Discord: https://bit.ly/WargaDuniaku
Kenapa Vegeta Tak Menggunakan Dragon Ball untuk Mengembalikan Saiyan?

Kebangkitan massal Saiyan sulit dilakukan karena mereka telah lama tewas sebelum Vegeta mengetahui Bola Naga, sementara aturan Shenron dan konteks Porunga berbeda.
Vegeta memahami masa lalu Saiyan penuh penaklukan dan kekerasan, termasuk kehancuran Planet Cerea, sehingga menghidupkan mereka berpotensi menghadirkan kembali kejahatan.
Setelah membangun keluarga dengan Bulma, Trunks, dan Bulla di Bumi, Vegeta memilih melindungi kehidupan barunya serta menatap masa depan ketimbang memulihkan bangsa Saiyan.
Kenapa Vegeta tidak menggunakan Bola Naga untuk mengembalikan bangsa Saiyan?
Pertanyaan ini cukup sering muncul karena dunia Dragon Ball sudah berkali-kali menunjukkan bahwa kematian bukan selalu akhir bagi para karakternya.
Dengan mengumpulkan tujuh Bola Naga, seseorang bahkan bisa meminta Shenron untuk mengabulkan berbagai keinginan, termasuk menghidupkan kembali orang yang telah meninggal.
Namun, sampai alur Dragon Ball Super, Vegeta tidak pernah benar-benar berusaha mengembalikan seluruh bangsa Saiyan yang tewas ketika Planet Vegeta dihancurkan Frieza.
Ternyata, ada beberapa alasan yang bisa menjelaskan keputusan tersebut. Apa saja alasannya? Mari kita simak pembahasan berikut!
Table of Content
1. Aturan bola naga membuat kebangkitan massal bangsa Saiyan tidak sesederhana Itu

Bola Naga (dok. Toei Animation/Dragon Ball) Selama cerita Dragon Ball berjalan, naga pengabul baik Shenron maupun Porunga memang memiliki kemampuan untuk menghidupkan orang yang telah meninggal. Namun, Bola Naga tidak bekerja tanpa batas.
Dalam awal cerita, terdapat batasan terhadap kebangkitan seseorang yang sudah terlalu lama meninggal. Inilah yang membuat keinginan untuk langsung mengembalikan seluruh bangsa Saiyan menjadi persoalan tersendiri.
Planet Vegeta dihancurkan ketika Vegeta masih kecil dan saat ia berada di luar planet, sehingga sebagian besar bangsa Saiyan telah meninggal selama bertahun-tahun sebelum Vegeta mengetahui bahwa Bola Naga dapat digunakan untuk berbagai macam keinginan.
Bola Naga Namek memiliki kemampuan yang lebih fleksibel. Porunga (naga pengabul dari Namek) awalnya hanya bisa menghidupkan satu orang untuk setiap permintaan, tetapi setelah diperkuat oleh Grand Elder baru, ia mampu menghidupkan banyak orang sekaligus. Dalam kisah Majin Buu, misalnya, Porunga digunakan untuk menghidupkan kembali orang-orang yang tewas akibat ulah Buu.
Terus, kenapa gak pakai Bola Naga Namek (Porunga) aja? Toh, setelah Moori (Grand Elder baru) naik tahta, Porunga bisa menghidupkan banyak orang sekaligus tanpa batasan waktu yang seketat Shenron.
Masalahnya, bangsa Saiyan telah musnah jauh sebelum Vegeta maupun Goku mengetahui keberadaan Bola Naga Bumi.
Artinya, keinginan untuk menghidupkan kembali seluruh bangsa Saiyan tidak bisa disamakan dengan kebangkitan massal terhadap korban yang baru saja meninggal. Jarak waktunya sudah terlalu jauh.
2. Vegeta sadar bahwa masa lalu bangsa Saiyan kelam dan "toxic"

Vegeta menerima serangan Granolah. (dok. Shueisha/Dragon Ball Super) Ada alasan yang lebih berkaitan dengan perkembangan karakter Vegeta. Ketika pertama kali muncul, Vegeta sangat bangga dengan statusnya sebagai Pangeran Saiyan.
Ia datang ke Bumi bersama Nappa dengan tujuan mendapatkan Bola Naga dan memperoleh keabadian.
Kalau boleh jujur, bangsa Saiyan di masa lalu itu bukan pahlawan. Mereka adalah ras penakluk yang kerjaannya jadi makelar planet dan membunuh ras sendiri. Vegeta sendiri pernah jadi bagian dari sistem toxic tersebut dan tangannya gak bersih dari dosa masa lalu, contohnya dia pernah membunuh Nappa yang padahal sesama Saiyan.
Namun, Vegeta kemudian mengalami perubahan besar setelah tinggal di Bumi dan berulang kali bertarung bersama Goku serta para pejuang Bumi.
Peristiwa di manga Dragon Ball Super semakin memperlihatkan bahwa masa lalu bangsa Saiyan tidak bisa dilihat hanya dari sisi kebanggaan rasnya saja.
Ketika berhadapan dengan Granolah, di sana Vegeta dipaksa mengingat dosa-dosa masa lalu bangsanya yang sudah menghancurkan planet Cerea.
Karena itu, keinginan untuk menghidupkan kembali seluruh bangsa Saiyan juga berarti melahirkan kejahatan baru.
3. Vegeta sudah menemukan keluarga dan kehidupan baru di bumi

Bulma dan Vegeta (dok. Toei Animation/Dragon Ball Super) Ini mungkin alasan paling emosional dan bikin kita makin respect sama karakter Vegeta.
Di awal kemunculannya, Vegeta itu kesepian. Obsesinya cuma sama kekuatan, balas dendam ke Frieza, dan gelar pangeran Saiyan. Tapi, semenjak tinggal di Bumi mengubah segalanya.
Ia sudah memiliki Bulma sebagai istri, Trunks dan Bulla sebagai anak. Bumi yang awalnya hanya menjadi tempat tinggal sementara akhirnya berubah menjadi rumah bagi Vegeta.
Bahkan, perkembangan hubungan Vegeta dengan keluarganya menunjukkan bahwa ia mulai memiliki sesuatu yang ingin dilindungi selain harga dirinya.
Kehadiran Trunks dan Bulla juga membuat Vegeta tetap memiliki keturunan Saiyan tanpa harus menghidupkan kembali seluruh bangsa Saiyan yang telah lama musnah.
4. Vegeta lebih memilih menatap masa depan daripada terjebak di masa lalu

Vegeta dan Trunks yang sedang menggendong Bulla (dok. Toei Animation/Dragon Ball Super) Vegeta adalah karakter yang memiliki salah satu perkembangan karakter terbaik dan paling konsisten dalam sejarah anime, berubah dari seorang penjahat yang kejam menjadi pelindung Bumi
Dia memang bangga sebagai Saiyan. Tapi, kebanggaan itu gak lagi dia ukur dari "berapa banyak jumlah rasnya", melainkan dari "seberapa kuat dan bermoral keturunannya".
Bangsa Saiyan pada masa lalu hidup sebagai ras pejuang dan berada di bawah kekuasaan Frieza. Mereka juga terlibat dalam berbagai penaklukan planet.
Bahkan, ayah Vegeta sendiri "King Vegeta" merupakan bagian dari sistem tersebut.
Karena itu, jika Vegeta menghidupkan kembali seluruh bangsanya, ia tidak hanya mendapatkan kembali keluarganya dan para Saiyan yang hilang. Ia juga akan membawa kembali bangsa yang kolot dan primitif yang telah lama ia tinggalkan.
Nah, sekarang udah kebayang kan kenapa Vegeta tidak menggunakan Bola Naga untuk mengembalikan bangsa Saiyan? Keputusan ini sama sekali bukan plot hole, melainkan bukti betapa briliannya pengembangan karakter Vegeta.
Apakah kamu setuju kalau Vegeta udah mengambil keputusan yang paling tepat buat masa depannya?
Untuk informasi yang lebih lengkap soal anime dan manga, film, game, serta gadget, yuk gabung komunitas Warga Duniaku lewat link berikut:
WA Channel: https://bit.ly/WAChannelDuniaku



















