Discord: https://bit.ly/WargaDuniaku
9 Anime Action dengan Grafis Pertarungan yang Lebih Bagus dari Naruto

Standar visual anime action hingga saat ini terus meningkat, dengan gerakan lebih mulus, efek sinematik, pencahayaan dramatis, dan koreografi yang dianggap melampaui pertarungan Naruto Shippuden.
Daftar rekomendasi mencakup Black Clover, Fate/stay night: Unlimited Blade Works, Mob Psycho 100, Chainsaw Man, Solo Leveling, Attack on Titan, Bleach: Thousand-Year Blood War, dan Jujutsu Kaisen.
Demon Slayer ditempatkan di posisi teratas berkat produksi Ufotable yang memadukan animasi karakter, efek digital, kamera dinamis, serta emosi dalam pertarungan penting hingga Infinity Castle.
Anime action dengan grafis pertarungan yang lebih bagus dari Naruto kini semakin banyak bermunculan seiring berkembangnya teknologi dan kualitas animasi Jepang.
Meski begitu, kita juga harus mengakui bahwa Naruto Shippuden pernah menjadi salah satu anime dengan koreografi pertarungan terbaik pada masanya, terutama pada awal 2010-an.
Masih ingat betapa hebohnya fans ketika Naruto menghadapi Pain dalam Arc Invasi Pain?
Belum lagi berbagai pertarungan epik selama Perang Dunia Shinobi Keempat, mulai dari Madara melawan Aliansi Shinobi hingga Naruto dan Sasuke menghadapi Kaguya Otsutsuki.
Pada zamannya, adegan-adegan tersebut menjadi salah satu daya tarik terbesar Naruto Shippuden.
Namun, standar visual anime action terus berkembang. Sejumlah studio animasi mulai menghadirkan perpaduan gerakan yang lebih smooth, efek sinematik, pencahayaan dramatis, hingga koreografi yang terasa seperti adegan film layar lebar.
Nah, kalau kamu menyukai pertarungan epik seperti Naruto, 7 anime berikut layak masuk daftar tontonanmu. Bahkan, beberapa di antaranya menawarkan pengalaman visual yang lebih memanjakan mata!
Table of Content
9. Black Clover

Devil Union Asta pada season 2 (dok. Pierrot/Black Clover) Siapa bilang Studio Pierrot hanya ikonik dengan Naruto saja?
Setelah sukses menggarap Naruto, studio legendaris ini kembali memperlihatkan garapannya melalui Black Clover, terutama pada Season 2 yang mulai tayang pada 3 Oktober 2026.
Sebenarnya, Black Clover sudah memiliki beberapa pertarungan dengan koreografi luar biasa sejak season pertamanya.
Sebut saja Asta dan Yami melawan Dante Zogratis, ketika gerakan pedang Anti-Magic dan Dark Magic dikombinasikan dalam pertarungan yang begitu intens.
Namun, setelah hiatus sekitar 5 tahun sejak penayangan episode 170 pada 2021, Black Clover akhirnya kembali dengan kualitas visual yang semakin menjanjikan.
Kali ini, Studio Pierrot memperlihatkan peningkatan pada detail karakter, efek sihir, pencahayaan, serta animasi pertarungan yang terasa lebih epik.
Bahkan, pada episode kedua season barunya, pertarungan Mereoleona menghadapi iblis raksasa sudah menjadi salah satu momen yang memperlihatkan skala kekuatan para Kesatria Sihir.
Dilanjutkan episode ketiga, Asta menunjukkan kekuatan Devil Union ketika mengalahkan iblis raksasa melalui tebasan Anti-Magic.
Adegan tersebut juga semakin berkesan karena menggunakan lagu Grandeur dari Snow Man, yang sebelumnya menjadi opening pada musim pertama.
Dan ini baru permulaan!
Season 2 akan membawa penonton memasuki konflik besar Spade Kingdom Raid Arc, ketika Asta dan para Kesatria Sihir menghadapi Dark Triad serta ancaman iblis dari dunia bawah.
Meski season barunya masih berlangsung, 3 episode awal sudah memperlihatkan ambisi Pierrot untuk menghadirkan kualitas animasi yang lebih baik dibandingkan adaptasi televisi sebelumnya.
Bisa dibilang, Pierrot is cooking, dan fans Black Clover punya banyak alasan untuk menantikan pertarungan berikutnya!
8. Fate/Stay Night: Unlimited Blade Works

Saber dari anime Fate/stay night: Unlimited Blade Works (2014) (dok. ufotable) Jauh sebelum Demon Slayer mencuri perhatian lewat animasi pertarungannya, ternyata studio Ufotable sudah memperlihatkan kualitas produksi luar biasa melalui Fate/Stay Night: Unlimited Blade Works yang tayang pada 2014.
Anime ini mengangkat Holy Grail War, konflik antara para Master dan Servant yang saling bertarung untuk memperebutkan Cawan Suci. Setiap Servant merupakan roh pahlawan dengan kemampuan dan senjata legendaris yang berbeda-beda.
Salah satu daya tarik terbesarnya adalah cara Ufotable menggabungkan animasi 2D dengan CGI.
Gerakan pedang, ledakan sihir, dan pencahayaan terasa menyatu dengan lingkungan sehingga pertarungan terlihat begitu smooth.
Coba lihat pertarungan Archer melawan Lancer atau duel Shirou Emiya menghadapi Gilgamesh.
Setiap serangannya memiliki detail animasi yang tajam, sementara pergerakan kamera membuat adegan aksi terasa lebih dahsyat.
Menariknya, Unlimited Blade Works juga memperlihatkan bagaimana pertarungan dengan efek CGI tetap bisa mempertahankan koreografi yang mudah diikuti.
Penonton gak hanya disuguhi ledakan besar, tetapi juga dapat memahami bagaimana setiap karakter menyerang, bertahan, dan mencari celah lawan.
Meski sudah berusia lebih dari satu dekade, kualitas animasinya masih mampu bersaing dengan banyak anime action modern.
7. Mob Psycho 100

Shigeo Kageyama (Mob) (dok. Bones/Mob Psycho 100) Kalau melihat desain karakter Mob Psycho 100 yang sederhana, mungkin kamu mengira anime ini gak memiliki kualitas animasi sehebat judul lainnya.
Namun, jangan sampai tertipu dengan penampilannya!
Anime ini diproduksi oleh studio Bones, anime karya ONE ini justru terkenal berkat gaya visual yang sangat ekspresif.
Alih-alih selalu mengejar gambar yang terlihat realistis, para animatornya justru memanfaatkan perubahan bentuk, warna, dan gerakan ekstrem untuk menciptakan pertarungan yang penuh energi.
Salah satu contoh terbaik terlihat dalam pertarungan Shigeo Kageyama alias Mob melawan Toichiro Suzuki pada season kedua.
Bentrokan 2 pengguna kekuatan psikis tersebut menghasilkan damage berskala besar dengan animasi yang sangat smooth.
Belum lagi pertarungan para esper melawan Shimazaki, yang memperlihatkan koreografi cepat dan kreatif melalui kemampuan teleportasi.
Keunggulan Mob Psycho 100 bukan hanya pada ledakan energi, tetapi juga bagaimana setiap pergerakan terasa memiliki bobot dan ekspresi tersendiri.
Jadi, jika Naruto Shippuden identik dengan pertarungan Ninjutsu, Mob Psycho 100 menawarkan aksi supernatural dengan kebebasan visual yang sulit ditemukan pada anime lain.
6. Chainsaw Man

Denji vs Katana Man (dok. MAPPA/ Chainsaw Man) Bagaimana kalau pertarungan anime dibuat seperti film action dengan unsur horor?
Kurang lebih, itulah pengalaman yang ditawarkan Chainsaw Man garapan MAPPA.
Sejak season pertamanya tayang pada 2022, Chainsaw Man sudah memperlihatkan kualitas visual yang sangat menarik.
Pergerakan kamera, ekspresi karakter, dan pencahayaan dibuat lebih sinematik, bahkan ketika tidak sedang menampilkan pertarungan.
Begitu Denji berubah menjadi Chainsaw Man, suasananya langsung berubah brutal.
Gergaji mesin yang muncul dari tubuhnya memperlihatkan pertarungan penuh darah dengan gerakan cepat dan benturan yang terasa berat.
Salah satu momen paling menarik adalah pertarungan Denji melawan Katana Man.
Alih-alih sekadar saling melemparkan serangan energi, keduanya terlibat dalam duel jarak dekat yang mengandalkan kecepatan, posisi tubuh, dan ketepatan serangan.
Kualitas animasinya semakin berkembang melalui film Chainsaw Man – The Movie: Reze Arc yang dirilis pada 2025.
Pertarungan Denji melawan Reze menghadirkan kombinasi aksi berkecepatan tinggi, ledakan besar, serta koreografi yang jauh lebih kompleks.
Berbeda dari Naruto yang sering mengandalkan variasi Ninjutsu, daya tarik pertarungan Chainsaw Man justru terletak pada gerakan yang brutal dan tidak terduga. Setiap benturan terasa berbahaya karena karakter benar-benar menerima konsekuensi fisik dari serangan lawan.
5. Solo Leveling

Sung Jinwoo dan Igris (dok. A-1 Pictures/Solo leveling) Kalau kamu menyukai pertarungan karakter overpower dengan animasi penuh efek visual, Solo Leveling jelas gak boleh dilewatkan.
Anime yang diadaptasi dari web novel dan manhwa Korea Selatan ini digarap oleh A-1 Pictures.
Sejak season pertamanya tayang pada 2024, Solo Leveling sudah menawarkan pertarungan cepat dengan perpaduan efek cahaya, bayangan, dan gerakan kamera yang memukau.
Salah satu adegan paling ikonik adalah pertarungan Sung Jinwoo melawan Igris.
Duel tersebut memperlihatkan kemampuan animasi dalam menggambarkan setiap ayunan pedang, benturan senjata, hingga pergerakan karakter dalam pertarungan jarak dekat.
Namun, kualitas pertarungannya semakin meningkat dalam Solo Leveling Season 2: Arise from the Shadow.
Masih ingat bagaimana Jinwoo menghadapi Ant King alias Beru dalam Arc Jeju Island?
Pertarungan tersebut menjadi salah satu momen paling epik karena Jinwoo mampu mengimbangi monster yang sebelumnya membuat para Hunter peringkat S kewalahan.
Belum lagi, Jinwoo mempunyai kemampuan Shadow Extraction yang membuat kemunculan pasukan bayangannya terasa semakin menarik.
4. Attack on Titan

Levi vs Beast Titan (dok. WIT Studio/Attack on Titan) Sebelum studio MAPPA mengambil alih produksi final season, Attack on Titan sudah lebih dahulu mencuri perhatian berkat kualitas animasi luar biasa dari WIT Studio.
Anime yang mulai tayang pada 2013 ini memiliki keunggulan dalam koreografi pertarungan menggunakan 3D Maneuver Gear atau ODM Gear.
Peralatan tersebut membuat para pasukan bisa bergerak bebas menggunakan kabel dan gas untuk meluncur di antara bangunan maupun tubuh Titan.
Bayangkan betapa rumitnya menghidupkan gerakan tersebut dalam animasi.
Namun, WIT Studio berhasil menggabungkan animasi karakter dengan pergerakan kamera tiga dimensi yang membuat setiap aksi terasa cepat dan menegangkan.
Salah satu contohnya adalah pertarungan Eren melawan Annie dalam wujud Titan pada season pertama.
Selain memperlihatkan kekuatan fisik, pertarungan tersebut juga menonjolkan teknik bela diri yang menjadi ciri khas kedua karakter.
Memasuki season ketiga, kualitas koreografi semakin mengesankan melalui adegan Levi melawan Kenny dan pasukannya.
Gerakan Levi saat melintasi bangunan, menghindari tembakan, hingga menyerang musuh disajikan melalui pergerakan kamera yang sangat smooth.
Namun, momen paling ikonik tentu saja ketika Levi menghadapi Beast Titan dalam Return to Shiganshina Arc.
Setelah Erwin memimpin serangan pengalihan, Levi berhasil mendekati Zeke dan melancarkan serangkaian tebasan berkecepatan tinggi.
Koreografinya begitu menarik perhatian penonton, karena kamera mengikuti gerakan Levi yang berputar mengelilingi tubuh Beast Titan sebelum melumpuhkannya.
3. Bleach: Thousand-Year Blood War

Ichigo muncul di Trailer episode terakhir Bleach TYBW part 4 (dok.Pierrot/Bleach: Thousand Year Blood War Part 4: The Calamity) Kalau ada anime yang membuktikan bahwa kualitas animasi bisa meningkat drastis setelah bertahun-tahun, Bleach: Thousand-Year Blood War jelas pantas masuk daftar ini.
Setelah anime Bleach sebelumnya berakhir pada 2012, Studio Pierrot kembali menghadirkan petualangan Ichigo Kurosaki melalui adaptasi Thousand-Year Blood War pada 2022.
Namun, kali ini kualitas visualnya terasa jauh berbeda dibandingkan seri lamanya.
Mulai dari desain karakter yang lebih tajam, perpaduan warna dan pencahayaan, hingga efek spiritual pressure yang terasa semakin mengerikan.
Setiap kali karakter melepaskan Bankai, penonton disuguhi animasi yang bukan hanya indah, tetapi juga memperlihatkan kedahsyatan kekuatan mereka.
Masih ingat ketika Yamamoto menghadapi Yhwach dan memperlihatkan Bankai Zanka no Tachi?
Adegan tersebut menjadi salah satu contoh terbaik bagaimana animasi api dan perubahan suasana lingkungan dapat membuat pertarungan terasa begitu mengintimidasi.
Belum lagi pertarungan Kenpachi Zaraki melawan Gremmy Thoumeaux, serta momen Rukia Kuchiki menggunakan Hakka no Togame.
Kedua pertarungan ini membuktikan bahwa Bleach TYBW tidak hanya mengandalkan nostalgia, tetapi juga benar-benar meningkatkan standar visualnya.
Kualitas tersebut terus berlanjut hingga bagian keempat, Bleach: Thousand-Year Blood War – The Calamity, yang mulai tayang pada Juli 2026.
Bagian penutup ini menghadirkan konflik semakin besar, termasuk pertarungan Ichigo melawan Yhwach, Uryu menghadapi Jugram Haschwalth, hingga Kenpachi, Byakuya, dan Toshiro yang harus melawan Gerard Valkyrie.
Khusus The Calamity, produksi animasinya ditangani PIERROT FILMS, label produksi dari Pierrot yang berfokus pada kualitas animasi tinggi.
Hasilnya, pertarungan memiliki gaya visual lebih sinematik, terutama melalui pencahayaan, kontras warna, detail efek spiritual, dan komposisi setiap adegan.
Menariknya, per Oktober 2026, The Calamity juga sudah mendekati klimaks cerita.
2 episode terakhirnya dijadwalkan tayang pada 19 dan 26 Oktober 2026, sehingga fans masih menantikan bagaimana pertarungan terakhir Ichigo dan Yhwach akan dituntaskan.
Dengan seluruh peningkatan tersebut, Bleach TYBW sangat layak berada di jajaran anime action dengan visual pertarungan terbaik.
2. Jujutsu Kaisen

3 Domain Expansion saling bertabrakan di Culling Game (dok. MAPPA/Jujutsu Kaisen) Kalau berbicara tentang anime action dengan perkembangan animasi yang luar biasa, Jujutsu Kaisen jelas masuk daftar.
Sejak season pertamanya, MAPPA sudah memperlihatkan kualitas pertarungan yang sangat menarik.
Salah satu adegan paling ikonik adalah ketika Gojo Satoru menggunakan Hollow Purple dalam pertarungan melawan Hanami. Kekuatan pamungkas Gojo yang menyapu area pertempuran langsung memperlihatkan betapa mengerikannya kekuatan Gojo.
Namun, peningkatan visual semakin terasa dalam season berikutnya, terutama pada Hidden Inventory Arc.
Pertarungan Gojo melawan Toji Fushiguro menjadi contoh bagaimana koreografi cepat dapat dipadukan dengan pengambilan gambar yang sinematik. Pergerakan Toji terasa agresif dan cepat, sementara penggunaan Red dan Hollow Purple milik Gojo memberikan kontras visual yang sangat kuat.
Lalu, bagaimana dengan Shibuya Incident Arc?
Arc tersebut membawa kualitas pertarungan ke tingkat yang lebih brutal.
Salah satu momen paling ikoniknya adalah ketika Sukuna menghadapi Jogo. Bentrokan mereka menghasilkan kehancuran besar di Shibuya, lengkap dengan serangan api dan animasi yang menggambarkan mengerikannya kekuatan dari kedua karakter tersebut.
Belum lagi pertarungan Sukuna melawan Mahoraga yang memperlihatkan koreografi yang sangat bagus, dengan perubahan sudut kamera dan pergerakan karakter yang terus berlangsung tanpa banyak jeda.
Kualitas tersebut kembali diperlihatkan pada musim ketiga melalui Culling Game Arc, khususnya pertarungan Yuta Okkotsu di Sendai Colony.
Dalam episode 59 yang tayang pada Maret 2026, Yuta harus menghadapi beberapa petarung berbahaya, termasuk Ryu Ishigori dan Takako Uro. Puncaknya terjadi ketika ketiganya mengaktifkan Domain Expansion secara bersamaan!
Bentrokan 3 Domain Expansion tersebut menjadi salah satu momen paling menarik karena anime memberikan gambaran visual singkat mengenai domain masing-masing karakter, sesuatu yang tidak dijelaskan secara rinci dalam panel manga aslinya.
Dengan berbagai pencapaian tersebut, Jujutsu Kaisen bukan hanya unggul dalam kualitas efek visual, tetapi juga cara menampilkan pertarungan yang terasa cepat, brutal, dan penuh kejutan.
1. Demon Slayer

Tanjiro menggunakan Hinokami Kagura untuk mengalahkan Rui. (dok. Crunchyroll/Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba) Di posisi pertama tentu saja ada Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba.
Rasanya sulit membicarakan anime dengan visual pertarungan terbaik tanpa menyebut karya Ufotable yang satu ini.
Sejak tayang perdana pada 2019, Demon Slayer sudah memperlihatkan kualitas animasi yang sangat memukau.
Momen yang benar-benar membuat banyak penggemar terpukau terjadi pada episode 19, ketika Tanjiro untuk pertama kalinya menggunakan Hinokami Kagura saat menghadapi Rui.
Perpaduan animasi Pernapasan Matahari, gerakan pedang, musik, serta emosi Tanjiro dan Nezuko berhasil menciptakan salah satu momen paling berkesan dalam anime action modern.
Dan ternyata, itu baru permulaan!
Dalam Mugen Train Arc, Ufotable kembali memperlihatkan kualitas animasi luar biasa melalui pertarungan Rengoku melawan Akaza. Setiap tebasan Pernapasan Api dibuat begitu detail, sementara serangan Akaza terasa brutal dan penuh tekanan.
Kualitas tersebut kembali meningkat dalam Entertainment District Arc, terutama ketika Tengen Uzui bersama Tanjiro, Zenitsu, dan Inosuke menghadapi Upper Moon 6, Gyutaro dan Daki.
Pertarungan puncak Tengen melawan Gyutaro bahkan menjadi salah satu contoh terbaik kemampuan Ufotable menggabungkan animasi 2D, efek ledakan, percikan api, dan gerakan kamera yang bergerak mengikuti aksi para karakter.
Belum cukup sampai di situ, Swordsmith Village Arc juga menghadirkan pertarungan spektakuler melawan Gyokko dan Hantengu. Sementara itu, kualitas sinematiknya mencapai skala yang lebih besar ketika Infinity Castle Arc mulai diadaptasi menjadi trilogi film layar lebar.
Film terbarunya, Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba – Infinity Castle, dirilis pada 2025 dan membawa penonton menyaksikan pertempuran di dalam kastel Muzan yang bisa berubah bentuk kapan pun.
Yang membuat Infinity Castle terasa berbeda adalah world building-nya.
Kastel yang dikendalikan Nakime memiliki struktur ruangan yang terus berubah, sehingga perpindahan kamera dan pergerakan karakter membutuhkan komposisi visual yang jauh lebih rumit dibandingkan arena pertarungan biasa.
Selain itu, salah satu daya tariknya adalah pertarungan Shinobu melawan Douma, Tanjiro dan Giyu melawan Akaza, serta duel Zenitsu melawan Kaigaku yang disajikan dengan efek visual memukau.
Fun fact-nya, film ini tetap diproduksi oleh Ufotable, sementara Sony Pictures Entertainment bersama Crunchyroll menangani distribusi internasionalnya di berbagai wilayah.
Dengan pengalaman menggarap Fate Series dan seluruh season Demon Slayer, Ufotable terus memperlihatkan keunggulan dalam memadukan animasi karakter, efek digital, dan pencahayaan.
Itulah mengapa Demon Slayer layak menempati posisi pertama dalam daftar ini.
Bukan hanya karena efek visualnya terlihat indah, tetapi juga karena setiap pertarungan penting mampu menghadirkan kombinasi aksi dan emosi yang kuat.
Berbagai anime tersebut membuktikan bahwa standar animasi pertarungan terus berkembang dari waktu ke waktu.
Namun, bukan berarti kualitas Naruto Shippuden menjadi buruk. Justru, anime tersebut memiliki banyak pertarungan ikonik yang masih layak diapresiasi hingga sekarang.
Kalau kamu harus memilih satu pertarungan dengan animasi paling memukau, mana yang bakal jadi favoritmu? Levi melawan Beast Titan, Sukuna yang menghancurkan Shibuya, atau pertarungan para Hashira melawan iblis dalam Demon Slayer?
Untuk informasi yang lebih lengkap soal anime dan manga, film, game, serta gadget, yuk gabung komunitas Warga Duniaku lewat link berikut:
WA Channel: https://bit.ly/WAChannelDuniaku










![[QUIZ] Pilih Pulau One Piece Ini, Kami Tahu Tempat yang Cocok Buatmu Melepas Stres](https://image.idntimes.com/post/20260412/upload_db92e56aa41a299795387651bb420315_5507c5bb-f4dc-48ab-be1f-2b84cd639420.png)




![[QUIZ] Kalau Hidup di One Piece, Kamu Cocok Gabung Faksi Apa?](https://image.idntimes.com/post/20260512/upload_1bf542df953ec56675294d5283ea50a2_0f276ace-dded-4883-9bfd-4f65ca470ce7.png)
![[QUIZ] Tebak Karakter One Piece dari Emoji, Bisa Mengenalinya?](https://image.idntimes.com/post/20260724/upload_9b4e647f7a609c1edbe4a85dad4d51e6_f112c91e-5912-428a-b03b-afdd4a5d95ea.jpg)
![[QUIZ] Tebak Karakter One Piece dari Deskripsi Ngawur, Bisa Jawab?](https://image.idntimes.com/post/20260604/upload_099d19e180e8eb382317dd9714e98938_2f35eaff-97ec-41da-bbb6-5a16c39a910c.jpg)


