Phantom Troupe (dok. MADHOUSE/Hunter x Hunter)
Di lokasi pembantaian ditemukan pesan:
"Kami tidak akan menolak siapa pun, jadi jangan pernah mengambil apa pun dari kami."
Kalimat ini bukan sembarang kata-kata. Itu adalah moto Meteor City, tanah kelahiran Phantom Troupe.
Yang menarik, kalimat yang sama pernah muncul dalam peristiwa lain yang dikenal sebagai Insiden Gelandangan.
Dalam insiden tersebut, seorang pria dari Meteor City ditangkap atas tuduhan pembunuhan. Meski terus menyatakan dirinya tidak bersalah, ia tetap dijatuhi hukuman tanpa proses yang adil.
Tiga tahun kemudian, pelaku sebenarnya akhirnya ditemukan. Namun semuanya sudah terlambat.
Sebagai balasan, 31 warga Meteor City melakukan aksi bom bunuh diri yang menewaskan 31 orang yang dianggap bertanggung jawab atas ketidakadilan tersebut.
Di lokasi kejadian, mereka meninggalkan pesan yang sama: "Kami tidak akan menolak siapa pun, jadi jangan pernah mengambil apa pun dari kami."
Dari sini muncul pertanyaan menarik.
Jika slogan itu digunakan sebagai bentuk pembalasan atas ketidakadilan yang menimpa warga Meteor City, lalu kenapa pesan yang sama ditinggalkan di lokasi pembantaian Suku Kurta?
Apakah Phantom Troupe merasa Suku Kurta telah melakukan sesuatu terhadap Meteor City?
Atau ada peristiwa lain yang belum diketahui pembaca?
Yang jelas, Phantom Troupe tidak meninggalkan pesan tersebut setiap kali melakukan kejahatan. Mereka bahkan tidak menggunakannya saat membantai mafia Yorknew City.
Karena itu, keberadaan pesan tersebut terasa signifikan.