Review City Hunter: Shinjuku Private Eyes - Anime Action Nostalgia!

Ryo Saeba menghadapi tantangan terbesar sepanjang kariernya!

City Hunter: Shinjuku Private Eyes

Jika mendengar nama City Hunter, apa yang bakal terlintas di kepalamu? Serial manga dan anime aksi karya Tsukasa Hojo? Film Hong Kong yang dibintangi Jackie Chan? Atau serial drama Korea yang dibintangi Lee Minho? Semuanya sangat tepat.

Aksi Ryo Saeba sebagai detektif playboy di Shinjuku ini telah melanglang buana ke seluruh dunia; entah itu ke Korea, Hong Kong, bahkan Perancis. Berbagai macam adaptasi mulai dari anime, film, drama, hingga serial spinoff pun telah diproduksi. 

Kini, 20 tahun setelah rilisan anime terakhirnya, bakal ada anime City Hunter baru berjudul City Hunter: Shinjuku Private Eyes.

Seluruh pemeran utama serta staf inti anime City Hunter kembali lagi di film anime produksi Sunrise ini. Kali ini, Ryo Saeba harus menghadapi ujian dan kasus terbesarnya selama berkiprah sebagai seorang Sweeper!

1. Panggil dia dengan XYZ!

Ryo Saeba si City Hunterotakuusamagazine.com

Sebagai pengingat, City Hunter mengisahkan sepak terjang Ryo Saeba, seorang Sweeper (detektif bayaran) yang hanya tertarik menangani kasus dari para perempuan cantik. Tingkahnya sangat mesum sampai membuat jengkel rekannya, Kaori Makimura. Namun meskipun punya sifat cabul, Ryo memiliki kemampuan tarung yang tak tersaingi.

Dalam film Shinjuku Private Eyes, Ryo dan Kaori mendapatkan klien baru yaitu model cantik bernama Ai Shindo. Ai merasa diikuti terus oleh sekelompok orang mencurigakan, ditambah lagi dengan beban mental setelah ayahnya meninggal dalam kecelakaan lalu lintas. 

Karena tidak mau menolak permintaan gadis cantik seperti Ai, Ryo pun menerima kasus itu.

Selama menangani kasus Ai, Ryo dan Kaori menguak lebih banyak misteri di balik permasalahan sang model. Pertemuan Kaori dengan teman lamanya Mikuni Shinji yang telah menjadi CEO perusahaan teknologi, serta kemunculan para pedagang senjata di Shinjuku, membawa mereka pada satu kesimpulan mengerikan. Ai menjadi “kunci” dari sebuah konspirasi yang bakal memporak-porandakan Shinjuku serta dunia.

2. Banyak wajah akrab

Geng sweeper di kafe Cat's Eyeyam.com

Dalam usahanya menyelesaikan kasus Ai, Ryo dan Kaori bakal dibantu oleh beberapa tokoh yang sudah tidak asing bagi fanCity Hunter serta karya-karya Tsukasa Hojo lain.

Pertama tentu saja ada Umibozu, Sweeper saingan Ryo yang juga merupakan sahabat baiknya. Umibozu yang bekerja di kafe Cat’s Eye ini juga bakal dibantu oleh Miki yang merupakan kekasihnya. Selain itu ada pula sosok Saeko Nogami, polisi yang memberikan berbagai informasi dan petunjuk penting bagi Ryo dan Kaori.

Selain itu, mereka juga bakal kedatangan bala bantuan dari kelompok Cat’s Eye! Sesuai namanya, kakak beradik ini merupakan pemilik kafe Cat’s Eye tempat Umibozu dan Miki bekerja. Hitomi, Rui, dan Ai Kisugi merupakan tokoh dari serial Cat’s Eye karya Tsukasa Hojo; tim pencuri ulung yang mengincar berbagai karya seni berharga.

Baca Juga: Jadi Panutan, Ini Dia 11 Anime Action  Terbaik yang Legendaris!

3. Bertabur fanservice!

Cat's Eye merupakan karya Tsukasa Hojo sebelum City Huntercinemacafe.net

Sejak awal, anime City Hunter: Shinjuku Private Eyes dibuat sebagai anime fanservice. Fanservice disini maksudnya bukan sekedar aksi-aksi Ryo Saeba ngecengin para perempuan ya. Selain hal itu, ada banyak hal lainnya di film ini yang bakal memanjakan para fan lama City Hunter.

Kembalinya para pengisi suara anime City Hunter serta Cat’s Eye menjadi nilai plus di mata para fan. Selain itu kemunculan musik-musik dari anime lamanya pun mampu memunculkan perasaan nostalgia dengan cepat.

Momen-momen keren ketika “Super Girl”-nya Yasuyuki Okamura diputar saat Kaori menjadi fashion model, atau saat “Ai yo Kienaide” mengiringi pertarungan puncak Ryo Saeba pastinya membuat banyak penonton kegirangan.

Namun yang paling penting tentu saja aksinya. Momen-momen menegangkan di film ini bisa memuaskan para penonton. Entah itu dari kecerdikan Ryo melumpuhkan lawannya, hingga set piece yang seakan ingin menyaingi kehebohan film aksi Hollywood.

4. Tersesat dalam waktu

Tahun 2019 masih bawa palu 100 ton?japantimes.co.jp

City Hunter: Shinjuku Private Eyes membawa serial City Hunter yang jadi serial penting di era 80-an ke masa modern 2010-an. Dengan ini, setidaknya kisah City Hunter jadi lebih fresh. Namun di saat bersamaan, Shinjuku Private Eyes seakan kebingungan ingin mengangkat nuansa seperti apa dalam filmnya.

Fokus utama film ini adalah konflik antara Ryo Saeba dengan ancaman yang sama sekali tidak terbayangkan saat animenya tayang di tahun 80-an silam. Di zaman itu tidak ada yang namanya smartphone, internet, hingga drone dan robot. Shinjuku Private Eyes berjalan selayaknya anime City Hunter jadul, namun penambahan elemen-elemen modern tersebut justru membuat film ini terasa melipir ke ranah sains fiksi.

Belum lagi ditambah dengan komedi dan gag-nya yang kayaknya jayus banget buat anak-anak muda. Dalam filmnya Ryo dan Kaori mungkin belum berusia kepala tiga, tapi guyonan dari mereka terasa seperti guyonan om-tante yang usianya hampir setengah abad. Yah, seenggaknya palu-nya Kaori masih bisa bikin ketawa sih.

5. Kesimpulan

Ganteng-ganteng mesummadmovieman.com

City Hunter: Shinjuku Private Eyes mungkin bukan sebuah film yang mudah diterima penonton awam, apalagi yang usianya masih muda. Namun, film ini bakal sangat memuaskan jika setidaknya kamu tahu beberapa garis besar serial ini. Kedatangan film ini ke Indonesia memberikan angin segar bagi para penonton anime yang mungkin bosan dengan kemunculan film anime yang itu lagi itu lagi.

City Hunter: Shinjuku Private Eyes tayang di bioskop Indonesia mulai tanggal 2 Oktober 2019.

https://www.youtube.com/embed/mji4WOAQT0w

Baca Juga: Ramai, Lho! Ini Dia 5 Sosok Indonesia di Balik Anime Populer!

Artikel terkait

ARTIKEL TERBARU