8 Karakter yang Dapat 100 Poin di Culling Game Jujutsu Kaisen!

- Culling Game di Jujutsu Kaisen menuntut pemain mengumpulkan poin dengan membunuh lawan, dan hanya segelintir karakter yang berhasil mencapai atau melampaui 100 poin untuk menambah aturan baru.
- Karakter seperti Hajime Kashimo, Yuta Okkotsu, dan Megumi Fushiguro menunjukkan kekuatan serta strategi berbeda dalam meraih ratusan poin, bahkan menggunakan sebagian untuk mengubah sistem permainan.
- Kenjaku menjadi dalang sekaligus pemain berpoin tinggi dengan 309 poin hasil manipulasi sistem dan pembantaian besar, sementara Sukuna mewarisi serta menambah poin melalui pertarungan brutal.
Culling Game dalam Jujutsu Kaisen bukan sekadar pertarungan antar penyihir, tapi sebuah sistem brutal yang mengubah nyawa manusia menjadi angka.
Setiap pemain harus mengumpulkan poin dengan cara mengalahkan, bahkan membunuh pemain lain, di mana 100 poin menjadi angka krusial untuk menambahkan aturan baru dalam game tersebut.
Karena tingginya risiko dan sulitnya mendapatkan poin, hanya segelintir karakter yang mampu menembus atau menguasai angka 100 poin. Menariknya, masing-masing karakter memiliki cara berbeda untuk mencapainya, mulai dari kekuatan murni, strategi, hingga manipulasi sistem. Berikut adalah daftar karakter Jujutsu Kaisen yang berhasil mencapai atau menguasai 100 poin di Culling Game!
1. Hajime Kashimo – 200 Poin

Hajime Kashimo menjadi salah satu pemain paling mengerikan dalam Culling Game berkat pencapaiannya yang langsung menembus 200 poin. Jumlah ini menunjukkan bahwa ia telah mengalahkan puluhan pemain lain, menjadikannya salah satu “pembantai” paling efisien di dalam game.
Motivasi Kashimo sendiri bukan sekadar bertahan hidup atau memenangkan permainan, melainkan mencari lawan sepadan, khususnya Ryomen Sukuna. Hal ini membuatnya tidak ragu untuk terus bertarung dan mengumpulkan poin tanpa henti.
Menariknya, Kashimo juga menggunakan 100 poin miliknya untuk menambahkan aturan baru, lalu memberikan sisa 100 poin kepada Kinji Hakari. Ini menunjukkan bahwa meskipun brutal, ia tetap memiliki prinsip dalam memilih bagaimana menggunakan poinnya.
2. Kinji Hakari – 100 Poin

Kinji Hakari menjadi salah satu karakter yang mencapai 100 poin dengan cara yang tidak biasa. Ia tidak mengumpulkan poin tersebut sendiri, melainkan menerima transfer penuh dari Hajime Kashimo setelah pertarungan mereka dan setelah mereka malah jadi berteman.
Pertarungan antara Hakari dan Kashimo sendiri menjadi salah satu yang paling intens dalam Culling Game, menunjukkan betapa kuatnya kedua karakter tersebut. Hakari berhasil bertahan dari serangan brutal Kashimo berkat tekniknya yang unik.
Dengan 100 poin yang ia miliki, Hakari menjadi aset penting dalam tim, meskipun cara ia mendapatkan poin berbeda dari pemain lain karena langsung menargetkan pemain berpoin besar.
3. Hiromi Higuruma – 102 Poin

Hiromi Higuruma adalah contoh paling unik dalam Culling Game, karena ia berhasil mengumpulkan 102 poin hanya dalam waktu singkat. Sebagai mantan pengacara, ia memiliki pendekatan yang sistematis dalam menghadapi lawan-lawannya.
Dalam perjalanannya, Higuruma telah mengalahkan banyak pemain, menjadikannya salah satu peserta paling berbahaya di awal Culling Game. Ia bahkan mampu memahami dan memaksimalkan teknik kutukannya dalam waktu yang relatif singkat.
Poin yang ia kumpulkan kemudian digunakan untuk menambahkan aturan transfer poin, setelah pertarungannya melawan Yuji dan melihat keseriusan Yuji. Ini menjadikannya salah satu karakter paling berpengaruh dalam sistem Culling Game, karena setelah itu pemain bisa mentransfer poin ke pemain lain.
4. Yuta Okkotsu – 190 Poin

Yuta Okkotsu menunjukkan dominasinya di Sendai Colony dengan mengumpulkan sekitar 190 poin. Ia mendapatkan poin dari mengalahkan beberapa pemain kuat, termasuk Dhruv, Kurourushi, serta menerima transfer poin dari Ryu Ishigori dan Takako Uro.
Berbeda dengan Kashimo yang brutal, Yuta cenderung lebih selektif dalam bertarung. Ia tidak sembarangan membunuh, dan beberapa poin yang ia dapatkan juga berasal dari keputusan lawannya sendiri untuk menyerahkan poin.
5. Yorozu – 100 Poin

Yorozu, yang mengambil alih tubuh Tsumiki, berhasil mengumpulkan 100 poin untuk menambahkan aturan penting dalam Culling Game yaitu pemain bebas keluar masuk koloni. Tujuannya sangat personal, yaitu untuk bisa bebas bergerak dan mengejar Sukuna.
Penggunaan poinnya untuk menambahkan aturan keluar masuk koloni menunjukkan bahwa ia memahami sistem game dengan baik dan mampu memanfaatkannya untuk kepentingan pribadi.
6. Megumi Fushiguro – 359 Poin

Megumi Fushiguro ternyata memiliki jumlah poin yang jauh lebih besar dari yang banyak orang kira. Pada awal Chapter 211, terungkap bahwa Megumi telah mengumpulkan total 359 poin, angka yang sangat tinggi dan cukup untuk mengubah jalannya Culling Game secara signifikan.
Poin tersebut tidak ia kumpulkan sendirian sepenuhnya, melainkan melalui kombinasi pertarungan, strategi, serta kerja sama dengan timnya yang lain, jadi itu "patungan" poin dari Yuta dan lainnya untuk menolong kakaknya Megumi.
Dari total tersebut, Megumi menggunakan 100 poin untuk menambahkan aturan baru, lalu memberikan 100 poin kepada Tsumiki agar ia bisa keluar dari Culling Game. Namun, tanpa ia sadari, Tsumiki yang telah dikuasai Yorozu justru menggunakan poin tersebut untuk kepentingannya sendiri.
7. Kenjaku – 309 Poin (Akumulasi & Manipulasi Sistem)

Kenjaku ternyata bukan hanya dalang di balik Culling Game, tetapi juga salah satu pemilik poin terbanyak dalam permainan ini. Dalam manga (sekitar chapter 220–222), ia tercatat memiliki total sekitar 309 poin, angka yang menempatkannya di level tertinggi bersama pemain-pemain terkuat lainnya.
Sebagian dari poin tersebut, yakni sekitar 159 poin, didapatkan langsung oleh Kenjaku melalui aksinya di dalam Culling Game. Ia memanfaatkan invasi militer asing yang ia rancang sendiri, lalu membantai para tentara tersebut menggunakan teknik kutukan. Karena non-penyihir bernilai 1 poin, pembantaian dalam jumlah besar ini menjadi cara efisien baginya untuk mengumpulkan poin tanpa harus melawan penyihir kuat.
Sisa poinnya berasal dari transfer, termasuk kontribusi besar dari Ryomen Sukuna. Dengan total 309 poin, Kenjaku kemudian menggunakan setidaknya 200 poin untuk menambahkan aturan krusial, termasuk menutup pendaftaran pemain baru dan menentukan kondisi akhir permainan yaitu Culling Game akan selesai kalau semua peserta mati kecuali Suguru Geto (Kenjaku), Megumi Fushiguro (Sukuna), dan Uraume. Memang curang.
8. Ryomen Sukuna – Sekitar 59–90+ Poin (Warisan & Perolehan Baru)

Setelah mengambil alih tubuh Megumi, Sukuna otomatis mewarisi sisa poin yang dimiliki Megumi. Namun jumlah tersebut tidak tetap, karena Sukuna kemudian menggunakan sebagian poinnya, termasuk memberikan 100 poin kepada Kenjaku untuk kepentingan rencana yang lebih besar.
Setelah pengurangan tersebut, estimasi poin Sukuna berada di kisaran sekitar 59 poin, lalu meningkat kembali seiring ia mengalahkan beberapa pemain kuat seperti Hajime Kashimo, Ryu Ishigori, Hiromi Higuruma, dan Yorozu. Dengan tambahan tersebut, jumlah poinnya diperkirakan naik ke kisaran 70–90 poin, tergantung perhitungan dan status pemain lain.
Menariknya, jumlah poin Sukuna menjadi topik yang cukup kompleks karena bergantung pada siapa saja yang dianggap sebagai “player” aktif oleh sistem. Hal ini membuat total akhirnya tidak benar-benar pasti, namun yang jelas, Sukuna tetap berada dalam posisi yang sangat dominan dalam sistem Culling Game.
Nah itu pemain yang merasakan 100 poin atau lebih, bagaimana menurutmu?

![[QUIZ] Pilih Karakter One Piece, Kami Tebak Dunia Isekai yang Cocok Kamu Jelajahi](https://image.idntimes.com/post/20251223/upload_860a7c89b8f415d5deb6465764161bf8_e6b8bcc5-a248-444d-b35b-3c2f847a9af6.png)
![[QUIZ] Dari Kapten Bajak Laut One Piece Favoritmu, Kami Bisa Tahu Gaya Kepemimpinanmu](https://image.idntimes.com/post/20250729/upload_0239269fc8d0bf821e9c0ddeddb0c752_2a536630-1dd7-4e3c-9d25-5d406469f83c.png)














