Discord: https://bit.ly/WargaDuniaku
7 Karakter Antagonis Anime yang Pantas Mendapatkan Ending Lebih Baik

7 antagonis anime ini tetap harus bertanggung jawab atas kejahatan mereka, tetapi dinilai layak mendapat ending yang lebih baik karena trauma, manipulasi, atau kesempatan berubah yang hilang.
Bertholdt, Gin, Geto, Shigaraki, dan Twice digambarkan sebagai korban perang, tekanan mental, pengkhianatan, atau manipulasi, yang mengarahkan mereka ke jalan kriminal dan kematian tragis.
Meruem berubah setelah mengenal Komugi, sementara penebusan Nagato berakhir pahit karena harapan perdamaian serta pemulihan Amegakure belum terwujud sepenuhnya.
Karakter antagonis anime yang pantas mendapatkan ending yang lebih baik tidak selalu berarti mereka harus dibebaskan dari hukuman atau dianggap tidak bersalah.
Beberapa villain memang telah melakukan kejahatan mengerikan, tetapi di balik tindakan tersebut, ada masa lalu tragis, manipulasi, atau kesempatan untuk berubah yang tidak pernah benar-benar mereka dapatkan.
Menariknya, tidak semua antagonis memulai perjalanan sebagai orang jahat. Ada yang dulunya bercita-cita menciptakan perdamaian, ingin melindungi orang-orang terdekat, atau sekadar mencari tempat untuk diterima. Sayangnya, berbagai pengalaman pahit justru membawa mereka ke jalan yang semakin gelap.
Nah, dari sekian banyak villain anime, siapa saja yang sebenarnya layak mendapatkan kesempatan kedua?
Berikut daftar karakter antagonis dengan nasib tragis yang rasanya pantas memperoleh akhir cerita lebih baik!
Table of Content
7. Bertholdt Hoover - Attack on Titan

Bertholdt Hoover (dok. Wit Studio/Attack on Titan) Bertholdt Hoover menjadi salah satu contoh bagaimana anak-anak dapat berubah menjadi pelaku kejahatan perang ketika dibesarkan dalam sistem yang salah.
Sejak kecil, Bertholdt direkrut sebagai Warrior oleh Marley.
Bersama Reiner Braun, Annie Leonhart, dan Marcel Galliard, ia dikirim ke Pulau Paradis untuk menjalankan misi merebut Founding Titan.
Sebagai pemilik Colossal Titan, Bertholdt bertanggung jawab atas penghancuran gerbang Wall Maria. Peristiwa itu membuka jalan bagi para Titan memasuki wilayah manusia dan menyebabkan jatuhnya begitu banyak korban.
Namun, di balik kekuatan Colossal Titan, Bertholdt sebenarnya merupakan pribadi yang pendiam dan tidak terlalu percaya diri.
Selama menjadi anggota 104th Training Corps, ia bahkan membangun hubungan pertemanan dengan orang-orang yang seharusnya menjadi musuhnya.
Konflik batin tersebut semakin terlihat ketika identitasnya terbongkar.
Bertholdt memahami bahwa tindakannya telah merenggut banyak nyawa, tetapi ia juga merasa tidak bisa meninggalkan misi yang diberikan Marley.
Sayangnya, perjalanan Bertholdt berakhir dalam Return to Shiganshina Arc.
Setelah dikalahkan Eren, ia dijadikan santapan Armin Arlert yang berubah menjadi Mindeless Titan untuk mewarisi kekuatan Colossal Titan.
Tentu, Bertholdt tetap bertanggung jawab atas berbagai tragedi yang terjadi di Paradis.
Namun, jika ia tidak pernah direkrut menjadi tentara anak-anak, mungkin hidupnya bisa berjalan sangat berbeda. Bertholdt sebenarnya pantas mendapatkan kesempatan untuk tumbuh tanpa harus menjadi senjata perang sejak usia muda.
6. Gin Ichimaru – Bleach

kematian GIn Ichimaru (dok. Pierrot/Bleach) Selama sebagian besar cerita Bleach, Gin Ichimaru terlihat seperti antagonis yang sama liciknya dengan Sosuke Aizen.
Dengan senyum misterius dan kebiasaan menyembunyikan niat sebenarnya, mantan Kapten Divisi 3 ini berhasil membuat hampir semua orang kesulitan mempercayainya.
Namun, menjelang akhir konflik melawan Aizen, terungkap bahwa Gin sebenarnya memiliki tujuan tersembunyi sejak lama.
Ketika masih kecil, Gin pernah melihat orang-orang yang bekerja untuk Aizen mengambil sebagian energi jiwa Rangiku Matsumoto. Sejak saat itu, ia menyimpan keinginan untuk membalas perbuatan Aizen.
Demi memperoleh kesempatan tersebut, Gin bahkan rela bekerja sama dengan orang yang paling dibencinya.
Ia menyembunyikan tujuan itu selama bertahun-tahun dan membiarkan banyak orang memandang dirinya sebagai pengkhianat.
Sayangnya, ketika kesempatan membunuh Aizen akhirnya datang, rencananya gagal karena kekuatan Hogyoku membuat Aizen mampu bertahan.
Gin kemudian mengalami luka fatal akibat serangan Aizen. Pada saat-saat terakhirnya, Rangiku datang dan mendampinginya.
Di sinilah tragedi Gin terasa begitu menyakitkan.
Ia sebenarnya memiliki kesempatan menjalani kehidupan bersama Rangiku, tetapi memilih menghabiskan sebagian besar hidupnya untuk sebuah rencana balas dendam yang akhirnya gagal.
Tentu, keterlibatan Gin dalam berbagai kejahatan Aizen tidak otomatis terhapus.
Namun, seandainya ia berani mempercayai orang lain dan mengungkapkan tujuannya lebih awal, mungkin akhir hidupnya tidak harus berakhir tragis.
5. Suguru Geto – Jujutsu Kaisen

Suguru Geto Jujutsu Kaisen (dok. MAPPA/Jujutsu Kaisen) Pada awalnya, sebelum menjadi antagonis, Geto merupakan penyihir Jujutsu yang memiliki prinsip mulia.
Bersama Satoru Gojo, ia percaya bahwa penyihir yang kuat mempunyai tanggung jawab untuk melindungi manusia yang tidak mampu melihat atau menghadapi roh kutukan.
Namun, keyakinan tersebut perlahan runtuh setelah kematian Riko Amanai di tangan Toji Fushiguro.
Geto semakin terguncang ketika menyaksikan para anggota kelompok pemuja Tengen justru bertepuk tangan merayakan kematian Riko.
Belum lagi, ia harus terus menelan roh kutukan melalui teknik Cursed Spirit Manipulation, sebuah proses yang membuatnya mengalami tekanan fisik dan mental.
Kematian Yu Haibara semakin memperburuk keadaan hingga Geto mulai mempertanyakan alasan para penyihir harus terus mempertaruhkan nyawa demi manusia biasa.
Puncaknya terjadi ketika ia menemukan Mimiko dan Nanako Hasaba diperlakukan seperti monster oleh penduduk desa hanya karena memiliki kemampuan Jujutsu. Geto akhirnya membantai 112 penduduk desa dan memutuskan bahwa dunia seharusnya hanya dihuni para penyihir.
Sejak saat itu, Geto yang dahulu ingin melindungi manusia non-penyihir justru berubah menjadi sosok yang menyebut non-penyihir sebagai "monyet" dan bercita-cita memusnahkan mereka.
Sayangnya, perjalanan Geto berakhir tragis setelah dikalahkan Yuta Okkotsu dalam Jujutsu Kaisen 0. Ia kemudian menghabiskan saat-saat terakhir bersama Gojo sebelum akhirnya tewas di tangan sahabatnya sendiri.
Namun, bukannya mendapatkan ketenangan setelah meninggal, jasad Geto justru diambil alih oleh Kenjaku melalui teknik perpindahan otak.
Kenjaku kemudian menggunakan tubuh dan Cursed Spirit Manipulation milik Geto untuk menjalankan berbagai rencana, termasuk menyegel Gojo dalam Prison Realm selama Shibuya Incident Arc.
Yang paling menyakitkan, Kenjaku sengaja memanfaatkan wajah Geto untuk mengejutkan Gojo. Kehadiran sosok sahabat yang seharusnya sudah meninggal membuat Gojo terpaku, sehingga syarat aktivasi Prison Realm dapat terpenuhi.
Bahkan, ketika Gojo memanggil nama Geto, tangan tubuh tersebut sempat bergerak dan mencengkeram leher Kenjaku. Momen ini terasa begitu emosional, meskipun tidak membuktikan bahwa kesadaran Geto benar-benar masih hidup.
Bayangkan, Geto yang dahulu merupakan sahabat terdekat Gojo justru berakhir menjadi alat untuk menjebak orang yang pernah paling memahaminya.
Memang, keputusan Geto membantai manusia tidak bisa dibenarkan. Namun, ia sebenarnya membutuhkan pertolongan sebelum trauma dan kebenciannya menghancurkan seluruh prinsip hidupnya.
Geto bukan hanya gagal mendapatkan kesempatan kedua.
Bahkan setelah kematian, tubuhnya masih dirampas dan digunakan untuk melakukan kejahatan yang bukan lagi menjadi kehendaknya sendiri. Rasanya, ia pantas mendapatkan akhir yang lebih baik daripada sekadar menjadi wadah Kenjaku.
4. Tomura Shigaraki – My Hero Academia

Tomura Shigaraki (dok. Bones/Boku no Hero Academia) Bagaimana kalau seorang anak yang membutuhkan pertolongan justru ditemukan oleh orang yang sengaja ingin mengubahnya menjadi monster?
Itulah tragedi kehidupan dari Tomura Shigaraki.
Sebelum dikenal sebagai pemimpin League of Villains, Shigaraki merupakan anak bernama Tenko Shimura yang tumbuh dalam keluarga dengan hubungan tidak harmonis.
Ayahnya melarang Tenko mengejar impian menjadi pahlawan, sementara anggota keluarganya yang lain tidak berhasil menghentikan perlakuan tersebut.
Tragedi kemudian terjadi ketika Quirk Decay aktif dan menyebabkan kematian anggota keluarganya.
Namun, perkembangan akhir manga mengungkap bahwa All For One telah memanipulasi kehidupan Tenko sejak kecil, termasuk memberikan kekuatan Decay sebagai bagian dari rencana besarnya.
Artinya, Shigaraki tidak sekadar menjadi villain karena kesalahan pilihannya sendiri.
Kehidupannya memang sudah diarahkan menuju kehancuran oleh sosok yang ingin memanfaatkannya.
Ironisnya, All For One kemudian datang seperti penyelamat dan membesarkan Tenko untuk menjadi penerusnya.
Ketika Deku mengetahui penderitaan tersebut, ia berusaha menyelamatkan anak kecil yang masih tersimpan dalam diri Shigaraki.
Sayangnya, perjalanan Shigaraki berakhir setelah pertarungan terakhir melawan All For One.
Meski sempat mendapatkan kembali kendali atas dirinya, tubuhnya tetap hancur dan ia meninggal.
Tentu, Shigaraki telah menyebabkan banyak kematian dan kehancuran.
Namun, jika seseorang menolong Tenko ketika masih kecil, mungkin seluruh tragedi tersebut tidak pernah terjadi.
Ending yang lebih baik bagi Shigaraki bukan sekadar selamat setelah menjadi villain, melainkan mendapatkan bantuan sebelum All For One berhasil menghancurkan kehidupannya.
3. Jin Bubaigawara (Twice) – My Hero Academia

Jin Bubaigawara (dok. Bones/My Hero Academia) Tidak semua anggota League of Villains bergabung karena ingin menghancurkan dunia.
Jin Bubaigawara alias Twice sebenarnya hanya ingin menemukan tempat yang mau menerimanya.
Sebelum menjadi villain, Jin mengalami kehidupan yang penuh kesulitan.
Setelah kehilangan dukungan sosial dan pekerjaan, ia menggunakan Quirk Double untuk menciptakan duplikat dirinya sendiri.
Awalnya, kemampuan tersebut membantunya menjalani kehidupan.
Namun, ketika para duplikat mulai bertengkar dan saling menyerang, Jin mengalami trauma mendalam hingga kesulitan membedakan dirinya yang asli dari tiruan.
Pengalaman itulah yang membuat kepribadian dan kondisi mentalnya semakin tidak stabil.
Namun, hidup Jin mulai berubah setelah ia bergabung dengan League of Villains.
Untuk pertama kalinya, ia menemukan orang-orang yang menerima dirinya tanpa terus mempertanyakan identitasnya.
Bagi Twice, Himiko Toga dan anggota League lainnya bukan sekadar rekan kriminal. Mereka sudah seperti keluarga yang ingin ia lindungi.
Sayangnya, kesetiaan itu justru menjadi salah satu kelemahan terbesar Jin.
Ketika Hawks menyusup ke Paranormal Liberation Front, ia membangun hubungan dekat dengan Twice untuk memperoleh informasi. Jin yang mempercayainya kemudian merasa sangat terpukul setelah mengetahui bahwa Hawks merupakan agen penyusup.
Pada akhirnya, Hawks membunuh Twice karena menganggap kekuatan Double miliknya terlalu berbahaya jika digunakan dalam perang besar.
Memang, Hawks sempat berusaha membujuk Twice untuk menyerah, tetapi Twice menolak karena tidak ingin meninggalkan teman-temannya.
Yang membuat kematiannya semakin memilukan adalah tindakan terakhir Twice.
Ia masih sempat menciptakan satu klon untuk menyelamatkan Toga dan Mr. Compress sebelum akhirnya benar-benar menghilang.
Padahal, karakter seperti Twice ini mungkin lebih membutuhkan pendampingan psikologis, lingkungan yang aman, serta kesempatan membangun kehidupan baru.
Twice memang terlibat dalam organisasi kriminal berbahaya.
Namun, kesetiaan dan kasih sayangnya terhadap orang-orang terdekat menunjukkan bahwa masih ada sisi manusiawi yang sangat kuat dalam dirinya.
2. Meruem – Hunter x Hunter

Meruem (dok. Crunchyroll/Hunter x Hunter) Siapa sangka, Raja Chimera Ant yang awalnya memandang manusia sebagai makhluk lemah justru memiliki salah satu akhir cerita paling menyedihkan dalam sejarah anime?
Ketika pertama kali muncul dalam Hunter x Hunter, Meruem merupakan sosok yang sangat kejam.
Ia tidak ragu membunuh manusia dan menganggap kekuasaan sebagai hak alami makhluk terkuat.
Namun, pandangannya mulai berubah setelah bertemu Komugi, seorang gadis buta yang memiliki kemampuan luar biasa dalam permainan Gungi.
Meski Meruem mempunyai kecerdasan dan kekuatan fisik yang jauh melampaui manusia, ia tidak pernah berhasil mengalahkan Komugi dalam permainan tersebut.
Awalnya, Meruem menganggap hal itu sebagai tantangan terhadap harga dirinya.
Namun, semakin sering mereka bermain bersama, ia mulai memahami bahwa nilai seseorang tidak selalu ditentukan oleh kekuatan.
Melalui Komugi, Meruem belajar menghargai kemampuan, ketulusan, dan hubungan emosional yang sebelumnya tidak pernah ia pahami.
Sayangnya, perubahan tersebut terjadi ketika konflik antara manusia dan Chimera Ant sudah berada di titik yang sulit dihentikan.
Dalam pertarungan melawan Isaac Netero, Meruem berhasil bertahan dari ledakan Miniature Rose. Namun, senjata tersebut meninggalkan racun mematikan yang perlahan menghancurkan tubuhnya.
Ketika menyadari bahwa hidupnya tidak akan lama lagi, Meruem justru tidak menggunakan sisa waktunya untuk membalas dendam.
Ia memilih kembali menemui Komugi dan menghabiskan saat-saat terakhir dengan bermain Gungi bersama.
Yang membuat adegan itu begitu menyentuh adalah keputusan Komugi untuk tetap menemaninya meski mengetahui bahwa racun Meruem juga akan membahayakan dirinya.
Keduanya akhirnya meninggal bersama.
Sebenarnya, Meruem sudah mendapatkan penutup emosional yang sangat kuat.
Namun, sulit untuk tidak membayangkan bagaimana kehidupannya jika ia memiliki waktu lebih panjang bersama Komugi.
Mungkin ia akan berkembang menjadi pemimpin yang mampu menghargai manusia, bukan lagi menganggap mereka sebagai makhluk yang pantas ditaklukkan.
1. Nagato Uzumaki - Naruto Shippuden

Nagato (dok. Pierrot/Naruto Shippuuden) Di posisi pertama ada Nagato Uzumaki, salah satu antagonis Naruto Shippuden yang kisah tragisnya tidak benar-benar berakhir setelah ia mengorbankan nyawanya.
Nagato merupakan anak yatim piatu dari Amegakure yang sejak kecil harus merasakan dampak peperangan negara-negara besar.
Berbeda dari Konoha yang memiliki kekuatan militer besar, Amegakure merupakan wilayah kecil yang kerap menjadi medan pertempuran.
Akibatnya, masyarakat biasa sering menjadi korban dari konflik yang bahkan tidak mereka mulai.
Nagato sendiri kehilangan kedua orang tuanya setelah mereka dibunuh oleh shinobi Konoha yang salah mengira mereka sebagai musuh.
Beruntung, Nagato kemudian bertemu Yahiko dan Konan. Bersama kedua sahabatnya, ia mulai memiliki harapan untuk menciptakan dunia tanpa peperangan.
Impian tersebut semakin kuat setelah mereka mendapatkan bimbingan dari Jiraiya.
Namun, harapan Nagato kembali hancur ketika Yahiko tewas akibat propaganda Hanzo dan Danzo.
Peristiwa tersebut membuat Nagato kehilangan keyakinan bahwa perdamaian bisa dicapai melalui cara damai.
Ia kemudian menciptakan Pain dan meyakini bahwa dunia hanya akan berhenti berperang jika setiap negara merasakan penderitaan yang sama.
Keyakinan itulah yang membawanya menghancurkan Konoha.
Meski tindakannya menyebabkan banyak korban, Naruto akhirnya berhasil membuat Nagato mempertanyakan kembali jalan yang dipilihnya.
Setelah mendengar tekad Naruto untuk menghentikan siklus kebencian, Nagato memutuskan untuk mempercayakan impian perdamaian yang pernah diperjuangkannya bersama Yahiko dan Konan kepada Naruto.
Ia bahkan mengorbankan nyawanya menggunakan Rinne Tensei untuk menghidupkan kembali orang-orang yang tewas dalam serangannya terhadap Konoha.
Sekilas, pengorbanan tersebut sudah menjadi akhir yang cukup baik bagi seorang antagonis yang berhasil menyadari kesalahannya.
Namun, apakah Naruto benar-benar berhasil memenuhi kepercayaan Nagato tersebut?
Ironisnya, jawabannya belum sepenuhnya.
Naruto memang berhasil menjadi Hokage Ketujuh dan ikut menciptakan era perdamaian antarnegara besar. Namun, kondisi Amegakure dalam Boruto: Naruto Next Generations justru menunjukkan kenyataan yang menyedihkan.
Pada episode 157, ketika Sai dan Sasuke menyelidiki jejak organisasi Kara di Amegakure, desa tersebut malah terlihat terbengkalai dan sarang kriminal.
Bayangkan, desa yang menjadi alasan Nagato begitu membenci peperangan ternyata masih kesulitan bangkit.
Artinya, hingga era kepemimpinan Naruto sebagai Hokage, ia belum berhasil mewujudkan harapan Nagato untuk melihat tanah kelahirannya hidup dalam perdamaian dan kesejahteraan.
Ini menjadi ironi besar mengingat Nagato sudah mengorbankan nyawanya karena percaya Naruto mampu membawa perubahan.
Memang, persoalannya tidak sesederhana Naruto datang ke Amegakure lalu membangun kembali seluruh desa.
Sebagai Hokage, Naruto harus menghadapi urusan diplomasi, kedaulatan antarnegara, kepentingan politik, hingga kemungkinan masalah internal Amegakure setelah kehilangan Nagato dan Konan.
Apalagi, Amegakure merupakan wilayah di luar kekuasaan Konoha.
Bantuan pembangunan tentu membutuhkan kerja sama politik yang tidak selalu mudah diwujudkan. Meski begitu, cerita belum menjelaskan secara rinci apakah kendala diplomasi tersebut benar-benar menjadi alasan lambatnya pemulihan Amegakure.
Di sinilah akhir perjalanan Nagato terasa semakin pahit.
Ia sudah mengakui kesalahannya, mengorbankan diri untuk menebus perbuatannya, dan mempercayakan masa depan kepada Naruto. Namun, cita-cita yang paling berarti baginya masih belum mendapatkan penyelesaian yang memuaskan.
Mungkin ending yang lebih baik bagi Nagato bukanlah membuatnya hidup kembali, melainkan memperlihatkan Naruto akhirnya menepati kepercayaan tersebut dengan membantu Amegakure bangkit menjadi desa yang damai dan sejahtera, serta anak-anak Amegakure tidak harus kembali mengalami penderitaan seperti yang pernah dialami dirinya, Yahiko, dan Konan.
Tidak semua antagonis dalam anime layak dimaafkan begitu saja.
Namun, dari daftar karakter tadi mengingatkan kita bahwa seseorang bisa tersesat karena trauma, manipulasi, atau lingkungan yang gagal melindunginya. Kisah mereka pun terasa lebih menyakitkan karena kesempatan untuk berubah sering datang ketika semuanya sudah terlambat.
Nah, dari sepuluh karakter tersebut, siapa yang menurutmu paling pantas mendapatkan kesempatan kedua?
Untuk informasi yang lebih lengkap soal anime dan manga, film, game, serta gadget, yuk gabung komunitas Warga Duniaku lewat link berikut:
WA Channel: https://bit.ly/WAChannelDuniaku












![[QUIZ] Pilih Pulau One Piece Ini, Kami Tahu Tempat yang Cocok Buatmu Melepas Stres](https://image.idntimes.com/post/20260412/upload_db92e56aa41a299795387651bb420315_5507c5bb-f4dc-48ab-be1f-2b84cd639420.png)




![[QUIZ] Kalau Hidup di One Piece, Kamu Cocok Gabung Faksi Apa?](https://image.idntimes.com/post/20260512/upload_1bf542df953ec56675294d5283ea50a2_0f276ace-dded-4883-9bfd-4f65ca470ce7.png)
![[QUIZ] Tebak Karakter One Piece dari Emoji, Bisa Mengenalinya?](https://image.idntimes.com/post/20260724/upload_9b4e647f7a609c1edbe4a85dad4d51e6_f112c91e-5912-428a-b03b-afdd4a5d95ea.jpg)
![[QUIZ] Tebak Karakter One Piece dari Deskripsi Ngawur, Bisa Jawab?](https://image.idntimes.com/post/20260604/upload_099d19e180e8eb382317dd9714e98938_2f35eaff-97ec-41da-bbb6-5a16c39a910c.jpg)