Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Install

Bekal Haoshoku Haki Luffy, Zoro, dan Sanji Sejak Time-Skip!

4 min read
Bekal Haoshoku Haki Luffy, Zoro, dan Sanji Sejak Time-Skip!
trio monster (dok. Toei Animation/One Piece)
  • Rayleigh memberi Luffy dasar tiga jenis Haki, sementara pengalaman di Wano membantunya memahami penerapan tingkat tinggi.

  • Mihawk menanamkan pemikiran tentang jati diri kepada Zoro, yang baru memahaminya setelah mendapat konteks tambahan.

  • Ivankov membekali Sanji dengan pelajaran self-love yang berkaitan dengan hambatan mental menuju Haoshoku Haki.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Arc Elbaph mengungkap hal menarik tentang perkembangan Haki Roronoa Zoro dan Sanji. Rupanya, keduanya sudah mendapatkan bekal yang bisa membantu mereka memahami atau mengembangkan potensi Haoshoku Haki sejak masa latihan dua tahun sebelum memasuki New World.

Namun, ada yang lucu dari prosesnya: Zoro dan Sanji ternyata membutuhkan waktu untuk benar-benar memahami pelajaran yang diberikan guru mereka!

Jika diperhatikan kembali, Trio Monster Topi Jerami sebenarnya sudah mendapatkan fondasi menuju penguasaan Haoshoku Haki sejak masa time-skip.

Apa saja fondasi yang mereka dapatkan dari masing-masing guru? Mari kita bahas!

  1. 1. Monkey D. Luffy — Latihan dasar Haki bersama Rayleigh

    Silvers Rayleigh Melatih Luffy (Dok. Toei Animation/One Piece)
    Silvers Rayleigh Melatih Luffy (Dok. Toei Animation/One Piece)

    Dibandingkan Zoro dan Sanji, fondasi Haki Luffy selama time-skip relatif lebih jelas.

    Rayleigh melatih Luffy untuk menguasai tiga jenis Haki: Kenbunshoku, Busoshoku, dan Haoshoku. Selama latihan di Rusukaina, Luffy mempelajari dasar-dasar penggunaannya, meskipun Rayleigh belum mengajarkan seluruh aplikasi tingkat tinggi.

    Rayleigh bahkan sempat memperlihatkan contoh Busoshoku Haki tingkat tinggi yang memungkinkan penggunanya menyalurkan Haki tanpa harus menyentuh sasaran secara langsung.

    Setelah menyelesaikan latihan di Rusukaina, Luffy sudah memiliki pemahaman dasar mengenai ketiga jenis Haki tersebut.

    Namun, untuk mencapai penguasaan Haoshoku Haki tingkat tinggi, Luffy masih membutuhkan pengalaman tambahan.

    Salah satu bekal penting datang dari Hyogoro di Wano. Melalui penjelasan mengenai Ryuo, Luffy mempelajari prinsip penyaluran Haki yang kemudian membantunya memahami cara mengembangkan Busoshoku Haki.

    Setelah itu, pertarungannya melawan Kaido menjadi titik penting. Dengan merasakan sendiri bagaimana Kaido melapisi serangannya menggunakan Haoshoku Haki, Luffy akhirnya menyadari bahwa kemampuan tersebut juga bisa digunakan untuk memperkuat serangan.

    Jadi, Rayleigh memberikan fondasi dasar, sementara pengalaman di Wano membantu Luffy menemukan penerapan tingkat tinggi yang belum dikuasainya selama time-skip.

  2. 2. Roronoa Zoro — Wejangan filosofis Mihawk tentang jati diri

    Roronoa Zoro bertarung melawan Shepherd Sommers sambil mengingat nasihat Dracule Mihawk dalam adegan One Piece.
    Roronoa Zoro mengingat nasihat Dracule Mihawk saat melawan Shepherd Sommers. (Dok. Eiichiro Oda, Shueisha/One Piece)

    Berbeda dari Rayleigh yang memberikan latihan Haki secara langsung, Mihawk tampaknya memberikan Zoro bekal yang lebih filosofis.

    Dalam bab 1194, Mihawk menyampaikan wejangan kepada Zoro mengenai Haoshoku Haki:

    “Dengarkan baik-baik, Roronoa. Segala sesuatu senantiasa berubah. Namun, ada satu hal yang mampu bertahan melawan segala perubahan itu. Itu adalah jenis Haki lain, tetapi yang satu ini tidak dipelajari melalui latihan disiplin. Ada satu hal yang dimiliki bersama oleh para Penguasa Tertinggi, sesuatu yang tak tergoyahkan. Ingatlah ini: Haoshoku Haki itu begitu dahsyat hingga mereka yang lemah takkan sanggup tetap berdiri di hadapannya. Sebuah jati diri.” — Dracule Mihawk

    Wejangan tersebut menarik karena Mihawk tidak sekadar membicarakan kekuatan Haoshoku Haki. Ia juga menekankan kaitannya dengan sense of self, atau jati diri yang tidak tergoyahkan.

    Lucunya, Zoro tampaknya tidak langsung memahami relevansi perkataan itu terhadap dirinya sendiri.

    Padahal, Mihawk sudah memberikan petunjuk sejak masa pelatihan mereka. Zoro baru benar-benar menghubungkan wejangan tersebut dengan dirinya setelah Scopper Gaban secara gamblang menyatakan bahwa ia memiliki Haoshoku Haki.

    Dengan kata lain, Mihawk sudah memberikan fondasi pemikiran yang relevan dengan kemampuan tersebut, tetapi Zoro membutuhkan pengalaman dan penjelasan tambahan untuk memahami maknanya.

    Setelah menyadari potensi Haoshoku Haki miliknya, Zoro akhirnya dapat menghubungkan kembali perkataan Mihawk dengan perkembangan dirinya sebagai pendekar pedang.

    Mihawk memberikan teorinya lebih dulu. Zoro baru benar-benar mengerti setelah mendapatkan konteks yang tepat.

  3. 3. Sanji — Self-love dari Ivankov

    Emporio Ivankov berdiri di tengah penduduk Kamabakka Kingdom dalam ilustrasi manga One Piece karya Eiichiro Oda.
    Emporio Ivankov dan Penduduk Kamabakka Kingdom. (Dok. Eiichiro Oda, Shueisha/One Piece)

    Kasus Sanji sedikit berbeda karena Ivankov tidak secara langsung mengajarinya teknik Haoshoku Haki.

    Selama latihan di Kamabakka Kingdom, Ivankov justru menyoroti kebiasaan Sanji yang rela membiarkan dirinya babak belur demi meraih kemenangan.

    Sanji memang memiliki kecenderungan mengorbankan keselamatannya sendiri demi orang lain. Namun, menurut Ivankov, ia juga perlu belajar mencintai dirinya sendiri atau memiliki self-love.

    Ivankov bahkan menekankan bahwa seseorang tidak bisa benar-benar mencintai orang lain jika ia tidak mampu mencintai dirinya sendiri.

    Sekilas, pelajaran tersebut tidak berkaitan langsung dengan Haoshoku Haki. Namun, perkembangan cerita di Elbaph membuatnya terasa jauh lebih relevan.

    Scopper Gaban menilai Sanji memiliki potensi Haoshoku Haki, tetapi kecenderungannya mengorbankan diri menjadi salah satu hambatan yang perlu ia hadapi.

    Dengan demikian, pelajaran Ivankov bisa dipandang sebagai fondasi mental yang membantu Sanji menghadapi hambatan tersebut.

    Setelah mengingat kembali wejangan Ivankov, Sanji tampak lebih percaya diri ketika menghadapi Killingham. Ia mulai menunjukkan sikap yang lebih tegas terhadap lawannya dan tidak lagi sekadar menerima dirinya sebagai pihak yang harus menanggung semua penderitaan.

    Apakah ini berarti Sanji sudah sepenuhnya mengatasi kecenderungan mengorbankan dirinya? Rasanya sih iya, meski belum terlihat jelas. Namun, pengungkapan ini memberikan petunjuk bahwa perkembangan mentalnya mungkin menjadi bagian penting dari perjalanan menuju penguasaan Haoshoku Haki.

    Ivankov tidak mengajarkan teknik Haki kepada Sanji, melainkan pelajaran tentang bagaimana Sanji seharusnya memandang dirinya sendiri.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More