Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Install

Vegeta Akhirnya Melampaui Goku? Beerus Sendiri Mengakui Kekuatannya!

6 min read
Vegeta Akhirnya Melampaui Goku? Beerus Sendiri Mengakui Kekuatannya!
Vegeta dan Beerus (dok. Toei Animation/Dragon Ball Super: Beerus)
  • Vegeta lama mengejar Goku, tetapi di Dragon Ball Super ia mulai menempuh jalur kekuatan sendiri, bukan sekadar mengikuti transformasi rivalnya.

  • Beerus menilai pertarungan melawan Vegeta Super Saiyan 2 lebih menyenangkan daripada Goku, meski lonjakan kekuatan Vegeta saat itu dipicu kemarahan ekstrem.

  • Dalam manga dan Super Hero, Vegeta menguasai Ultra Ego serta teknik baru, lalu mengalahkan Goku dalam duel tanpa transformasi maupun serangan energi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Apakah benar Vegeta lebih kuat dari Goku? Pertanyaan ini mungkin terdengar seperti bahan perdebatan klasik antara fans kedua Saiyan tersebut.

Selama bertahun-tahun, Goku memang lebih sering mendapatkan pencapaian terbesar, mulai dari menjadi orang pertama yang menguasai Super Saiyan, hingga menguasai Ultra Instinct.

Sementara itu, Vegeta terus berusaha mengejar rivalnya, meski harus menerima kekalahan berkali-kali.

Namun, perkembangan terbaru Dragon Ball Super mulai mengubah pandangan tersebut.

Dalam Dragon Ball Super: Beerus episode 3 yang tayang belakangan ini, Beerus mengakui kemampuan bertarung Vegeta yang lebih menghiburnya dibandingkan dengan Goku. Belum lagi pencapaian Vegeta dalam manga yang berhasil mengembangkan Ultra Ego hingga memenangkan duel melawan Kakarot.

Lantas, apakah ini menjadi bukti bahwa Vegeta sudah melampaui Goku? Ada beberapa momen penting yang perlu kita bahas sebelum menentukan siapa Saiyan terkuat di antara keduanya.

  1. 1. Vegeta selalu mengejar Goku sejak Dragon Ball Z, tetapi situasinya mulai berubah

    Vegeta akhirnya membuka Super Saiyan 3 (dok. Toei Animation/Dragon Ball Daima).jpg
    Vegeta akhirnya membuka Super Saiyan 3 (dok. Toei Animation/Dragon Ball Daima)

    Persaingan Goku dan Vegeta sudah berlangsung sejak Saiyan Saga dalam Dragon Ball Z.

    Menariknya, Vegeta awalnya memiliki kekuatan yang jauh lebih besar daripada Goku. Namun, Goku terus berkembang hingga mencapai berbagai pencapaian yang sulit dikejar sang Pangeran Saiyan.

    Contohnya ketika Goku menjadi Super Saiyan dalam pertarungan melawan Frieza di Planet Namek. Vegeta baru mencapai transformasi tersebut setelah menjalani latihan keras.

    Goku juga berhasil membuka Super Saiyan 3 dalam Majin Buu Saga, sementara Vegeta pada masa itu masih mengandalkan Super Saiyan 2.

    Meski demikian, bukan berarti Vegeta tidak pernah mampu menandingi rivalnya. Saat menjadi Majin Vegeta, ia sanggup bertarung seimbang melawan Super Saiyan 2 Goku. Hanya saja, Goku sebenarnya masih menyimpan transformasi Super Saiyan 3.

    Pada akhir Majin Buu Saga, Vegeta bahkan mengakui keunggulan Goku. Momen tersebut menjadi perkembangan karakter penting karena ia mulai memahami bahwa kekuatan Goku tidak hanya berasal dari keinginan untuk menjadi yang terbaik.

    Perlu diingat, Dragon Ball Daima kemudian memperlihatkan Vegeta menggunakan Super Saiyan 3 ketika menghadapi Tamagami Nomor Dua.

    Jadi, anggapan bahwa Vegeta sama sekali tidak pernah mencapai transformasi tersebut sudah tidak tepat.

  2. 2. Beerus mengakui kekuatan Vegeta lebih mengesankan dibandingkan Goku

    Vegeta dan Beerus.jpg
    Vegeta dan Beerus (dok. Toei Animation/Dragon Ball Super: Beerus)

    Memasuki Dragon Ball Super, persaingan mereka semakin menarik. Vegeta tidak lagi sekadar mengikuti transformasi Goku, tetapi mulai mengembangkan kekuatan melalui jalannya sendiri.

    Salah satu bukti paling menarik muncul dalam Dragon Ball Super: Beerus episode 3. Anime versi enhanced yang tayang pada 26 Oktober 2026 ini kembali menampilkan pertarungan Vegeta melawan Beerus saat pesta ulang tahun Bulma.

    Awalnya, Vegeta begitu ketakutan menghadapi Beerus karena mengetahui betapa mengerikannya Dewa Penghancur tersebut.

    Bahkan, Goku yang sebelumnya menggunakan Super Saiyan 3 sudah dikalahkan oleh Beerus hanya dengan dua serangan.

    Namun, situasinya berubah ketika Beerus menyerang Bulma. Vegeta yang kehilangan kesabaran langsung melampiaskan kemarahannya hingga memperoleh peningkatan kekuatan luar biasa dalam wujud Super Saiyan 2.

    Menariknya, Vegeta berhasil memberikan perlawanan yang lebih sengit.

    Beerus bahkan mengatakan bahwa dirinya sudah lama tidak menggunakan 10% kekuatan aslinya. Ia juga mengakui bahwa pertarungan melawan Vegeta terasa lebih menyenangkan dibandingkan dengan menghadapi Goku di Planet Kaio Utara.

    Pernyataan tersebut tentu menjadi kabar menarik bagi fans Vegeta. Sebab, Super Saiyan 2 miliknya mampu memberikan perlawanan yang lebih mengesankan daripada Super Saiyan 3 Goku pada fase cerita tersebut.

    Meski begitu, ada hal yang perlu diperhatikan. Peningkatan kekuatan Vegeta dipicu oleh kemarahan ekstrem setelah melihat Bulma disakiti. Artinya, pencapaian ini belum membuktikan bahwa kekuatan normal Vegeta selalu lebih tinggi daripada Goku.

    Apalagi, Goku kemudian memperoleh Super Saiyan God yang kembali mengubah perbandingan kekuatan keduanya.

    Jadi, Beerus memang mengakui kehebatan Vegeta dalam pertarungan tersebut, tetapi bukan berarti ia menetapkan Vegeta sebagai Saiyan terkuat untuk selamanya

  3. 3. Vegeta memiliki Ultra Ego dan teknik yang tidak dikuasai Goku

    Ultra Ego Vegeta.jpg
    Ultra Ego Vegeta (dok. Shueisha/Dragon Ball Super)

    Jika sebelumnya Vegeta sering mengikuti perkembangan transformasi Goku, situasinya berubah drastis dalam manga Dragon Ball Super, terutama pada Moro Saga dan Granolah the Survivor Saga.

    Ketika menghadapi Moro, Vegeta memilih berlatih di Planet Yardrat untuk menguasai Spirit Control.

    Latihan tersebut meningkatkan pengendalian Ki miliknya sekaligus memberinya akses terhadap teknik baru.

    Salah satu kemampuan terpenting yang diperoleh Vegeta adalah Forced Spirit Fission, teknik yang dapat memisahkan energi yang diserap atau digabungkan dengan tubuh lawan.

    Kemampuan ini sangat berguna ketika menghadapi musuh seperti Moro, yang mengandalkan energi hasil penyerapan.

    Vegeta juga sempat menggunakan Instant Transmission setelah mempelajarinya di Yardrat. Namun, ia tidak menguasainya sebagai teknik andalan seperti Goku.

    Perkembangan terbesarnya kemudian terjadi dalam Granolah Saga.

    Vegeta menjalani latihan di bawah Beerus untuk mempelajari kekuatan penghancuran atau Hakai, sementara Goku terus mendalami Ultra Instinct bersama Whis.

    Dari latihan tersebut, Vegeta akhirnya membangkitkan transformasi Ultra Ego.

    Berbeda dengan Ultra Instinct yang berfokus pada kemampuan tubuh bereaksi secara otomatis, Ultra Ego justru memanfaatkan naluri bertarung dan kekuatan penghancuran.

    Dalam kondisi tertentu, semangat bertarung Vegeta bahkan membuat kekuatannya meningkat ketika menerima serangan.

    Namun, Ultra Ego juga memiliki kelemahan. Tubuh Vegeta tetap menerima damage, sehingga semakin banyak serangan yang ditahan, semakin besar pula risiko dirinya tumbang.

    Lantas, apakah Ultra Ego lebih kuat daripada Ultra Instinct?

    Ultra Ego Vegeta bisa dinilai memiliki potensi kekuatan yang sebanding dengan Ultra Instinct Goku.

    Keduanya mengembangkan kemampuan melalui gaya yang berbeda, sehingga keunggulan masing-masing sangat bergantung pada penguasaan teknik dan kondisi pertarungan. Bahkan, Vegeta berpotensi melampaui Goku apabila mampu memaksimalkan kekuatan penghancurannya tanpa harus menerima banyak damage secara berlebihan.

  4. 4. Vegeta akhirnya berhasil mengalahkan Goku dalam pertarungan langsung

    Vegeta vs Goku (dok. Toei Animation/Dragon Ball Super: Superhero)
    Vegeta vs Goku (dok. Toei Animation/Dragon Ball Super: Superhero)

    Perdebatan mengenai siapa yang lebih kuat sebenarnya sudah mendapatkan salah satu jawaban paling menarik dalam film Dragon Ball Super: Super Hero.

    Dalam adegan post-credit, Goku dan Vegeta diperlihatkan menyelesaikan pertandingan latihan di Planet Beerus.

    Berbeda dari pertarungan mereka sebelumnya, Whis melarang penggunaan transformasi dan serangan energi, sehingga keduanya harus bertarung menggunakan kemampuan fisik dan teknik bela diri.

    Setelah bertarung begitu lama hingga kelelahan, Vegeta akhirnya berhasil mendaratkan serangan terakhir. Goku pun tumbang lebih dahulu dan mengakui kekalahannya.

    Kemenangan tersebut juga diadaptasi dalam manga Dragon Ball Super bab 100.

    Bagi Vegeta, hasil ini tentu terasa istimewa. Ia akhirnya berhasil mengalahkan rival yang selama ini menjadi motivasi terbesarnya untuk terus berkembang.

    Menariknya, kemenangan tersebut tidak diperoleh melalui Ultra Ego ataupun kekuatan penghancuran. Vegeta justru menang dalam duel yang mengutamakan kemampuan bertarung dasar, pengendalian tenaga, dan daya tahan.

    Kalau menurutmu, apakah Ultra Ego akan membuat Vegeta benar-benar melampaui Goku, atau justru Kakarot masih punya kartu as yang belum diperlihatkan?

    Untuk informasi yang lebih lengkap soal anime dan manga, film, game, serta gadget, yuk gabung komunitas Warga Duniaku lewat link berikut:

    Discord: https://bit.ly/WargaDuniaku

    Tele: https://t.me/WargaDuniaku

    WA Channel: https://bit.ly/WAChannelDuniaku

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More