Discord: https://bit.ly/WargaDuniaku
Kenapa Beerus Membiarkan Frieza Menghancurkan Planet Vegeta?

Beerus kesal pada Raja Vegeta dan bangsa Saiyan yang arogan serta gemar menaklukkan planet, sehingga ia tidak keberatan ras tersebut dimusnahkan.
Dalam manga Dragon Ball Super, Beerus mengakui pernah menyarankan Frieza menghabisi Saiyan; Frieza menjadi pelaku langsung penghancuran Planet Vegeta.
Frieza juga bertindak demi kepentingannya sendiri karena takut kekuatan Saiyan dan legenda Super Saiyan mengancam kekuasaannya; pengungkapan ini mengguncang pandangan Vegeta tentang masa lalu bangsanya.
Kenapa Beerus membiarkan Frieza menghancurkan Planet Vegeta? Pertanyaan ini menarik karena Beerus adalah Dewa Penghancur Universe 7 yang kekuatannya jauh melampaui Frieza.
Kalau Beerus mau, ia tentu bisa turun tangan sendiri. Namun, kenyataannya, Planet Vegeta tetap hancur dan bangsa Saiyan hampir seluruhnya musnah akibat ulah Frieza.
Menariknya, kehancuran Planet Vegeta bukan sekadar keputusan Frieza yang takut pada ramalan tentang Super Saiyan.
Dalam Manga Dragon Ball Super bab 69, terungkap bahwa Beerus juga punya peran dalam rangkaian peristiwa tersebut. Hubungannya dengan Frieza dan sikapnya terhadap bangsa Saiyan membuat kejadian ini punya konteks yang lebih luas.
Lantas, apa sebenarnya alasan Beerus membiarkan Planet Vegeta dihancurkan? Yuk, kita bahas berdasarkan kejadian yang diperlihatkan dalam seri Dragon Ball Super!
Table of Content
1. Sifat bangsa Saiyan yang arogan membuat Beerus kesal

King Vegeta dan pasukannya (dok. Toei Animation/Dragon Ball Super: Broly) Salah satu alasan yang melatarbelakangi keputusan Beerus ternyata cukup konyol, bahkan jika dibandingkan dengan dampaknya yang sangat besar.
Dalam cerita Dragon Ball Super, Beerus pernah meminta Raja Vegeta mencarikan bantal paling nyaman di alam semesta.
Raja Vegeta kemudian berusaha memenuhi permintaan tersebut, tetapi ia justru memberikan bantal yang bukan pilihan terbaik dan mencoba menyembunyikan fakta itu dari Beerus.
Beerus akhirnya mengetahui tipu muslihat tersebut dan merasa kesal terhadap Raja Vegeta. Bagi sosok yang terbiasa mendapatkan apa pun yang diinginkannya, tindakan itu jelas bisa dianggap sebagai penghinaan.
Masalahnya, Beerus bukan orang yang bisa dihadapi dengan cara biasa.
Ia adalah Dewa Penghancur yang memiliki kekuatan untuk memusnahkan planet dengan mudah.
Meski begitu, insiden bantal bukan satu-satunya faktor di balik kehancuran Planet Vegeta.
Ketika rasa kesalnya bertambah karena sikap bangsa Saiyan yang kasar dan perilaku mereka yang gemar menaklukkan planet lain, Beerus memutuskan bahwa keberadaan mereka layak diakhiri karena mereka sudah kelewat batas.
Jadi... mengetahui sifat bangsa Saiyan yang seperti itu, Beerus tidak keberatan jika ras tersebut dimusnahkan.
2. Kenapa Beerus tidak menghancurkan planet Vegeta sendiri?

Beerus menginjak kepala King Vegeta (dok. Toei Animation/Dragon Ball Super) Kalau Beerus memang ingin Planet Vegeta dihancurkan, mengapa ia tidak melakukannya sendiri?
Jawabannya berkaitan dengan sikap Beerus yang sering kali tidak mau repot mengurus sesuatu secara langsung.
Sebagai Dewa Penghancur, ia memiliki kewenangan untuk menghancurkan planet demi menjaga keseimbangan alam semesta. Namun, ia tidak selalu turun tangan sendiri untuk setiap urusan.
Dalam kasus bangsa Saiyan, Beerus memilih menyampaikan keinginannya kepada Frieza, penguasa yang memiliki pasukan besar dan sudah memanfaatkan Saiyan untuk menaklukkan berbagai planet. Frieza pun menjadi pihak yang melaksanakan pemusnahan tersebut.
Keputusan ini juga sesuai dengan hubungan mereka.
Frieza merupakan penguasa galaksi yang cukup kuat untuk menjalankan berbagai misi, sedangkan Beerus dapat membiarkan bawahannya menyelesaikan urusan tanpa harus mengganggu waktu tidurnya.
Namun, jangan salah mengira bahwa Beerus sama sekali tidak punya andil. Pengakuannya dalam manga menunjukkan bahwa ia memang menyarankan Frieza untuk menghabisi bangsa Saiyan.
Artinya, Frieza tetap menjadi pelaku langsung yang menghancurkan Planet Vegeta, tetapi Beerus turut mendorong terjadinya peristiwa tersebut.
3. Frieza juga punya alasan sendiri untuk memusnahkan bangsa Saiyan

Frieza bersiap menghancurkan planet Vegeta (dok. Toei Animation/Dragon Ball Super: Broly) Walaupun Beerus ikut berperan, Frieza bukan sekadar menjalankan perintah tanpa pertimbangan pribadi.
Sejak lama, Frieza merasa khawatir dengan pertumbuhan kekuatan bangsa Saiyan.
Ras ini memiliki kemampuan bertarung yang luar biasa dan bisa menjadi semakin kuat setelah mengalami pertarungan berat.
Jika mereka terus berkembang dan suatu hari bersatu melawan Frieza, kekuasaan sang kaisar galaksi tersebut bisa terancam.
Ada pula isu Legendary Super Saiyan, sosok yang konon akan memiliki kekuatan luar biasa. Frieza takut kemungkinan tersebut menjadi kenyataan, terlebih ketika ia melihat bangsa Saiyan terus menunjukkan perkembangan kekuatan.
Karena itu, pemusnahan Planet Vegeta menguntungkan Frieza dari dua sisi. Ia memenuhi keinginan Beerus sekaligus menghilangkan ancaman yang selama ini mengusik pikirannya.
Jadi, meskipun Beerus memberikan dorongan penting, keputusan Frieza juga didasari ketakutan dan ambisinya sendiri.
Kedua tokoh ini memiliki kepentingan berbeda, tetapi akhirnya sama-sama terlibat dalam kehancuran bangsa Saiyan
4. Pengungkapan ini membuat Vegeta harus menerima kenyataan masa lalu bangsanya

Vegeta dan Beerus (dok. Toei Animation/Dragon Ball Super: Beerus) Pengakuan Beerus pada Dragon Ball Super bab 39 bukan hanya tambahan informasi tentang sejarah bangsa Saiyan. Peristiwa ini juga punya arti penting bagi perkembangan karakter Vegeta.
Saat berlatih bersama Beerus, Vegeta berusaha mempelajari teknik penghancuran yang menjadi ciri khas Dewa Penghancur. Namun, ia masih membawa beban moral atas tindakan bangsa Saiyan di masa lalu, termasuk kebiasaan mereka menaklukkan planet dan membunuh penghuninya.
Beerus kemudian mengingatkan bahwa Vegeta tidak bisa terus terjebak dalam rasa bersalah atas sejarah bangsanya. Ia perlu memahami penghancuran sebagai bagian dari perannya jika ingin menguasai kekuatan tersebut.
Pengungkapan Beerus bahwa ia yang menyarankan Frieza memusnahkan bangsa Saiyan turut mengguncang pandangan Vegeta tentang masa lalu. Ia tidak lagi bisa melihat kehancuran bangsanya hanya sebagai takdir atau akibat dari satu keputusan Frieza.
Beerus menggunakan sejarah tersebut untuk menantang cara berpikir Vegeta dan mendorongnya untuk memahami kekuatan penghancuran dari sudut pandang seorang Dewa Penghancur.
Itulah salah satu alasan mengapa pengungkapan ini penting bagi perkembangan Vegeta dalam Dragon Ball Super.
Menurutmu, apakah Beerus memang punya alasan yang cukup untuk memusnahkan bangsa Saiyan, atau ia hanya bertindak sesuka hati karena merasa terganggu?
Untuk informasi yang lebih lengkap soal anime dan manga, film, game, serta gadget, yuk gabung komunitas Warga Duniaku lewat link berikut:
WA Channel: https://bit.ly/WAChannelDuniaku























