Kenapa Penyihir Masa Lalu Reinkarnasi di Culling Game Jujutsu Kaisen?

- Kenjaku sejak ratusan tahun lalu membuat kontrak dengan penyihir kuat masa lampau, menawarkan kesempatan hidup kembali dengan syarat ikut dalam Culling Game.
- Reinkarnasi terjadi lewat tubuh manusia modern yang diisi jiwa penyihir lama, menyebabkan konflik identitas atau dominasi penuh oleh jiwa masa lalu.
- Kehadiran penyihir kuno menjadi bagian penting dari rencana besar Kenjaku untuk menciptakan evolusi manusia melalui eksperimen ekstrem dan merger dengan Tengen.
Salah satu hal paling mencolok di Culling Game adalah munculnya banyak penyihir dari masa lalu, bahkan dari ratusan dan ribuan tahun yang lalu.
Karakter seperti Hajime Kashimo atau Yorozu bukan sekadar kuat, tapi juga berasal dari era yang benar-benar berbeda.
Fenomena ini tentu bukan kebetulan. Kehadiran mereka sudah direncanakan jauh sebelum Culling Game dimulai, dan menjadi bagian penting dari skema besar yang disusun oleh Kenjaku, tapi apa penjelasannya?
1. Kontrak Kenjaku dengan Penyihir Masa Lalu Sejak Ratusan Tahun Lalu

Alasan utama banyaknya penyihir lama yang muncul adalah karena Kenjaku telah membuat kontrak dengan mereka sejak masa lalu, di masa hidup mereka.
Sebagai penyihir yang hidup lintas generasi dengan cara berpindah tubuh, Kenjaku punya waktu dan kesempatan untuk membangun rencana jangka panjang.
Ia menawarkan “kesempatan kedua” kepada para penyihir kuat dari masa lalu di era masing-masing. Dengan menerima kontrak tersebut, mereka bisa hidup kembali di masa depan, dengan syarat harus berpartisipasi dalam permainan yang akan datang, yaitu Culling Game.
Bagi banyak penyihir, terutama dari era perang seperti zaman Heian, tawaran ini sangat menggoda. Mereka bisa kembali bertarung, menghadapi lawan yang kuat, atau bahkan menyelesaikan ambisi yang belum tercapai saat mereka masih hidup, jadilah mereka membuat kontrak itu dengan Kenjaku.
2. Mekanisme Reinkarnasi Lewat Tubuh Manusia Modern

Reinkarnasi para penyihir ini tidak terjadi begitu saja. Kenjaku menggunakan metode khusus dengan memasukan objek kutukan yang berisi jiwa penyihir masa lalu ke dalam tubuh manusia modern (mungkin dipaksa untuk dimakan atau sejenisnya).
Ketika Culling Game dimulai, jiwa-jiwa tersebut bangkit dan mengambil alih tubuh manusia modern yang jadi inangnya.
Namun proses ini bisa tidak sempurna. Dalam beberapa kasus, kesadaran asli dari tubuh tersebut masih ada, atau bahkan terjadi konflik identitas. Tapi dalam banyak kasus lain, penyihir lama sepenuhnya mengambil alih, menjadikan mereka ancaman yang sangat berbahaya di dalam game.
3. Bagian Penting dari Rencana Besar Kenjaku untuk Evolusi Manusia

Alasan paling penting kenapa Kenjaku menghadirkan penyihir masa lalu karena mereka dibutuhkan untuk menaikkan level Culling Game itu sendiri. Tujuan akhir Kenjaku bukan sekadar membuat permainan, tapi menciptakan kondisi ekstrem untuk eksperimen besar terhadap manusia.
Dengan menghadirkan penyihir kuat dari berbagai era, level kekacauan dan konflik meningkat drastis. Pertarungan antar penyihir menjadi jauh lebih brutal, menghasilkan energi kutukan dalam jumlah besar yang diperlukan untuk tahap akhir rencananya.
Semua ini mengarah pada satu tujuan evolusi manusia melalui merger dengan Tengen. Tanpa kehadiran penyihir-penyihir kuat dari masa lalu, skala energi dan kekacauan yang dibutuhkan tidak akan pernah tercapai.


















![[QUIZ] Pilih Tokoh One Piece, Kami Tebak Kepribadianmu Alpha, Beta, atau Omega](https://image.idntimes.com/post/20251106/upload_a7f083ac227017cdcd914dcc7148672e_d58d268a-6685-4e92-ba77-cd279529f673.png)