Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Install

Mengenang Animasi Dragon Ball Super Episode 5 yang Dulu Dihujat Ampas

5 min read
Mengenang Animasi Dragon Ball Super Episode 5 yang Dulu Dihujat Ampas
Goku vs Beerus versi animasi lama (Dok. Toei/Dragon Ball Super)
  • Episode 5 Dragon Ball Super pada 9 Agustus 2015 memicu kontroversi karena duel Goku-Beeus menampilkan anatomi karakter tidak proporsional, gambar inkonsisten, dan koreografi kurang dinamis.

  • Kritik besar mendorong perbaikan untuk Blu-ray/DVD, termasuk penggambaran ulang karakter. Versi revisi dipakai dalam sejumlah rilisan berikutnya, meski tidak sepenuhnya membenahi animasi dan koreografi.

  • Masalah produksi dikaitkan dengan tenggat mingguan, supervisi, dan keterbatasan animator. Dragon Ball Super: Beerus kemudian mendapat respons positif berkat visual pertarungan yang lebih meyakinkan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Episode 2 Dragon Ball Super: Beerus menyoroti pertarungan perdana antara Goku dan Beerus. Duel ini mengingatkan penggemar pada salah satu kontroversi terbesar Dragon Ball Super versi lama, yakni kualitas animasi episode 5 yang tayang pada 9 Agustus 2015. Saat itu, penggambaran pertarungan Goku melawan Beerus menuai banyak kritik karena kualitas gambarnya yang buruk dan penggambaran karakter yang tidak konsisten.

Lantas, seberapa parah kualitas animasi pertarungan tersebut hingga masih dikenang sebagai salah satu momen terburuk dalam sejarah serialnya? Berikut pembahasannya!

  1. 1. Sebelum debut di episode 2, duel Beerus-Goku pernah dianimasikan di Dragon Ball Super episode 5

    Goku dalam wujud Super Saiyan God bertarung melawan Beerus dalam adegan animasi lama Dragon Ball Super.
    Goku vs Beerus versi animasi lama (Dok. Toei/Dragon Ball Super)

    Sekedar pengingat, momen pertarungan Goku vs Beerus sejauh ini sudah dianimasikan beberapa kali.

    Pertarungan Goku melawan Beerus di planet Kaio telah hadir dalam tiga versi animasi berbeda, mulai dari film Dragon Ball Z: Battle of Gods (2013), adaptasi serial Dragon Ball Super (2015), hingga versi yang ditingkatkan di Dragon Ball Super: Beerus (2026). Meski mengadaptasi peristiwa yang sama, ketiganya memiliki perbedaan dalam penyajian adegan dan kualitas visual.

    Ketiganya mengangkat peristiwa yang sama, tetapi menawarkan pengalaman menonton yang berbeda. Film Battle of Gods menyajikannya dengan pendekatan sinematik, sedangkan versi serial Dragon Ball Super menuai kritik karena kualitas gambarnya yang tidak konsisten.

  2. 2. Episode 5 Dragon Ball Super sempat jadi bencana karena banyaknya kekurangan dalam pengerjaan animasinya

    Karakter Super Saiyan 3 dari Dragon Ball dalam gaya animasi lama, dengan rambut emas panjang dan aura energi.
    Super Saiyan 3 versi animasi lama (Dok. Toei/Dragon Ball Super)

    Episode 5 Dragon Ball Super menjadi salah satu momen paling kontroversial dalam sejarah serial tersebut. Para penonton yang awalnya berharap bisa menikmati pertarungan Goku dan Beerus dalam versi anime televisinya justru dikejutkan oleh kualitas visual yang menuai banyak kritik.

    Permasalahannya bukan sekadar penurunan kualitas animasi, tetapi juga mencakup sejumlah aspek dalam penggambaran dan penyajian pertarungan.

    Pertama, proporsi anatomi karakter yang tidak konsisten. Dalam beberapa adegan, bentuk wajah, ukuran kepala, hingga anggota tubuh Goku dan Beerus terlihat tidak proporsional.

    Kedua, konsistensi gambar yang buruk. Penampilan karakter dapat berubah cukup drastis dari satu potongan adegan ke adegan berikutnya, membuat sejumlah gambar terlihat berbeda dari desain karakter yang semestinya.

    Ketiga, koreografi pertarungan yang kurang dinamis. Sejumlah pukulan dan tendangan terasa kurang meyakinkan, sementara sudut kamera dan penyajian gerakannya tidak selalu mampu memberikan kesan benturan yang kuat.

    Akibatnya, pertarungan yang seharusnya menjadi ajang untuk memperlihatkan betapa jauhnya perbedaan kekuatan antara Goku dan Beerus justru kehilangan sebagian daya tariknya. Kombinasi gambar yang kurang konsisten dan penyajian aksi yang kurang menggigit membuat episode ini dikenang sebagai salah satu contoh paling terkenal dari masalah kualitas produksi Dragon Ball Super.

    Saking banyaknya kritik yang diterima, episode 5 Dragon Ball Super akhirnya mendapatkan sejumlah perbaikan untuk perilisan Blu-ray/DVD. Beberapa gambar karakter yang sebelumnya terlihat janggal digambar ulang agar tampil lebih proporsional, meskipun perbaikan tersebut tidak sepenuhnya menyelesaikan masalah animasi dan koreografi pertarungannya.

    Versi yang telah diperbaiki ini juga digunakan dalam sejumlah perilisan berikutnya. Karena itu, jika kamu menonton Dragon Ball Super melalui layanan streaming tertentu, kamu mungkin sudah menyaksikan versi yang visualnya lebih baik daripada siaran televisi aslinya. Namun, hal ini tetap bergantung pada versi yang digunakan oleh masing-masing platform.

  3. 3. Banyak yang menduga semua itu karena masalah jadwal produksi yang terlalu ketat

    Goku terbaring tumbang usai dikalahkan Beerus dalam adegan anime Dragon Ball Super: Beerus karya Toei.
    Goku tumbang oleh Beerus (Dok. Toei/Dragon Ball Super: Beerus)

    Masalah kualitas episode 5 Dragon Ball Super kala itu sendiri sempat dikaitkan dengan mepetnya jadwal perilisan film layar lebarnya, yaitu Dragon Ball Z: Resurrection 'F' meski kenyataannya tak sesederhana itu.

    Namun yang lebih masuk akal, problemnya terletak di jadwal produksi yang terlalu ketat, ditambah masalah supervisi dan keterbatasan tenaga animator kala itu. Tadayoshi Yamamuro, yang menangani desain karakter Dragon Ball Super dan menyutradarai Resurrection 'F', menjelaskan bahwa episode televisi harus dikerjakan dalam tenggat yang sangat singkat. Ia juga secara langsung mengakui betapa sulitnya menjaga kualitas ketika setiap episode harus diselesaikan setiap minggu.

    Hal itu pun berimbas ke proses koreksi gambar yang akhirnya mulai kacau. Ketika tenggat terlalu ketat, proses koreksi ini bisa tidak mendapatkan waktu yang cukup. Akibatnya, gambar dengan proporsi wajah, tubuh, atau anggota badan yang janggal dapat lolos ke versi siaran.

    Selain itu, faktor tenaga kerja animator juga bisa jadi berdampak pada rumitnya proses produksi.

  4. 4. Untungnya versi Beerus akhirnya memperbaiki adegan pertarungan Goku dan Beerus menjadi lebih baik

    Goku berhadapan dengan Beerus dalam adegan pertarungan dari Dragon Ball Super: Beerus produksi Toei.
    Goku vs Beerus (Dok. Toei/Dragon Ball Super: Beerus)

    Dari kontroversi tersebut, Toei Animation kemudian melakukan perbaikan terhadap kualitas visual Dragon Ball Super, termasuk untuk versi Blu-ray. Upaya peningkatan ini juga terlihat dalam proyek remake terbarunya, yaitu Dragon Ball Super: Beerus.

    Hasilnya, respons penonton terhadap episode 2 versi terbaru cenderung positif. Banyak yang menilai kualitas animasi pertarungan Goku melawan Beerus meningkat pesat dibandingkan versi serial tahun 2015.

    Salah satu aspek yang mendapat pujian adalah penggambaran gerakan saat Goku melancarkan serangan hingga menghantam tanah, sementara Beerus mampu menghindarinya atau menghadapinya dengan begitu santai. Efek aura dan penyajian visual pertarungannya pun terasa lebih meyakinkan.

    Selain itu, adegan petir di Snake Way dan transformasi Super Saiyan 3 Goku juga menjadi sorotan. Kedua bagian tersebut dinilai tampil lebih dramatis berkat penggambaran efek visual yang lebih baik.

    Meski begitu, peningkatan ini tidak serta-merta membuat semua penonton menganggap versi terbaru sebagai yang terbaik. Sebagian penggemar masih menilai bahwa penyajian pertarungan dalam film Dragon Ball Z: Battle of Gods lebih unggul, baik dari segi kualitas visual maupun pengalaman menontonnya secara keseluruhan.

    Itulah pembahasan tentang seberapa buruk animasi episode 5 Dragon Ball Super sampai membuat versi episode 2 Dragon Ball Super: Beerus kelihatan lebih baik.

    Bagaimana menurut kalian?

    Untuk informasi yang lebih lengkap soal anime dan manga, film, game, serta gadget, yuk gabung komunitas Warga Duniaku lewat link berikut:

    Discord: https://bit.ly/WargaDuniaku

    Tele: https://t.me/WargaDuniaku

    WA Channel: https://bit.ly/WAChannelDuniaku

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More