Gear 5 Luffy pun sempat dilewati olehnya dalam pertarungan di Egghead. Namun Rayleigh berhasil menghentikannya dan menguncinya supaya tidak menyerang yang lain.
Fakta ini memberi gambaran skala kecepatan Rayleigh yang sesungguhnya, bukan sekadar refleks cepat, tapi kontrol ruang dan timing tingkat ekstrem.
Dan di sinilah relevansinya dengan Douglas Bullet.
Bullet memang kuat, brutal, dan tahan banting. Namun gaya bertarungnya cenderung frontal, mengandalkan kekuatan besar dan tekanan langsung, serta membutuhkan waktu untuk membangun momentum.
Melawan tipe lawan seperti itu, speed blitz Rayleigh adalah mimpi buruk.
Rayleigh bisa masuk dan keluar jarak serang, memotong ritme Bullet, dan menyerang sebelum Bullet sempat mengerahkan kekuatan penuhnya.
Dan ini semakin berbahaya karena serangan kedua.
2. Rayleigh punya Busoshoku dan Haoshoku Haki level tinggi

Meski Silvers Rayleigh tidak sering diperlihatkan secara eksplisit melapisi serangannya dengan Haoshoku Haki level tinggi seperti Scopper Gaban, ada banyak indikasi kuat bahwa ia jelas menguasai teknik tersebut.
Pertama, pancaran Haoshoku Haki Rayleigh sendiri sudah berada di level ekstrem. Bahkan di usia tua, auranya masih cukup untuk membuat banyak petarung tumbang tanpa sentuhan, dan menandingi tekanan Haoshoku dari sosok-sosok kelas atas.
Kedua, pengalaman masa lalunya di Bajak Laut Roger juga berbicara banyak. Dulu kru Rogerrutin memulangkan Kesatria Dewa yang mencoba merebut Shanks kecil, dan tentu Rayleigh berada di jajaran inti kru yang jelas harus menghadapi musuh level tertinggi Pemerintah Dunia. Sulit membayangkan ia bisa bertahan di posisi itu tanpa penguasaan Haoshoku Haki tingkat lanjut, setara dengan Roger dan Gaban.
Untuk Busoshoku Haki, bukti Rayleigh bahkan lebih gamblang.
Saat melatih Luffy di Rusukaina, Rayleigh mampu menahan serangan gajah raksasa hanya dengan tangan, tanpa menyentuh langsung targetnya.
Ini adalah demonstrasi jelas Busoshoku Haki level tinggi dan menariknya, Rayleigh melakukannya bahkan sebelum ia menjelaskan konsep itu ke Luffy. Ia sengaja membiarkan muridnya menemukan sendiri bentuk lanjutan dari ketiga jenis Haki, alih-alih mengajarkannya secara instan.
Jika kemampuan Haki ini dipadukan dengan kecepatan ekstrem Rayleigh, hasilnya menjadi sangat berbahaya.
Bahkan di usia tuanya, Rayleigh bisa melancarkan tebasan cepat, berlapis Busoshoku, dan diperkuat Haoshoku Haki, jenis serangan yang berpotensi mengakhiri pertarungan dalam hitungan detik. Seperti ketika Kaido menjatuhkan Luffy dan Shanks menjatuhkan Eustass Kid.
Memang, dalam teori, serangan Haki bisa dinetralisir oleh “armor” Haoshoku Haki, yakni penggunaan Haki Raja untuk melapisi tubuh sebagai pertahanan, sehingga dampak serangan musuh berkurang drastis. Namun teknik ini sendiri adalah ciri petarung level tertinggi.
Masalahnya bagi Douglas Bullet adalah satu hal krusial: tidak ada indikasi kuat bahwa ia menguasai Haoshoku Haki level tinggi.
Ini bukan semata-mata kesalahan karakter, melainkan keterbatasan era produksi Stampede. Saat Bullet dirancang, konsep Haoshoku Haki berlapis belum dijelaskan di manga.
Akibatnya, jika Bullet tidak memiliki “armor” Haoshoku tersebut, maka tebasan Rayleigh yang dipadukan dengan speed blitz dan Haki tingkat lanjut bisa menembus pertahanannya secara brutal.
3. Bullet tidak benar-benar punya pertahanan untuk serangan Rayleigh

Sekarang mari kita bedah opsi pertahanan Douglas Bullet secara realistis dan kenapa semuanya tetap bermasalah saat dihadapkan pada Rayleigh.
Salah satu andalan Bullet yang paling berbahaya di Stampede adalah mesin tempur raksasa hasil Gasha Gasha no Mi. Ia bisa membongkar dan menyusun ulang lingkungan, lalu mengalirkan Busoshoku Haki ke struktur mesin tersebut.
Dan memang, ini mengerikan, tinju robot raksasa berlapis Haki jelas bukan ancaman sepele. Dan Bullet bisa menciptakan armor Busoshoku juga.
Namun di sinilah celah besarnya.
Meski Haki Bullet kuat, tidak ada indikasi eksplisit bahwa ia menguasai Busoshoku Haki level tinggi, apalagi Haoshoku Haki berlapis. Lagi-lagi, ini bukan semata kekurangan karakter, melainkan konsekuensi dari desain Bullet yang lahir sebelum konsep Haki lanjutan Busoshoku dan Haoshoku dijelaskan, gara-gara produksi Stampede yang mendahului pengungkapan sistem kekuatan terbaru di manga.
Akibatnya, pertahanan Bullet tetap berada di level “keras di luar”, tapi belum tentu solid di dalam.
Ini mengingatkan pada momen ikonik di Wano: Raimei Hakke Kaido, yang ternyata dilapisi Busoshoku dan Haoshoku Haki, menembus Gear 4 Boundman Luffy, padahal secara fisik Boundman tampak sangat tangguh. Masalahnya bukan pada otot atau lapisan luar, tapi pada kualitas Haki yang digunakan untuk menyerang.
Jadi serangan Rayleigh yang sudah Busoshoku level tinggi diperkuat Haoshoku juga bisa menembus pertahanan Busoshoku Bullet.
Dalam skenario itu, mesin raksasa Bullet justru bisa menjadi sasaran besar, bukan perisai.
Lalu bagaimana jika Bullet bertarung tanpa mesin tempur?
Di situ masalahnya justru makin parah.
Versi Bullet yang kita lihat adalah petarung frontal, mengandalkan kekuatan fisik dan tekanan langsung.
Itu adalah tipe petarung yang paling berbahaya ketika menghadapi tebasan pedang berlapis Busoshoku dan Haoshoku Haki, dari lawan secepat dan setenang Rayleigh.
Satu tebasan bersih bisa langsung mengubah jalannya pertarungan.
Jadi, jika kita menilai Douglas Bullet versi Stampede, kesimpulannya cukup jelas: ia tidak benar-benar memiliki jawaban defensif yang solid untuk Rayleigh.
Bukan karena Bullet lemah melainkan karena Rayleigh berada di level sistem kekuatan yang lebih tinggi, level yang bahkan belum sepenuhnya ada saat Bullet diciptakan.
Kesimpulan: konsep Bullet terlalu cepat

Dan di sinilah kasihannya Bullet.
Masalah utama Douglas Bullet bukan karena ia lemah, melainkan karena konsepnya lahir terlalu cepat.
Jika karakter seperti Bullet diciptakan di 2026, ketika sistem kekuatan One Piece sudah matang besar kemungkinan ia akan menguasai tiga jenis Haki level tinggi, mampu melapisi mesin tempurnya dengan Busoshoku dan Haoshoku Haki tingkat lanjut, dan benar-benar memenuhi klaim sebagai sosok yang “sekuat atau bahkan melampaui Rayleigh.”
Apalagi, secara naratif, kehendak Bullet memang kuat. Ia jelas sudah punya fondasi Busoshoku dan Haoshoku Haki yang sangat kuat dibanding Luffy versi Stampede. Potensinya sebagai ancaman besar sebenarnya ada.
Namun karena Bullet diperkenalkan di layar lebar pada Agustus 2019, saat Busoshoku Haki level tinggi belum dijelaskan, Haoshoku Haki berlapis belum diperkenalkan, dan standar kekuatan top tier masih jauh lebih rendah, maka versi Bullet yang kita lihat tidak terasa memiliki alat yang cukup untuk menghadapi kekuatan terbesar Rayleigh.
Hasilnya, Bullet tampak tidak memiliki Busoshoku Haki penetratif, apalagi Haoshoku Haki level tinggi, sehingga tidak punya jawaban yang jelas untuk menghadapi Rayleigh.
Lalu muncul pertanyaan lanjutan yang menarik: “Bukankah Rayleigh tua sendiri mengaku tidak yakin bisa menang melawan Kurohige? Kurohige kan juga gak terlihat punya Haoshoku Haki level tinggi?"
Dan di sinilah perbedaannya jadi sangat penting.
Marshall D. Teach (Kurohige) adalah ancaman yang secara struktural berbeda dari Bullet. Okelah, Rayleigh tak bisa dihilangkan kekuatannya dengan Yami Yami no Mi. Tapi Yami Yami no Mi masih bisa menghambatnya.
Kurohige juga punya Gura Gura no Mi, kekuatan penghancur berskala bencana. Satu kesalahan kecil saja dari Rayleigh bisa berujung hantaman gempa fatal yang mungkin tidak bisa ia tanggung di usia tua.
Belum lagi satu faktor krusial: kelicikan Kurohige.
Kurohige itu kamu pasti tahu tidak bermain jujur, tidak bertarung frontal, dan tidak ragu menyerang ketika lawan lengah.
Sebaliknya, Douglas Bullet adalah petarung yang mengandalkan dominasi kekuatan, maju secara frontal, dan ingin menang dengan tekanan langsung.
Ironisnya, gaya bertarung seperti itu justru paling rentan di hadapan Rayleigh, petarung presisi, cepat, dan mematikan yang unggul dalam memotong momentum lawan.
Jadi kesimpulannya sederhana tapi tegas:
Rayleigh mungkin ragu menghadapi Kurohige karena potensi kehancuran dan ketidakpastian. Terutama karena Kurohige itu seperti masih punya sesuatu yang dia sembunyikan. Tapi menghadapi Bullet versi Stampede? Rayleigh justru berada di posisi yang menguntungkan.
Bukan karena Bullet tidak kuat, melainkan karena ia lahir di era cerita yang kepagian untuk menyajikan konsep "karakter lebih kuat dari Rayleigh" dengan akurat.


















